Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Pembelajaran Metematika Melalui Model STEM Berbasis Microsoft Teams Sebagai Kelas Digital dan Aplikasi Wolfram Alpha Sudiansyah Sudiansyah; Dian Kurnianto; Ahmad Yani T
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2716

Abstract

Penelitian ini merupakan studi eksprimen dengan menggunakan desain kelompok kontrol pretes-postes (The Randomized Pretest-Posttest Control Group Design) bertujuan Untuk mengetahui pengaruh pendekataan pembelajaran model STEM dengan microsoft form sebagai kelas digital dengan aplikasi Wolfram Alpha, terhadap hasil belajar pada aspek kemampuan pemecahan masalah matematis pada mata pelajaran integral siswa SMK kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan. Berdasarkan hasil analisis penelitian,  peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang pembelajarannya dengan pendekatan STEM secara signifikan lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya secara konvensional. Selain itu, terdapat pula perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan kategori secara signifikan. Aspek aktivitas yang tertinggi kualitasnya adalah berada dalam tugas kelompok (100%), selanjutnya adalah memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru (92,07%), berdiskusi/negosiasi antara  sesama siswa (91%), menulis berbagai hal yang masih berhubungan dengan pembelajaran (90,53%), memperhatikan penjelasan teman/kelompok (85,47%), mengerjakan LKS (83,40%), berdiskusi/negosiasi antara siswa dengan guru (83,20%), menanggapi pendapat atau penjelasan kelompok lain (78,93%), serta berperilaku yang tidak relevan dengan KBM (7,67%).
PKM Mengenalkan dan Melatih Aplikasi Truth Tabels dengan Model Belajar Direct Instruction pada Mata Kuliah Landasan Pendidikan Matematika Sudiansyah Sudiansyah; Dia Prima Juwita; Dian Kurnianto; Dede Suratman Dede Suratman; Edy Yusmin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8601

Abstract

Program kampus merdeka pada program studi magister Pendidikan Matematika FKIP UNTAN adalah kampus mengajar. Salah satu kegiatan dalam kampus mengajar tersebut adalah Peningkatan Keterampilan Mengajar (PKM). Bentuk kegiatan kegiatan mengenalkan dan melatih Aplikasi Truth tabel pada mata kuliah landasan pendidikan matematika pokok bahasan logika matematika. Subjek kegiatan PKM mahasiswa semester satu prodi S-1 pendidikan matematika. Metode pelaksanaan Kegiatan PKM terdiri dari empat tahap: 1) tahap persiapan 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap evaluasi, dan 4) tahap konsultasi. Pelaksanaan PKM dengan Model perkuliahan Direct Instruction, dilakukan dengan lima langkah: 1) Orientasi 2) Presentasi 3) bimbingan teratur 4) bimbingan terbina dan 5) bimbingan independen. Dari hasil respon mahasiswa terhadap program PKM diperoleh prosentase penilaian kelayakan 86,64% yang berarti bahwa jenis praktik, interpretasi, produksi, penerapan, evaluasi dan kreasi dari jenis pelaksanaan kegiatan Peningkatan Keterampilan Mengajar dapat diterima dengan sangat baik oleh mahasiswa.
Bridging educational inequities in border regions: A qualitative inquiry into mathematics instruction in vocational high schools Mohamad Rif'at; Sudiansyah Sudiansyah; Soleh Khalimi; Anugrah Kurniawati; Dwita Romah
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v5i2.775

Abstract

Background: Vocational schools in border areas face systemic challenges such as limited infrastructure and poor curriculum-context alignment, hindering effective mathematics instruction and student engagement.Aims: This study investigates how mathematics learning is organized and implemented in a vocational high school situated in the Entikong border area of West Borneo, Indonesia. The research seeks to identify instructional patterns, contextual challenges, and adaptive strategies used by educators under constrained conditions.Method: Using a qualitative case study design, data were gathered through direct classroom observation, semi-structured interviews with teachers and school leaders, and review of official teaching documents. Thematic analysis and data triangulation were employed to ensure rigor and credibility.Results: The analysis highlights a continued reliance on teacher-centered instruction, minimal use of contextual or vocationally integrated methods, and limited student engagement. Assessment practices predominantly measure cognitive outcomes, lacking elements that support student reflection or vocational competencies. Curriculum delivery is often disrupted by time limitations and infrastructural shortfalls.Conclusion: Improving mathematics instruction in border-based vocational schools necessitates flexible teaching models tailored to the local context. Strengthening professional development, embedding authentic assessments, and enhancing school-community collaboration are crucial steps toward addressing educational disparities in underserved regions.