Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pseudo-Kebijakan Otonomi Desa: Analisis Kritis Berdasarkan Praktek di Lapangan Martitah, Martitah; Yudhanti, Ristina; Sumarto, Slamet; Widiyanto, Widiyanto
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI Vol 4 No 1 (2021): November
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v4i1.50942

Abstract

Kemandirian Desa merupakan tujuan utama dari pemeberian otonomi desa oleh Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (“UU Desa”). Sejumlah rekognisi terhadap hak asal-usul desa diberikan oleh UU Desa tersebut. Secara teknis, untuk mewujudkan kemandirian desa supaya makmur dan sejahtera, maka Pemerintah Indonesia membuat kebijakan afirmasi yang sangat kuat dengan dibentuknya Kementerian Desa dan juga dana desa. Penelitian ini menganalisis tentang perwujudan otonomi desa di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian studi kasus di Desa Selorejo, Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Artikel ini mengklaim, bahwa perwujudan otonomi desa di Indonesia bersifat semu. Hal ini ditunjukkan oleh keharusan desa mengikuti visi-misi Bupati dalam menginisiasi program-program pembangunan desa. Selain itu, intervensi pihak luar desa baik dari pemerintah yang lebih tinggi maupun korporasi dalam pembangunan desa juga sangat besar. Fakta lainnya yang mempengaruhi otonomi desa adalah kuatnya birokrasi pelaporan dana desa, sehingga menjadikan aparatur desa gamang dan takut dalam menyusun program pembangunan desa dan pelaksanaannya. Sebagai akibatnya, kemandirian desa yang dicita-citakan oleh UU Desa berjalan lambat dan kurang inisiatif. Berdasarkan temuan pengabdian ini, maka direkomendasikan agar ada pihak ketiga, seperti perguruan tinggi dan NGOs yang netral untuk melakukan program advokasi dan pemberdayaan kapasitas aparatur dan warga desa, sehingga mereka memiliki kemampuan mengorganisir diri secara independent dalam menyusun dan melaksanakan program-program desa.
Kinerja Birokrasi Pemerintah dalam Meningkatkan Pelayanan Masyarakat dengan Aplikasi Quick Respone dan WEB Di Kantor Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Widayat, Aditya Putra; Munandar, Moh. Aris; Sumarto, Slamet
Unnes Political Science Journal Vol 1 No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v1i2.20077

Abstract

The development of technology in particular telecommunication multimedia and information technology when it’s going to change the order of the organization and social relationships. Change to the goverment a democratic, transparent and accountable are starting to be done to good governance or good government. Issues that are examined in this study is (1) How the utilization of the aplication of the Quick Response and WEB by village goverment KalisegorO the district Gunungpati city of Semarang? (2) How the quality of public complaints in complaint to the village Kalisegoro thr district Gunungpati city of Semarang? (3) How the performance of the village Kalisegoro the district Gunungpati city of Semarang to provide service to the public after the application of the Quick Response and WEB? As a result of this study is the utilization of the application of the Quick Response and WEB in the village Kalisegoro aims to bring convenience to people and exellent service conductes by the village to the public. The quality of the complaint the community through the Quick Response and WEB is still low, due the factors of human resources some communities are still low. Performance af the village Kalisegoro to make the application of the Quick Response and WEB, to the villages that have age in over 45 year still be hired and given training in using the application. Good advice presented in this study is the need for improvements to the implementation of the application Quick Response and WEB in the village Kalisegoro, to the addition of officer (admin) which handles complaints public, the addition of the computer for more data capacity by the application of the Quick Respone and WEB. There needs to be officials of the violence and thhoroughly to the village Kalisegoro as application of the Quick Respone and WEB to complaints given by the standards provided by the village Kalisegoro.
PELAKSANAAN TRADISI NGEMBLOK DALAM PERKAWINAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN SALE KABUPATEN REMBANG) Ulfa, Kalimatul; Priyanto, At Sugeng; Sumarto, Slamet
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sale Community in Rembang adopts a ngunggahi ngunggah tradition of marriage, in which the woman proposed to or applying for a man who would marry. This tradition is locally called ngemblok. Ngemblok is one form of reverence to the relics of the past, a form of respect for the historical heritage. This tradition was passed on in people’s lives Rembang District especially among Sale community for generations through education in the family.
PEMANFAATAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN SEMARANG Prestanti, Weni -; -, Setiajid -; Sumarto, Slamet -
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelas mengenai pemanfaatan taman bacaan masyarakat oleh masyarakat serta hambatan yang dialami oleh pengelola Taman Bacaan Masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data primer adalah wawancara dengan pengelola dan pengunjung taman bacaan masyarakat serta pengamatan terhadap aktivitas pengunjung ketika berada di taman bacaan masyarakat, sumber data sekunder berasal dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Objektivitas dan keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber. Data penelitian dianalisis dengan  analisis model interaksi Milles dan Huberman yang berpangkal dari empat kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang mengunjungi taman bacaan masyarakat melakukan aktivitas membaca buku, belajar, serta mengikuti kegiatan pendukung lainnya, serta bermain dan belajar komputer ataupun internet. Buku yang dibaca oleh pengunjung  adalah buku yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat seperti buku cerita, novel, dan majalah.  Pengunjung membaca buku tersebut karena mereka menyukai buku tersebut dan untuk menambah pengetahuan, wawasan. Pengunjung dapat menggunakan semua sarana dan prasarana yang tersedia untuk menunjang belajar. Hambatan yang dialami oleh pengelola TBM Warung Pasinaon adalah minat baca masyarakat sekitar yang tergolong masih rendah, belum adanya penjaga tetap. Selain itu, dalam memenuhi kebutuhan operasional taman bacaan masyarakat sangat bergantung pada dana yang dimiliki pengelola yang terbatas.
PENGANGKATAN ANAK MENURUT HUKUM ADAT DI KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA (KARAKTERISTIK DAN KEDUDUKAN HUKUMNYA) Marthasari, Ian; Sumarto, Slamet; -, Makmuri
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan suami isteri yang belum memiliki keturunan untuk mengatasinya kemudian melakukan berbagai usaha untuk mempunyai anak. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mempunyai anak adalah dengan mengangkat anak atau adopsi. Pelaksanaan pengangkatan anak di Indonesia setiap daerah satu berbeda dengan daerah yang lain karena dilakukan sesuai dengan hukum adat yang berlaku di daerah yang bersangkutan. Pengangkatan anak yang dilakukan di Kecamatan Mlonggo Kabupaten  Jepara berbeda dengan kebiasaan pada umumnya artinya bahwa pengangkatan anak itu tidak melalui pengadilan tetapi hanya melalui adat yakni kesepakatan kedua belah pihak yaitu antara keluarga orang tua anak angkat dengan orang tua anak kandung. Pengangkatan anak yang dilakukan di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara dengan alasan untuk meneruskan perkawinan, dan pancingan. Masyarakat Mlonggo pada umumnya mengangkat anak dari kalangan keluarga dekat. Kedudukan anak angkat di sini memiliki kedudukan yang sama dengan anak kandung, dimana memiliki hak dan kewajiban yang sama. Hal ini juga berlaku pada anak angkat terhadap orang tua kandung dimana anak angkat juga memiliki kewajiban terhadap orang tua kandung. Kehadiran anak angkat ini mempengaruhi tentang bagaimana warisan yang diterima kelak. Kebanyakan orang tua angkat berencana akan membagi harta warisan secara perdata yakni bagian laki-laki dan perempuan secara sama rata.
PENANAMAN KEDISIPLINAN MELALUI KEGIATAN KEPRAMUKAAN DI SMA N 1 KUTOWINANGUN Afiani, Yanuarini Esha; Sumarto, Slamet; Munandar, Moh. Aris
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman kedisiplinan di sekolah ditujukan agar semua individu yang berada di dalamnya bersedia dengan suka rela mematuhi dan mentaati segala peraturan dan tata tertib yang berlaku tanpa paksaan. Apabila setiap siswa dapat mengendalikan diri dan mematuhi semua norma-norma yang berlaku maka hal itu dapat menciptakan lingkungan dan pengalaman yang positif pada siswa, agar proses pertumbuhan fisik, emosional, intelektual dan sosialnya dapat berlangsung dengan baik, sehingga menjadi manusia yang dewasa sesuai dengan umur, status dan lingkungan sekitar. Kesadaran untuk menanamkan kedisiplinan siswa dapat ditumbuhkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah salah satunya kegiatan kepramukaan. Kegiatan kepramukaan dapat membiasakan siswa untuk bertindak disiplin melalui kegiatan yang diadakan.
PENANAMAN NILAI TANGGUNGJAWAB MELALUI EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN DI SMP NEGERI 13 SEMARANG Trianawati, Penny; Rachman, Maman; Sumarto, Slamet
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya penanaman nilai karakter kepada remaja sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi dirinya di masa depan. Tanggungjawab merupakan sikap dan perilaku yang penting dalam kehidupan karena dengan adanya tanggungjawab seseorang akan berhati-hati dalam melakukan suatu perbuatan, sehingga perbuatan yang dilakukannya akan bernilai positif baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Kepramukaan dapat dijadikan sebagai wadah penanaman nilai karakter bangsa. Sikap dan perbuatan tanggungjawab dalam kepramukaan tercantum jelas dalam Dasa Darma pramuka ke sembilan yaitu pramuka itu bertanggungjawab dan dapat dipercaya. Objek penelitian ini adalah siswa anggota pramuka dan pembina pramuka di SMP Negeri 13 Semarang, serta metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  macam-macam tanggungjawab yang ditanamkan melalui kepramukaan di SMP Negeri 13 Semarang adalah tanggungjawab terhadap diri sendiri, tanggungjawab terhadap orang lain, tanggungjawab terhadap alam dan tanggungjawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Metode yang digunakan untuk menanamkan tanggungjawab adalah dengan metode penjernihan nilai (pemberian nasihat, pemberian hukuman dan pemberian penghargaan/reward), metode keteladanan (keteladanan pembina), metode siswa aktif (pemberian tugas dan pencapaian SKU dan SKK). Faktor pendukungnya adalah sikap, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh pembina, kesadaran dan motivasi diri siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler pramuka, dana, sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan, dukungan dari orangtua siswa dan dukungan dari masyarakat sekitar. Faktor penghambat adalah kurangnya minat siswa dalam kegiatan pramuka, pengaruh dari teman yang mengajak siswa untuk membolos serta faktor cuaca. The importance of planting character value to adolescents as a handle to behave himself ideology developed in the future . Responsibility is the attitudes and behaviors that are important in life because of the presence of one's responsibilities will be careful in doing an act , the act of doing so will be positive both for themselves and for others . Scouting can be used as a container planting value of the nation's character . Attitudes and actions in the scouting responsibilities clearly stated in the Ten Dharma scout to scout the nine are responsible and trustworthy . Object of this study is the student member of the scout and scout leader in SMP Negeri 13 Semarang , as well as methods of research used qualitative methods . The results showed that the various responsibilities of the instilled through scouting in SMP Negeri 13 Semarang is the responsibility of self , responsibility for others , responsibility for nature and responsibility to God Almighty . The method used to instill responsibility is with the purification method value ( giving advice , and awarding punishment / reward ) , an exemplary method ( exemplary builder ) , method of active students ( giving tasks and achievements SKU and SKK ) . Supporting factor is the attitude , knowledge and experience possessed by the builder , self- awareness and motivation of students in participating in extracurricular scout , funds , facilities and infrastructure that support the activities , the support of parents and the support of the surrounding community . Inhibiting factor is the lack of student interest in the scouts , the influence of friends who invite students to play truant and weather factors 
Confronting E-Government Adoption in Indonesian Local Government Martitah, Martitah; Arifin, Saru; Sumarto, Slamet; Widiyanto, Widiyanto
JILS (Journal of Indonesian Legal Studies) Vol 6 No 2 (2021): Indonesian Legal Thoughts Amid Various World Legal Thoughts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jils.v6i2.47795

Abstract

Indonesia passed an e-government law in 2018, ushering the country's society into the information age across a range of sectors, including social, economic, communication, transportation, literacy, and public services. This transformation has benefited enormously from the facilitation of information technology in terms of productivity, comfort, compassion, and time elapsed. Local governments in Indonesia, on the other hand, are slowing the adoption of e-government, which has progressed to the second stage of implementation, which is the introduction or integration of cross-sectoral systems. This article claims that local governments face challenges in this second stage as a result of departmental egos that make it difficult to unite around shared objectives. The whole government approach is suggested in this paper as a concrete policy strategy for eradicating sectoral egos within local government departments. It places a premium on collaboration in order to accomplish the government's vision and objectives.
Pseudo-Kebijakan Otonomi Desa: Analisis Kritis Berdasarkan Praktek di Lapangan Martitah, Martitah; Yudhanti, Ristina; Sumarto, Slamet; Widiyanto, Widiyanto
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI Vol 4 No 1 (2021): .
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v4i1.50942

Abstract

Kemandirian Desa merupakan tujuan utama dari pemeberian otonomi desa oleh Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (“UU Desa”). Sejumlah rekognisi terhadap hak asal-usul desa diberikan oleh UU Desa tersebut. Secara teknis, untuk mewujudkan kemandirian desa supaya makmur dan sejahtera, maka Pemerintah Indonesia membuat kebijakan afirmasi yang sangat kuat dengan dibentuknya Kementerian Desa dan juga dana desa. Penelitian ini menganalisis tentang perwujudan otonomi desa di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian studi kasus di Desa Selorejo, Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Artikel ini mengklaim, bahwa perwujudan otonomi desa di Indonesia bersifat semu. Hal ini ditunjukkan oleh keharusan desa mengikuti visi-misi Bupati dalam menginisiasi program-program pembangunan desa. Selain itu, intervensi pihak luar desa baik dari pemerintah yang lebih tinggi maupun korporasi dalam pembangunan desa juga sangat besar. Fakta lainnya yang mempengaruhi otonomi desa adalah kuatnya birokrasi pelaporan dana desa, sehingga menjadikan aparatur desa gamang dan takut dalam menyusun program pembangunan desa dan pelaksanaannya. Sebagai akibatnya, kemandirian desa yang dicita-citakan oleh UU Desa berjalan lambat dan kurang inisiatif. Berdasarkan temuan pengabdian ini, maka direkomendasikan agar ada pihak ketiga, seperti perguruan tinggi dan NGOs yang netral untuk melakukan program advokasi dan pemberdayaan kapasitas aparatur dan warga desa, sehingga mereka memiliki kemampuan mengorganisir diri secara independent dalam menyusun dan melaksanakan program-program desa.
Mengenal Batik Kapal Kandas sebagai Kaderisasi Nilai Konservasi Budaya Lestari, Eta Yuni; Sumarto, Slamet; Maskur, Muhammad Azil; Lestari, Puji
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i2.385

Abstract

Pemberdayaan kelompok Karangtaruna di Desa Lau Kudus dengan pelatihan membatik bisa dijadikan sebagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan karakter konservasi sosial budaya. Masih adanya permasalahan seperti minimnya pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya bangsa perlu dijadikan perhatian. Di Kabupaten Kudus terdapat salah satu motif batik yaitu motif Kapal Kandas, sayangnya motif ini termasuk batik yang hampir punah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang motif batik kapal kandas kepada karangtaruna yang merupakan mitra pengabdian sebagai upaya melestarikan budaya lokal Kudus. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan melui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan melalui zoom meeting. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu upaya kaderisasi nilai-nilai konservasi budaya lokal dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang makna, nilai dan filosofi dari motif batik Kapal Kandas, untuk meningkatkan keterampilan membatik dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan pelatihan membatik motif batik kapal Kandas, akan tetapi karena pandemic covid 19 kegiatan dialihkan dengan penayangan video membatik motif kapal Kandas. Serta menawarkan disain-disain pemanfaatan kain motif kapal kandas untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomi seperti Kaos, Tote bag, masker, dan mug dengan motif Kapal Kandas. Diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang mencintai batik sehingga dapat menjaga, melestarikan, mengamankan budaya lokal ditengah arus globalisasi yang tidak bisa kita hindari.