Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Risk Factors Related to Hypertension in Children Shyella E. Ngantung; Adrian Umboh; Jeanette I. Ch. Manoppo
e-CliniC Vol. 10 No. 2 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i2.37708

Abstract

Abstract: Hypertension is a serious health problem, not only because of its increasing incidence but also due to its morbidity and mortality. Although children often experience an increase in blood pressure, it is very difficult and even cannot be determined early. Therefore, the increase in blood pressure can persist into adulthood and results in hypertension and coronary heart disease. This is influenced by several risk factors that can support the occurrence of hypertension in children. This study aimed to determine the risk factors associated with the incidence of hypertension. This was a literature review study using two databases namely Pubmed and Google Scholar and the keywords were risk factor AND hypertension AND children. The results obtained that there was a relationship between hypertension with nutritional status (obesity), excessive salt consumption, poor physical activity, smoking behavior, poor sleep quality, family history of hypertension, and male sex. In conclusion, there are a variety of risk factors related to hypertension, and obesity is the dominant one.Keywords: risk factor; hypertension; children Abstrak: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius, bukan saja karena angka kejadian-nya yang meningkat melainkan karena morbiditas dan mortalitas yang diakibatkannya. Anak seringkali mengalami peningkatan tekanan darah akan tetapi sangat sulit bahkan tidak dapat ditentukan sejak dini sehingga peningkatan tekanan darah dapat menetap hingga dewasa dan mengakibatkan hipertensi dan penyakit jantung koroner. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang dapat mendukung terjadinya hipertensi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Jenis penelitian ini ialah suatu literature review dengan menggunakan dua database yaitu Pubmed and Google Scholar dengan kata kunci risk factor AND hypertension AND children. Hasil penelitian mendapatkan bahwa terdapat hubungan antara hipertensi dengan status gizi lebih (obesitas), konsumsi garam berlebih, aktivitas fisik kurang, perilaku merokok, kualitas tidur buruk, riwayat hipertensi keluarga, dan jenis kelamin laki-laki. Simpulan penelitian ini ialah terdapat berbagai factor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi dengan obesitas sebagai faktor risiko yang dominan.Kata kunci: faktor risiko; hipertensi; anak
Relationship between Knowledge, Attitude, and Preventive Measures against Dengue Hemorrhagic Fever in Community Istiyarsih Sillia; Adrian Umboh; Novie H. Rampengan
e-CliniC Vol. 10 No. 2 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i2.37741

Abstract

Abstract: North Sulawesi Province is included in the category with the highest cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Indonesia. This study aimed to evaluate the relationship between know-ledge, attitude, and preventive measures against DHF in the community. Thia was an analytical and descriptive study with a cross sectional design. Respondents were people who lived in Puskesmas (primary health center) Kelurahan Sario Kotabaru Kota Manado area. There were 89 respondents in this study obtained by using incidental sampling technique. The results showed that DHF occurred in 5 respondents (5.6%). The majority of respondents had moderate knowledge (52.8%), agreeable attitude (70.8%), and moderate preventive measures (55.1%). Bivariate analysis resulted in significant relationship between knowledge and the occurrence of DHF (p=0.020); attitude and the occurrence of DHF (p=0.001); and preventive measures and the occurrence of DHF (p=0.016). Multivariate analysis using linear regression showed that attitude was the most related factor to DHF occurrence (Exp B=-0.034, regression coefficient =-0.140, p= 0.002). In conclusion, there is a relationship between knowledge, attitude, and preventive measures with DHF occurrence. Attitude is the most related factor to the occurrence of DHF in the community at Puskesmas Kotabaru area. Keywords: dengue hemorrhagic fever (DHF); knowledge; attitude; preventive measures Abstrak: Sulawesi Utara termasuk dalam salah satu provinsi di Indonesia dengan kategori kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan masyarakat terhadap DBD. Jenis penelitian ialah analitik deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah masyarakat di wilayah Puskesmas Kelurahan Sario Kotabaru Kota Manado sebanyak 89 orang diperoleh dengan menggunakan teknik sampling insidental. Hasil penelitian menunjukkan kejadian DBD terdapat pada 5 responden (5,6%). Responden paling banyak terdistribusi pada pengetahuan cukup (52,8%), sikap setuju (70,8%), tindakan pencegahan cukup (55,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kejadian DBD (p=0,020), sikap dengan kejadian DBD (p=0,001), dan tindakan pencegahan dengan kejadian DBD (p=0,016). Analisis multivariat menggunakan regresi liniear mendapatkan bahwa sikap merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian DBD (Exp B=-0,034, koefisien regresi=-0,140, dan nilai p=0,002). Simpulan penelitian ini ialah pada masyarakat di wilayah Puskesmas Kelurahan Sario Kotabaru terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan dengan kejadian DBD. Sikap merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian DBD.Kata kunci: demam berdarah dengue (DBD); pengetahuan; sikap; tindakan pencegahan
Gambaran Klinik dan Laboratorium Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus pada Anak Mumtaza A. Azmiyatie; Adrian Umboh; Valentine umboh
e-CliniC Vol. 12 No. 1 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i1.45235

Abstract

Abstract: Acute post-streptococcal glomerulonephritis (APSGN) is the most common form of acute glomerulonephritis (AGN) that often occurs in children caused by group A β-hemolytic streptococcal infection. This disease is a common cause of child morbidity and mortality in low and middle-income countries. APSGN has a typical clinical features such as nephritic symptoms and the diagnosis is confirmed by laboratory tests. This study aimed to determine the clinical features and laboratory findings of acute post-streptococcal glomerulonephritis in children. This was a literature review study with journal searching using two databases, namely Google Scholar and Pubmed. The results obtained 14 research articles related to clinical features and laboratory findings in children with acute post-streptococcal glomerulonephritis. From the 14 research articles, it is concluded that the most frequent clinical features found in this study were edema, hypertension, hematuria, and oliguria, and the laboratory tests that were most frequently performed and found were an increase in ASTO or positive ASTO, microscopic hematuria, and a decrease in C3 levels. Keywords: group A β-hemolytic Streptococcus; acute post-streptococcal glomerulonephritis; antistreptolysin O; C3 complement; pediatric patients   Abstrak: Glomerulonefritis akut pasca streptokokus (GNAPS) merupakan bentuk paling umum dari glomerulonefrtis akut (GNA) yang sering terjadi pada anak yang terinfeksi group A β-hemolytic streptococcus. Penyakit ini menjadi penyebab umum morbiditas dan mortalitas anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah. GNAPS memiliki gambaran klinik yang khas seperti gejala nefritik, dan diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinik dan laboratorium glomerulonefritis akut pasca streptokokus pada anak. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian jurnal dilakukan menggunakan dua database, yaitu Google Scholar dan PubMed. Hasil penelitian mendapatkan 14 artikel jurnal yang memiliki data mengenai gambaran klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium pada anak dengan GNAPS. Simpulan dari ke-14 artikel jurnal tersebut ialah gambaran manifestasi klinis yang paling sering ditemukan ialah edema, hipertensi, hematuria, dan oliguria. Pemeriksaan laboratorium yang paling banyak dilakukan dan ditemukan ialah peningkatan ASTO atau ASTO positif, ditemukannya hematuria mikroskopik, dan penurunan kadar C3 Kata kunci: group A β-hemolytic streptococcus; glomerulonefritis akut pasca streptokokus; antistreptolisin O; komplemen C3; pasien anak