Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal pandu husada

Laporan Kasus: Leukafaresis pada Seorang Penderita Leukemia Myelositik Kronik Fase Kronik dengan Leukostasis Huwainan Nisa Nasution; Ugroseno Yudho Bintoro
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5639

Abstract

Leukostasis adalah suatu keadaan patologik terjadinya sumbatan leukosit pada mikrovaskular. Leukostasis merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada leukemia myelositik kronik dengan presentasi 60% pada fase kronik. Keadaan leukostasis merupakan kegawatdaruratan dalam bidang hematologi, sehingga memerlukan tindakan sitoreduksi segera yaitu leukafaresis. Kami laporkan seorang wanita usia 59 tahun yang telah terdiagnosa leukemia myelositik kronik sejak 2 bulan yang lalu, datang dengan keluhan utama nyeri kepala, telinga berdenging dan mual yang menetap selama 2 minggu. Leukostasis didiagnosa dari klinis dan laboratorium dengan adanya hiperleukositosis dan gejala hipoksia jaringan saraf akibat hiperviskositas. Pada pasien dilakukan tindakan leukafaresis selama 4 jam, darah diproses 3.414 cc, leukosit yang terbuang 556 cc. Setelah leukafaresis dilakukan, gejala nyeri kepala dan telinga berdenging pada pasien menjadi hilang dan disertai dengan penurunan jumlah leukosit. Leukafaresis merupakan tindakan yang dapat mengontrol jumlah leukosit dalam jangka pendek. Keterlambatan atau tidak mendapatkan terapi leukafaresis pada pasien dengan leukostasis menyebabkan resiko kematian pada minggu pertama meningkat 2040%.Kata kunci: Leukemia myelositik kronik fase kronik, hiperleukositosis, leukostasis, leukafaresis.
Kualitas Tidur Berhubungan Dengan Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Khairunisa, Sukma; Nasution, Huwainan Nisa
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i3.19575

Abstract

Abstrak: Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang memiliki fungsi penting bagi tubuh. Kualitas tidur yang buruk sangat mempengaruhi kualitas hidup pada orang dewasa, dan menimbulkan gangguan gastrointestinal fungsional, termasuk dispepsia fungsional. Dispepsia fungsional mengacu pada ketidaknyamanan di perut bagian atas. Kurang tidur juga sangat mendorong perkembangan gejala dispepsia fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan yaitu mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yaitu stambuk 2019 berjumlah 135 sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan mengisi kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat antara kualitas tidur dengan dispepsia fungsional dengan uji chi square diperoleh bahwa P = 0,01 (p0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan dispepsia fungsional pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.