Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Effectiveness of Introduction to Astronomy Teaching Materials to Improve Problem-Solving and Generic Science Skills Pujani, N. M.; Arsana, K. G. Y.; Suma, K.; Selamet, K.; Erlina, N.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 11, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v11i2.34801

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of introductory astronomy teaching materials with inquiry settings on students' problem-solving and generic science skills. This study used a quasi-experimental design with the one-group pretest-posttest design. The research subjects were one class of 23 fourth-semester science education students. Data on problem-solving skills were collected using a test method with ten essay questions, and generic science skills data were collected using 30 multiple-choice questions. Data analysis was carried out descriptively, and a t-test with a significance level of 0.05. The analysis results showed that the use of inquiry-based introductory astronomy teaching materials in astronomy learning was effective in improving the problem-solving skills (p0.05, g = 0.67 medium categories) and generic science skills (p0 .05, g = 0.53 moderate type). So, it can be concluded that introductory astronomy teaching materials with inquiry settings effectively improve students' problem-solving and generic science skills.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA Huldan; K. Suma; I.B.P. Arnyana
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5156

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas VII di MTS Kecamatan Wanasaba serta belum diterapkannya pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Pendekatan SETS mengintegrasikan konsep sains dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat, serta bertujuan meningkatkan relevansi pembelajaran bagi siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII di MTs Kecamatan Wanasaba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar dan tes hasil belajar IPA. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan MANOVA untuk mengevaluasi perbedaan antara kelompok eksperimen yang menggunakan pendekatan SETS dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar siswa secara simultan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pendekatan SETS dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan nilai statistika F = 19,783 (p < 0,05). Terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pendekatan SETS dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yang ditunjukkan dengan nilai statistik F = 19,390 (p < 0,05). Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pendekatan SETS dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yang ditunjukkan dengan nilai statistik F = 19,570 (p < 0,05). Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pendekatan SETS efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERORIENTASI BUDAYA LOKAL SASAK ”BANJAR” TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BElAJAR IPAS SISWA SEKOLAH DASAR Z. Aen; I.B.P. Arnyana; K. Suma
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berorientasi budaya lokal Sasak “Banjar” terhadap motivasi dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasy experiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian menggunakan randomized non equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa SD kelas IV di Gugus Mamben Daya Kecamatan Wanasaba dengan jumlah 120 orang. Sejumlah 44 siswa dijadikan sampel yang ditentukan dengan tekhnik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengisian angket dan pilihan ganda jawaban soal untuk mengukur tingkat motivasi dan hasil belajar IPAS siswa dengan metode pretest – posttest. Analisis data dilakukan dengan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dengan bantuan program SPSS 26.0 for Windows. Hasil penelitian diperoleh: Pertama, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBL yang berorientasi budaya lokal Sasak “Banjar” terhadap motivasi belajar IPAS pada siswa kelas IV SD di Gugus Mamben Daya Kecamatan Wanasaba dengan nilai F = 184,171, sig = 0,00 < 0,05. Kedua, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBL yang berorientasi budaya lokal Sasak “Banjar” terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD di Gugus Mamben Daya Kecamatan Wanasaba dengan nilai F = 24,936, sig = 0,00 < 0,05. Ketiga, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBL yang berorientasi budaya lokal Sasak “Banjar” secara simultan terhadap motivasi dan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD di Gugus Mamben Daya Kecamatan Wanasaba dengan nilai F = 93,070, sig = 0,00 < 0,05.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISWA SEKOLAH DASAR Abdurrahim; K. Suma; I.B.P. Arnyana
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah di Gugus KKM XII Suela-Sembalun. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas V MI Gugus KKm XII Suela-Sembalun yang berjumlah 217 orang siswa. Sebanyak 43 siswa terpilih menjadi sampel penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis MANOVA berbantuan IBM SPSS Statistic 26.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di Madrasah KKM XII Suela-Sembalun. Kedua, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di Madrasah KKM XII Suela-Sembalun. Ketiga, terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar IPA secara simultan antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di Madrasah KKM XII Suela-Sembalun. Kesimpulannya, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa Madrasah Ibtidaiyah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEPEKAAN SOSIAL PADA PELAJARAN IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Rasihun; K. Suma; I.M. Ardana
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning atau PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD di Gugus Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain "pretest-posttest nonequivalent control group." Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest pada kelompok eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dianalisis menggunakan teknik statistik MANOVA dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial siswa anatra yang dibelajarkan dengan PBL dan yang diajarkan dengan konvensional. (2) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa anatra yang dibelajarkan dengan PBL dan yang diajarkan dengan konvensional. (3) terdapat perbedaan kepekaan sosial siswa anatra yang dibelajarkan dengan PBL dan yang diajarkan dengan konvensional. Pada variabel kemampuan berpikir kritis, rata-rata N-Gain kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 403,321 dan tingkat signifikansi 0,000. Sementara itu, pada variabel kepekaan sosial, kelompok eksperimen juga menunjukkan rata-rata N-Gain lebih tinggi, dengan nilai F sebesar 89,557 dan tingkat signifikansi 0,000. Hasil ini mengindikasikan bahwa model PBL secara signifikan lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial siswa. Model PBL mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui pemecahan masalah, diskusi kelompok, dan eksplorasi yang relevan. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis tetapi juga keterampilan sosial seperti empati, kerjasama, dan kemampuan berkomunikasi. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan penerapan model PBL sebagai pendekatan strategis dalam pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial siswa, khususnya di tingkat sekolah dasar.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Ritajib; K. Suma; I.M. Ardana
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kepala Sekolah menjalankan perannya sebagai pemimipin di SDN 5 Akar-akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji langkah-langkah yang dilakukan Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut, hasil yang dicapai, serta kendala yang dihadapi dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana peneliti secara langsung mengumpulkan data di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, dokumentasi, serta observasi terhadap subjek penelitian yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, empat guru, dan beberapa (pastikan jumlahnya) siswa SDN 5 Akar-akar, Kecamatan Bayan. Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, guru, dan siswa menunjukkan bahwa peran Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan mencakup enam aspek utama, yaitu: sebagai manajer, administrator, supervisor, pendidik (educator), pemimipin (leader), dan motivator. Peran Kepala Sekolah sebagai penggerak dalam lembaga pendidikan sangatlah penting, karena ia bertindak sebagai pemimipin yang membimbing seluruh komunitas sekolah dalam menjalankan berbagai aktivitas, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, serta meningkatkan kompetensi guru guna mendorong perubahan ke arah yang lebih baik dan bermutu.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA Huldan; K. Suma; I.B.P. Arnyana
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5156

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas VII di MTS Kecamatan Wanasaba serta belum diterapkannya pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Pendekatan SETS mengintegrasikan konsep sains dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat, serta bertujuan meningkatkan relevansi pembelajaran bagi siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII di MTs Kecamatan Wanasaba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar dan tes hasil belajar IPA. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan MANOVA untuk mengevaluasi perbedaan antara kelompok eksperimen yang menggunakan pendekatan SETS dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar siswa secara simultan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pendekatan SETS dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan nilai statistika F = 19,783 (p < 0,05). Terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pendekatan SETS dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yang ditunjukkan dengan nilai statistik F = 19,390 (p < 0,05). Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pendekatan SETS dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yang ditunjukkan dengan nilai statistik F = 19,570 (p < 0,05). Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pendekatan SETS efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERORIENTASI BUDAYA LOKAL SASAK ”BANJAR” TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BElAJAR IPAS SISWA SEKOLAH DASAR Z. Aen; I.B.P. Arnyana; K. Suma
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berorientasi budaya lokal Sasak “Banjar” terhadap motivasi dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasy experiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian menggunakan randomized non equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa SD kelas IV di Gugus Mamben Daya Kecamatan Wanasaba dengan jumlah 120 orang. Sejumlah 44 siswa dijadikan sampel yang ditentukan dengan tekhnik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengisian angket dan pilihan ganda jawaban soal untuk mengukur tingkat motivasi dan hasil belajar IPAS siswa dengan metode pretest – posttest. Analisis data dilakukan dengan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dengan bantuan program SPSS 26.0 for Windows. Hasil penelitian diperoleh: Pertama, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBL yang berorientasi budaya lokal Sasak “Banjar” terhadap motivasi belajar IPAS pada siswa kelas IV SD di Gugus Mamben Daya Kecamatan Wanasaba dengan nilai F = 184,171, sig = 0,00 < 0,05. Kedua, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBL yang berorientasi budaya lokal Sasak “Banjar” terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD di Gugus Mamben Daya Kecamatan Wanasaba dengan nilai F = 24,936, sig = 0,00 < 0,05. Ketiga, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBL yang berorientasi budaya lokal Sasak “Banjar” secara simultan terhadap motivasi dan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD di Gugus Mamben Daya Kecamatan Wanasaba dengan nilai F = 93,070, sig = 0,00 < 0,05.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISWA SEKOLAH DASAR Abdurrahim; K. Suma; I.B.P. Arnyana
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah di Gugus KKM XII Suela-Sembalun. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas V MI Gugus KKm XII Suela-Sembalun yang berjumlah 217 orang siswa. Sebanyak 43 siswa terpilih menjadi sampel penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis MANOVA berbantuan IBM SPSS Statistic 26.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di Madrasah KKM XII Suela-Sembalun. Kedua, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di Madrasah KKM XII Suela-Sembalun. Ketiga, terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar IPA secara simultan antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di Madrasah KKM XII Suela-Sembalun. Kesimpulannya, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa Madrasah Ibtidaiyah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEPEKAAN SOSIAL PADA PELAJARAN IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Rasihun; K. Suma; I.M. Ardana
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 9 No 1 (2025): Pebruari, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v9i1.5211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning atau PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD di Gugus Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain "pretest-posttest nonequivalent control group." Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest pada kelompok eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dianalisis menggunakan teknik statistik MANOVA dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial siswa anatra yang dibelajarkan dengan PBL dan yang diajarkan dengan konvensional. (2) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa anatra yang dibelajarkan dengan PBL dan yang diajarkan dengan konvensional. (3) terdapat perbedaan kepekaan sosial siswa anatra yang dibelajarkan dengan PBL dan yang diajarkan dengan konvensional. Pada variabel kemampuan berpikir kritis, rata-rata N-Gain kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 403,321 dan tingkat signifikansi 0,000. Sementara itu, pada variabel kepekaan sosial, kelompok eksperimen juga menunjukkan rata-rata N-Gain lebih tinggi, dengan nilai F sebesar 89,557 dan tingkat signifikansi 0,000. Hasil ini mengindikasikan bahwa model PBL secara signifikan lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial siswa. Model PBL mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui pemecahan masalah, diskusi kelompok, dan eksplorasi yang relevan. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis tetapi juga keterampilan sosial seperti empati, kerjasama, dan kemampuan berkomunikasi. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan penerapan model PBL sebagai pendekatan strategis dalam pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial siswa, khususnya di tingkat sekolah dasar.