Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN SISWA KELAS VI MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEKOLAH DI SD NEGERI KARANGJATI 01 Eko Septiarto; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.298 KB)

Abstract

Kecemasan atau ketakutan merupakan masalah yang umum dan biasa dirasakan oleh setiap individu. Reaksi ini sering dialami oleh anak khususnya siswa kelas VI ketika menghadapi Ujian Akhir Sekolah. Masih sedikitnya cara yang diketahui siswa untuk mengatasi kecemasannya dapat menimbulkan dampak negatif misalnya kepanikan, tidur tidak nyenyak, konsentrasi belajar menurun. Banyak sekali cara untuk mengurangi kecemasan salah satunya dengan melakukan senam otak. Senam otak merupakan suatu gerakan senam yang sederhana melalui olah tangan dan kaki yang dapat menyeimbangkan setiap bagian otak. Gerakan senam otak akan merangsang neocortex dan saraf parasimpatik sehingga dapat mengurangi peningkatan hormon adrenalin dan menurunkan kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh senam otak terhadap penurunan tingkat kecemasan siswa kelas VI menghadapi ujian akhir sekolah di SD Negeri Karangjati 01. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment pre dan post control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu 33 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner HRSA sebagai instrumennya. Analisi data yang digunakan yaitu Wilcoxon dan didapatkan hasil p-value 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa p-value (0,000) < a (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam otak terhadap penurunan kecemasan yang dialami oleh siswa kelas VI menghadapi ujian akhir sekolah di SD Negeri Karangjati 01.Kata kunci : senam otak, kecemasan, ujian akhir sekolah, siswa kelas VI
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDAMPINGAN OLEH KADER DALAM PENGATURAN DIET RENDAH GARAM TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN PURWOYOSO SEMARANG Nofita Veronika; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.855 KB)

Abstract

Sasaran keperawatan kelompok resiko khususnya lansia yang mengalami resiko terjadinya suatu penyakit perlu mendapatkan perhatian yang serius. Kader kesehatan dan penderita yang mengalami hipertensi perlu kerjasama yang kokoh demi kestabilan tekanan darah penderita hipertensi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas pelaksanaan pendampingan oleh Kader dalam pengaturan diet rendah garam terhadap kestabilan tekanan darah lansia dengan hipertensi di Kelurahan Purwoyoso Semarang. Desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan statis group comparism, jumlah sampel 52 responden dengan teknik cluster sampling. Hasil penelitian ada perbedaan yang bermakna dengan tekanan darah sistolik nilai p value 0,008 dan tekanan diastolik nilai p value 0,0001 artinya pelaksanaanpendampingan oleh Kader dalam pengaturan diet rendah garam efektif terhadap kestabilan tekanan darah lansia dengan hipertensi. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya memperbanyak jumlah sampel untuk meminimalkan faktor bias pada penelitian.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL OLEH PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI KELAS 4 DAN 5 DI SDN KALICARI 01 SEMARANG Riris Risca Megawati; Elis Hartati; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.631 KB)

Abstract

Prevalensi karies pada tahun 2007 yaitu dari 43,4% (2007) menjadi 53,2% (2013). Kemampuan menyikat gigi secara baik dan benar merupakan kunci untuk pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Perawat komunitas berpartisipasi membantu kesehatan anak di sekolah. Fungsi perawat komunitas di sekolah adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang menggosok gigi. Pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan memerlukan media, seperti media audiovisual karena mudah dimengerti oleh anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan media audiovisual oleh peer group terhadap pengetahuan menggosok gigi kelas 4 dan 5 di SDN Kalicari 01 Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan rancangan pre and post test without control. Populasi penelitian ini dengan jumlah 121 siswa. Sampel yang diambil menggunakan teknik non probability sampling yaitu sampling jenuh (total sampling). Penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks test. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil p-value 0,0001 (p-value < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audiovisual oleh peer group sangat efektif terhadap pengetahuan menggosok gigi kelas 4 dan 5. Pendidikan kesehatan lebih berpengaruh jika dilakukan oleh Peer Group karena anak usia sekolah lebih mudah belajar hal yang baru dari teman sebayanya, terutama jika diberikan secara berulang kali karena akan meningkatkan tingkat kesadaran siswa terhadap masalah kesehatan gigi.Kata Kunci : media audiovisual, peer group, pengetahuan menggosok gigi
ANALISIS PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI PERNAFASAN PADA PASIEN DENGAN VENTILATOR YANG DILAKUKAN SUCTION DIRUANG ICU RS MARDI RAHAYU KUDUS Kristiani, Ari Hana; Riani, Suksi; Supriyono, Mamat
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.325 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.811

Abstract

Suction adalah tindakan untuk menjaga kepatenan jalan nafas akibat dari penumpukan sekret yang berlebih, namun tindakan suction selain memiliki manfaat juga memiliki dampak salah satunya perubahan saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan nilai saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan suction. Metode penelitian ini adalah pre-eksperiment dengan pendekatan one group pre and post test dengan teknik sampling kuota sampling. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang terpasang ventilator. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perubahan yang bermakna untuk nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan tindakan suction dengan nilai p-value 0,001 (< 0,05), namun tidak terdapat perubahan yang bermakna pada nilai frekuensi pernafasan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan suction dengan p-value 0,170 (> 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi perawat ICU dalam melakukan suction agar memperhatikan perubahan saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan sebelum dan sesudah dilakukan suction.
PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) CEGAH COVID-19 TERHADAP RESIKO SAKIT COVID-19 PADA LANSIA DI WILAYAH DESA BOLOH KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN Cindy Putri Utami; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular baru yang muncul pada akhir tahun 2019 di Wuhan China.Menurut Kemenkes RI 2020 COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak eratdan droplet (percikan cairan pada saat bersin dan batuk), tidak melalui udara. Untuk mencegahterjadinya sakit COVID-19 dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19dengan Peer Group. Penelitian ini bertujuan menganalisis adanya pengaruh penerapan Perilaku HidupBersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan Peer Group terhadap resiko sakit COVID-19 padalansia. Desain penelitian ini quasy experimental design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 78responden dengan Teknik pengambilan data purposive sampling. Uji statistic yang digunakan adalahuji willcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan Perilaku HidupBersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan Peer Group terhadap resiko sakit COVID-19 pada lansiadi wilayah Desa Boloh Kecamatan TOROH Kabupaten Grobogan. Dengan hasil nilai signifikansi hasilp value 0,0001 (< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya ada pengaruh yangsignifikan oleh penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan Peer Groupterhadap resiko sakit COVID-19 pada lansia di wilayah Desa Boloh Kecamatan Toroh KabupatenGrobogan. Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), COVID-19, Peer Group
The Healthy Clean Living Behavior (PHBS) Prevents Covid-19 with Peer Groups Towards the Risk of Covid-19 Disease in the Erderly in Boloh Village, Toroh Subdistrict, Grobogan Regency Cindy Putri Utami; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular baru yang muncul pada akhir tahun 2019 di Wuhan China.Menurut Kemenkes RI 2020 COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak eratdan droplet (percikan cairan pada saat bersin dan batuk), tidak melalui udara. Untuk mencegahterjadinya sakit COVID-19 dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID19dengan peer group. Penelitian ini bertujuan menganalisis adanya pengaruh penerapan PerilakuHidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan peer group terhadap resiko sakit COVID-19pada lansia. Desain penelitian ini quasy experimental design. Jumlah sampel pada penelitian inisebanyak 78 responden dengan Teknik pengambilan data purposive sampling. Uji statistic yangdigunakan adalah uji willcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapanPerilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegah COVID-19 dengan peer group terhadap resiko sakitCOVID-19 pada lansia di wilayah Desa Boloh Kecamatan TOROH Kabupaten Grobogan. Denganhasil nilai signifikansi hasil p value 0,0001 (< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yangartinya ada pengaruh yang signifikan oleh penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) cegahCOVID-19 dengan peer group terhadap resiko sakit COVID-19 pada lansia di wilayah Desa BolohKecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.Kata Kunci :  Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), COVID-19, Peer Group  
Hubungan Usia, Jam, dan Sikap Kerja terhadap Kelelahan Kerja Pekerja Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah Juanda Rizki Darmayanti; Prita Adisty Handayani; Mamat Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, jumlah kecelakaan kerja tahun 2011 - 2014 mengalami kenaikan. Lebih dari 65% pekerjaIndonesia datang kepoliklinik dengan keluhan kelelahan kerja. Salah satu permasalahan K3(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang dapat menjadi pemicu terjadinya kecelakaan kerja adalahkelelahan. Kelelahan kerja tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor usia, jamkerja, dan sikap kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jam kerja dan sikapkerja terhadap kelelahan kerja pekerja kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah ProvinsiJawa Tengah. Rancangan penelitian menggunakan cross- sectional. Pendekatan digunakan untukmelihat faktor resiko dengan menyebarkan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 83 responden denganteknik pengambilan sampel consecutive sampling. Uji statistik menggunakan uji chi-square dandilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat hubungan usia dengan kelelahan kerja (p value 0,001), terdapathubungan jam kerja dengan kelelahan kerja dengan p value 0,001, terdapat hubungan sikap kerjadengan kelelahan kerja (p value 0,001), dan dilakukan analisis multivariat didapatkan hasil terdapathubungan usia, jam kerja dan sikap kerja terhadap kelelahan kerja (p value <0,25). Dari ke 3 variabeltersebut, sikap kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja dengandidapatkan hasil Exp (B) 66,732 kali lebih cenderung mengalami kelelahan dibandingan denganvariabel usia dan jam kerja. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar pekerja lebih memperhatikanusia, jam kerja dan sikap kerja dengan menyesuaikan kemampuan pekerja sehingga pekerja dalammelaksanakan tugas tetap optimal dan tidak mengalami kelelahan kerja.  Kata Kunci: Kelelahan kerja, usia, jam kerja, sikap kerja.
EFEKTIVITAS EMIVO (EDUKASI MEDIA VIDIO) TERHADAP PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Sarah Nur Tri Andini; Siti Juwariyah; Mamat Supriyono
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i3.876

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap resiko triad kesehatan reproduksi antara lain kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, perkawinan dan pernikahan dini, Narkoba, dan HIV/AIDS. Masalah kesehatan reproduksi siswa terkadang diperparah dengan kurangnya pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi yang sehat. Salah satu cara pemerintah menangani masalah kesehatan reproduksi adalah melalui pendidikan. Remaja akan mendapatakan informasi yang akurat tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edukasi media vidio terhadap tingkat pengethauan kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan penelitian quasy eksperimen dengan metode one group pre-test dan post-test, responden penelitian ini sebanyak 64 responden. Teknik sampel yaitu menggunakan Random sampling. Hasil penelitian di dapatkan bahwa ada peningkatan penegtahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi media vidio kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan uji statistic marginal homogenity diketahui bahwa p-value =0,0001 (<0,05) yang bermakna terdapat efektivitas edukasi media vidio terhadap peningkatan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan penelitian ini,edukasi kesehatan repdroduksi remaja melalui vidio dapat digunakan dalam meningkatkan pengetahuan pemahaman kesehatan reproduksi remaja.
Pengaruh Air Rebusan Daun Sirsak Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Lansia Dengan Gout Arthritis Niva Juliana; Siti Juwariyah; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 3 (2023): September : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v2i3.1883

Abstract

The older adults get, the greater the risk of someone getting gout. It is caused by a decrease in hormone levels when the hormone oestrogen decreases in the body; there is only a tiny amount of the hormone oestrogen, which helps remove uric acid through the urine and can cause the disposal of uric acid to become uncontrolled, resulting in a buildup of degenerative diseases, one of which is gout. One of the non-pharmacological actions that can be used to reduce uric acid levels is by giving soursop leaf boiled water. This study aims to determine the effect of soursop leaf-boiled water on reducing uric acid levels in the elderly before and after the intervention. This research method used quasi-pre- and post-testing in the intervention group. The sampling technique used was random sampling of 65 respondents using an observation sheet with SOP for soursop leaf stew. The analysis showed that the average uric acid level before giving soursop leaf decoction was 42.2%, with high uric acid levels. While the average high uric acid level after administration of soursop leaf-boiled water is 12.3% with moderate uric acid levels and as much as 87.7% with average or low uric acid levels, The results of the marginal homogeneity test obtained a P value of 0.001 (<0.05), meaning that there was a significant difference in mean between the pretest and post-test, which affected giving soursop leaf boiled water to reduce uric acid levels in the elderly—suggestions for health services to provide facilities to health service workers so they can apply traditional medicine.
Effects of Group Activity Therapy: Planting and Drawing on Decreasing Depression Rates In the elderly with Non-Communicable Diseases (NCDs) Nuraeni, Asti; Putri Agustina C, Ellia; Supriyono, Mamat
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 13 No 03 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 13 Number 03 September
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiiki.v13i03.2719

Abstract

Background: The elderly experience physical and psychosocial changes that result in non-communicable diseases. The impact of the elderly experiencing a health problem causes depression. Elderly with NCDs who experience depression need tertiary prevention. Level prevention that can be done aims to improve the quality of life. Objectives: The purpose of this study was to determine the effect of group activity therapy on reducing the level of depression in the elderly with non-communicable diseases. Methods: This research method used a quasy experimental pre & post test design in one intervention group. The sampling technique used was simple random sampling with a total of 58 respondents. The statistical test used is the Wilxocon test. Results: The results showed that there was a significant effect before and after being given group activity therapy by planting and drawing on a decrease in the level of depression in the elderly with a p-value = 0.001 (p ≤ 0.05). Conclusion: There is an influence between group activity therapy by planting and drawing on a decrease in the level of depression in the elderly. The implications of the results of this study are group activity therapy carried out on the elderly with NCDs can be carried out periodically through monthly activities in the community.