Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK BERBASIS MICROSOFT PROJECT (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN RENOVASI HOTEL LAGUNA RESORT AND SPA NUSA DUA) I GEDE NGURAH SUNATHA; TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM; I PUTU SAI CANDRA PREMA NATA
GANEC SWARA Vol 17, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i2.461

Abstract

In project construction, problems during the implementation phase are unavoidable, resulting in non-compliance with the previously designed plan. In the case study of the construction of the Laguna Resort and Spa Nusa Dua hotel, based on the author's observations, data from the Planned Time Schedule and Realization Time Schedule found differences in the realization time with the plan, where the realization was delayed. In overcoming the delay, it is necessary to accelerate the completion time by accelerating the implementation time and conducting an analysis regarding how much influence the acceleration of completion time has by utilizing the Microsoft Project program. The data used is a quantitative descriptive method, namely by submitting a request for data to the Contractor. From processing the data and conducting 3 experiments on Microsoft Project, the authors chose the second experiment, namely by accelerating the Millwork sub-bill by reducing the average work duration of 1 working day. Activities that experience acceleration are as many as 26 work items including 8 work items on the 1st floor, 6 items on the 2nd floor, 6 items on the 3rd floor, and 6 items on the 4th floor. The results of the accelerated time are 5 (days) according to the time plan schedule
Analisis Rasio Biaya Sumber Daya Rencana dan Realisasi Menggunakan Microsoft Project: (Studi Kasus: Kegiatan Pembangunan Jalan Pantai Pererenan) I Gede Ngurah Sunatha; I Gede Angga Diputera; I Putu Yana Hermawan; Novita Suryani Lira Karlina
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i2.7860

Abstract

Sumber daya merupakan salah satu elemen penting dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Dalam Kegiatan Pembangunan Jalan Pantai Pererenan terjadi perbedaan kebutuhan sumber daya rencana dan realisasi yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi topografi, tenaga kerja, bahan/material, dan peralatan yang dilihat dari laporan harian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penjadwalan sumber daya rencana dan realisasi serta perbandingan biaya sumber daya rencana dan realisasi menggunakan bantuan program microsoft project. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB), laporan harian, time schedule rencana dan realisasi, serta kalender kerja. Dari hasil analisis penjadwalan sumber daya untuk penjadwalan tenaga kerja sumber daya rencana total kebutuhan: Pekerja = 6.223 oh, Tukang = 1.246 oh dan Mandor = 1.127 oh. Sedangkan untuk penjadwalan tenaga kerja sumber daya realisasi total ketersediaan: Pekerja = 828 oh, Tukang = 214 oh dan Mandor = 152 oh. Hasil analisis secara keseluruhan total biaya sumber daya rencana sebesar Rp. 4.769.772.116,96 dan total biaya sumber daya realisasi sebesar Rp. 2.044.889.281,18. Selisih biaya sumber daya rencana dan realisasi sebesar Rp. 2.724.882.835,78. Jadi pada Kegiatan Pembangunan Jalan Pantai Pererenan mengalami keuntungan dikarenakan proyek tersebut membutuhkan biaya realisasi yang lebih kecil dibandingkan biaya perencanaannya.
ANALISIS PENGARUH SISTEM TERMIN PROYEK TERHADAP PROFITABILITAS KONTRAKTOR Ni Luh Made Ayu Mirayani Pradnyadari; I Gede Ngurah Sunatha; Ni Made Emi Udayani
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i1.9054

Abstract

Pengembangan proyek konstruksi merupakan sektor yang memiliki signifikansi besar dalam mendukung ekonomi suatu negara. Bagi para pelaku bisnis di industri konstruksi, mencapai tingkat profitabilitas yang maksimal menjadi hal yang sangat penting. Namun, terkadang dalam proyek-proyek pemerintah, kontraktor harus menyetujui perjanjian kerja yang telah disusun oleh lembaga pemerintah. Perjanjian tersebut mencakup rincian pembayaran, seperti pembayaran bulanan, termin, atau pembayaran akhir. Penelitian ini dilakukan pada proyek Pembangunan Gedung Lantai II SD N 2 Dangin Puri Denpasar, dengan menggunakan data Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Time Schedule yang diperoleh dari CV. Manggala, kontraktor yang terlibat. Penelitian ini mengkaji empat variasi uang muka dan empat variasi termin, yaitu dengan uang muka sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% serta termin I (30%,20%,25%, dan 25%), II (20%,25%,25%dan 30%), III (25%,30%,25%, dan 20%),dan IV (30%,40%,20%,dan 10%). Variasi ini kemudian dianalisis menjadi 16 alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa vaiasi pembayaran dengan saldo kas akhir terbesar adalah alternatif XV (uang muka 30%, termin 25%, 30%, 25%, 20%) sejumlah Rp530.157, dengan pinjaman bank sebesar Rp400.000.000. Di sisi lain, variasi pembayaran dengan saldo kas akhir terendah adalah alternatif IV, dengan saldo kas akhir sebesar -Rp42.449.817 dan pinjaman sebesar Rp2.500.000.000. Profitabilitas tertinggi bagi kontraktor ditemukan pada variasi pembayaran alternatif XV (uang muka 30%, termin 25%, 30%, 25%, 20%) sebesar 0,01% dari nilai kontrak. Sementara itu, profitabilitas terendah tercatat pada variasi pembayaran alternatif IV (uang muka 0%, termin 30%, 40%, 20%, 10%) dengan angka -0,67%.
PERBANDINGAN PENJADWALAN PROYEK ANTARA METODE KONVENSIONAL DENGAN APLIKASI MICROSOFT PROJECT (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GEDUNG DUA LANTAI SDN 1 PEDUNGAN) SUNATHA, I GEDE NGURAH; PRAGANINGRUM, TJOKORDA ISTRI; NADA, I MADE; DWIYANTI, NI MADE MEILAN FLORENZIA
GANEC SWARA Vol 18, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i1.774

Abstract

Good construction project implementation is obtained from good and detailed management. The success of project management is supported by a detailed and thorough planning and scheduling method. Project scheduling has many types with various forms, advantages and disadvantages, even in current technological developments, applications are available that can help plan, implement and control projects, namely the Microsoft Project application. In the implementation of the SDN 1 Pedungan Two-Floor Building Development project, it still uses scheduling using the conventional method (S-Curve). With the existence of various forms of scheduling, this writer compares the method between the S Curve and the Critical Path Method (CPM) to obtain effective and efficient scheduling. The data used in this study are quantitative data such as the Budget Plan (RAB) which produces job descriptions and volumes, the Time Schedule plan which produces the activity duration of each work item, the predecessor and project start time, the analysis list which produces resource requirements and the calendar. workflow that returns project start time, workdays, workhours, worktime and holidays. After comparing the duration of each work between the conventional method using the Microsoft Project 2019 application in the construction project of the Two-Floor Building at SDN 1 Pedungan, the implementation time plan is faster than the conventional method, namely with a difference of 31 days, this is influenced by calculations of needs and availability of resources. power (Unit Max) per day adjusted to the volume of work
Analisis Perbandingan Biaya Sumber Daya Kegiatan Rencana dan Realisasi Pelaksanaan Proyek Berbasis Ms Project Ni Luh Made Ayu Mirayani Pradnyadari; I Gede Ngurah Sunatha; Rosita Deliyanti Lomy
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i2.10234

Abstract

Rencana Anggaran Biaya (RAB) memiliki fungsi dan manfaat untuk mengendalikan sumber daya material, tenaga kerja, peralatan dan waktu pelaksanaan proyek sehingga pelaksanaan kegiatan proyek yang dilaksanakan mempunyai nilai efisien dan efektivitas. Namun yang terjadi di lapngan, Biaya yang dikeluarkan (real cost) dalam menyelesaikan suatu proyek berbeda atau tidak sesuai dengan biaya rencana yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Proyek Pekerjaan Embung Serbaguna merupakan proyek kontruksi bangunan air yang berlokasi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara biaya sumber daya rencana dan biaya realisasi pada proyek tersebut.Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui penjadwalan sumber daya kegiatan dan biaya kegiatan dengan menggunakan Microsoft project 2007. Data – data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB), Time Schedule, Laporan Harian, Kelender Kerja.Dari hasil analisis mengetahui biaya rencana setiap minggu berbeda dari realisasi. Pada minggu ke 16 terjadi selisih biaya paling banyak yaitu sebesar 2.829.166.140 ( Dua Milyar Delapan Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Seratus Enam Puluh Enam Ribu Seratu Empat Puluh Rupiah).
Kelayakan Investasi Pembangunan Villa Mandurah Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung Bali Pradnyadari, Ni Luh Made Ayu Mirayani; Sunatha, I Gede Ngurah; Wangsa, Anak Agung Ratu Ritaka; Satyawan, Putu Wiradnyana
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i2.5606

Abstract

Investasi merupakan penanaman sejumlah uang dimasa sekarang, dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Perkembangan pariwisata yang cepat di daerah Desa Tibubeneng mendorong pembangunan akomodasi pendukung sehingga minat untuk berinvestasi pada pembangunan vila berkembang pesat, salah satunya adalah Pembangunan Vila Mandurah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan investasi pada Vila Mandurah dilihat dari Aspek Finansial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah biaya investasi (biaya pembangunan vila dan pengurusan izin), biaya operasional dan harga sewa vila. Survey dilaksanakan kepada lima vila di sekitar Vila Mandurah dengan fasilitas yang sama untuk memperoleh perkiraan harga sewa vila dan biaya operasional vila.  Investasi Vila Mandurah direncanakan selama 20 tahun dengan tingkat pengembalian bunga adalah 12 % per tahun. Aspek Finansial yang ditinjau adalah Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP). Dari perhitungan diperoleh NPV > 0 yaitu Rp529.590.661 artinya investasi layak. Nilai BCR > 1 yaitu 1,22 (layak). Nilai IRR > 15,2% (layak) dan Payback Period diperoleh dalam waktu 7 tahun, 4 bulan, 5 hari < 20 tahun (layak). Secara Aspek Finansial Pembangunan Vila Mandurah dikatakan layak dilaksanakan sehingga dapat memenuhi akomodasi pariwisata yang semakin meningkat.
Pemberdayaan UMKM Melalui Penataan Stasiun Kerja Peremajaan Fasilitas Produksi dan Manajemen Usaha Astakoni, I Made Purba; Sunata, I Gede Ngurah; Swaputra, Ida Bagus; Nursiani, Ni Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.999 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1042

Abstract

ABSTRAKMitra sasaran program PPPE ini adalah ”Bali Tantri” yang beralamat di Jalan Leko, Banjar Purwakarta, Gerih, Abiansemal, Badung dan ”Belong Antik” yang di Jalan Gerih-Abiansemal, Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal Badung. Kedua UMKM ini bergerak dalam usaha kerajinan berbahan baku batu padas berpasir. Produk kerajinan yang dihasilkan berupa; belong (besar dan kecil), patung klasik, palungan,pot bunga, padma,pancuran,meja,kursi, tempat lampu dan barang seni berbahan batu padas lainnya. Berdasarkan kondisi existing dari kedua mitra binaan, maka permasalahan prioritas yang diangkat adalah (1) Permasalahan terkait dengan teknologi produksi (ruang/stasiun kerja tidak tertata dengan baik, disain produk yang kurang variatif, penggunaan bahan baku batu padas perlu dievaluasi, minimnya peralatan keselamatan dan kesehatan kerja); (2) permasalahan terkait dengan manajemen usaha (administrasi dan pembukuan yang dilakukan masih sangat sederhana, SDM yang menangani fungsi pokok manajemen tidak jelas). Tujuan dari pelaksanaan Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM mitra melalui pembinaan, pelatihan, pendampingan di bidang teknologi kerja (manajemen produksi) dan teknik manajemen usaha. Tujuan khusus yang diharapkan adalah agar UMKM mitra dapat meningkatkan jumlah produk siap ekspor dan akhirnya kesejahtraan UMKM mitra tercapai dan usahanya bisa berkelanjutan. Pelaksanaan program PPPE dilaksanakan dengan cara : metode sosialisasi dan pemantapan, metode pelatihan (workshop) dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Luaran program di tahun pertama (1) Stasiun kerja yang tertata dengan lay out yang baik, (2) sudah adanya sistem pembukuan dan manjemen usaha yang baik ,(3) desain produk yang klasik dan menarik, (4) publikasi artikel ilmiah dan publikasi di media massa, serta video kegiatan.Kata kunci: Pengerajin, Belong Klasik, Batu Padas, Limbah Industri, EksporABSTRACTThe target groups of this Export Development Program (PPPE) are “Bali Tantri” SME, located in Jalan Leko, Banjar Purwakarta, Gerih, Abiansemal, Badung and “Belong Antik”, located in Jalan Gerih-Abiansemal, Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal Badung. Both SMEs are in the business of crafts made of sandy limestone. The crafts produced are in the form of belong (both large and small), classical statues, mangers, flower pots, padma, water fountains, tables, chairs, lamp posts, and other artworks based on limestone. Based on the existing conditions of both partners, the main priorities in this program include: (1) problems related to production technology (workstations not arranged properly, lack of variety in product design, the use of limestone that needs to be evaluated, minimal knowledge on workplace safety); (2) problems related to management (very basic bookkeeping and accounting, lack in human resourcecapacity when it comes to management). The general goals of this PPPE are to increase thewelfare of the two SMEs through training, consultation, and mentoring in terms of productiontechnology and management. The specific goals include the expectation that the partner SMEscould increase their export-ready products, such that the economic welfare of the partnerswould improve, and that the business would be sustainable. The PPPE was implemented usingsocialization and education method, workshop and mentorship method, and monitoring andevaluation method. The outputs after the first year include: (1) workstations that are alreadywell laid-out; (2) the existence of proper bookkeeping and accounting system; (3) increasednumber of attractive and classical designs; (4) publications in scientific journal and massmedia, as well as a video of the activities.Keywords: craftsmaker, Belong Klasik, limestone, industrial waste, export
Stabilisasi Tanah Lempung Kerobokan Dengan California Bearing Ratio (CBR) Untuk Perkerasan Jalan Raya Sukawati, Ni Ketut Sri Astati; Juniastra, I Made; Wibawa, I Made Sastra; Sunatha, I Gede Ngurah; Nada, I Made
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.7983

Abstract

In this research, clay soil will be stabilized in the Kerobokan Badung area by mixing the soil with various levels of lime. The problem to be solved is how much the CBR value of soil mixed with lime will increase and what is the most economical lime content associated with the minimum CBR requirements for the base soil layer. The aim is to determine the increase in CBR value from a mixture of clay with lime and to determine the most economical lime content associated with the minimum CBR requirements for the base layer of highway pavement structures. The research results show that adding lime to clay soil can increase its bearing capacity. For the standard compaction method, the CBR of the base soil which was initially 3.32% increased to 12.14, 21.86, and 26.24% for lime addition of 2.50, 5.00, and 10.00% respectively. For the modified compaction method, the CBR of the base soil which was initially 5.74% increased to 13.42, 25.69, and 38.15% for lime addition of 2.50, 5.00, and 10.00% respectively. To produce a base soil CBR of 6%, the modified compaction method requires less lime content than the standard method. The lime content required is 0.22% for modified compaction and 0.79% for standard compaction.