Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Intervensi Effleurage Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Grade I Ali Salaka, Syafruddin; S, Iqra; Sudarta, I Made
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1669

Abstract

Hipertensi sering disebut “The Silent Killer”. Hipertensi merupakan penyakit tanpa tanda dan gejala yang khas. Masyarakat masih menganggap hipertensi merupakan hal yang sepele sehingga hipertensi lebih banyak berdampak parah yang disertai dengan komplikasi dan kematian mendadak. Menganalisis pengaruh intervensi effleurage yang dilakukan selama 20 menit, 2 kali seminggu selama 4 minggu pada pasien hipertensi terhadap tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy experimental dengan rancangan pretest and posttest control group design yang dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2023. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi grade I di wilayah kerja Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju dengan jumlah responden 40 orang yang terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi sebanyak 20 orang diberikan intervensi effleurage selama 20 menit serta konsumsi Captopril 25 mg 2 X 1 selama 4 minggu dan Kelompok Kontrol yang hanya konsumsi Captopril 25 mg 2 X 1 selama 4 minggu. Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan intervensi effleurage terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik dengan nilai p value tekanan sistolik (p = 0.000) dan tekanan diastolik (p = 0.000) Intervensi effleurage yang dilakukan 20 menit 2 kali dalam seminggu selama 4 minggu berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.
Penerapan Hidrotherapy Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Sudarta, I Made; Salaka, Syafruddin Ali; S, Iqra
Jurnal Berita Kesehatan Vol 17 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i2.186

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Penyakit  hipertensi menyebabkan  kerusakan organ yang dapat berakibat pada gangguan jantung, ginjal, strok, serta berbagai komplikasi lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan prevalensi hipertensi secara global saat ini sebesar 22% dari total penduduk dunia. Dari sejumlah kasus tersebut, hanya kurang dari seperlima yang melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darahnya. Hipertensi pada lansia bukanlah kondisi yang harus diterima sebagai bagian dari proses penuaan. Melalui pemahaman, deteksi dini, dan pengobatan yang tepat, diharapkan dapat mengelola dan bahkan mencegah komplikasi serius yang mungkin terjadi. Prevalensi hipertensi di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 34,77% dimana lebih tinggi dari prevalensi tingkat nasional yaitu sebesar 34,11%. Prevalensi hipertensi di Kabupaten Mamuju sebesar 32,82% dan jumlah lansia penderita hipertensi di Puskesmas Binanga tahun 2022 yaitu sebanyak 362 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap keluarga lansia dengan hipertensi terhadap pengendalian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Binanga Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Survey yang bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 76. Hasil analisis diperoleh nilai p= 0,000 yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan pengendalian hipertensi
Analisis Beban Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap di RSU Bahteramas Sulawesi Tenggara Iqra S; Rusna Tahir
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 6 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v6i1.142

Abstract

The quality of health services, one of which is determined by the quality of nursing services provided to patients. However, the workload problems felt by nurses both qualitatively and quantitatively often lead to a decrease in the quality of nursing care services that are sometimes not noticed by the organization. This study aims to analyze the differences in the workload of nurses working in class I, class II, and class III care rooms. The study was observational analytic with cross sectional study approach. Samples were taken as many as 74 female nurses who worked ≥ 2 years in the wards class, and the samples were taken by purposive sampling. Data collection is done through questionnaires, observations, and interviews. Data were analyzed by Kruskal Wallis analysis to see differences in workload from the three treatment rooms. The results showed a significant difference in workload between the three wards class (p = 0.037), where class III treatment rooms had a greater workload compared to other treatment rooms (Mean rank = 45.81). The need for an analysis of the needs of nurses is adjusted to the level of dependence of patients in each room. So the workload received by nurses in accordance with existing conditions.
Earthquake Preparedness for Disabled Students Using the School Watching Approach Salaka, Syafruddin Ali; S, Iqra
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5295

Abstract

Mamuju, as one of the cities in West Sulawesi, Indonesia, is highly prone to earthquakes. Recently, on January 15, 2021, Mamuju was struck by a major earthquake with a magnitude of 6.2, accompanied by hundreds of aftershocks. The disabled community, particularly students in Special Schools (SLB), faces unique challenges during disasters. Various physical, sensory, or cognitive limitations necessitate a tailored approach to disaster preparedness education. The School Watching approach can enhance awareness and collaboration among stakeholders, including local governments, educational institutions, and organizations focused on disability issues. Objective to improve earthquake preparedness among disabled students at SLB Mamuju through the implementation of the School Watching approach, aiming to create an inclusive, adaptive, and resilient school environment in disaster situations. This study is a quantitative research with a quasi-experimental design, using a pretest and posttest control group approach, conducted from May to July 2024. The study population consisted of SLB students in Mamuju Regency, with a total of 40 respondents divided into two groups using the total sampling technique. The intervention group of 20 students received disaster preparedness education and the School Watching approach for earthquake preparedness twice, each session lasting 60 minutes. The control group was only provided with earthquake preparedness material for 60 minutes without the School Watching approach. Before delivering the material, an initial measurement was conducted to evaluate the students' preparedness and knowledge related to earthquakes, as well as after the material delivery. Descriptive statistical tests were used to summarize the characteristics of the respondents and the pre-test and post-test scores. Subsequently, paired t-tests were conducted to compare the pre-test and post-test results. The School Watching approach had a significant impact on disaster preparedness among disabled students at SLB Mamuju. This was demonstrated by a significant difference between the intervention group and the control group. The School Watching program proved effective in improving earthquake preparedness among disabled students. This is evidenced by a significant difference in the pre-test and post-test results of the intervention group compared to the control group.
Pemberdayaan Kader dan UKS Melalui Komunitas Remaja Sehat Anemia Sebagai Faktor Risiko Stunting di Kelurahan Binanga Wilayah Kerja Puskesmas Binanga Mamuju Sudarta, I Made; S, Iqra
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1128

Abstract

Stunting adalah terganggunya pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang diakibatkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak cukup. Stunting juga disebabkan karena status gizi ibu saat hamil yang rendah. Perbaikan masalah kekurangan besi tentu dimulai sejak kehamilan. Status besi saat kehamilan, salah satu penentu pertumbuhan dan kesehatan janin. Remaja putri merupakan calon ibu dimana kesehatannya harus diperhatikan untuk melahirkan anak yang sehat yang terhindar dari risiko stunting. Salah satu penyakit yang diderita oleh remaja putri adalah anemia akibat konsumsi makanan atau energi yang rendah. Anemia pada remaja menjadi masalah yang memerlukan perhatian di Indonesia, hal ini karena anemia dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan produktivitas. Faktor penyebab anemia pada remaja putri perlu dikaji untuk menekan prevalensi anemia yang terus meningkat. Prevalensi anemia remaja putri usia 10-24 tahun berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018 meningkat menjadi 32%, dari 21,4% pada tahun 2013. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa kegiatan diantaranya: penyuluhan, pemeriksaan Hb dan pelatihan pemeriksaan Hb untuk pengurus UKS. pengetahuan peserta meningkat sekitar 69% setelah dilakukan penyuluhan, hasil pemeriksaan Hb terhadap 105 orang remaja putri terdapat 3 orang yang mengalami anemia. Sebanyak 12 orang siswa mengikuti pelatihan pemeriksaan Hb.
Gerakan Remaja Tanggap Bencana (GERMA TAGANA) sebagai Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat di Kabupaten Mamuju S, Iqra; Salaka, Syafruddin Ali; Sudarta, I Made
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12706

Abstract

ABSTRAK Mamuju termasuk sebagai wilayah dengan aktifitas bencana gempa bumi kategori resiko tinggi yang disebabkan karena letak gografisnya yang dikelilingi sesar aktif di pulau Sulawesi. Sehingga kejadian berulang dari bencana gempa bumi akan terus menjadi bayangan yang mengikuti kehidupan seluruh masyarakat di Mamuju. Oleh karena itu, penanggulangan bencana berbasis masyarakat harus digalakan untuk meningkatkan pengurangan resiko dampak bencana tersebut. Remaja merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peranan penting dalam penanggulangan bencana, dengan usia yang muda menjadikan mereka memiliki kemampuan dan potensi yang dapat bermanfaat dalam sebuah manajemen siklus bencana. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai bencana sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat di Kabupaten Mamuju. Metode yang digunakan berupa edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana dan simulasi penanggulangan bencana, dimana peserta diberikan pre-test dan post-test. Setelah mengikuti kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang kesiapsiagaam bencana dari 31% menjadi 80,3%. Kesimpulan, edukasi dan simulasi bencana sangat diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Kata Kunci: Remaja, Tanggap Bencana, Kesiapsiagaan  ABSTRACT Mamuju is included as an area with high risk category of earthquake disaster activity due to its geographic location which is surrounded by active faults on the island of Sulawesi. So that repeated incidents of earthquake disasters will continue to be a shadow that follows the lives of all people in Mamuju. Therefore, community-based disaster management must be promoted to increase the risk reduction of the impact of these disasters. Teenagers are one group of people who have an important role in disaster management, their young age makes them have the ability and potential that can be useful in disaster cycle management. The aim of this community service is to provide education to teenagers about disasters as an effort to increase community-based disaster preparedness in Mamuju Regency. The method used is education regarding disaster preparedness and disaster management simulations, where participants are given a pre-test and post-test. After participating in the activity, there was an increase in participants' knowledge about disaster preparedness from 31% to 80.3%. In conclusion, education and disaster simulation are very necessary to increase community involvement in disaster management. Keywords: Teenager, Disaster Response, Preparedness