Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KAJIAN PROSES PEMBUATAN EDIBLE FILM DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DARI PATI JAGUNG MOTOROKIKI (Zea Mays L.) TERMODIFIKASI Nining Uge; Purnama Ningsih Maspeke; Siti Aisa Liputo
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.59 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i1.7476

Abstract

Edible film merupakan kemasan yang berbentuk lapisan tipis yang yang dapat dikonsumsi karena terbuat dari bahan yang diperoleh dari tumbuhan seperti biji-bijian dan umbi-umbian. Gliserol sebagai plasticizer digunakan untuk fleksibilitas film. Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui karakteristik fisik mekanik edible film dengan varian konsentrasi gliserol. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga perlakuan A1=30%, A2=35% dan A3=40% gliserol , dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan gliserol berpengaruh nyata terhadap ketebalan, kuat tarik dan elongasi tetapi tidak memberikan pengaruh nyata pada laju trasnmisi uap air. Perlakuan terbaik terbaik edible film dengan beberapa variasi konsentrasi gliserol yaitu pada konsentrasi 30% gliserol dengan ketebalan 0,47 mm, kuat tarik 2,28 N/cm2 , elongasi 17,47% dan laju transmisi uap air 0,535g/m2). Kata Kunci :   Edible Film, Pati Jagung, Modifikasi Pati
ANALISIS KANDUNGAN GIZI COOKIES SAGU YANG DIFORTIFIKASI DENGAN TEPUNG IKAN NIKE (Awaous melanocephalus) (Kajian Diversifikasi Produk Pangan Lokal) Cindrawati Hemeto; Lisna Ahmad; Purnama Ningsih Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.827 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i1.8373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dan tingkat kesukaan dari cookies sagu yang difortifikasi dengan tepung ikan nike (awaous melanocephalus). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu fortifikasi tepung ikan nike dengan 3 perlakuan : 10 (g), 20 (g), dan 30 (g), yang masing-masing diulang sebanyak 3 kaliulangan. Parameter pengamatan terdiri dari analisis kimia (proksimat) dan organoleptik menggunakan 7 skala. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis Of Variance (ANOVA), nilai yang berbeda nyata antara perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2007. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah fortifikasi tepung ikan nike pada cookies sagu memberikan pengaruh nyata pada organoleptik rasa dan aroma, sedangkan pada warna dan tekstur tidak berpengaruh nyata. Hasil analisis proksimat fortifikasi tepung ikan nike berpengaruh pada kadar protein, kadar lemak, kadar abu, dan kadar karbohidrat cookies sagu. Difortifikasinya tepung ikan nike pada cookies mampu meningkatkan kandungan proksimat terutama kadar protein dibandingkan cookies sagu tanpa fortifikasi tepung ikan nike. Rerata hasil analisis proksimat cookies sagu dengan fortifikasi tepung ikan nike menunjukkan kadar protein 3,03% - 11,36%, kadar air 2,49% - 3,74%, kadar lemak 12,34% - 16,09%, kadar abu 1,97% - 2,76%, dan kadar karbohidrat 66,68% - 80,17%.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK LIMBAH NANAS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA KECAP IKAN BETOK (Anabas Testudineus) Ferawati Faidah; Marleni Limonu; Purnama Ningsih Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.87 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i1.7299

Abstract

Kecap ikan merupakan salah satu produk bahan makanan hasil olahan melalui proses fermentasi yang dibuat dari ikan maupun limbah ikan mempunyai rasa dan bau yang khas serta daya simpannya lama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan ekstrak limbah nanas dan mengetahui sifat fisikokimia pada kecap ikan betok yang ditambahkan ekstrak limbah nanas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan penambahan ekstrak limbah nanas yaitu: 0%, 5%, 8%, 11%, 14%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova, apabila adanya perbedaan diantara perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan (5%). Karakteristik fisikokimia yang terbaik kecap ikan betook yakni dengan penambahan ekstrak limbah nanas sebanyak 14%, dimana pada perlakuan tersebut karakteristik yang dihasilkan meliputi kadar protein 14,00%, total padatan terlarut 19,09%, gula total 44,03%, viskositas 3211,80% serta daya terima masyarakat melalui uji organoleptik dengan berdasarkan parameter warna (Agak tidak suka sampai netral), aroma (Netral sampai agak suka), rasa manis, rasa asin, dan rasa amis (Netral sampai agak suka).
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN SIRSAK TERHADAP SIFAT MIKROBIOLOGI TELUR ASIN Anggi Gawa; Suryani Une; Purnama Ningsih Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.382 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v2i2.7264

Abstract

Ekstrak daun sirsak dapat berfungsi sebagai antioksidan alami dan mempunyai aktivitas anti bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba pada telur asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akivitas antimikroba ekstrak daun sirsak terhadap sifat mikrobiologi telur asin dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap telur asin. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancanga Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 3 Perlakuan yaitu perendaman ekstrak daun sirsak 0%, 3%, 6% dan 9% dan lama perendaman yaitu 7 hari, 14 hari dan 21 hari dengan 3 kali ulangan. Hasil yang di dapatkan pada penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 6% ekstrak dengan lama perendaman 7 hari. Hasil TPC 422 kol/gr, TVB 18,83 mg/100 gr dan untuk hasil Organoleptik warna 2,8, rasa 2,68 dan aroma 3.
PENGARUH KONSENTRASI BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI PENGAWET ALAMI TERHADAP KUALITAS DAN ORGANOLEPTIK TAHU Hajran Winangsih Hamid; Marleni Limonu; Purnama Ningsih Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.738 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i2.7690

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bubuk daun kelor sebagai pengawet alami terhadap kualitas dan organoleptik tahu. Penelitian ini menggunakan RAL 1 faktor yaitu konsentrasi bubuk daun kelor, terdiri dari 4 perlakuan kontrol, konsentrasi 0,6%; 1%; dan 1,4% bubuk daun kelor. Parameter yang diamati TPC, pH, kadar air, protein, kalsium, kekerasan, kekenyalan dan organoleptik. Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji statistik ANOVA menggunakan SPSS tipe 16.0, jika terdapat perbedaan nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan analisis statistik pH dan kadar air tidak berbeda nyata. TPC, protein, kalsium, kekerasan, kekenyalan dan organoleptik berbeda nyata. Kesimpulannya bubuk daun kelor sebagai pengawet alami pada tahu secara umum dapat mempengaruhi kualitas dan organoleptik tahu. Penggunaan bubuk sampai taraf 1,4% dapat menekan dan membunuh mikroba, tidak berpengaruh terhadap nilai pH dan kadar air, dapat menjaga hilangnya protein sebesar 2,01%, dapat meningkatkan kalsium, nilai kekerasan dan kekenyalan. Hasil uji organoleptik warna terbaik ada pada kontrol dengan nilai 5,6 (agak suka), rasa dan tekstur terbaik pada 0,6% - 1%  dengan nilai 5,3 dan 5,06 (agak suka) dan aroma terbaik pada 1,4% dengan nilai 5,1 (agak suka).
PEMANFAATAN PENGAWET ALAMI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROORGANISME PADA IKAN KEMBUNG (Rastrelliger spp) ASIN KERING Damopolii, Yunan; Maspeke, Purnama Ningsih; Une, Suryani
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.11039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) sebagai pengawet alami untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada ikan kembung (Rastrelliger spp) asin kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu konsentrasi ekstrak daun kemangi 0%, 20%, 25%, 30%. Data dianalisis dengan uji statistis Analisis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan penambahan ekstrak daun kemangi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, Total Plate Count (TPC), Angka Kapang Khamir (AKK), asam lemak esensial, dan organoleptik (kenampakan, tekstur, aroma). Perlakuan terbaik adalah perlakuan dengan penambahan ekstrak daun kemangi Perlakuan terbaik ikan kembung asin kering dengan penambahan ekstrak daun kemangi 20% dari berat ikan, memiliki kadar air 24%, jumlah mikroba sebesar 9,2 x 105 kol/gr penyimpanan 30 hari, Angka Kapang Khamir sebesar 9,1 x 104 kol/gr penyimpanan 30 hari, serta hasil uji asam lemak omega-3 1,56%. Hasil organoleptik kenampakan memiliki skor terbaik terdapat pada kontrol dengan skor 6,43, awal penyimpanan dan perlakuan 30% dengan skor 6,13, penyimpanan 30 hari. Hasil tekstur memiliki skor terbaik pada perlakuan 25% dengan skor 6,17 awal penyimpanan dan perlakuan 20% dengan skor 6,13, penyimpanan 30 hari. Hasil  aroma memiliki skor terbaik pada kontrol dengan skor 6,73 awal penyimpanan dan perlakuan 25% dengan skor 6,33 penyimpanan 30 hari.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KERUPUK KERANG DARAH (Anadara granosa) YANG DIFORMULASI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) Paramata, Fahrudin; Maspeke, Purnama Ningsih; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.10968

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dan uji organoleptik dari kerupuk kerang darah yang diformulasi dengan tepung daun kelor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilaksanakn selama 2 bulan, dimana tahapan pertama yaitu pembuatan kerupuk kerang darah yang diformulasi tepung daun kelor. Serta pengujian Fisikokimia dan Organoleptik. Data dianalisis dengan uji statistic Analisis Of Variance (ANOVA) perbedaan nyata antara perlakuan, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil yang diperoleh yaitu dengan nilai Kadar air 9,50%-7,79%, Kadar Abu 2,5%-3,53%, Protein 6,62%-8,6%, Lemak 0,63%-1,67%, Kemekaran 1 79,43%-199,04%, Daya Serap Minyak 4,4%-4,8%, sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap warna berkisar antara 6,53-4,43 (suka-netral), Aroma 5,93-5,5 (agak suka), Rasa 5,97-5,67 (agak suka), Tekstur 6,4-6,27 (suka), Overall 6,37-5,87 (suka-agak suka).Kata kunci : Kerupuk, Kerang Darah, Tepung Daun Kelor, Proksimat
KARAKTRISTIK FISIKOKIMA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN SERBUK JAGUNG MANIS ( Zea mays saccarata linn ) INSTAN YANG DI FORMULASI DENGAN EKSTRAK JAHE ( Zingiber officinale rose ) Mohi, Supriadi; Liputo, Siti Aisa; Maspeke, Purnama Ningsih
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.10970

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktvitas antioksidan, karakteristik fisikokimia dan organoleptik minuman serbuk instan jagung manis dan jahe. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap pertama pembuatan ekstrak jagung manis dan jahe, tahap kedua pembuatan minuman serbuk instan jagung manis dan jahe dengan 3 perlakuan, dan tahap ketiga dianalisa sensori dan fisiko kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air minuman serbuk jagung manis berkisar antara 1,62-1,97%, kadar abu minuman serbuk jagung manis berkisar antara 1,31-1,57%, serta aktivitas antioksidan minuman serbuk jagung manis berkisar antara 48,74-7,59%, Waktu larut yang dihasilkan berkisar antara 10,37-19,43 detik, Tingkat kesukaan panelis terhadap warna berkisar antara skala 5,37-6,03, tingkat kesukaan panelis terdapa aroma berkisar antara skala 5,33- 6,03, tingkat kesukaan panelis terhadap rasa berkisar antara 5,00-6,30, dan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur berkisar antara skala 5,70-6,23.
PENGARUH SUBSTITUSI EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrograhis paniculata) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI ORGANOLEPTIK MINUMAN SERBUK INSTAN SARI BUAH NANAS (Ananas Comosus ( L.) Umar, Idrus C; Liputo, Siti Aisa; Maspeke, Purnama Ningsih
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i01.10686

Abstract

PENGARUH SUBSTITUSI EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrograhis paniculata) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI ORGANOLEPTIK MINUMAN SERBUK INSTAN SARI BUAH NANAS (Ananas Comosus ( L.)Idrus C.Umar*), Siti Aisa Liputo**), Purnama N. S. Maspeke**)*Mahasiswa Ilmu Dan Teknologi Pangan, Universitas Negeri Gorontalo**Dosen Jurusan Ilmu Dan Teknologi Pangan, Universitas Negeri GorontaloEmail: idrus_itp2015@mahasiswa.ung.ac.idABSTRAKDaun sabimbiloto berpotensi untuk mengatasi penyakit seperti kanker ,kadar gula ,diabetes melitus tekanan darah tinggi. Daun sambiloto memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga dapat disubtitusi dalam minuman instan sari buah nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan karakteristik fisiko kimia dan organoleptik minuman serbuk instan sari buah nanas dan daun sambiloto. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap pertama pembuatan ekstrak buah nanas dan daun samiloto, tahap kedua pembuatan minuman serbuk instan sari buah nanas dan daun sambiloto dengan 3 perlakuan, dan tahap ketiga dianalisa sensori dan fisiko kimia. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penetapan rancangan didasarkan pada asumsi bahwa semua faktor yang bukan perlakuan dibuat dan dianggap seragam. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis of Variance (ANOVA) pada taraf α = 5% menggunakan program Microsoft Excel 2007, bila terdapat perbedaan nyata antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Substitusi ekstrak daun sambiloto memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, kadar abu, serta waktu larut minuman serbuk instan sari buah nanas dengan nilai masing-masing adalah 22,81 – 63,99 ppm, 1,38 – 3,32%, 1,05 – 1,12%, 10,17 – 23,63 detik. Serta substitusi ekstrak daun sambiloto memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur minuman serbuk instan sari buah nanas. Tingkat kesukaan panelis terhadap warna berkisar antara 5,03 – 6,03 (agak suka – suka), aroma berkisar antara 5,17 – 5,4 (agak suka), rasa berkisar antara 3,97 – 5,63 (agak tidak suka – agak suka), dan tekstur berkisar antara 5,07 – 5,53 (agak suka).Kata Kunci : Minuman Instan, Esktrak Daun Sambiloto, Ekstrak Nanas, Aktivitas Antioksidan
ANALISIS EKONOMI DAN NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN BUBUR JAGUNG INSTAN TERFORTIFIKASI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Tumunduge, Siti Setiani; Maspeke, Purnama Ningsih; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i01.11200

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis ekonomi dan nilai tambah serta biaya produksi produk olahan bubur jagung instan terfortifikasi ekstrak daun kersen. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil produksi biji jagung menjadi tepung bubur jagung instan. Data sekunder diperoleh melalui publikasi ilmiah yang relevan dan penelitian analisis ekonomi dan nilai tambah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif menurut Hayami. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan bubur jagung instan memberikan nilai tambah sebesar Rp. 158.722/kg. Keuntungan sebesar Rp. 136.499.77 dalam satu kali produksi margin keuntungan menghasilkan persentase 41,94%.Kata kunci: Nilai Tambah, Bubur Jagung Instan, Daun Kersen, Metode Hayami