Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal IMAJI

Films Using Local Wisdom as a Source of Creative Inspiration (one way to film with an Indonesian identity) Suryanto, Hari
IMAJI Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v12i3.59

Abstract

Indonesia adalah negeri yang di anugerahi dengan berbagai seni budaya, adat istiadat, bahasa dan suku-suku bangsa. Potensi kekayaan ini dapat dijadikan media untuk dasar penciptaan kreatifitas. Film adalah media yang memiliki kempuan menyampaikan sebuah pesan dan nilai dengan bahasa yang mudah diterima oleh penontonya. Dewasa ini belum banyak film dengan mengadaptasi kekayan kearifan lokal ini sebagai dasar penciptaan. Jika dicermati lebih jauh, film dapat dijadikan media diplomasi ke wilayah yang lebih luas untuk dalam berstategi melalui kebudayaan. Hal ini penting bagi sebuah negara untuk berkomunikasi dengan banyak bangsa dalam rangka menjalin keharmonisan melalui budaya dan nilai yang terkandung didalamnya. Disamping hal tersebut film dengan mengadaptasi kearifan lokal dalam dasar penciptaanya akanmenjadi media literasi bagi generasi penerus bangsa ini untuk mengenal budayanya sendiri, sehingga generasi ini akan memiliki akar budaya kuat. Disamping hal tersebut dengan menggunakan kearifan lokal sebagai media dasar penciptaanya makan tidak menutup kemungkinan film negeri ini akan menemukan karakter ke Nusantaraanya.
Pergelaran Film Setan Jawa Representasi Film Yang Menggunakan Kearifan Lokal Sebagai Strategi Menuju Film Beridentitas Nusantara Suryanto, Hari
IMAJI Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i1.102

Abstract

Pergelaran film Setan Jawa mengingatkankita pada era pertunjukan film bisu pada awal pertunukan film ditemukan. Istilah film bisu dipergunakan untuk menggambarkan film yang diproduksi tanpa dialog dan rekaman suaradari periode sebelum diperkenalkannya film y ang sudah memiliki suara. Pergelaran film pada era itu masih diiringi oleh musik sebagai ilustrasi untukmemperkuat suasana dan narasi pada film. Demikian juga pada pergelaran flm Setan Jawa karya Sutradara Garin Nugroho yang memadukan filmbisu dengan ensemble gamelan. Sebuah pergelaran film dengan gamelan yang saling melengkapi dan mendukung dalam membangun ambience dan narasi. Pergelaran Film Setan Jawa berkisah tentang cinta yang berakhir dengan tragedi yang mengenaskan. Ruang waktu kejadian abad 20 ditandai dengan lahirnya era industri 1.0 yang membuat kekayaan tanah Jawa ini menjadi ekploitasi para pemilik modal besar dan bangsawan. Dampak dari hal tersebut membuat masyarakat menempuh jalan mistik dalam melakukan perlawanan terhadap kondisi sosial, salah satu dari cara mistik itu adalah Pesugihan Kandang Bubrah. Pergelaran Film Setan Jawa hadir memberikan menjadi sebuah representasi Film yang menggunakan kearifan lokal sebagai cara bertutur dalam narasinya. Secara sinematik pergelaran film Setan jawa mengadaptasi bentuk pergelaran wayang kulit. Pergelaran Film Setan Jawa merupakan strategi soft Diplomacy yang dilakukan Garin Nugroho melalui gagasan kreatif memadukan film dan ensemble gamelan. Pergelaran Film Setan Jawa sebuah gerakan menuju film berkarakter Nusantara.