Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KNoS-KGS TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA KELAS XI IPA MAN KELUA POKOK BAHASAN SISTEM PERTAHANAN TUBUH Rezky Nefianthi; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 9 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pengamatan awal di MAN Kelua yaitu hasil wawancara menunjukkan kenyataan bahwa proses KBM berjalan secara teoritis, sehingga siswa hanya dapat membayangkan objek yang sedang dipelajarinya secara abstrak, terutama pada konsep “system pertahanan tubuh”. Selain itu pembelajaran yang dilakukan masih terlalu berfokus kepada guru sehingga murid menjadi kurang aktif dan tidak mampu mengembangkan keterampilamgenerik sains yang mereka miliki, serta nilai terhadap konsep tersebut tidak mencapai KKM yaitu 75. Pada gilirannya minatt dan motivasi serta keaktifan siswa menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; pengaruh model pembelajaran KNoS-KGS terhadap keterampilan generik sains. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPA I sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah memberikan soal pretes dan postes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum dan sesudah pembelajaran berlangsung serta menggunakan lembar observasi dan angket penilaian generik sains. Teknik analisi data pada penelitian ini adalah menggunakan uji normalitas, uji homogentas, dan uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 23 for wndows. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran KNoS-KGS berpengaruh terhadap keterampilan generik sains siswa pada kelas eksperimen dengan rentang skor 85,78 sedangkan kelas kontrol hanya mendapat skor sebesar 79.03. Dari skor yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perolehan nilai antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Pengembangan Media Pembelajaran Tari Tilah Paring di Sanggar Tari Tilah Paring Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rabiatul Adawiyah; Suwarjiya; Edi Sutardi
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan Media pembelajaran tari di Sanggar Seni Karamunting Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan untuk mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran Tari Tilah Paring di Sanggar Seni Karamunting Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode R&D (resarch and development). Pengembangan Media Pembelajaran Video Toturial. Dalam hal ini teori yang digunakan adalah Ariesto Hadi Sutopo. Prosedur Pengembangan terbagi dalam lima langkah, yaitu (1) concept, (2) design, (3) material collecting, (4) assembly (5) testing. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini baik dari buku, internet, wawancara, angket/kuesioner. Hasil penelitian yang didapat adalah dalam pengembangan pembelajaran Tari Tilah Paring memperoleh skor 86 (93%) dari Total skor 92 secara keseluruhan. Hasil tersebut menyatakan bahwa Sangat Layak untuk diuji cobakan. Hasil validasi oleh ahli media pada Media pengembangan pembelajaran Tari memperoleh skor 40 (76%) dari Total skor 52 maka menyatakan bahwa Layak di uji cobakan. skor rata-rata 44,40 atau 91,67% dari nilai skor 48 secara keseluruhan. Masing- masing responden menunjukkan bahwa media pembelajaran layak digunakan yaitu dengan persentase 91%.
Implementation of differentiated learning in supporting Merdeka Belajar to improve senior high school student’s learning outcomes Rezky Nefianthi; Rabiatul Adawiyah; Fujianor Maulana
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 3 (2023): October 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i3.17614

Abstract

Differentiated learning has advantages, which include being able to improve student learning outcomes, optimize student needs, and increase student enthusiasm for learning. Besides that, students, when learning the concept of food digestion, appear passive and unenthusiastic, and this results in low learning outcomes. The research aim is to determine the improvement in learning outcomes of class XI students in the biology subject, the concept of food digestion. This research was the Classroom Action Research (CAR) method, which consists of planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this class action research were XI class students at Anjir Pasar State Senior High School, a total of 28 students, consisting of 17 females and 11 males. This research was divided into two cycles. Based on this research finding, differentiated learning is able to improve the achievement of student learning outcomes. The average learning outcomes of cycle I meeting 1 with a score of 75 and meeting 2 with a score of 79.85. In cycle II, meeting 3, student learning outcomes increased with an average score of 81.25 and in meeting 4, with a score of 82.32. Differentiated learning increases enthusiasm, is able to train independence, improves learning outcomes in each cycle, and obtains positive responses from students. This research needs to be tested for its long-term impact through ongoing research, and teachers can also be given training to support the implementation of this learning method.Abstrak Pembelajaran berdiferensiasi memiliki keunggulan yang meliputi dapat meningkatkan hasil belajar siswa, mengoptimalkan kebutuhan siswa, dan meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar. Disamping itu, siswa dalam pembelajaran konsep pencernaan makanan tampak pasif, tidak antusias, dan berdampak pada rendahnya hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran biologi konsep pencernaan makanan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri Anjir Pasar yang berjumlah 28, terdiri dari 17 perempuan dan 11 laki-laki. Penelitian ini terbagi menjadi 2 siklus. Berdasarkan temuan penelitian ini, pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siklus I pertemuan 1 dengan skor 75 dan pertemuan 2 dengan skor 79,85. Pada siklus II pertemuan 3 hasil belajar siswa meningkat dengan skor rata-rata 81,25 dan pertemuan 4 dengan skor 82,32. Pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan antusiasme, mampu melatih kemandirian, meningkatkan hasil belajar pada setiap siklus, dan memperoleh respon positif dari siswa. Penelitian ini perlu diuji dampak jangka panjangnya melalui penelitian berkelanjutan dan guru juga dapat diberikan pelatihan untuk mendukung implementasi metode pembelajaran ini.
PEMBINAAN DAN PEMBAGIAN MASKER DI MAJELIS TAKLIM DARUL IDRUS BANJARMASIN Yulianti Hidayah; Rabiatul Adawiyah; Nana Citrawati Lestari; Rahmita Yuliana Gazali; Winda Agustina; Ria Mayasari
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.91

Abstract

STKIP PGRI Banjarmasin terus berperan aktif untuk menanggulangi pandemi Covid-19 banyak berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya ialah dengan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi, pembinaan, dan pembagian masker kepada masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan. Sasaran kegiatan pengabdian ini ialah nggota Majelis Taklim Darul Idrus Banjarmasin, baik anak-anak, ustadz, dan pengelola. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada seluruh jamaah Majelis Taklim Darul Idrus Banjarmasin untuk memakai masker pada saat pandemi. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pembinaan. Adapun pelaksanaan kegiatan antara lain berupa: (1) Survei awal tempat kegiatan untuk mengetahui apakah jamaah sudah menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas majelis taklim tersebut apa belum; (2) Pembinaan awal pentingnya menggunakan masker saat pandemi Covid-19; (3) Pembagian masker; dan (4) Pembinaan lanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, diketahui bahwa seluruh anggota jamaah Majelis Taklim Darul Idrus Banjarmasin sudah tertib memakai masker di hari tersebut. Meskipun para jamaah sudah tertib dalam menggunakan masker. Tim pengabdian tetap memberikan pembinaan lanjutan kepada para peserta kegiatan agar mempertahankan kebiasaan baik ini meskipun nanti jika kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.