Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : e-CliniC

PERSALINAN DISTOSIA PADA REMAJA DI BAGIAN OBSTETRI-GINEKOLOGI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Paat, Judita; Suparman, Eddy; Tendean, Hermie
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8145

Abstract

Abstract: Labour process depends on 3 factors as follows: power, passanger, and passage. Power consists of contraction of the uterus, abdominal wall muscles, and diaphragm, as well as action of the ligaments. Passanger is the fetus itself and passage is the anatomical structures involved in expulsion of fetus during labour. Adolescent is a transition period with physical, emotional, and psyhological changes. In pregnant women aged less than 20 years, the uterus and pelvis have not fully developed with a consequence of dystocia. This study aimed to obtain the profile of dystocia among adolescent in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from Januari 2012 to December 2013. This was a descriptive retrospective study. The results showed that most dystocia among adolescent occured in age group >16 years, and the most frequent causes were the position of fetus in utero, the fetus itself, and the anatomical passage. The most frequent treatment was sectio caesaria. Dystocia rarely causes severe complications.Kata kunci: persalinan distosia, remajaAbstrak: Proses persalinan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: kekuatan mendorong janin keluar (power) yang meliputi his (kekuatan uterus), kontraksi otot dinding perut, kontraksi diafragma dan ligamentum action. Faktor lainnya ialah faktor janin (passanger) dan faktor jalan lahir (passage). Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai oleh perubahan fisik, emosi, dan psikis. Pada ibu berumur kurang dari 20 tahun rahim dan panggul belum tumbuh mencapai ukuran dewasa yang berakibat kemungkinan terjadinya distosia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran persalinan distosia pada remaja di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2012 - Desember 2013 ditinjau dari umur ibu, paritas, etiologi, tindakan dan komplikasi. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persalinan distosia pada remaja umumnya terjadi pada usia >16 tahun dengan penyebab yang tersering ialah faktor letak, bentuk janin, dan faktor jalan lahir. Tindakan utama yang paling banyak dilakukan yaitu operasi seksio. Distosia jarang menimbulkan komplikasi yang berarti.Kata kunci: persalinan distosia, remaja
PERSALINAN DENGAN LUARAN MAKROSOMIA DI BLU RSUP. PROF. DR. R. D. KANDOU Kusumawati, Lidya; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5023

Abstract

Abstrak: Berdasarkan penelitian WHO tahun 2007, di seluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa per tahun dan bayi khususnya neonatus sebesar 10.000.000 jiwa per tahun. Angka kematian maternal dan neonatal di Indonesia Tahun 2009 masih tinggi yaitu 226/100.000 kelahiran hidup dan 26/1000 kelahiran hidup. Faktor langsung penyebab tingginya AKI adalah perdarahan, terutama perdarahan post partum. Selain itu adalah keracunan kehamilan, infeksi dan partus lama/macet. Makrosomia adalah berat badan lahir ≥ 4000 gram. Terdapat resiko komplikasi dari bayi berat lahir berlebih atau makrosomia, baik dialami oleh ibu atau bayi itu sendiri. Resiko komplikasi ibu saat melahirkan antara lain perdarahan, infeksi, sectio sesarea dan preklamsi. Sendangkan resiko yang mengancam bayi sewaktu dilahirkan adalah mengalami distosia dan kematian perinatal. Tujuan: Melihat insiden bayi lahir dengan makrosomia mempunyai resiko cukup tinggi yang mungkin terjadi pada ibu maupun janin, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi persalinan dengan makrosomia. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat Deskriptif retrospektif. Hasil: Kasus bayi makrosomia di BLU Prof. Dr. R. D. Kandou periode 1 Januari – 31 Desember 2012 didapatkan 204 kasus dari 4347 persalinan. Seksio sesarea dilakukan pada pasien dengan luaran bayi makrosomia pada tahun 2012 sebanyak 132 kasus (64.7%). Kejadian bayi makrosomia terbanyak pada usia ibu 30-34 Tahun dengan jumlah 56 pasien (27.5%). Pasien terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebanyak 141 pasien (69.1%).Sebanyak 124 pasien (60.8%) melakukan lebih dari 4 kali pemeriksaan antenatal. Kelahiran bayi makrosomia dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 120 bayi (64.7%). Bayi makrosomia di dominasi dengan berat badan lahir 4000-4250 gram yaitu sebanyak 131 bayi (64.22%). Kata kunci: Distribusi makrosomia, jenis persalinan, faktor resiko
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI Latuharhary, Florence T. U.; Suparman, Eddy; Tendean, Hermie M. M.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.5024

Abstract

Abstract: Early breastfeeding initiation is babies’ immediate self-suckle within an hour after being born. However, according to one of the aforetime researches, only 4% women in Indonesia did early breastfeeding initiation, while the other 96% ones did not. Objective: to observe the expectant mothers’ cognition about the early breastfeeding initiation in polyclinic gynecologist/Obstetrics BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, periode November-December 2013. Method: this research use descriptive research design with cross-sectional study approach. This research was carried out in November-December, 2013.  The sample of the study was 50 expectant mothers checking their pregnancy at polyclinic gynecologist/Obstetrics BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Results: it was found that the associate knowledge upon early breastfeeding initiation according to the age group, exist in the age group <20 year (100%), according to the level of education, exist in university level (100%), and according to the number of children, exist in expectant mother with one child (100%). Conclusion: Overall, expectant mothers’ cognition upon early breastfeeding initiation in good category (96%), while in bad category (4%). Keywords: expectant mothers’ cognition, early breast feeding initiation.     Abstrak: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah segeranya bayi menyusu sendiri dalam satu jam pertama setelah lahir. Namun menurut salah satu survei yang telah dilakukan, pelaksanaan inisiasi menyusu dini hanya dilakukan oleh 4% wanita di Indonesia sedangkan 96% wanita lainnya tidak mempraktekkannya. Tujuan: Mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini di Poliklinik Kandungan/Obstetri BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode November-Desember 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2013 dengan sampelnya adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya ke Poliklinik Kandungan/Obstetri BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang berjumlah 50 orang. Hasil: Didapatkan hasil pengetahuan yang baik tentang inisiasi menyusu dini menurut kelompok umur ada pada kelompok umur <20 tahun (100%), menurut pendidikan terakhir ada pada tingkat perguruan tinggi (100%) dan menurut jumlah anak ada pada ibu hamil yang memiliki satu anak (100%). Simpulan: Secara keseluruhan, pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini dalam kategori baik (96%) sedangkan untuk kategori buruk (4%). Kata kunci: Pengetahuan ibu hamil, inisiasi menyusu dini.
Hubungan Kejadian Plasenta Previa dengan Riwayat Kehamilan Sebelumnya Husain, Widia R.; Wagey, Freddy; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.1.2020.27095

Abstract

Abstract: To date, the main cause of maternal mortality rate is bleeding. Placenta previa is one of the causes of bleeding in pregnant women. This study was aimed to obtain the relationship between the occurence of placenta previa and pregnancy history among patients at RS Bhayangkara Manado, RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive and retrospective study with a cross sectional design. Subjects were pregnant women or women who laboured from January 2017 to December 2018 that had placenta previa. There were 72 cases as subjects, obtained by using non random sampling. The results showed that placenta previa were most common among subjects aged ≥35 tahun as many as 30 subjects (41.7%), multiparity as many as 39 subjects (54.2%), no history of sectio caesarea as many 39 subjects (54.2%), and no history of curetage as many as 66 subjects (91.7%). In conclusion, there were relationships between the occurence of placenta previa and age ≥35 years as well as multiparity, albeit, there were no relationships between the occurence of placenta previa and sectio caesaria as well as curetage history.Keywords: placenta previa, age, parity, histories of sectio caesarea and curetage Abstrak: Penyebab angka kematian ibu (AKI) yang utama ialah perdarahan. Plasenta previa merupakan salah satu penyebab perdarahan yang tersering terjadi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian plasenta previa dengan riwayat kehamilan sebelumnya di RS Bhayangkara Manado, RSU GMIM Pancaran Kasih Manado dan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Subyek penelitian ialah ibu hamil atau bersalin yang mengalami plasenta previa pada periode Januari 2017-Desember 2018 yang berjumlah 72 kasus, diperoleh dengan metode non random sampling. Hasil penelitian menunjukkan kejadian plasenta previa terbanyak pada usia ibu >35 tahun yaitu 30 orang (41,7%), paritas multipara yaitu 39 orang (54,2%), tidak ada riwayat seksio sesarea yaitu 39 orang (54,2%), dan tidak ada riwayat kuretase yaitu 66 orang (91,7%). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan kejadian plasenta previa dengan usia ibu dan multiparitas namun tidak terdapat hubungan dengan riwayat seksio sesarea dan riwayat kuretase.Kata kunci: plasenta previa, umur ibu, paritas, riwayat seksio sesaria dan riwayat kuretase
PROFIL LIPID WANITA MENOPAUSE DI PANTI WERDHA DAMAI MANADO Sumoked, Prisilia D. D.; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11003

Abstract

Abstract: In Indonesia, women over the age of 50 years that will become menopause in 2020 are estimated as many as 30.3 million people. A decline in estrogen level at menopause will affect the functions of the female reproductive system as well as of the other body systems, including lipid metabolism. This study was aimed to determine the lipid profile of menopausal women at Panti Werdha Damai (senior housing) Manado. This was a descriptive, prospective, and observational study with a cross sectional design. There were 30 menopausal women obtained by using purposive sampling method. Lipid profile was examined at Prodia Laboratorium Manado. Data were analyzed by using SPSS 20. The results showed that most respondents (86.7%) were ?65 years old. There were 21 women (70%) with total cholesterol level >200 mg/dl (mean value of 211.2 mg/dl); 27 women (90%) with LDL-cholesterol level >100 mg/dl (mean value of 137.8 mg/dl); 25 women (83.3%) with HDL cholesterol >40 mg/dl (mean value of 50.9 mg/dl); and 26 women (87.7%) with triglyceride level <150 mg/dl (mean value of 111.4 mg/dl). Conclusion: Most of the menopausal women at Panti Werdha Damai Manado were at the age of ?65 years. The average values of total and LDL cholesterol were above the reference value, meanwhile the average values of HDL cholesterol and triglycerides were within normal limit. Keywords: menopausal women, lipid profile. Abstrak: Di Indonesia perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun telah memasuki menopause pada tahun 2020 diperkirakan sebanyak 30,3 juta orang. Saat menopause terjadi penurunan estrogen yang tidak hanya memengaruhi fungsi sistem reproduksi wanita, tetapi juga terhadap sistem tubuh lainnya antara lain metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lipid wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado. Jenis penelitian ialah observasional serta deskriptif prospektif dengan desain potong lintang. Didapatkan 30 wanita menopause dengan menggunakan metode purposive sampling dan dilakukan pemeriksaan profil lipid di Laboratorium Prodia Manado. Data dianalisis menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden (86,7%) berusia ?65 tahun. Kadar kolesterol total terbanyak ialah >200 mg/dl berjumlah 21 orang (70%) dengan nilai rerata 211,2 mg/dl. Kadar kolesterol LDL terbanyak ialah >100 mg/dl pada 27 orang (90%), nilai rerata 137,8 mg/dl. Kadar kolesterol HDL terbanyak ialah >40 mg/dl pada 25 orang (83,3%), nilai rerata 50,9 mg/dl. Kadar trigliserida terbanyak ialah <150 mg/dl pada 26 orang (86,7%), nilai rerata 111,4 mg/dl. Simpulan: Sebagian besar wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado berusia ?65 tahun dengan nilai rerata kolesterol total dan kolesterol LDL berada di atas nilai rujukan sedangkan nilai rerata kolesterol HDL dan trigliserida sesuai nilai rujukan.Kata kunci: wanita menopause, profil lipid
KADAR HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU MANADO Lantu, Aprilia Fransiska; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11020

Abstract

Abstract: Hemoglobin is a parameter used broadly to stipulate the anemia prevalence. Anemia is a medical condition where the amount of hemoglobin is abnormal. In pregnancy, if the level of hemoglobin (Hb <11 g/dL, then it is categorized as anemia. World health organization predicts that 35-75% of pregnant women in developing countries and 18% in developed countries are in anemia condition. According to WHO, the anemia prevalence globally on pregnant women is about 41,8%. This research is intended to know the level of hemoglobin (Hb) on pregnant women in Puskesmas Bahu Manado. This type of research is descriptive and prospective, observational study with cross sectional study design. Forty subjects participated in this research. After hemoglobin level checking, 13 people (32,5%) with hemoglobin level (Hb) <11 g/dL, and 27 people (67,5%) with hemoglobin level (Hb) ≥11 g/dL. This study cocludes that: there are more pregnant women with normal level of Hb ( ≥11 g/dL) in Puskesmas Bahu than the ones with lower level of Hb ( <11 g/dL). The number of pregnant women in Puskesmas Bahu with normal Hb level is 27 people (67,5%) of the total sample while there are 13 people with lower level of Hb (32,5%) of total sample.Keywords: hemoglobin level, anemia, pregnant level Abstrak: Hemoglobin merupakan parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Anemia ialah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) kurang dari normal. Pada ibu hamil dikatakan anemia jika kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 35-75 % ibu hamil di negara berkembang dan 18 % ibu hamil di negara maju mengalami anemia. Menurut data WHO, secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional bersifat deskriptif prospektif dengan rancangan penelitian cross sectional (potong lintang). Empat puluh subjek berpartisipasi dalam penelitian ini. Setelah dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) didapatkan 13 orang (32,5%) dengan kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL, dan 27 orang (67,5%) dengan kadar hemoglobin (Hb) ≥11 g/dL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: ibu hamil yang memiliki gambaran kadar Hb normal ( ≥11 g/dL) di Puskesmas Bahu ditemukan lebih banyak daripada ibu hamil yang memilliki kadar Hb rendah ( <11 g/dL). Jumlah ibu hamil di Puskesmas Bahu yang memiliki kadar Hb normal adalah 27 orang (67,5%) dari total sampel. Sedangkan ibu hamil di Puskesmas bahu yang memiliki kadar Hb rendah adalah 13 orang (32,5%) dari total sampel.Kata kunci: kadar hemoglobin, anemia, ibu hamil
Gambaran persalinan letak sungsang di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Putra, Bonatua A.; Suparman, Eddy; Tendean, Hermie M.M.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.12798

Abstract

Abstract: Breech presentation is lengthwise position of fetus in the womb with its head is in the fundus. Causes of breech presentation are unknown, however, there are some risk factors, among others: uterine abnormality, gemelli, easily movable fetus (in multiparous, hidramnion, premature), and head fixation on the pelvic brim is not good enough or no fixation at all (in narrow pelvis, hydrocephalus, or anencephaly cases). This study aimed to obtain the profile of breech delivery. This was a descriptive retrospective study using medical records at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado period January-December 2014. The results showed that of the total 3347 labors, there were 152 cases of breech delivery (2.2%). The highest percentages were as follows: multiparous mothers (64.5%); maternal age >35 years (28.9%); 37-40 weeks of gestation (78.3%); complete breech (66.4%); and perabdominal labor (78.3%). Birth weights were mostly in the range of 2500-3500 grams (65.1%) with Apgar scores 4-6 (61.2%). Keywords: breech delivery. Abstrak: Letak sungsang adalah janin yang letaknya memanjang (membujur) dalam rahim, kepala berada di fundus dan bokong di bawah. Penyebab terjadinya letak sungsang tidak diketahui, tetapi terdapat beberapa faktor risiko antara lain: kelainan uterus, gemeli, janin mudah bergerak (pada multipara, hidramnion, prematur), dan fiksasi kepala pada pintu atas panggul tidak baik atau tidak ada (pada panggul sempit, hidrosefalus, anensefali). Penelitian ni bertujuan untuk mendapatkan gambaran persalinan letak sungsang. Jenis penelitian ialah retrospektif deskriptif melalui rekam medik di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2014. Hasil penelitian mendapatkan 152 kasus persalinan letak sungsang yaitu sebesar 2,2% dari total 3347 persalinan. Persentase tertinggi ditemukan pada ibu multipara (64,5%); usia ibu >35 tahun (28,9%); usia kehamilan 37-40 minggu (78,3%); complete breech (66,4%); persalinan perabdominal (78,3%). Berat badan lahir bayi letak sungsang terbanyak pada rentang 2500-3500 g (65,1%) dengan nilai apgar terbanyak pada nilai 4-6 (61,2%). Kata kunci: persalinan letak sungsang
Pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi Sirupa, Tirsa A.; Wantania, John J.E.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14370

Abstract

Abstract: Adolescence is a period of human growth and development that occurs after childhood and before adulthood, from age 10 to 19 years. Reproductive health is a state of physical, mental, and social as a whole, not merely the absence of disease or infirmity, but in all aspects related to the reproductive processes, functions and system at all stages of life. This study was aimed to determine the level of knowledge, attitudes, and behavior of adolescents about reproductive health. This was a descriptive study with a cross sectional design using questionnaire as the instrument. Population were all students at grade XI SMK Negeri 1 Manado and SMK Kristen Getsemani (vocational high schools) Manado. The results showed that of 200 respondents, 182 (91%) had good knowledge and 192 (96%) had good attitude about reproductive health. The adolescence reproductive health behavior indicated a trend in shifts of certain values. Conclusion: Most adolescents had good knowledge and attitudes about reproductive health. Albeit, adolescent sexual behaviors from the low (such as a kiss on the cheek) to the high risk (such as sexual intercourse) had been committed by adolescents in this study.Keywords: Adolescent reproductive health, knowledge, attitudes, behavior. Abstrak: Remaja adalah periode pertumbuhan dan perkembangan manusia yang terjadi setelah masa kanak-kanak dan sebelum dewasa, dari usia 10 sampai 19 tahun. Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, tetapi dalam segala aspek yang berhubungan dengan proses reproduksi, fungsi, dan sistem dalam semua tahap kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang, menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Populasi penelitian ini idalah seluruh siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Manado dan SMK Kristen Getsemani Manado. Hasil penelitian mendapatkan 200 responden. Terdadpat 182 responden (91%) memiliki pengetahuan yang baik dan 192 responden (96%) memiliki sikap yang baik tentang kesehatan reproduksi. Perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi menunjukkan adanya kecenderungan pergeseran nilai-nilai. Simpulan: Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang kesehatan reproduksi. Perilaku seksual remaja dari yang tergolong ringan (seperti cium pipi) sampai tergolong berisiko tinggi (seperti hubungan seksual) telah dilakukan oleh remaja dalam penelitian ini. Kata kunci: kesehatan reproduksi remaja, pengetahuan, sikap, perilaku
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia pada Kehamilan di Indonesia Devi, Delviana; Lumentut, Anastasia M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i1.32415

Abstract

Abstract: The level of knowledge and behavior of pregnant women regarding anemia during pregnancy affects how they maintain their pregnancies, therefore, the occurrence of anemia during pregnancy can be prevented. This study was aimed to obtain the knowledge and attitudes of pregnant women in preventing anemia in pregnancy in Indonesia. This was a literature review study by using four databases, as follows: Pubmed, ClinicalKey, ScienceDirect, and Google Scholar. Keywords used were anemia AND pregnant woman AND knowledge OR attitude AND Indonesia in Pubmed, ClinicalKey, and ScienceDirect; and anemia AND pregnant women AND knowledge AND attitudes in Google Scholar. There were 11 literatures selected in this study. According to the knowledge of pregnant women about anemia, five literatures showed that the majority of pregnant women had sufficient knowledge, the other four literatures showed poor knowledge, while good knowledge was obtained in two literatures. According to attitude, seven studies got positive attitudes, three studies got negative attitudes, and one study got the same number of positive and negative attitudes. In conclusion, the majority of pregnant women in several regions in Indonesia have sufficient knowledge about anemia and its prevention, and have a positive attitude towards anemia prevention in pregnancy.Keywords: knowledge, attitudes, pregnant women, anemia. Abstrak: Tingkat pengetahuan dan perilaku ibu hamil mengenai anemia saat kehamilan berpengaruh terhadap cara ibu hamil menjaga kehamilannya sehingga dapat membantu dalam mencegah anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia pada kehamilan di Indonesia. Jenis penelitian ialah literature review dengan pencarian literatur menggunakan empat database yaitu Pubmed, ClinicalKey, ScienceDirect dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu anemia AND pregnant woman AND knowledge OR attitude AND Indonesia pada Pubmed, ClinicalKey, dan ScienceDirect, dan menggunakan kata kunci anemia AND ibu hamil AND pengetahuan AND sikap pada Google Scholar. Hasil seleksi mendapatkan 11 literatur yang diteliti. Hasil penelitian mendapatkan bahwa menurut pengetahuan ibu hamil mengenai anemia, lima penelitian menunjukkan mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan cukup, empat literatur lainnya menunjukkan hasil pengetahuan buruk, sedangkan hasil pengetahuan baik didapatkan pada dua penelitian. Menurut sikap, tujuh penelitian mendapat hasil sikap positif, tiga penelitian mendapat hasil sikap negatif, dan satu penelitian mendapat hasil yang sama banyak untuk positif dan negatif. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas ibu hamil di beberapa daerah di Indonesia memiliki pengetahuan cukup mengenai anemia dan pencegahan, serta memiliki sikap positif terhadap pencegahan anemia pada kehamilan.Kata kunci: pengetahuan, sikap, ibu hamil, anemia
Gambaran Premenstrual Syndrome pada Remaja Periode Akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Lumingkewas, Charisma; Suparman, Eddy; Mongan, Suzanna P.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.9.1.2021.31855

Abstract

Abstract: Premenstrual syndrome (PMS) is the most common untreated disorder and a public health problem among women of reproductive age, which adversely affects mental well-being, quality of life, and academic achievement. This study was aimed to determine the premenstrual syndrome signs and symptoms most experienced by late adolescents. This was a descriptive and survey study using questionnaire distributed through google form to 142 female students from first and third semester of Faculty of Medicine Sam Ratulangi University academic year 2020/2021. The results showed that the most common type of PMS symptoms was psychological symptoms found in 136 respondents (95.8%); the most common behavioral symptom was fatigue in 93 respondents (65.5%), the most common physical symptom was acne in 122 respondents (85.9%); and the most psychological symptom was mood swing in 125 respondents (88%). In conclusion, the most common premenstrual syndrome symptom found in late adolescent at the Faculty of Medicine Sam Ratulangi University according to the type of symptom was psychological symptom.Keywords: premenstrual syndrome, adolescent Abstrak: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kelainan umum yang tidak diobati dan masalah kesehatan masyarakat di kalangan wanita usia reproduksi, yang berdampak buruk pada kesejahteraan mental, kualitas hidup dan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda dan gejala PMS yang paling banyak dialami remaja periode akhir. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan alat kuesioner yang dibagikan melalui google form pada 142 mahasiswi semester 1 dan 3 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi tahun ajaran 2020/2021. Hasil penelitian mendapatkan jenis gejala PMS yang paling banyak dialami ialah gejala psikologis pada 136 responden (95,8%), gejala perilaku yang paling banyak dialami ialah kelelahan pada 93 responden (65,5%), gejala fisik yang paling banyak dialami ialah muncul jerawat pada 122 responden (85,9), dan gejala psikologis yang paling banyak dialami ialah mood swing pada 125 responden (88%). Simpulan penelitian ini ialah gambaran PMS pada remaja periode akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang paling banyak dialami menurut jenis gejala ialah gejala psikologis.Kata kunci: premenstrual syndrome, remajaÂ