Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN DAUN ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DUKUH PENITEN DAN SINOM DESA KARANGANOM Mega Kartika, Renika; Nuraeni, Asti; Supriyono, Mamat; Nurrahima, Artika
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit paling sering menyerang lansia. Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu secara global. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh seduhan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Jenis penelitian ini adalah menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest.Uji statistic yang digunakan pada penelitian ini adalah ujiwilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan. Hasil Paired Rank Test didapatkan hasil bahwa ada pengaruh pemberian seduhan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah hasil nilai p = 0,000 atau < 0,05 maka diartikan ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian seduhan daun alpukat pada lansia dengan hipertensi yang berarti ada pengaruh pemberian seduhan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.   Kata kunci: alpukat, tekanan darah dan lansia
EFEKTIFITAS JUS BELIMBING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI KELURAHAN TAWANGMAS BARU KECAMATAN SEMARANG BARAT Ardiyanto, Iip; Nuraeni, Asti; Supriyono, Mamat
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan tekanan darah tinggi adalah usia. Karena semakin bertambahnya usia seseorang maka pembuluh darah akan cenderung lebih kaku dan elastisitasnya akan berkurang, sehingga akan mengakibatkan tekanan darah meningkat. Salah satu cara untuk mengobati hipertensi yaitu dengan mengkonsumsi jus belimbing. Jus belimbing dapat menurunkan tekanan darah, dikarenakan adanya Kandungan Kalium, Kalsium dan Magnesium pada buah belimbing yang mampu melindungi seseorang dari hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas jus belimbing terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Kelurahan Tawangmas Baru, Kecamatan Semarang Barat. Penelitian ini dilaksanakan selama saatu minggu dengan pemberian jus belimbing satu hari satu kali. Rancangan penelitian menggunakan peelitian Quasi-Experiment menggunakan One group pre-post test design terhadap 21 responden dengan hipertensi. Uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Dari hasil uji Wilcoxon didapatkan p value tekanan darah sistolik = 0.000 dan p value tekanan darah diastolik = 0.000 maka Ha diterima, artinya ada pengaruh pemberian jus belimbing terhadap penurunan tekanan pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Tawangmas Baru Kecamatan Semarang Barat. Berdasarkan Hasil peelitian ini, peneliti menyarankan agar jus belimbing dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri terutama bagi lansia hipertensi. Kata kunci       : Jus belimbing, Penurunan tekanan darah, Lansia
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES KERJA PADA KARYAWAN DI PT.TRI CAHYA PURNAMA SEMARANG Novitasari, Ike; Nuraeni, Asti; Supriyono, Mamat
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tehnik relaksasi merupakan metode utama yang digunakan untuk mengurangi stres. Respon relaksasi Benson mengkobinasikan meditasi dan relaksasi. Selama mengulang-ulang kata atau fase, sikap merupakan hal yang essensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson untuk menurunkan stres kerja pada karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan jenis penelitian nonquivalent control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu karyawan di PT. Tri cahya purnama yang mengalami stres kerja. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling yang mdelibatkan 28 responden. Hasil uji statistik non parametric yaitu korelasi Marginal Homogenity disebabkan data yang didapat di dalam penelitian ini berbentuk ordinal. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi relaksasi benson terhadap tingkat penurunan stres kerja pada karyawan. Hasil penelitian ini dapat menjadikan masukan sebagai terapi alternatif untuk menurunkan stres kerja pada karyawan. Kata kunci : komunitas, kesehatan kerja, stres kerja, terapi relaksasi benson
PENGARUH SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN SISWA KELAS VI MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEKOLAH DI SD NEGERI KARANGJATI 01 Septiarto, Eko; Nuraeni, Asti; Supriyono, Mamat
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan atau ketakutan merupakan masalah yang umum dan biasa dirasakan oleh setiap individu. Reaksi ini sering dialami oleh anak khususnya siswa kelas VI ketika menghadapi Ujian Akhir Sekolah. Masih sedikitnya cara yang diketahui siswa untuk mengatasi kecemasannya dapat menimbulkan dampak negatif misalnya kepanikan, tidur tidak nyenyak, konsentrasi belajar menurun. Banyak sekali cara untuk mengurangi kecemasan salah satunya dengan melakukan senam otak. Senam otak merupakan suatu gerakan senam yang sederhana melalui olah tangan dan kaki yang dapat menyeimbangkan setiap bagian otak. Gerakan senam otak akan merangsang neocortex dan saraf parasimpatik sehingga dapat mengurangi peningkatan hormon adrenalin dan menurunkan kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh senam otak terhadap penurunan tingkat kecemasan siswa kelas VI menghadapi ujian akhir sekolah di SD Negeri Karangjati 01. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment pre dan post control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu 33 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner HRSA sebagai instrumennya. Analisi data yang digunakan yaitu Wilcoxon dan didapatkan hasil p-value 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa p-value (0,000) a (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam otak terhadap penurunan kecemasan yang dialami oleh siswa kelas VI menghadapi ujian akhir sekolah di SD Negeri Karangjati 01.Kata kunci : senam otak, kecemasan, ujian akhir sekolah, siswa kelas VI
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDAMPINGAN OLEH KADER DALAM PENGATURAN DIET RENDAH GARAM TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN PURWOYOSO SEMARANG Veronika, Nofita; Nuraeni, Asti; Supriyono, Mamat
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasaran keperawatan kelompok resiko khususnya lansia yang mengalami resiko terjadinya suatu penyakit perlu mendapatkan perhatian yang serius. Kader kesehatan dan penderita yang mengalami hipertensi perlu kerjasama yang kokoh demi kestabilan tekanan darah penderita hipertensi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas pelaksanaan pendampingan oleh Kader dalam pengaturan diet rendah garam terhadap kestabilan tekanan darah lansia dengan hipertensi di Kelurahan Purwoyoso Semarang. Desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan statis group comparism, jumlah sampel 52 responden dengan teknik cluster sampling. Hasil penelitian ada perbedaan yang bermakna dengan tekanan darah sistolik nilai p value 0,008 dan tekanan diastolik nilai p value 0,0001 artinya pelaksanaanpendampingan oleh Kader dalam pengaturan diet rendah garam efektif terhadap kestabilan tekanan darah lansia dengan hipertensi. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya memperbanyak jumlah sampel untuk meminimalkan faktor bias pada penelitian.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL OLEH PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI KELAS 4 DAN 5 DI SDN KALICARI 01 SEMARANG Megawati, Riris Risca; Hartati, Elis; Supriyono, Mamat
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi karies pada tahun 2007 yaitu dari 43,4% (2007) menjadi 53,2% (2013). Kemampuan menyikat gigi secara baik dan benar merupakan kunci untuk pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Perawat komunitas berpartisipasi membantu kesehatan anak di sekolah. Fungsi perawat komunitas di sekolah adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang menggosok gigi. Pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan memerlukan media, seperti media audiovisual karena mudah dimengerti oleh anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan media audiovisual oleh peer group terhadap pengetahuan menggosok gigi kelas 4 dan 5 di SDN Kalicari 01 Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan rancangan pre and post test without control. Populasi penelitian ini dengan jumlah 121 siswa. Sampel yang diambil menggunakan teknik non probability sampling yaitu sampling jenuh (total sampling). Penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks test. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil p-value 0,0001 (p-value 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audiovisual oleh peer group sangat efektif terhadap pengetahuan menggosok gigi kelas 4 dan 5. Pendidikan kesehatan lebih berpengaruh jika dilakukan oleh Peer Group karena anak usia sekolah lebih mudah belajar hal yang baru dari teman sebayanya, terutama jika diberikan secara berulang kali karena akan meningkatkan tingkat kesadaran siswa terhadap masalah kesehatan gigi.Kata Kunci : media audiovisual, peer group, pengetahuan menggosok gigi
PERAN KELUARGA SECARA INFORMAL DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PADA LANJUT USIA DENGAN DIMENSIA Meilina Wahyuningtiyas, Mikha; -, Suhadin; Supriyono, Mamat
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demensia adalah kerusakan fungsi kognitif global yang biasanya bersifat progresif dan mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas. Peran keluarga informal adalah keluarga berperan sebagai sahabat, keluarga berperan sebagai pengasuh, keluarga berperan sebagai motivator, pendamai dan penyelaras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga secara informal dalam melakukan perawatan pada lansia dengan demensia di desa bondo. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomeologis. Penelitian dilakukan di desa bondo dengan pengambilan 4 partisipan dengan melakukan indepth interview dengan alat bantu rekam suara (HP). Kemudian melakukan analisis data dengan mencari kata kunci dan kategori sehingga mendapatkan tema. Hasil penelitian didapatkan usia, genetik, toksin amiloid sebagai faktor demensia dan keluarga sebagai sahabat, keluarga sebagai motivator dan keluarga sebagai pengasuh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia, genetik dan toksin amiloid adalah faktor dari terjadi demensia dan lansia sangat membutuhkan kasih sayang dari keluarga, dengan ini keluarga dapat melakukan perannya dengan sebagai sahabat, sebagai pengasuh, sebagai motivator, dalam melakukan perawatan pada lansia dengan demensia.Kata Kunci: peran keluarga informal, lansia, demensia
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN PENDERITA DIABETES MELITUS LANSIA DALAM MEMPERTAHANKAN KESTABILAN KADAR GULA DARAH DI KELURAHAN PURWOYOSO Asti Nuraeni, Istikharoh; Nuraeni, Asti; Supriyono, Mamat
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperawatan komunitas merupakan praktek kesehatan keluarga sasarannya terdiri dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Masalah kesehatan di masyarakat adalah meningkatnya angka penderita diabetes melitus (DM) di masyarakat yaitu 0.7% (1.7 juta jiwa). Program perawatan kesehatan untuk DM adalah pendampingan keluarga dengan lima pilar (diet, latihan jasmani, pemantauan, terapi (jika diperlukan) dan pendidikan kesehatan). Keluarga diharapakan dapat mejadi mitra kerja yang tepat guna untuk penderita diabetes melitus lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas pendampingan keluarga terhadap tingkat kemandirian penderita diabetes melitus lansia dalam mempertahankan kestabilan kadar gula darah di Kelurahan Purwoyoso. Desain penelitian ini adalah pre eksperimental design dengan pendekatan the static groub comparism, jumlah sampel 44 responden (22 kelompok perlakuan dan 22 kelompok kontrol) dengan tehnik proportionate stratified random sampling. Evaluasi penelitian dilakukan pada kunjungan ke-4 setelah latihan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p value 0.0001). Artinya pendampingan keluarga efektif terhadap tingkat kemandirian keluarga dan kadar gula darah menjadi lebih stabil. Dari hasil penelitian tersebut peniliti menyarankan agar peneliti selanjutnya menggunakan kriteria sampel responden yang lebih bervariasi sehingga dapat mempresentasikan jumlah populasi pasien diabetes melitus yang sebenarnya. Kata kunci       : Pendampingan keluarga, KM, Kestabilan kadar gula darah
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN PENDERITA DIABETES MELITUS LANSIA DALAM MEMPERTAHANKAN KESTABILAN KADAR GULA DARAH DI KELURAHAN PURWOYOSO Istikharoh Asti Nuraeni; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.95 KB)

Abstract

Keperawatan komunitas merupakan praktek kesehatan keluarga sasarannya terdiri dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Masalah kesehatan di masyarakat adalah meningkatnya angka penderita diabetes melitus (DM) di masyarakat yaitu 0.7% (1.7 juta jiwa). Program perawatan kesehatan untuk DM adalah pendampingan keluarga dengan lima pilar (diet, latihan jasmani, pemantauan, terapi (jika diperlukan) dan pendidikan kesehatan). Keluarga diharapakan dapat mejadi mitra kerja yang tepat guna untuk penderita diabetes melitus lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas pendampingan keluarga terhadap tingkat kemandirian penderita diabetes melitus lansia dalam mempertahankan kestabilan kadar gula darah di Kelurahan Purwoyoso. Desain penelitian ini adalah pre eksperimental design dengan pendekatan the static groub comparism, jumlah sampel 44 responden (22 kelompok perlakuan dan 22 kelompok kontrol) dengan tehnik proportionate stratified random sampling. Evaluasi penelitian dilakukan pada kunjungan ke-4 setelah latihan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p value 0.0001). Artinya pendampingan keluarga efektif terhadap tingkat kemandirian keluarga dan kadar gula darah menjadi lebih stabil. Dari hasil penelitian tersebut peniliti menyarankan agar peneliti selanjutnya menggunakan kriteria sampel responden yang lebih bervariasi sehingga dapat mempresentasikan jumlah populasi pasien diabetes melitus yang sebenarnya. Kata kunci       : Pendampingan keluarga, KM, Kestabilan kadar gula darah
PERAN KELUARGA SECARA INFORMAL DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PADA LANJUT USIA DENGAN DIMENSIA Mikha Meilina Wahyuningtiyas; Suhadin -; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.598 KB)

Abstract

Demensia adalah kerusakan fungsi kognitif global yang biasanya bersifat progresif dan mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas. Peran keluarga informal adalah keluarga berperan sebagai sahabat, keluarga berperan sebagai pengasuh, keluarga berperan sebagai motivator, pendamai dan penyelaras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga secara informal dalam melakukan perawatan pada lansia dengan demensia di desa bondo. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomeologis. Penelitian dilakukan di desa bondo dengan pengambilan 4 partisipan dengan melakukan indepth interview dengan alat bantu rekam suara (HP). Kemudian melakukan analisis data dengan mencari kata kunci dan kategori sehingga mendapatkan tema. Hasil penelitian didapatkan usia, genetik, toksin amiloid sebagai faktor demensia dan keluarga sebagai sahabat, keluarga sebagai motivator dan keluarga sebagai pengasuh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia, genetik dan toksin amiloid adalah faktor dari terjadi demensia dan lansia sangat membutuhkan kasih sayang dari keluarga, dengan ini keluarga dapat melakukan perannya dengan sebagai sahabat, sebagai pengasuh, sebagai motivator, dalam melakukan perawatan pada lansia dengan demensia.Kata Kunci: peran keluarga informal, lansia, demensia