Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Ny.S Dengan Intervensi Terapi Brandt Daroff Terhadap Nyeri Akut Akibat Vertigo Di RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tutur Setiawati; Siti Haniyah; Mariah Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.378

Abstract

Vertigo merupakan gangguan keseimbangan yang ditandai dengan sensasi berputar, pusing, mual, hingga risiko jatuh yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Penatalaksanaan vertigo dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi Brandt Daroff, yaitu latihan vestibuler yang dapat membantu mengurangi gejala, memperbaiki fungsi keseimbangan, dan dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah mengetahui efektivitas teknik Brandt Daroff dalam mengatasi nyeri akut pada pasien vertigo di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif pada pasien vertigo dengan nyeri akut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan fisik menggunakan kuesioner VSS-SF dan Wong-Baker Pain Scale, kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik Brandt-Daroff selama 3 hari pada pasien vertigo dengan nyeri akut menurunkan skala nyeri dari 6 menjadi lebih ringan, mengurangi gelisah dan meringis, serta memperbaiki frekuensi nadi (102x/menit) dan tanda vital lainnya, menunjukkan efektivitas asuhan keperawatan dalam mengatasi nyeri akut. Kesimpulannya, penerapan asuhan keperawatan dengan teknik Brandt-Daroff efektif dalam mengurangi nyeri akut, menurunkan gelisah dan meringis, serta memperbaiki tanda vital pada pasien vertigo, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Nyeri Post Sectio Caesarea Menggunakan Teknik Mobilisasi Dini di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Dhea Oktaviani; Ema Wahyu; Ikit Netra Wirakhmi; Mariah Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.413

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah tindakan pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tindakan sectio caesarea (SC) dapat diindikasikan oleh faktor janin dan faktor ibu. Jumlah persalinan sectio caesarea (SC) di Indonesia mencapai sekitar 30- 80% dari total persalinan. Nyeri pasca operasi sectio caesarea sering dialami oleh pasien karena adanya luka bedah pada jaringan perut dan rahim. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri ini adalah dengan mobilisasi dini, yaitu menggerakkan tubuh, seperti duduk atau berjalan perlahan, sesegera mungkin setelah operasi. Penelitian ini menggunakan studi kasus dalam bentuk deskriptif. Diagnosis keperawatan yang ditetapkan adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan program pembatasan gerak pasca operasi, Nyeri akut berhubungan dengan agen pencendera fisik, Risiko infeksi berhubungan dengan pembedahan. Implementasi meliputi: observasi toleransi pasien terhadap aktivitas, memonitor tekanan darah, denyut nadi, dan kondisi umum selama mobilisasi, melatih pasien teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, melibatkan keluarga, edukasi tujuan dan prosedur mobilisasi dini, serta pemberian kolaborasi analgesik sesuai jadwal. Evaluasi setelah 3x24 jam menunjukkan mobilitas pasien mulai meningkat, pasien mampu duduk di tepi tempat tidur dan berdiri dengan bantuan, nyeri menurun menjadi skala 3–4, namun pasien masih membutuhkan bantuan untuk berjalan jarak lebih jauh dan latihan mobilisasi lanjutan tetap diperlukan.
Pengaruh Umur Ibu, Jumlah Anak Dan Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologi Masa Pengasuhan (Child Bearing) Di Desa Bojongsari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Mariah Ulfah; Yuli Dwi Hartanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.498

Abstract

Masa pengasuhan anak (child bearing) merupakan fase penting dalam kehidupan seorang ibu yang ditandai oleh meningkatnya tuntutan fisik, emosional, dan sosial. Pada fase ini, ibu dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan peran, pembentukan identitas keibuan, serta dinamika hubungan keluarga yang kompleks, sehingga berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah ibu pada masa pengasuhan anak yang berdomisili di Desa Bojongsari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan dengan jumlah 91 ibu. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh antara umur ibu dan jumlah anak dengan kesejahteraan psikologis, dan terdapat dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis.
Pengaruh Terapi Rendam Kaki dengan Air Hangat dan Garam terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Jompo Kulon Kecamatan Sokaraja Nabila Fikrah Cahya Suwarno; Mariah Ulfah; Suci Khasanah
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1071

Abstract

Hypertension is a public health problem whose prevalence continues to increase and carries the risk of causing various serious complications if not properly managed. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological therapy is needed as a supporting effort in controlling blood pressure, one of which is foot soak therapy with warm water and salt. This study aims to determine the effect of foot soak therapy with warm water and salt on blood pressure in hypertension sufferers in Jompo Kulon Village, Sokaraja District. This research method is Pre-experimental with a one-group pretest posttest design. The sampling technique used Purposive sampling of 82 respondents with hypertension. Data was collected by measuring blood pressure before and after foot soak therapy with warm water and salt. The results showed that hypertension sufferers were experienced by respondents aged over 61 years as many as 53 people (64.6%), female as many as 65 people (79.3%). With an average blood pressure before giving foot soak therapy with warm water and salt of 151/88 mmHg, after giving therapy respondents had an average blood pressure of 136/81 mmHg. The results of the Wilcoxon statistical test showed that there was a decrease in blood pressure in the form of systolic blood pressure in 81 respondents and diastolic blood pressure in 68 respondents with a p-value of 0.000 <0.05, which means that there was an effect of providing foot soak therapy with warm water and salt.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pulih Sadar Pasca Anestesi Inhalasi Desfluran dan Sevofluran di RSUD Majenang Iqbal Anggi Afriansyah; Made Suandika; Mariah Ulfah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.22140

Abstract

ABSTRACT Consciousness is the awakening from the effects of anesthetic drugs after the anesthesia process and completion of surgery. Several factors that affect conscious recovery are the effects of anesthetic drugs, age, weight, duration of surgery, physical status and acid-base or electrolyte disorders. This study aims to determine the factors that affect conscious recovery after inhalation anesthesia desflurane and sevoflurane at Majenang Hospital. This study uses a quantitative method that is descriptive analysis with a Cross-sectional approach and two tests, namely the chi-square and mann-whitney tests. The sample in this study were all adult patients who underwent general anesthesia at IBS Majenang Hospital during the study period. The research data showed that the characteristics of the respondents were mostly adults 26-35 years old and the elderly aged 56-66 years old as many as 14.67% for desflurane, the largest female gender with desflurane use as much as 36%, BMI based on ideal body weight 18.5-24.9 kg / m2 with sevoflurane use as much as 38.67%. Furthermore, with a fast operation duration of 1 hour in the use of desflurane as much as 49.33% and a fast operation duration of 1 hour in the use of sevoflurane as much as 36%, the type of general anesthesia in respondents who recovered consciousness after desflurane inhalation anesthesia was 53.33% and sevoflurane as much as 46.67%, the Recovery Time of Consciousness was a fast recovery time of 15 minutes as much as 40% and in the use of sevoflurane with a fast recovery time of 15 minutes as much as 28%, The dose of inhalation anesthetic drugs used was 22 for desflurane and 36 for sevoflurane. After that, there was no effect of age, BMI, gender, type of inhalation agent and dose of anesthetic drugs on recovery of consciousness. The next result showed that there was an effect of the duration of surgery on recovery of consciousness after desflurane and sevoflurane inhalation anesthesia.  Keywords: General Anesthesia, Sevoflurane and Desflurane, Recovery of Consciousness  ABSTRAK  Pulih sadar merupakan bangun dari efek obat anestesi setelah dilakukan proses pembiusan dan selesai tindakan pembedahan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pulih sadar adalah efek obat anestesi, usia, berat badan, durasi operasi, status fisik dan gangguan asam basa atau elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pulih sadar pasca anestesi inhalasi desfluran dan sevofluran di RSUD Majenang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskripsi analisis dengan pendekatan Cross sectional dan dua uji yaitu uji chi square dan mann whitney. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dewasa yang menjalani tindakan general anestesi di IBS RSUD Majenang selama periode penelitian. Data hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden mayoritas dewasa 26-35 tahun dan lansia akhir 56-66 tahun sebanyak 14,67%untuk desfluran, jenis kelamin perempuan terbanyak dengan pemakaian desfluran sebanyak 36%, IMT berdasarkan berat badan ideal 18,5-24,9 kg/m2 dengan penggunaan sevofluran sebanyak 38,67%. Selanjutnya dengan durasi operasi cepat 1 jam pada penggunaan desfluran sebanyak 49,33% dan durasi operasi cepat 1 jam pada penggunaan sevofluran sebanyak 36%, jenis general anestesi pada responden pulih sadar pasca anestesi inhalasi desfluran sebanyak 53,33% dan sevofluran sebanyak 46,67%, waktu Pulih Sadar waktu pulih sadar cepat 15 menit sebanyak 40% dan pada penggunaan sevofluran dengan waktu pulih sadar cepat 15 menit sebanyak 28%, penggunaan dosis obat anestesi inhalasi sebanyak 22 untuk desfluran dan 36 untuk sevofluran. Setelah itu tidak adanya pengaruh usia, IMT, jenis kelamin, jenis agen inhalasi dan dosis obat anestesi terhadap pulih sadar. Hasil selanjutnya menunjukan bahwa ada pengaruh durasi operasi terhadap pulih sadar pasca anestesi inhalasi desfluran dan sevofluran.  Kata Kunci: General Anestesi, Sevofluran dan Desfluran, Pulih Sadar