Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : METANA

PENGEMBANGAN PROSES MODIFIKASI CASSAVA DENGAN HIDROLISA ASAM LAKTAT DAN UV UNTUK SUBSTITUSI TERIGU DALAM PRODUK PANGAN Sumardiono, Siswo; Pudjihastuti, Isti
METANA Vol 11, No 02 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.797 KB) | DOI: 10.14710/metana.v11i02.14755

Abstract

Abstrak                   Pati termodifikasi merupakan produk sangat prospektiv dalam industri makanan. Pertimbangan utama dari penelitian ini adalah meningkatnya volume permintaan import gandum dan kebutuhan akan pati termodifikasi. Metode penelitian yang dilakukan  adalah dengan hidrolisis asam laktat dan reaksi fotokimia  UV sebagai katalis terhadap  tapioka untuk memodifikasi sifat sifat fisikokimia dan rheologi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi asam, lama penyinaran lampu UV, dan waktu pengeringan dengan pengering sinar matahari. Variabel percobaan meliputi konsentrasi asam laktat (0,5; 1; 1,5; dan 2%), lama penyinaran dengan lampu UV (10, 15, 20, dan 25 menit) dan waktu pengeringan dengan sinar matahari 4 jam. Tapioka dilarutkan dalam larutan asam laktat pada reaktor tangki berpengaduk yang dilengkapi lampu UV dan kemudian disaring. Tepung tapioka terhidrolisis dikeringkan dengan sinar matahari. Sifat fisikokimia dan rheologi produk ditentukan dengan analisis viskositas, swelling power, kelarutan, daya kembang, hardnes dari roti muffin. Hasil optimum diperoleh 4250 dPa; 26,05; 2,25%; 3,75 ml / g, 160,02 gf, dan 300,35 gf untuk viskositas, swelling power, kelarutan, daya kembang, hardnes samping dan tengah roti muffin. Sifat fisikokimia dan rheologi berubah secara signifikan jika dibandingkan dengan tapioka asli dan gandum. Produk ini diharapkan dapat digunakan untuk substitusi gandum pada produk pangan.Kata kunci: swelling power, hidrolisis asam, UV, baking ekspansi Abstract                 Modified starch is a very prospective conversion starch in the food industry. The main consideration of the research is the increasing volume of wheat import and industries demand of modified starch. The research method is by acid hydrolysis using lactic acid and UV photochemical and reaction as catalyst of tapioca in order to modify physicochemical and rheological properties. The purpose if this research to study the effect of acid concentration, UV lightening, and drying period using sunlight. The experiment variables are lactic acid concentration (0,5; 1; 1,5;and 2%), UV lightening period (10, 15, 20, and 25 minutes) and drying period using sunlight 4 hours. Tapioca was dissolved in lactic acid solution on agitated tank reactor which was lighted by UV lamp and then screened. The hydrolyzed tapioca was the dried by sunlight. The physicochemical and rheological properties of product were determined by viscosity analysis, swelling power, solubility, baking expansion, center and wall hardness of muffin. Optimum result was obtained 4250 dPa’s; 26,05; 2,25%; 3,75 ml/g, 160,02 gf, and  300,35 gf for viscosity, swelling power, solubility, baking expansion, center and wall hardness of muffin respectively. The physicochemical and rheological properties changed significantly compared to initial tapioca and wheat. Moreover, it was expected to use as food product substitution. Keywords: swelling power, acid hydrolysis, UV, baking expansion
UPAYA PERBAIKAN SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG UBI KAYU MELALUI PROSES FERMENTASI SAWUT UBI KAYU DENGAN STARTER BAKTERI ASAM LAKTAT LACTOBACILLUS CASEI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN BAKU SNACK TRADISIONAL PILUS DAN ROTI MUFFIN Kusumaningrum, Annisa; Sumardiono, Siswo
METANA Vol 8, No 02 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.425 KB) | DOI: 10.14710/metana.v8i02.6809

Abstract

Cassava is one of the biggest commodity in Indonesia which is the total amount of its production is 24,080,000 ton/year. This huge amount of cassava can be used as cassava flour so that it could have similar characteristics with wheat flour. Therefore, in this research the cassava is being modified by fermentation method using the lactic acid bacteria starter,i.e Lactobacillus casei. While the cassava grate is being fermented, the enzyme that could destroy the cassava cell is produced by bacteria so it cause the degradation of starch granula. This condition changes of the physiochemical characteristic of cassava flour produced. The purpose of this research determines the best condition from the variables concentration of lactic acid bacteria starter and fermentation time of the cassava grate to physiochemical characteristic of cassava flour. The best conditions of cassava flour is fermentation time of 48 hour and 6% v/v Lactobacillus casei concentration. Physiochemical characteristic of cassava flour best treatment is the swelling power of 14.13, level of expand “pilus” snack 596.399%, baking expansion 2.28 cm /g and hardness of 3 muffin cake was 620.262 gf. Keywords: cassava fermentation, Lactobacillus casei, physiochemical characteristic, fermentation time, concentration of lactic acid bacteria starter
Kajian Sifat Morfologi dan Mekanis Biofoam dari Tepung Tapioka dan Serat Limbah Batang Jagung Sumardiono, Siswo; Pudjihastuti, Isti; Amalia, Rizka
METANA Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v17i1.37911

Abstract

Styrofoam atau polystyrene (PS) foam yang diolah, umumnya digunakan sebagai kemasan makanan. Rendahnya tingkat daur ulang pada polystyrene menyebabkan adanya polusi lingkungan yang merupakan ancaman serius terhadap kehidupan dan kesehatan manusia. Penggunaan styrofoam harus dihentikan dan dilakukan upaya alternatif bahan pengemas lain yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengganti styrofoam adalah biofoam yang menggunakan bahan baku utama limbah batang tanaman jagung sebagai sumber serat utama dan tepung tapioka sebagai sumber pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produksi biofoam biodegradabel dari tepung tapioka dan limbah batang jagung sebagai pengganti styrofoam sintetis di pasaran. Pengaruh penambahan bahan baku limbah batang jagung, tepung tapioka, dan polivinil alcohol (PVA) terhadap sifat fisis produk biofoam telah dipelajari dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengujian biofoam terbaik diperoleh dari komposisi pati tapioka 56,25 g, serat jagung 18,75 g dan PVA 25 g. Hasil pengujian SEM, menunjukkan bahwa bahwa permukaan biofoam tidak lebih rata dibandingkan styrofoam. Pada hasil foto SEM masih terlihat adanya sedikit granula pati utuh karena pada proses gelatinisasi mengalami pembengkakan (swelling) tetapi belum terdisintegrasi (breakdown). Namun, sebagian besar granula lain mengalami retrogradasi akibat gelatinisasi. Biofoam hasil penelitian memiliki nilai kekerasan yang lebih besar dibandingkan dengan Styrofoam komersial dengan nilai kuat tekan sebesar 14.162 MPa.