Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DAMPAK PM2,5 TERHADAP JUMLAH KASUS RAWAT JALAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS DI KOTA BENGKULU Susilo Wulan; Liza Lidiawati; Dirhan Dirhan; Dian Dwiana Maydinar
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2790

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Faktor risiko utamanya adalah merokok dan paparan polusi udara, terutama partikel halus (PM2.5), yang dihasilkan dari pembakaran bahan fosil dan aktivitas industri. Kota Bengkulu mengalami peningkatan kadar PM2.5 yang konsisten antara tahun 2022 hingga 2023, dengan dampak signifikan terhadap kesehatan pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan PM2.5 terhadap kasus rawat jalan pasien PPOK di Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan time series, memanfaatkan data konsentrasi PM2.5 dari BMKG Pulau Baai serta data kasus rawat jalan PPOK dari BPJS Kesehatan Bengkulu selama tahun 2021-2023. Uji korelasi Pearson dan regresi sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan antara konsentrasi PM2.5   dan kasus rawat jalan pasien PPOK.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan konsentrasi PM2.5 dari 18 µg/m³ pada tahun 2021 menjadi 24 µg/m³ pada tahun 2023, yang diikuti dengan peningkatan kunjungan rawat jalan dari 457 kasus pada tahun 2021 menjadi 601 kasus pada tahun 2023. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y=30,35+23,82 (PM2.5), dengan nilai R² sebesar 0,998 dan p-value 0,025, yang menunjukkan bahwa peningkatan 1 µg/m³ konsentrasi PM2.5 dapat meningkatkan kasus rawat jalan PPOK sebanyak 24 kasus.Kesimpulan: Paparan PM2.5 berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kunjungan rawat jalan pasien PPOK di Bengkulu. Pengendalian kualitas udara melalui penurunan konsentrasi PM2.5 sangat penting untuk mengurangi beban kesehatan masyarakat, terutama pada pasien dengan kondisi pernapasan kronis seperti PPOK. Rekomendasi kebijakan untuk peningkatan kualitas udara perlu diimplementasikan untuk mengurangi dampak kesehatan jangka panjang.Kata Kunci: PM2.5 ;  PPOK; Rawat Jalan;  Polusi Udara;  Kualitas Udara.
HUBUNGAN INFORMED CONCENT TENTANG PERSIAPAN OPERASI DENGAN KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF DI RSUD LAHAT Neni Triana; Dodi Irawan; Dian Dwiana Maydinar; Sukriansyah Sukriansyah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30963

Abstract

Preoperative procedures dapat menimbulkan stres fisiologis dan psikologis yang memicu kecemasan. Kecemasan preoperatif ditandai respon fisiologis (palpitasi, hipertensi, sesak napas) dan perilaku (gelisah, tremor) yang dapat menghambat penatalaksanaan bedah. Faktor penyebab meliputi predisposisi (mekanisme koping, kepribadian, biologis) dan presipitasi (ancaman fisik maupun psikologis). Penelitian terdahulu menunjukkan kecemasan preoperatif umumnya tinggi dan dipengaruhi mekanisme koping serta dukungan keluarga. Salah satu upaya efektif mengurangi kecemasan adalah pemberian informasi perioperatif melalui komunikasi yang baik. Namun, pelaksanaannya sering terkendala di poli. Berdasarkan hal tersebut, peneliti meneliti hubungan informed consent dengan kecemasan pasien preoperatif di RSUD Lahat, Tujuan: mengetahui Hubungan Informed Concent tentang Persiapan Operasi dengan Kecemasan Pasien Pre Operatif di RSUD Lahat, Metode Penelitian: metode penggumpulan data cross-sectional, jenis penelitian ini melibatkan penggumpulan data tentang frekuensi variabel independen dan tergantung hanya sekali dalam satu hari, Hasil: didapatkan hubungan yang signifikan antara pemberian informed concent dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Lahat Tahun 2025 dengan p-value=0,036 dengan korelasi -0,333, Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian informed concent dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Lahat Tahun 2025.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN SELF CARE PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Neni Triana; Loren Juksen; Dian Dwiana MAydinar; Anggun Cahya Utami
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3211

Abstract

Penyakit   diabetes   mellitus   merupakan   penyakit   yang   berbahaya   dan   bisamembawa masalah serius bagi kesehatan self efficacy adalah keyakinan dalam diri sesorang  terhadap  kemampuan  untuk  melakukan  perilaku  untuk  mendapatkan suatu  tujuan  tertentu  sedangan  self  care  adalah  tindakan  membantu mengendalikan gula darah yang dapat menghasilkan kondisi kesehatan yang lebih baik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan self care Pada Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 juli – 22 agustus 2024.menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional , sampel penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus Yang Rawat Jalan Diwilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu sebanyak 45 responden hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p= 0,006 karena nilai p<0,05 yang menunjukan maka ada hubungan yang signifikan antara Self-Efficacy Dengan Self Care Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2024. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Self Efficacy,Self Care
PENGARUH MIRROR THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RUANG MADINAH RSUD HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Neni Triana; Fernalia Fernalia; Dian Dwiana Maydinar; Rheka Wahyuni Khorisma Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30666

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh darah sehingga mengakibatkan aliran darah dan oksigen yang menuju ke otak mengalami hambatan, Mirror Therapy adalah bentuk citra motorik di mana cermin digunakan untuk menyampaikan rangsangan visual ke otak melalui pengamatan bagian tubuh yang tidak terpengaruh saat ia melakukan serangkaian gerakan.Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh  mirror therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Desain penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design. Pengambilan sample yang digunakan yaitu accidental sampling. Mirror therapy dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari.Hasil penelitian uji yaitu Wilcoxon  yang mana diperoleh statistik Wilcoxon Z = -3,471 dengan p-value =0,001. Karena p-value < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak yang bermakna bahwa Ada pengaruh mirror therapy terhadap kekuatan otot ekstermitas atas  pada pasien stroke non hemoragik di Ruang Madinah RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari 17 responden setelah dilakukan mirror pada hari ke-3 sebanyak  2 pasien (12%) memiliki kekuatan otot skala 1,3 pasien (18%) memiliki kekuatan otot skala 2, 4 orang (23%) memiliki kekuatan otot skala 3, 7 orang (41%) memiliki kekuatan otot skala 4 dan 1 orang lainnya (6%) memiliki kekuatan otot skala 4.Ada pengaruh antara Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Rungan Madinah RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang terapi cermin (mirror therapy) dan hal-hal yang menjadi penghambat dan keberhasilan terapi sehingga mampu memberikan asuhan keperawatan secara optimal pada pasien stroke dengan Tindakan terapi cermin (mirror therapy). Kata Kunci: Stroke, Kekuatan Otot, Mirror Therapy  
PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG SAFA RSUD HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Dian Dwiana Maydinar; Loren Juksen; Neni Triana; Cici Sintia Wulandari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2944

Abstract

Kepuasan pasien adalah tingkat kepuasan yang dialami pasien sebagai akibat dari proses pemberian pelayanan kesehatan yang memenuhi harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Ruang Safa RSUD Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini mengunakan survey analitik yaitu penelitian yang dilakukan untuk memproleh gambaran tentang variable idependen dan variable dependen dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah keseluruhan yang berkunjung di Ruangan Rawat Inap ruang Safa RSHD Kota Bengkulu  pada bulan juli 2023. Pengambilan sampel dengan mengunakan tehnik accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate dengan Contingensi Coeffient (C). Hasil dari penelitian ini Dari 30 responden diketahui Dari 11 orang pelayanan keperawatan kurang baik terdapat 5 (45,5%) orang pasien kurang puas dan 6 (54,5%)  orang pasien puas; Dari 30 responden diketahui dari 19 (94,7%) orang pelayanan keperawatan baik terdapat 1 (5,3%) orang pasien kurang puas dan 18 (94,7%) orang pasien puas; Ada hubungan yang signifikan antara pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di ruang safa RSUD harapan dan doa kota Bengkulu.