Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Legal Strategies in Household Waste Management in Villages Martitah, Martitah; Sulistianingsih, Dewi; Sumarto, Slamet; Prasetyo Adhi, Yuli
The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Vol. 6 No. 2 (2024): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/iccle.v6i2.6661

Abstract

This article aims to describe and analyze legal strategies in overcoming waste management problems in villages. Rapid population growth in Kebumen Regency, especially Tanuharjo Village, Alian District, Kebumen Regency. Followed by an increase in various economic and social activities of the community which then gave rise to problems in the community. This condition is exacerbated by limited resources from local governments to deal with these problems. In general, this condition is a challenge for the village government to create an environment that can support the lives of all its citizens. Another problem that arises because of the rapid increase in the number of city residents is the increasing volume of waste. The amount or volume of waste is directly proportional to the level of public consumption of goods or materials used daily. Likewise, the type of waste depends on the type of material that the community consumes. Therefore, waste management cannot be separated from the lifestyle of the community, for this reason it must be immediately handled for the alleviation of settlements and slums in Kebumen Regency, especially in Tanuharjo Village, Alian District. The right legal strategy to overcome the waste problem in the village is through making village regulations and supported by existing village facilities.
Biopower Pendidikan Pembebasan Generasi Muda Untuk Melanggengkan Keterbukaan Informasi Publik Desa Sendang Wonogiri Sumarto, Slamet; Beny Mukti Setiyawan, Wahyu; Khunaefi, Muhammad Wildan
Activa Yuris: Jurnal Hukum Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji implementasi pendidikan pembebasan di Desa Sendang Wonogiri sebagai strategi untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik dan membangun kewarganegaraan aktif. Studi sebelumnya umumnya fokus pada aspek regulasi dan kebijakan di tingkat pusat, sering mengabaikan dinamika implementasi lokal dan peran pendidikan dalam membentuk budaya transparansi. Berbeda dengan studi terdahulu, studi ini menyoroti peran pendidikan pembebasan dalam mempengaruhi nilai-nilai keterbukaan informasi di kalangan generasi muda desa, dengan mengintegrasikan teori Paulo Freire dan konsep biopower Michel Foucault. Studi ini menggunakan berbagai alat dalam metode peneliitian kualitatif dan teknik triangulasi untuk memastikan serta menghasilkan data yang valid. Temuan studi ini menunjukkan bahwa pendidikan pembebasan tidak hanya meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam keterbukaan informasi, tetapi juga membentuk struktur kekuasaan lokal yang mendukung transparansi dan akuntabilitas. Hasil kajian ini menegaskan pentingnya pendidikan sebagai alat strategis untuk memperkuat praktik transparansi di tingkat desa dan memperbaiki pandangan kita tentang bagaimana pendidikan dapat digunakan untuk mendukung tata kelola yang lebih baik. Dengan demikian, studi ini memberikan wawasan baru tentang integrasi pendidikan pembebasan dalam konteks lokal dan menawarkan model untuk pengembangan lebih lanjut dalam kebijakan dan praktik pemerintahan desa
Impementasi Pendidikan Karakter Cinta Tanah Air melalui Kegiatan Peringatan Kemerdekaan di Lingkungan RT03, RW 10 Desa Kauman Brebes Jawa Tengah Rahma, Nur Maulida; Sumarto, Slamet
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48433

Abstract

Impelentasi Pendidikan karakter cinta tanah air dalam kehidupan masyarakat sangat penting ditanamkan sedini mungkin sebagai bentuk dari nilai nasionalisme yang tertuang pada pancasila. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kauman, Brebes, Jawa Tengah. Pendidikan karakter cinta tanah air adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui partisipasi aktif warga dalam kegiatan 17 agustus yang menegaskan pentingnya kebebasan dan persatuan untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap bangsa dan negara, pendidikan katrakter pancasila sangat penting untuk mengajarkan nilai-nilai cinta tanah air. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter cinta tanah air telah dimasukkan ke dalam pendidikan, baik melalui pendekatan formal di lembaga pendidikan maupun melalui kegiatan nonformal di masyarakat desa kauman, seperti gotong royong, upacara bendera, dan pelatihan kebangsaan. Pada penelitian ini orang tua, tokoh masyarakat, dan guru sangat berperan dalam menanamkan nasionalisme dan nilai pancasila pada masyarakat dengan bekerja sama memperingati HUT RI untuk memastikan pelaksanaan pendidikan karakter cinta tanah air melalui kegiatan bela negara tertanam pada jiwa masyarakat khususnya warga desa kauman brebes jawa tengah.
Corruption Prevention Assistance Through Structural Adaptation and Local Parenting Culture in Sendang Village, Wonogiri Setiyawan, Wahyu Beny Mukti; Sumarto, Slamet; Abdilah, Yan Amal; Khunaefi, Muhammad Wildan; Angkoso, Yulius Willy Ciptadi
Journal of Community Empowerment Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Community Empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This initiative aims to enhance corruption prevention in Sendang Village, Wonogiri Regency, through an innovative parenting education approach. It focuses on developing and distributing e-comics as tools to instill values of transparency and accountability among residents, including children. The program was implemented in five stages: (1) Situational Analysis and Needs Assessment, (2) Development of E-Comic-Based Educational Materials, (3) Training and Dissemination of E-Comics to Village Officials and Residents, (4) Community Empowerment through Discussions and Anti-Corruption Campaigns, and (5) Evaluation and Documentation of Outcomes. The results demonstrated a significant increase in public awareness of corruption and the community's role in safeguarding village fund management. The e-comics effectively engaged diverse audiences by simplifying complex issues, while training and discussions empowered the community, fostering accountability and collective action. This initiative highlights the effectiveness of integrating innovative educational tools with local cultural values, offering a replicable model for rural communities in Indonesia. It contributes to the national anti-corruption movement by promoting transparency and grassroots engagement.
Legal Aspects in the Development of Tourism Villages in Wonogiri Regency Based on Local Wisdom Martitah, Martitah; Sumarto, Slamet; Yudhanti, Ristina; Prabowo, Muhammad Shidqon
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) Vol 5 No 2 (2022): Indonesian Journal of Legal Community Engagement
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v5i2.58176

Abstract

Tourism development in rural areas often encounters various legal challenges, especially concerning adherence to local regulations and respect for traditional values. This paper explores the legal aspects involved in the development of tourism villages within Wonogiri Regency, focusing on the integration of local wisdom. Wonogiri, a regency in Central Java, Indonesia, boasts a rich cultural heritage and a strong tradition of community-based governance. Through a comprehensive review of existing literature and legal documents, this study examines the legal framework governing tourism village development in Wonogiri, highlighting the incorporation of local wisdom into relevant regulations and policies. Additionally, it analyzes the role of legal mechanisms in safeguarding indigenous knowledge, protecting cultural heritage, and ensuring equitable benefits for local communities. By evaluating case studies and empirical data, this research identifies best practices and challenges in aligning legal frameworks with local values, offering insights for policymakers, practitioners, and stakeholders involved in sustainable tourism development. Ultimately, this study underscores the importance of harmonizing legal norms with indigenous principles to promote responsible tourism that respects the cultural integrity and socio-economic well-being of rural communities in Wonogiri Regency and beyond.