Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN SISWA KELAS VI MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEKOLAH DI SD NEGERI KARANGJATI 01 Eko Septiarto; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.298 KB)

Abstract

Kecemasan atau ketakutan merupakan masalah yang umum dan biasa dirasakan oleh setiap individu. Reaksi ini sering dialami oleh anak khususnya siswa kelas VI ketika menghadapi Ujian Akhir Sekolah. Masih sedikitnya cara yang diketahui siswa untuk mengatasi kecemasannya dapat menimbulkan dampak negatif misalnya kepanikan, tidur tidak nyenyak, konsentrasi belajar menurun. Banyak sekali cara untuk mengurangi kecemasan salah satunya dengan melakukan senam otak. Senam otak merupakan suatu gerakan senam yang sederhana melalui olah tangan dan kaki yang dapat menyeimbangkan setiap bagian otak. Gerakan senam otak akan merangsang neocortex dan saraf parasimpatik sehingga dapat mengurangi peningkatan hormon adrenalin dan menurunkan kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh senam otak terhadap penurunan tingkat kecemasan siswa kelas VI menghadapi ujian akhir sekolah di SD Negeri Karangjati 01. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment pre dan post control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu 33 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner HRSA sebagai instrumennya. Analisi data yang digunakan yaitu Wilcoxon dan didapatkan hasil p-value 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa p-value (0,000) < a (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam otak terhadap penurunan kecemasan yang dialami oleh siswa kelas VI menghadapi ujian akhir sekolah di SD Negeri Karangjati 01.Kata kunci : senam otak, kecemasan, ujian akhir sekolah, siswa kelas VI
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDAMPINGAN OLEH KADER DALAM PENGATURAN DIET RENDAH GARAM TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN PURWOYOSO SEMARANG Nofita Veronika; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.855 KB)

Abstract

Sasaran keperawatan kelompok resiko khususnya lansia yang mengalami resiko terjadinya suatu penyakit perlu mendapatkan perhatian yang serius. Kader kesehatan dan penderita yang mengalami hipertensi perlu kerjasama yang kokoh demi kestabilan tekanan darah penderita hipertensi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas pelaksanaan pendampingan oleh Kader dalam pengaturan diet rendah garam terhadap kestabilan tekanan darah lansia dengan hipertensi di Kelurahan Purwoyoso Semarang. Desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan statis group comparism, jumlah sampel 52 responden dengan teknik cluster sampling. Hasil penelitian ada perbedaan yang bermakna dengan tekanan darah sistolik nilai p value 0,008 dan tekanan diastolik nilai p value 0,0001 artinya pelaksanaanpendampingan oleh Kader dalam pengaturan diet rendah garam efektif terhadap kestabilan tekanan darah lansia dengan hipertensi. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya memperbanyak jumlah sampel untuk meminimalkan faktor bias pada penelitian.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL OLEH PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI KELAS 4 DAN 5 DI SDN KALICARI 01 SEMARANG Riris Risca Megawati; Elis Hartati; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.631 KB)

Abstract

Prevalensi karies pada tahun 2007 yaitu dari 43,4% (2007) menjadi 53,2% (2013). Kemampuan menyikat gigi secara baik dan benar merupakan kunci untuk pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Perawat komunitas berpartisipasi membantu kesehatan anak di sekolah. Fungsi perawat komunitas di sekolah adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang menggosok gigi. Pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan memerlukan media, seperti media audiovisual karena mudah dimengerti oleh anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan media audiovisual oleh peer group terhadap pengetahuan menggosok gigi kelas 4 dan 5 di SDN Kalicari 01 Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan rancangan pre and post test without control. Populasi penelitian ini dengan jumlah 121 siswa. Sampel yang diambil menggunakan teknik non probability sampling yaitu sampling jenuh (total sampling). Penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks test. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil p-value 0,0001 (p-value < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audiovisual oleh peer group sangat efektif terhadap pengetahuan menggosok gigi kelas 4 dan 5. Pendidikan kesehatan lebih berpengaruh jika dilakukan oleh Peer Group karena anak usia sekolah lebih mudah belajar hal yang baru dari teman sebayanya, terutama jika diberikan secara berulang kali karena akan meningkatkan tingkat kesadaran siswa terhadap masalah kesehatan gigi.Kata Kunci : media audiovisual, peer group, pengetahuan menggosok gigi
ANALISIS PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI PERNAFASAN PADA PASIEN DENGAN VENTILATOR YANG DILAKUKAN SUCTION DIRUANG ICU RS MARDI RAHAYU KUDUS Kristiani, Ari Hana; Riani, Suksi; Supriyono, Mamat
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.325 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.811

Abstract

Suction adalah tindakan untuk menjaga kepatenan jalan nafas akibat dari penumpukan sekret yang berlebih, namun tindakan suction selain memiliki manfaat juga memiliki dampak salah satunya perubahan saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan nilai saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan suction. Metode penelitian ini adalah pre-eksperiment dengan pendekatan one group pre and post test dengan teknik sampling kuota sampling. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang terpasang ventilator. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perubahan yang bermakna untuk nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan tindakan suction dengan nilai p-value 0,001 (< 0,05), namun tidak terdapat perubahan yang bermakna pada nilai frekuensi pernafasan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan suction dengan p-value 0,170 (> 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi perawat ICU dalam melakukan suction agar memperhatikan perubahan saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan sebelum dan sesudah dilakukan suction.
PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) CEGAH COVID-19 TERHADAP RESIKO SAKIT COVID-19 PADA LANSIA DI WILAYAH DESA BOLOH KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN Cindy Putri Utami; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular baru yang muncul pada akhir tahun 2019 di Wuhan China.Menurut Kemenkes RI 2020 COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak eratdan droplet (percikan cairan pada saat bersin dan batuk), tidak melalui udara. Untuk mencegahterjadinya sakit COVID-19 dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19dengan Peer Group. Penelitian ini bertujuan menganalisis adanya pengaruh penerapan Perilaku HidupBersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan Peer Group terhadap resiko sakit COVID-19 padalansia. Desain penelitian ini quasy experimental design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 78responden dengan Teknik pengambilan data purposive sampling. Uji statistic yang digunakan adalahuji willcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan Perilaku HidupBersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan Peer Group terhadap resiko sakit COVID-19 pada lansiadi wilayah Desa Boloh Kecamatan TOROH Kabupaten Grobogan. Dengan hasil nilai signifikansi hasilp value 0,0001 (< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya ada pengaruh yangsignifikan oleh penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan Peer Groupterhadap resiko sakit COVID-19 pada lansia di wilayah Desa Boloh Kecamatan Toroh KabupatenGrobogan. Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), COVID-19, Peer Group
The Healthy Clean Living Behavior (PHBS) Prevents Covid-19 with Peer Groups Towards the Risk of Covid-19 Disease in the Erderly in Boloh Village, Toroh Subdistrict, Grobogan Regency Cindy Putri Utami; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular baru yang muncul pada akhir tahun 2019 di Wuhan China.Menurut Kemenkes RI 2020 COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak eratdan droplet (percikan cairan pada saat bersin dan batuk), tidak melalui udara. Untuk mencegahterjadinya sakit COVID-19 dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID19dengan peer group. Penelitian ini bertujuan menganalisis adanya pengaruh penerapan PerilakuHidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan peer group terhadap resiko sakit COVID-19pada lansia. Desain penelitian ini quasy experimental design. Jumlah sampel pada penelitian inisebanyak 78 responden dengan Teknik pengambilan data purposive sampling. Uji statistic yangdigunakan adalah uji willcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapanPerilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan peer group terhadap resiko sakitCOVID-19 pada lansia di wilayah Desa Boloh Kecamatan TOROH Kabupaten Grobogan. Denganhasil nilai signifikansi hasil p value 0,0001 (< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yangartinya ada pengaruh yang signifikan oleh penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegahCOVID-19 dengan peer group terhadap resiko sakit COVID-19 pada lansia di wilayah Desa BolohKecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.Kata Kunci :  Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), COVID-19, Peer Group  
Hubungan Usia, Jam, dan Sikap Kerja terhadap Kelelahan Kerja Pekerja Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah Juanda Rizki Darmayanti; Prita Adisty Handayani; Mamat Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, jumlah kecelakaan kerja tahun 2011 - 2014 mengalami kenaikan. Lebih dari 65% pekerjaIndonesia datang kepoliklinik dengan keluhan kelelahan kerja. Salah satu permasalahan K3(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang dapat menjadi pemicu terjadinya kecelakaan kerja adalahkelelahan. Kelelahan kerja tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor usia, jamkerja, dan sikap kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jam kerja dan sikapkerja terhadap kelelahan kerja pekerja kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah ProvinsiJawa Tengah. Rancangan penelitian menggunakan cross- sectional. Pendekatan digunakan untukmelihat faktor resiko dengan menyebarkan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 83 responden denganteknik pengambilan sampel consecutive sampling. Uji statistik menggunakan uji chi-square dandilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat hubungan usia dengan kelelahan kerja (p value 0,001), terdapathubungan jam kerja dengan kelelahan kerja dengan p value 0,001, terdapat hubungan sikap kerjadengan kelelahan kerja (p value 0,001), dan dilakukan analisis multivariat didapatkan hasil terdapathubungan usia, jam kerja dan sikap kerja terhadap kelelahan kerja (p value <0,25). Dari ke 3 variabeltersebut, sikap kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja dengandidapatkan hasil Exp (B) 66,732 kali lebih cenderung mengalami kelelahan dibandingan denganvariabel usia dan jam kerja. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar pekerja lebih memperhatikanusia, jam kerja dan sikap kerja dengan menyesuaikan kemampuan pekerja sehingga pekerja dalammelaksanakan tugas tetap optimal dan tidak mengalami kelelahan kerja.  Kata Kunci: Kelelahan kerja, usia, jam kerja, sikap kerja.
EFEKTIVITAS EMIVO (EDUKASI MEDIA VIDIO) TERHADAP PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Sarah Nur Tri Andini; Siti Juwariyah; Mamat Supriyono
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i3.876

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap resiko triad kesehatan reproduksi antara lain kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, perkawinan dan pernikahan dini, Narkoba, dan HIV/AIDS. Masalah kesehatan reproduksi siswa terkadang diperparah dengan kurangnya pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi yang sehat. Salah satu cara pemerintah menangani masalah kesehatan reproduksi adalah melalui pendidikan. Remaja akan mendapatakan informasi yang akurat tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edukasi media vidio terhadap tingkat pengethauan kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan penelitian quasy eksperimen dengan metode one group pre-test dan post-test, responden penelitian ini sebanyak 64 responden. Teknik sampel yaitu menggunakan Random sampling. Hasil penelitian di dapatkan bahwa ada peningkatan penegtahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi media vidio kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan uji statistic marginal homogenity diketahui bahwa p-value =0,0001 (<0,05) yang bermakna terdapat efektivitas edukasi media vidio terhadap peningkatan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan penelitian ini,edukasi kesehatan repdroduksi remaja melalui vidio dapat digunakan dalam meningkatkan pengetahuan pemahaman kesehatan reproduksi remaja.
Hubungan Ketergantungan Internet dengan gangguan Interaksi Sosial pada Remaja Zudatul Diana; Siti Juwariyah; Mamat Supriyono
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i4.2434

Abstract

The internet is now a basic human need for carrying out human activities. The existence of the internet makes it easy for humans to carry out their activities, both physical and non-physical. People become dependent on the internet because of the convenience it offers. Internet dependence can cause problems in adolescent life, such as reduced interest in daily life and social interaction problems. This study aimed to determine the relationship between internet dependence and social interaction in adolescents. The method used in this study was a correlational descriptive study design, with the approach used being cross-sectional. With a total population of 307 high school students between the ages of 15 and 17, the sample in this study used the Cohen, Manion, and Morisso sampling percentage reference, yielding 143 samples at a 90% confidence level and a p-value of 0.1. This research uses a probability sampling technique using simple random sampling; the data is then analyzed using the chi-square test. The questionnaire used in this study is the Internet Addiction Disorder Questionnaire. The results showed that 87.4% of respondents experienced internet dependence, and only 12.6% of teenagers who did not experience internet dependence experienced social interactions between adolescents with parents (p 0.092), peers (p 0.042), and at school (p 0.018), but not social interaction in the community (p 0.013). Suggestions for further research include paying attention to other factors that influence social interaction besides the intensity of playing on the internet. Besides that, it can also expand the population and increase the sample size so that the research generalization becomes broader than this current study.
Efektifitas Pemberian Rebusan Daun Salam dengan Senam Hipertensi Pada Lansia Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Auliya Sina Mugna; Siti Juwariyah; Mamat Supriyono
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v1i4.2282

Abstract

Older adults are someone who is over 60 years old, which is the final stage of the development of human life, or someone who is starting to enter the stage of the aging process. This study aimed to determine the difference in effectiveness of giving bay leaf decoction with hypertension exercise to older adults with hypertension to reduce blood pressure in Karangayu, Semarang Barat, before and after the intervention. This research method used quasi-experimental pre-and post-tests for two intervention groups, 1 and 2. The sampling technique used was non-probability sampling on 74 respondents, using pre-test and post-test observation sheets with SOP for boiled bay leaves and SOP for hypertension exercises. This study showed that the average blood pressure before being given the bay leaf decoction intervention in group 1 was 89.2% with severe pain. In contrast, the average blood pressure after being given bay leaf decoction intervention was 86.5%, with mild blood pressure. For group 2, the average blood pressure before being given the hypertension exercise intervention was 94.6% with severe pain. Meanwhile, the average blood pressure after the hypertension exercise intervention was 75.7% with mild blood pressure. The results of the marginal homogeneity test obtained a P value of 0.001 (<0.05), meaning that there was a significant difference in mean between the pre-test and post-test, which affected the effect of giving bay leaf decoction with hypertension exercise on blood pressure in the older adults. Advice to health services, such as Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu), on how to provide non-drug treatment with bay leaf decoction and hypertension gymnastics, which means physical exercise and traditional medicine, as part of training for Posbindu officers in secondary prevention services for high blood pressure in older adults.