Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran artificial intelligence sebagai pengungkit produktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah Di Desa Sei Simpang Dua Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar Adidi Yogia, Moris; Agung Wicaksono; Septian Wahyudi; Abdul Munir
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v3i2.961

Abstract

Kemajuan dalam bidang kecerdasan buatan (AI) membawa potensi revolusioner bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan produktivitas mereka. Namun, implementasi AI dalam skala UMKM memunculkan beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan. Pertama, banyak UMKM menghadapi kendala dalam hal pengetahuan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengadopsi teknologi AI. Mereka sering kali kekurangan keterampilan dan sumber daya manusia serta teknologi yang diperlukan untuk mengintegrasikan AI ke dalam operasional bisnis mereka. Kedua, penting bagi UMKM untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan secara efektif dalam konteks bisnis mereka. Penggunaan AI yang tidak tepat atau tidak efisien dapat menghasilkan hasil yang tidak memuaskan atau bahkan merugikan secara finansial. Terakhir, penggunaan AI juga terkait dengan peraturan dan regulasi yang harus diikuti. Privasi dan keamanan data adalah aspek penting yang harus diperhatikan agar data pelanggan dan bisnis tidak disalahgunakan. Oleh karena itu, UMKM perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang kerangka kerja regulasi yang berlaku. Pengabdian dengan metode penyuluhan kepada masyarakat ini menjelaskan permasalahan-permasalahan ini dan memberikan pandangan tentang bagaimana UMKM dapat mengatasi tantangan-tantangan ini dalam mengadopsi dan mengintegrasikan AI untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis mereka.
Eksplorasi Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), dan Trust terhadap adopsi fintech di Riau dengan menggunakan perspektif Consumer Culture Theory (CCT) Afrizal Malik; Syafaruddin Z; septian wahyudi
SYNERGY: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/synergy.v5i2.72

Abstract

This study explores the influence of Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), and Trust on fintech adoption in Riau using the Consumer Culture Theory (CCT) perspective. The findings indicate that PEOU has a significant impact on fintech adoption, with a regression coefficient of 0.837, a standard error of 0.040, a t-value of 21.185, and a significance of 0.000 (p 0.05). This suggests that the easier a fintech system is to use, the more likely it is to be adopted by the public in Riau. Additionally, PU also significantly influences fintech adoption, with a regression coefficient of 0.101, a standard error of 0.028, a t-value of 3.641, and a significance of 0.000 (p 0.05). This finding highlights consumers are more inclined to adopt fintech if they perceive tangible benefits such as transaction efficiency and broader financial access. However, Trust does not significantly impact fintech adoption, as indicated by a regression coefficient of 0.013, a standard error of 0.015, a t-value of 0.883, and a significance of 0.379 (p 0.05). This suggests that fintech users in Riau prioritize functionality and ease of use over trust when deciding to adopt financial technology services. The simultaneous analysis confirms that PEOU, PU, and Trust collectively influence fintech adoption, with an F-value of 5837.754 and a significance of 0.000 (p 0.05). Moreover, the Adjusted R Square value of 0.993 indicates that the model explains 99.3% of the variance in fintech adoption. These findings align with the CCT perspective, emphasizing that fintech adoption in Riau is driven more by pragmatic factors such as ease of use and perceived benefits rather than trust-related concerns 
Pendidikan dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Masjid Untuk Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Dana Masjid La Ode Syarfan; Septian Wahyudi
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Desember 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i3.36

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul pendidikan dan pelatihan pengelolaan keuangan masjid untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dana masjid di masjid Ar-Raudah jalan Air Dingin IV Rt 05/Rw 04 Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya kota Pekanbaru.Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah dengan dilakukannya PKM ini maka baik dosen dan mahasiswa dapat memberikan manfaat kepada masyarakat serta dapat meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam bekerja sama dengan mitra terkait atau pengurus masjid selain itu juga dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh dosen dan mahasiswa yang diberikan kepada masyarakat untuk memberikan solusi atas semua permasalahan yang dihadapi oleh takmir atau pengurus masjid. 2. Dapat meningkatkan kemampuan para takmir atau pengurus masjid dalam hal pengelolaan keuangan, dapat menyusun laporan keuangan sehingga dapat menigkatkan kepercayaan warga, masyarakat para jama’ah dan juga oleh para donatur untuk menyumbangkan uangnya kepada masjid Ar-Raudah dengan keilmuan dosen yang telah dimiliki.   Metode yang digunakan ada enam tahapan yaitu tahap pertama adalah tim  melakukan observasi lapangan pra kegiatan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh pengurus masjid Ar-Raudah. Tahap ke dua adalah  tim mengumpulkan data dari pra kegiatan tersebut dan menentukan permasalahan yang didapatkan dan memberikan solusi yang akan ditawarkan. Tahap ke tiga adalah tim membuat proposal lengkap dengan semua permasalahan dan solusi yang ditawarkan. Tahap ke empat adalah tim melakukan persiapan apa saja yang akan dilaksanakan pada saat kegiatan PKM dan pembagian tugas masing-masing serta melakukan koordinasi dengan mitra untuk menentukan jadwal kegiatan PKM akan dilakukan. Tahap ke lima adalah tim PKM melaksanakan praktek pendampingan langsung dengan memberikan pendidikan dan pelatihan tentang bagaimana cara menyusun laporan keuangan masjid yang sesuai dengan PSAK No.45 yang dihadiri oleh ketua RT, jemaah dan pengurus masjid. Tahap ke enam adalah tim melakukan evalusi kegiatan PKM yaitu dengan melihat sejauh mana ketercapaian indikator keberhasilan kegiatan dan manfaat yang didapat oleh mitra, jadi pada saat akhir kegiatan tim PKM memberikan waktu kepada Mitra untuk memberikan saran ataupun saran kepada tim PKM untuk keberlanjutan program berikutnya. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tim pengabdian dapat memberikan informasi dan ilmu pengetahaun kepada pengurus masjid Ar-Raudah tentang bagaimana cara membuat, menyusun laporan keuangan yang sesuai denagn PSAK No.45 dan mengelola  keuangan masjid yang baik dan benar guna membangun kepercayaan masyarakat.
STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM, MEMBANGKITKAN SPIRIT KEWIRAUSAHAAN DI KELURAHAN SUNGAI MEMPURA MENUJU ENTREPRENEURS VILLAGE Septian Wahyudi; Syaprianto Syaprianto; Indra Safri
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i2.3304

Abstract

Program pengabdian masyarakat dengan tema "Strategi Pengembangan UMKM: Membangkitkan Spirit Kewirausahaan di Kelurahan Sungai Mempura Menuju Entrepreneurs Village" telah berhasil membawa dampak positif yang signifikan pada kelurahan Sungai Mempura dan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Hasil program mencakup peningkatan jumlah dan kualitas UMKM, peningkatan pendapatan, semangat kewirausahaan yang meningkat, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kolaborasi antara UMKM, pemerintah lokal, dan lembaga pendidikan. Program ini telah memberikan kontribusi penting dalam menghadapi tantangan dalam sistem perekonomian saat ini, membantu masyarakat bersaing di pasar global yang semakin kompetitif, dan mengurangi dampak dari arus produk asing di pasar domestik. Saran untuk menjaga dan meningkatkan dampak positif program meliputi kelanjutan dan difusi pengetahuan, diversifikasi program, pengembangan kemitraan lebih lanjut, evaluasi berkala, pengembangan infrastruktur, pelatihan ketrampilan digital, dan pemberdayaan perempuan. Program pengabdian ini merupakan langkah awal yang kuat menuju visi kelurahan Sungai Mempura sebagai Entrepreneurs Village yang berkelanjutan dan berdaya saing.
SENSING, SEIZING DAN RECONFIGURING: KEMAMPUAN UTAMA DAN RUTINITAS ORGANISASI UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, DI NEGARA BAGIAN TERANGGANU DARUL IMAN, MALAYSIA Septian Wahyudi; Dia Meirina Suri; Abdul Munir; Wan Mohd Adzim Bin Wan Mohd Zain
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4065

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pengrajin batik di Terengganu dalam menghadapi tantangan globalisasi dan adaptasi teknologi modern. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan daya saing batik Terengganu di pasar global. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan Dynamic Capability, yang melibatkan tiga tahapan utama: sensing (pengenalan peluang pasar), seizing (pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital), dan reconfiguring (restrukturisasi operasional). Program ini melibatkan pelatihan dan pendampingan intensif dalam pengembangan desain modern, adopsi teknologi ramah lingkungan, pemasaran digital, serta pembentukan ekosistem kolaborasi antara pengrajin, asosiasi, pemerintah, dan akademisi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas pengrajin dalam mengenali tren pasar, efisiensi produksi melalui teknologi baru, serta strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Selain itu, terbentuk kelompok kerja yang berfokus pada pengembangan desain, pemasaran, dan keberlanjutan usaha. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan akses teknologi dan resistensi terhadap perubahan, pendekatan persuasif dan pelatihan tambahan berhasil mengatasinya. Kesimpulannya, program ini tidak hanya meningkatkan daya saing pengrajin batik di pasar global, tetapi juga mendorong keberlanjutan sosial dan lingkungan melalui inovasi produk serta pelestarian budaya lokal.
Tailoring Service Delivery Innovation Architecture: A Service-Dominant Logic Theory Perspective for Micro Small and Medium Enterprises Moris Adidi Yogia; Syafaruddin Z; Septian Wahyudi; Cifebrima Suyastri
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 39, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mem.v39i1.4298

Abstract

Although extensively discussed in previous studies, social media adoption has yet to consistently translate into improved business performance, revealing a significant research gap. In light of this, our study seeks to bridge this gap by investigating the relationship between social media adoption and performance in 261 micro-businesses within the food and beverage sector. We aim to explore the role of distinctive competencies in marketing as a mediating variable and examine the influence of service delivery innovation architecture from the perspective of service-dominant logic theory. We employ SEM-Amos as our analytical tool to test the formulated hypotheses to achieve this. The result show that this study significantly advances SDL theory by elucidating the pivotal role of social media adoption in understanding customer behavior and gaining valuable insights. In the context of SDL, this contributes to the understanding of how services are co-created between businesses and customers in a digitally connected environment. The outcomes of this research offer valuable insights for small businesses on leveraging social media adoption to enhance their distinctive competencies in marketing and service delivery innovation architecture.