Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : UNM Geographic Journal

Etos Kerja Penerima Bantuan Dana Bergulir PNPM Mandiri Kelurahan Latuppa Kecamatan Mungkajang Kota Palopo Tenri Jaya; Lilis Suryani
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.22 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11005

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine: 1) the factors that influence the high work ethic of PNPM Mandiri revolving fund recipients. 2) analyzing the application of work processes can stimulate the work ethic of recipients of PNPM Mandiri revolving funds. This research is a qualitative research. Retrieval of data in research using in-depth interviews, and documentation, then analyzed using descriptive qualitative analysis techniques. The results showed that: 1) Recipients of PNPM Mandiri revolving fund assistance have a high work ethic because it is influenced by several things, as follows: (a) The existence of interpersonal expertise, (b) The existence of high initiative; (c) The existence of reliability values, (d) The existence of empowerment and learning, (e) The existence of internal factors (age, sex, religion, and motivation) external factors (cultural factors, geographical environmental conditions and economic structure), and several other factors that researchers find in the field, such as needs, obligations and responsibilities, and group factors. 2) The process of implementing the PNPM Mandiri revolving fund aid work program that stimulates work ethics is (a) revitalizing and learning social moral values; (b) building critical awareness of the community to participate directly in the implementation of the PNPM Mandiri revolving fund assistance program, which starts from the process of problem identification, planning, implementation, supervision to program evaluation; (c) learning to group in facing and solving common problems.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya etos kerja penerima bantuan dana bergulir PNPM Mandiri. 2) menganalisis penerapan program kerja berproses dapat menstimulasi etos kerja penerima bantuan dana bergulir PNPM Mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan wawancara mendalam, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerima bantuan dana bergulir PNPM Mandiri memiliki etos kerja tinggi karena dipengaruhi oleh beberapa hal yakni sebagai berikut: (a) Adanya keahlian interpersonal;(b) Adanya inisiatif tinggi; (c) Adanya nilai-nilai kehandalan;(d) Adanya pemberdayaan dan pembelajaran;(e) Adanya faktor internal (faktor usia, jenis kelamin, agama, dan motivasi) faktor eksternal (faktor budaya, kondisi lingkungan geografis dan struktur ekonomi), dan beberapa faktor lain yang peneliti temukan dilapangan, seperti faktor kebutuhan, kewajiban dan tanggung jawa, serta faktor kelompok. 2) Proses penerapan program kerja bantuan dana  bergulir PNPM Mandiri yang mengstimulasi etor kerja adalah (a) revitalisasi dan pembelajaran nilai-nilai moral kemasyarakatan; (b) membangun kesadaran kritis masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara langsung dalam pelaksanaan program kerja bantuan dana bergulir PNPM Mandiri yakni mulai dari proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pada evaluasi program; (c) pembelajaran untuk berkelompok dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah bersama.
Persepsi dan Peran Serta Masyarakat dalam Perlindungan Hutan Desa Kawata Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Lilis Suryani; Maddatuang Maddatuang
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.767 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i1.9965

Abstract

This research aims to determine: 1) people's perceptions in forest protection. 2) factors that influence people's perception of forest protection. 3) community participation in forest protection. This research is a qualitative research. Retrieval of data in research using observation techniques, interviews, and documentation, then analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that: 1) Community perception of forest protection is positive, meaning that the community preserves forest protection such as replanting trees and maintaining the forest so that natural disasters do not occur. 2) Factors that influence community perceptions of forest protection such as level of education, type of work, level of income, age, and number of family members. Demonstrated: the level of public education classified as primary and secondary education shows a positive perception. Viewed from the type of work, the type of work compared to the people who work as farmers, other types of work show a more positive perception. The level of community income is higher. Age 35-40 years is classified as productive and the community with 4-5 family members shows a positive perception. 3) Community participation in forest protection is an effort to prevent forest damage due to social aspects in the form of forest fires, forest encroachment, and theft of forest products. The community no longer opens the forest to be used as agricultural land and does not herd cattle in the forest..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) persepsi masyarakat dalam perlindungan hutan. 2) faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam perlindungan hutan. 3) peran serta masyarakat dalam perlindungan hutan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi masyarakat dalam perlindungan hutan adalah Positif, maksudnya masyarakat melestarikan perlindungan hutan seperti penanaman pohon kembali dan pemeliharaan hutan agar tidak terjadi bencana alam. 2) Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam perlindungan hutan seperti tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, umur, dan jumlah anggota keluarga. Menunjukkan: tingkat pendidikan masyarakat tergolong pendidikan dasar dan pendidikan menengah menunjukkan persepsi yang positif. Dilihat dari jenis pekerjaan, jenis pekerjaan dibandingkan dengan masyarakat yang bekerja sebagai petani, jenis pekerjaan lainnya menunjukkan persepsi yang lebih positif. Tingkat pendapatan masyarakat lebih tinggi. Umur 35-40 tahun tergolong produktif dan masyarakat yang jumlah anggota keluarga 4-5 menunjukkan persepsi yang positif. 3) Peran serta masyarakat dalam perlindungan hutan adalah adanya usaha dalam mencegah kerusakan hutan akibat aspek sosial yang berupa pembakaran hutan, perambahan hutan, dan pencurian hasil hutan. Masyarakat tidak lagi membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian dan tidak mengembalakan ternaknya di hutan.