Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Sepatu Boot dan Prevalensi Trichophyton Sp pada Penambang Batu Bara Suhartini Suhartini; Ganea Qorry Aina; Famala Eka Sanhadi Rahayu
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.269

Abstract

AbstrakTinea unguium merupakan kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita terutama genus Trichophyton sp. Penyakit ini sering menyerang penambang batu bara yang selalu menggunakan sepatu tertutup saat bekerja dalam waktu yang lama, menyebabkan kondisi kaki lembab sehingga merupakan media potensial untuk pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama penggunaan sepatu terhadap prevalensi Tricophyton sp. Merupakan penelitian korelasional dengan desain univariat, mengidentifikasi jamur pada kerokan kuku 40 pekerja tambang batu bara di Kelurahan Loa Janan Ulu dengan durasi bekerja sebagai penambang batu bara. Hasil penelitian ditemukan jamur penyebab tinea unguium dari genus Trichophyton sebanyak 34 sampel (85%), sebanyak 6 sampel (15%) hanya ditemukan jamur non dermatofita seperti Aspergillus sp, Penicillium sp, Cylindrocapon sp, Cladophialophora sp, Mucor sp, Penicillium sp, Fusarium sp, dan Curvularia sp. Hasil penelitian menunjukkan korelasi signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,931 sehingga ada korelasi yang kuat antara durasi penggunaaan sepatu safety dengan prevalensi infeksi Tricophyton sp. Pekerja tambang yang positif (34 sampel) rata-rata bekerja lebih dari 12 jam per hari dan 6 sampel lainnya bekerja 2-4 jam sehari. Kesimpulan terdapat korelasi antara lama penggunaan sepatu dengan prevalensi Tricophyton sp pada pekerja tambang. Saran mengidentifikasi sampai tingkat jenis jamur Tricophyton sp yang menginfeksi kuku pekerja tambang.Kata kunci  : Tinea unguium, Sepatu Safety, Pekerja Tambang Batu Bara. AbstractTinea unguium is an infection of the nail plate caused by dermatophyta fungi especially Trichophyton sp. This infection commonly affects coal miners who wears safety boots in long duration which makes their feet humid and become a potential media for fungi to grow. This study aims to investigate how duration of wearing boots correlate with Tricophyton sp prevalence. This study employed a univariate-correlational design to correlate Tricophyton sp prevalence in toenails sample taken from 40 coal miners in Loa Janan Ulu District with their working duration. The finding of this study reveals that 34 samples (85%) are infected by Trichophyton sp while on the other hand,  it is found a non dermatophyta fungi such Aspergillus sp, Penicillium sp, Cylindrocapon sp, Cladophialophora sp, Mucor sp, Penicillium sp, Fusarium sp, dan Curvularia sp in 6 sampes. It reveals that R value is 0,931 and therefore it concludes that there is a significant correlation between duration of wearing boots and Tricophyton sp prevalence in coal miners. Looking at the duration, 34 infected samples belong to coal miners who works more than 12 hours a day while the other six works for two until four hours per day. This study concludes that there is a correlation between duration of using safety boots and the Tricophyton prevalence in coal miner's nails. The present researchers suggest the future researcher to identify the types of Tricophyton fungi which infected coal miner's nails.Keywords:  : Tinea unguium, Safety Boots, Coal Miners
Anticholesterol Activity of Combined Binahong and Keji Beling Leaf Extracts in Mice (Mus musculus) Eka Septia Nur Rizky; Ganea Qorry Aina; Nursalinda Kusumawati; Eka Farpina
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.684

Abstract

Cholesterol is a type of lipid found in the human body, with approximately 80% produced endogenously by the liver and the remaining 20% obtained from dietary sources. Elevated total cholesterol levels in the blood increase the risk of various health conditions such as cardiovascular disease, obesity, hypertension, and even stroke. Prolonged elevation can lead to plaque formation in blood vessels, resulting in impaired circulation and potentially life-threatening complications. The use of synthetic cholesterol-lowering drugs is often associated with unwanted side effects, including liver toxicity, muscle pain, and gastrointestinal disturbances. This has prompted increasing interest in safer, natural alternatives such as herbal medicine, which is perceived to provide fewer side effects and additional health benefits. This study aimed to investigate the anti-cholesterol activity of a combination of Binahong (Anredera cordifolia) and Keji Beling (Strobilanthes crispus) leaf extracts in mice (Mus musculus) induced with a high-cholesterol diet. The extraction method employed was maceration, using 96% ethanol as the solvent to ensure optimal phytochemical yield. The experimental design consisted of five groups: a negative control group, a positive control group, and three treatment groups receiving combinations of Binahong and Keji Beling extracts in ratios of 1:1, 1:3, and 3:1. Total cholesterol levels were measured using the Point of Care Test (POCT) method. The results showed that all treatment groups experienced a significant reduction in total cholesterol levels (p = 0.001 < 0.05). The most effective reduction was observed in the 1:1 ratio group, with a decrease of 45.39%, followed by the 3:1 group (27.80%) and the 1:3 group (14.17%). These findings indicate strong potential for development as an effective and safe herbal alternative for lowering cholesterol levels.
Potensi Kombinasi Ekstrak Keji Beling dan Binahong Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Gram Negatif Penyebab Ulkus Diabetikum TIARA DINI HARLITA; GANEA QORRY AINA; SRESTA AZAHRA
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.844

Abstract

Ulkus diabetikum adalah satu keluhan yang terjadi pada pasien diabetes melitus yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan infeksi bakteri hingga gangren diabetik. Penggunaan antibiotik jangka waktu lama dan dosis yang tidak sesuai dapat menimbulkan ketahanan bakteri yang berdampak pada meningkatkan biaya pengobatan dan angka kematian. Oleh karena itu, penggunaan tanaman obat sebagai alternatif untuk pengobatan mulai banyak dimanfaatkan karena lebih aman dalam penggunaan jangka waktu lama seperti pada tanaman binahong dan keji beling berpotensi sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi senyawa yang diperoleh dari ekstrak etanol tanaman keji beling dan bihanong sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram negatif penyebab ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby Bauer terhadap Proteus sp. dan Escherichia coli, kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA. Berdasarkan hasil yang didapatkan, baik ekstrak tunggal maupun kombinasi keji beling dan binahong dengan perbandingan 2:1 pada konsentrasi 100 mg/mL memberikan daya hambat terbesar terhadap kedua bakteri. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi dan kombinasi berpengaruh nyata (p<0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi kedua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri alami dan berpotensi sebagai agen pendukung penghambatan bakteri penyebab ulkus diabetikum.
Studi In Vivo Kombinasi Herbal Keji Beling, Binahong, dan Madu Kelulut terhadap Penyembuhan Luka Diabetik Hewan Model Ganea Qorry Aina; Nursalinda Kusumawati; Tiara Dini Harlita; Wirid Triana Dawam
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.847

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat penurunan sekresi insulin oleh pankreas, berkurangnya sensitifitas insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangrene/ulkus, yaitu terjadi kerusakan integritas pada kulit yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi perifer sehingga jaringan sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Penggunaan bahan herbal sebagai obat luka terus dikembangkan dalam penelitian maupun pemanfaatannya, diantaranya adalah daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), dan madu kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian ekstrak daun binahong, daun keji beling, dan madu kelulut terhadap penyembuhan luka diabetik menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni. Setelah mencit diberi perlakuan, pengukuran diameter luka dimulai pada hari ke-0, 5, 10 dan 15. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji statistik dengan uji One Way Anovamenunjukan nilai p <0,05 yaitu 0,000 yang berarti pemberian kombinasi herbal memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes. Selanjutnya dilanjutkan uji lanjutan yaitu Uji Duncan’s Multiple Range Test dengan hasil perlakuan yang paling efektif yaitu pemberian kombinasi ekstrak daun binahong dan daun keji beling.