Titiek Sunartatie
Division Of Medical Microbiology, School Of Veterinary Medicine And Biomedical Sciences, IPB University

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Sensitivitas antimikroba dari bakteri terisolasi yang paling umum pada Feline Upper Respiratory Infection Karen Lee; Usamah Afiff; Safika Safika; Titiek Sunartatie
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 3 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.3.55-56

Abstract

Pada kucing, infeksi saluran pernapasan atas (URI) dapat dikaitkan dengan infeksi bakteri primer atau sekunder dan umumnya dilakukan pengobatan dengan antimikroba. Penggunaaan antimikroba yang tidak tepat, dan penggunaannya berlebihan. Tidak ada protokol rinci untuk pengobatan, seperti yang tersedia untuk pengobatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepekaan antimikroba dari bakteri yang diidentifikasi pada kucing yang terinfeksi URI. Dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri pada sampel kucing yang terinfeksi URI kemudian dilanjutkan dengan uji kepekaan antibiotik amoksisilin, doksisiklin, tetrasiklin, azitromisin, siprofloksasin, dan sefotaksim dengan metode difusi Kirbey Bauer Agar Dics. Berdasarkan hasil penelitian, bakteri yang dapat diidentifikasi adalah Enterobacter spp, Streptococcus spp, Staphylococcus spp, Pseudomonas spp, Seratia spp, Yersinia spp, Micrococcus spp, Klebsiella spp dan Hafnia spp. Ditemukan resistansi antibiotik amoksisilin pada empat isolat Staphylococcus spp dan dua isolat resistan terhadap sefotaksim. Resistansi antibiotik amoksisilin dan tetrasiklin ditemukan pada satu isolat Streptococcus spp, dua isolat resistan terhadap sefotaksim serta dua isolat intermediet terhadap doksisiklin. Satu isolat bakteri Enterobacter spp resistan terhadap amoksisilin, azitromisin dan dua isolat resistan terhadap sefotaksim. Semua isolat yang diuji sensitif terhadap siprofloksasin. Berdasarkan uji kepekaan antibiotik, sebagian besar isolat bersifat sensitif, namun terdapat ada isolat yang resistan terhadap antibiotik, terutama amoksisilin dan sefotaksim.
Antibiotics resistance patters of Pasteurella multocida isolation from cattle Afiff , Usamah; Safika; Sunartatie , Titiek; Leng , Ang Jia
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.27-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi beberapa antibiotik, termasuk oksitetrasiklin, enrofloksasin, gentamisin, ampisilin, dan eritromisin, terhadap isolat Pasteurella multocida dari sapi. Kerentanan antibiotik dinilai menggunakan metode difusi cakram. Hasilnya mengungkapkan sensitivitas P. multocida yang konsisten terhadap enrofloksasin dan gentamisin, sedangkan tiga dari lima isolat tetap rentan terhadap oksitetrasiklin. Sebaliknya, semua isolat menunjukkan resistensi terhadap eritromisin dan ampisilin. Khususnya, galur Tipe A menunjukkan resistensi yang lebih tinggi terhadap oksitetrasiklin daripada galur Tipe B, mungkin karena tekanan selektif yang berbeda. Temuan ini menggarisbawahi enrofloksasin dan gentamisin sebagai pilihan terapi yang paling efektif untuk septikemia hemoragik pada sapi, mengingat aktivitas antibakterinya yang kuat terhadap P. multocida.
Identification and antibiotic resistance patterns of Klebsiella sp. isolated from the feces of Bornean Orangutans (Pongo pygmaeus) at Taman Safari Indonesia, Bogor Purnamaningrum, Nora Dyah Ayu; Afiff, Usamah; Sunartatie, Titiek; Safika, Safika; Hidayat, Rahmat; Supratikno, Supratikno; Astuti, Yohana Tri
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.2.39-40

Abstract

Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang masih bertahan di wilayah Asia Tenggara. Namun, populasi mereka di habitat liar terus menurun, dengan perkiraan menunjukkan penurunan sebesar 50% selama 60 tahun terakhir. Data mikrobiologis mengenai resistensi antibiotik Klebsiella sp. dalam feses Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Klebsiella sp. dan mengkaji pola resistensinya terhadap berbagai antibiotik dalam feses Orangutan Kalimantan. Penelitian ini melibatkan isolasi, identifikasi, dan pengujian resistensi antibiotik. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga isolat (37,5%) positif untuk Klebsiella sp. Uji sensitivitas mengungkapkan dua pola resistensi yang berbeda di antara isolat Klebsiella sp. dari feses P. pygmaeus yang sehat di Taman Safari Indonesia, Bogor. Isolat-isolat ini menunjukkan resistensi terhadap antibiotik β-laktam tetapi tetap sensitif terhadap antibiotik golongan aminoglikosida, tetrasiklin, dan fluorokuinolon.