Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

AKTIVITAS DAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Bacillus cereus Tiara Dini Harlita; Nurul Anggrieni; Ardiana Finda Widya Rahmawati
Husada Mahakam Vol 9 No 2 (2019): Nopember 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.846 KB) | DOI: 10.35963/hmjk.v5i1.166

Abstract

Ciplukan leaf (Physalis angulata L.) is one of the plants used by the community as an alternative to avoid side effects of antibiotics. This plant has traditionally been used to cure various diseases. Potential leaf ciplukan as medicinal plants suspected due to the active compounds active ingredients contained in it. This study aims to test the activity and effectiveness of the antibacterial ethanol extract of ciplukan leaf on the growth of Bacillus cereus. Ciplukan leaf were extracted by maceration method using ethanol 96%. Each concentration was tested for antibacterial activity against B.cereus using disc diffusion method. The determination of minimum inhibitory concentrations by solid dilution. Data were analyzed with ANOVA at 95% confidence level. The test results showed that ciplukan leaf ethanol extract (P. angulata L.) had activity and effectiveness on B. cereus growth in vitro. The most effective concentration of ciplukan leaf ethanol extract can inhibit the growth of B. cereus is 30 mg/mL with inhibit zone of 24.2 mm. The minimum inhibitory concentration of ciplukan leaf ethanol extract on B. cereus growth was 5 mg/mL.
Antibacterial Effectiveness of A Combination of Anredera cordifolia (Ten.) Steenis and Strobilanthes crispus Blume Extract on Inhibition of the Growth of Streptococcus sp. Causes of Diabetic Ulcers Khairani, Ulfiyah; Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry
Tropical Health and Medical Research Vol. 6 No. 2 (2024): Tropical Health and Medical Research
Publisher : Baiman Bauntung Batuah Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35916/thmr.v6i2.117

Abstract

Diabetic ulcers are open wounds on the skin surface due to macroangiopathy complications that become infected due to the entry of bacteria. Binahong and keji beling plants, can be used to treat diseases known as antibacterial and anti-inflammatory. This study aimed to determine the antibacterial effectiveness of a combination of binahong (Anredera cordifolia Ten. Steenis) and keji beling (Strobilanthes crispus Blume) extracts against Streptococcus sp. bacteria that cause diabetic ulcers. Samples were extracted using 96% ethanol solvent and then diluted the extract with a concentration variation of 25%, 50%, 75%, and 100%—antibacterial test using disc diffusion method (Kirby Bauer). Data analysis was used for the One-way ANOVA test and Duncan's Multiple Range Test further test method, which had a significance level of 0.05. Determination of antibacterial effectiveness was done by comparing the diameter of the most effective inhibition zone with the control antibiotic Ceftriaxone 30 µg. The results showed that the mean diameter of the inhibition zone of 25% concentration was 7.10 mm, and the inhibition zone of 100% concentration was 9.20 mm with moderate inhibition response. Statistical One Way Anova test showed that the combination of extracts affected the growth of Streptococcus sp. The most effective Concentration is at 100% concentration of 9.20 mm and antibacterial effectiveness of 92% with positive control Ceftriaxone 30 µg at 10.00 mm. It can be concluded that the combination of binahong and keji beling extracts can inhibit Streptococcus sp. bacteria, but its potential is not yet effective compared to Ceftriaxone 30 µg antibiotics
Deteksi Cemaran Jamur Pada Liquid Foundation Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry; Azahra, Sresta
Sains Medisina Vol 2 No 1 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquid foundation merupakan salah satu kosmetik yang digunakan wanita untuk terlihat lebih sempurna, umumnya digunakan setiap hari secara berulang dalam jangka yang cukup lama. Cara penggunaan dan penyimpanan yang kurang tepat dapat menyebabkan kosmetik rentan terkontaminasi mikroba, baik bakteri maupun jamur. Adanya cemaran mikroba dapat mengakibatkan alergi dan penyakit infeksi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran jamur pada liquid foundation yang telah digunakan selama 3 bulan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan adalah sediaan liquid foundation sebanyak 10 merk yang telah digunakan selama 3 bulan, dengan teknik pengambilan purposive sampling. Sampel dilakukan uji Angka Kapang dan Khamir, serta identifikasi dengan pewarnaan menggunakan LPCB. Hasil pengukuran terhadap 10 merk liquid foundation menunjukkan bahwa 70% sampel terkontaminasi jamur Aspergillus sp. (28,6%), Aspergillus niger (28,6%), dan Trichophyton sp (42,8%). Hasil AKK tertinggi yaitu 2,0x104 koloni/gr dan  AKK terendah sebesar <1,0x101 koloni/gr. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dari 10 sampel didapatkan 9 sampel  (90%) memenuhi standar BPOM no. 12 tahun 2019 (<103 koloni/gr) sehingga layak digunakan.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Biji Manjakani (Quercus infectoria) Dan Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Klebsiella pneumoniae: Antibacterial Activity Combination of Manjakani Seed Extract (Quercus infectoria) and Red Betel Leaf (Piper crocatum) Against the Growth of Klebsiella pneumoniae. Ashari, Ayu; Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i1.6075

Abstract

Potential plants found in Indonesia that can be used for the treatment of urinary tract infections include: Manjakani seeds (Quercus infectoria) and red betel leaves (Piper crocatum). Manjakani seeds are pharmacologically claimed to have biological activities such as anti-inflammatory, antibacterial and antifungal. Red betel leaf has the potential as an antibacterial in the treatment of infectious diseases. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the combination of manjakani seed extract and red betel leaf in inhibiting the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria. The type of research used istrue experiment study with a completely randomized design (CRD) with three factors, namely the type of solvent n-hexane, ethyl acetate, ethanol 96%, ratio (1:1,1:2,2:1) and concentration (75%,100%) with each treatment being repeated twice. This research was conducted in the microbiology laboratory, Labkes, East Kalimantan. The population in this study is the manjakani plant and red betel plant and tested using the agar diffusion technique method Kirby Bauer with positive control (Ciprofloxacin) and negative control (aquadest). Data analysis used is One Way ANOVA and advanced test methods Duncan with a significance level of 0,05. The results obtained showed that there was an effect of antibacterial activity of Manjakani seed extract and red betel leaf on growth K. pneumoniae. The most effective concentration was found in ethanol 96% extract, (2:1 combination of 100% concentration) of 13,97 mm and an effectiveness of 55,74% with a positive control ciprofloxacin 5µg of 25,06 mm. It can be concluded that the combined extract of manjakani seeds and red betel leaves has antibacterial activity against bacteria Klebsiella pneumoniae,but the potential is still low of ciprofloxacin.
GAMBARAN LEUKOSIT URINE MAHASISWI PENGGUNA PANTYLINER DENGAN METODE CARIK CELUP DAN MIKROSKOPIK Sari, Renita; Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 8, No 2 (2024): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v8i2.21930

Abstract

Keputihan yang tidak diperhatikan dengan baik dapat meningkatkan leukosit dalam urine, menandakan infeksi saluran kemih (ISK). Penggunaan pantyliner dalam waktu yang lama dapat meningkatkan kelembaban dan pH di area vulva dan perineum, berpotensi menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga terjadi peningkatan leukosit. Adanya peningkatan leukosit pada urine mengakibatkan terjadinya ISK dan infeksi genital. Kebaruan penelitian ini melihat gambaran kadar leukosit urine mahasiswi yang menggunakan pantyliner menggunakan metode carik celup dan mikroskopik. Penelitian ini dilengkapi dengan sertifikat rekomendasi uji etik dan bertujuan untuk mengetahui gambaran dari leukosit urine pengguna Pantyliner pada mahasiswi Program Studi Diploma III Teknologi Laboratorium Medis dengan metode carik celup dan mikroskopik. Metode penelitian menggunakan deskriptif observasional. Sampel yang digunakan adalah urine midstream yang diambil dari 30 responden mahasiswa program studi D-III Teknologi Laboratorium Medis tingkat 1 dan tingkat 2 Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur yang menggunakan pantyliner yang diambil dengan menggunakan informed consent. Sampel diperiksa dengan metode carik celup dan mikroskopik. Data dianalisis secara univariate. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna pantyliner atau 29 orang tidak berisiko karena menjaga personal hygiene dengan baik (97%), Sebagian pengguna pantyliner atau 23 orang juga tidak berisiko dalam hal lama penggunaan pantyliner (77%) dan sebagian besar responden atau 25 orang berisiko dalam hal penggunaan jenis pantyliner dengan benar (84%). Kesimpulan menunjukkan hasil pemeriksaan leukosit urine dengan metode carik celup dan mikroskopik menunjukkan hasil normal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN INFEKSI CACING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Rahmawati, Yosiana; Harlita, Tiara Dini; Yusran, Dini Indriaty
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 8, No 1 (2024): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v8i1.21725

Abstract

Penyakit infeksi cacing masih menjadi salah satu penyakit yang dialami masyarakat salah satunya di Indonesia. Kisaran usia yang terjangkit infeksi cacingan berkisar usia 6 sampai 12 tahun atau pada umur anak memasuki Sekolah Dasar (SD) karena umur tersebut lebih sering berinteraksi dengan tanah. Faktor yang erat kaitannya dengan infeksi cacingan pada anak erat hubungannya dengan personal hygiene dan sanitasi. Kebaruan penelitian ini adalah peneliti menggunakan 3 sampel yaitu kuku tangan, kuku kaki dan feses agar hasil lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan personal hygiene dengan kejadian kecacingan dan dilakukan dengan rekomendasi uji etik Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur dengan nomor NO.DP.04.03/7.1/07806/2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional sebanyak 31 siswa dari jumlah populasi 112 siswa menggunakan rumus Taro Yamane. Penelitian ini dilakukan di SDN 005 Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda selama 1 bulan. Sampel diperiksa menggunakan metode sedimentasi dan direct slide. hasil penelitian ini 96,78% tingkat pengetahuan baik dan 3,22% tingkat pengetahuan kurang. Infeksi cacing didapatkan hasil 96,78% siswa negatif kecacingan dan 3,22% siswa positif kecacingan dengan jenis cacing yaitu Ascaris lumbricoides. Hasil uji fisher diperoleh nilai P-value  sebesar 0,032, maka terdapat hubungan pengetahuan personal hygiene dengan kejadian kecacingan. Kesimpulannya siswa yang memiliki pengetahuan personal hygiene yang baik dapat terhindar dari infeksi kecacingan.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Keji Beling Dan Binahong Terhadap Pertumbuhan Bakteri Penyebab Infeksi Ulkus Diabetikum HARLITA, TIARA DINI; AINA, GANEA QORRY; RUKMANA, DITA IRIANTI
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.457

Abstract

Keji beling (Strobilanthes crispus (L.) Blume) dan binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan, karena memiliki kandungan senyawa bioaktif antibakteri. Penelitian bertujuan menguji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol keji beling dan binahong terhadap pertumbuhan Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor. Uji dilakukan dengan metode Kirby Bauer menggunakan perbandingan 1:1 dengan 4 variasi konsentrasi (25 mg/mL, 50 mg/mL, 75 mg/mL, dan 100 mg/mL). Kontrol positifnya yaitu Ciprofloxacin 5 µg dan Ceftriaxone 30 µg. Analisis data penelitian ini menggunakan One Way ANOVA dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol keji beling, binahong, dan kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan K. pneumoniae, P. aeruginosa, dan S. aureus. Kombinasi ekstrak etanol keji beling dan binahong memiliki aktivitas antibakteri paling besar pada konsentrasi 100 mg/mL yaitu 105,5% terhadap pertumbuhan K. pneumoniae, 52,83% terhadap pertumbuhan P. aeruginosa, dan 12,5% terhadap pertumbuhan S. aureus.
Efektivitas Penyembuhan Luka Mencit Diabetes Dengan Pemberian Ekstrak Kombinasi Keji Beling Dan Binahong Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda Kusumawati; Harlita, Tiara Dini
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.491

Abstract

Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes mellitus. Luka ini terjadi akibat kerusakan sistem saraf dan pembuluh darah yang diakibatkan dari hiperglikemia yang tidak terkontrol. Tanaman binahong dan keji beling merupakan tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional untuk pasien diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dimana dilakukan 2 macam pengamatan yaitu pengamatan diameter luka dan juga pengamatan makroskopis terhadap kondisi luka mencit diabetes. Pemberian topikal kombinasi ekstrak keji beling dan binahong (1:1) terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka mencit diabetes. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan ekstrak yang dapat secara signifikan memperkecil diameter luka dan memperbaiki kondisi luka mencit diabetes pada hari ke 15 dibandingkan dengan kontrol.
IDENTIFIKASI CEMARAN BAKTERIOLOGI JUS BUAH ALPUKAT DI KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG Septiannur, Achmad zakky Tri; Harlita, Tiara Dini; Saputri, Maulida Julia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35932

Abstract

Jus buah alpukat telah menjadi minuman populer di kalangan mereka yang peduli terhadap gaya hidup sehat. Namun, karena nutrisi yang mendukung pertumbuhan bakteri seperti kadar gula yang terkandung di dalam nya dan faktor ekstrinsik seperti sanitasi yang kurang dapat meningkatkan risiko kontaminasi di antara pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui adanya cemaran bakteriologis jus buah alpukat di Kecamatan Samarinda Seberang dan mengidentifikasi bakteri yang tumbuh dengan alat zybio. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain observasional. Sepuluh sampel jus alpukat diambil dari lima penjual berbeda, masing-masing dengan es dan tanpa es batu. Angka Lempeng Total (ALT) dipakai dalam pengujian sampel serta identifikasi bakteri dilakukan menggunakan alat Zybio. Data analisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 sampel yang memenuhi standar dari SNI tahun 2014 No. 3719 (1 x 104 Koloni/mL) dan 9 sampel lainnya diketahui tidak memenuhi standar diatas  identifikasi bakteri pada alat zybio menunjukkan bahwa semua bakteri yang tumbuh dalam sampel adalah bakteri golongan Gram negatif, bakteri tersebut yakni ; Enterobacter asburiae, Enterobacter cloacae, Klabsiella oxytoca, Pseudomonas putida, Escherichia vulneris. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagain besar dari sampel yang diteliti masih memiliki nilai cemaran bakteri yang cukup tinggi sehingga penyebab kontaminasi dan metode sanitasi perlu diperhatikan untuk memastikan keamanan jus buah alpukat yang dikonsumsi masyarakat.
PENGARUH VARIASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN JAMU GENDONG BROTOWALI TERHADAP ANGKA LEMPENG TOTAL YANG DIJUAL DI KECAMATAN SAMARINDA UTARA Muhsinin, Amirul; Lamri, Lamri; Harlita, Tiara Dini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45138

Abstract

Jamu brotowali kaya akan khasiat yang lebih dari 65 jenis senyawa yang bermanfaat a Jamu brotowali kaya akan khasiat yang lebih dari 65 jenis senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Terdapat zat pahit pikroretin yang menjadi alasan kenapa brotowali sangat pahit. Brotowali juga memiliki kemampuan aktivitas biologis, yaitu antimalaria, antidiabetes, antiperitik, antihiperglikemik dan dapat mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular. Namun, karena jamu jarang menggunakan bahan pengawet, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk mencegah hilangnya khasiat dan perubahan tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh variasi suhu dan waktu penyimpanan terhadap Angka Lempeng Total dalam jamu gendong brotowali di Samarinda Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental dengan sampel jamu jenis brotowali yang berjumlah 2 sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan randhom sampling dengan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dari populasi yang telah diketahui. Setiap 1 sampel jamu brotowali diperlakukan dengan variasi suhu ruang dan suhu pendingin dengan lama penyimpanan yang berbeda (segera, 3 jam, dan 6 jam) dengan 3 kali pengenceran dan 3 kali pengulangan. Pengujian sampel dilakukan dengan metode Angka Lempeng Total (ALT) dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji ANOVA. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil pada suhu ruang memiliki jumlah koloni bakteri yang lebih tinggi daripada suhu pendingin. Hasil pengujian ANOVA memperoleh nilai signifikansi 0,010 (p<0,05) yang mana antara waktu dan suhu penyimpanan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan koloni bakteri dalam jamu brotowali 1 dan 2. Dapat disimpulkan bahwa minuman herbal jamu brotowali sebaiknya dikonsumsi segera dan disimpan dalam suhu pendingin dengan jangka waktu yang tidak lama untuk menghindari risiko kontaminasi mikroba.a Jamu brotowali kaya akan khasiat yang lebih dari 65 jenis senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Terdapat zat pahit pikroretin yang menjadi alasan kenapa brotowali sangat pahit. Brotowali juga memiliki kemampuan aktivitas biologis, yaitu antimalaria, antidiabetes, antiperitik, antihiperglikemik dan dapat mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular. Namun, karena jamu jarang menggunakan bahan pengawet, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk mencegah hilangnya khasiat dan perubahan tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh variasi suhu dan waktu penyimpanan terhadap Angka Lempeng Total dalam jamu gendong brotowali di Samarinda Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental dengan sampel jamu jenis brotowali yang berjumlah 2 sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan randhom sampling dengan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dari populasi yang telah diketahui. Setiap 1 sampel jamu brotowali diperlakukan dengan variasi suhu ruang dan suhu pendingin dengan lama penyimpanan yang berbeda (segera, 3 jam, dan 6 jam) dengan 3 kali pengenceran dan 3 kali pengulangan. Pengujian sampel dilakukan dengan metode Angka Lempeng Total (ALT) dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji ANOVA. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil pada suhu ruang memiliki jumlah koloni bakteri yang lebih tinggi daripada suhu pendingin. Hasil pengujian ANOVA memperoleh nilai signifikansi 0,010 (p<0,05) yang mana antara waktu dan suhu penyimpanan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan koloni bakteri dalam jamu brotowali 1 dan 2. Dapat disimpulkan bahwa minuman herbal jamu brotowali sebaiknya dikonsumsi segera dan disimpan dalam suhu pendingin dengan jangka waktu yang tidak lama untuk menghindari risiko kontaminasi mikroba. bagi kesehatan tubuh. Terdapat zat pahit pikroretin yang menjadi alasan kenapa brotowali sangat pahit. Brotowali juga memiliki kemampuan aktivitas biologis, yaitu antimalaria, antidiabetes, antiperitik, antihiperglikemik dan dapat mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular. Namun, karena jamu jarang menggunakan bahan pengawet, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk mencegah hilangnya khasiat dan perubahan tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh variasi suhu dan waktu penyimpanan terhadap Angka Lempeng Total dalam jamu gendong brotowali di Samarinda Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental dengan sampel jamu jenis brotowali yang berjumlah 2 sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan randhom sampling dengan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dari populasi yang telah diketahui. Setiap 1 sampel jamu brotowali diperlakukan dengan variasi suhu ruang dan suhu pendingin dengan lama penyimpanan yang berbeda (segera, 3 jam, dan 6 jam) dengan 3 kali pengenceran dan 3 kali pengulangan. Pengujian sampel dilakukan dengan metode Angka Lempeng Total (ALT) dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji ANOVA. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil pada suhu ruang memiliki jumlah koloni bakteri yang lebih tinggi daripada suhu pendingin. Hasil pengujian ANOVA memperoleh nilai signifikansi 0,010 (p<0,05) yang mana antara waktu dan suhu penyimpanan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan koloni bakteri dalam jamu brotowali 1 dan 2. Dapat disimpulkan bahwa minuman herbal jamu brotowali sebaiknya dikonsumsi segera dan disimpan dalam suhu pendingin dengan jangka waktu yang tidak lama untuk menghindari risiko kontaminasi mikroba.