Suryono Yudha Patria
Department Of Pediatrics, Faculty Of Medicine, Public Health, And Nursing, Universitas Gadjah Mada/Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta, Central Java

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Ketepatan Waktu Pelayanan Skrining Hipotiroidism Kongenital di Yogyakarta Rini Anggraini; Suryono Yudha Patria; Madarina Julia
Sari Pediatri Vol 18, No 6 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.584 KB) | DOI: 10.14238/sp18.6.2017.436-42

Abstract

Latar belakang. Deteksi dan pengobatan dini hipotiroid kongenital dapat mengurangi risiko terjadinya disabilitas intelektual, sehingga ketepatan waktu pelayanan merupakan kunci keberhasilan program skrining hipotiroid kongenital (SHK) pada bayi baru lahir. Tujuan. Mengevaluasi pelaksanaan program SHK pada bayi baru lahir di Yogyakarta tahun 2013-2015. Metode. Data ketepatan waktu pengambilan, pengiriman spesimen ke laboratorium dan data umpan balik hasil skrining dikumpulkan melalui catatan dan pelaporan program di fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan Laboratorium Patologi Klinik FK UGM. Hasil. Persentase pengambilan spesimen yang tidak tepat waktu pada kelompok dana pemerintah (25%-32%) lebih besar daripada kelompok dana mandiri (11%-15%). Persentase pengiriman spesimen ke laboratorium yang tidak tepat waktu dari kelompok dana pemerintah (38%-45%) lebih besar daripada kelompok dana mandiri (7%-11%). Hasil tes TSH tinggi diterima oleh Dinas Kesehatan Provinsi DIY/Patologi Klinik UGM ketika usia bayi sudah lebih dari 2 minggu, sedangkan hasil tes yang tidak terbaca diterima ketika usia bayi 22-59 hari. Kesimpulan. Setelah dilaksanakan hampir 10 tahun, cakupan program skrining hipotiroid kongenital di Yogyakarta baru mencapai 10% bayi baru lahir. Masih banyak terjadi ketidaktepatan waktu pelayanan. Alur jejaring kerjasama program juga kurang efisien.
Faktor Risiko Sekuele Meningitis Bakterial pada Anak Muriana Novariani; Elisabeth Siti Herini; Suryono Yudha Patria
Sari Pediatri Vol 9, No 5 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.409 KB) | DOI: 10.14238/sp9.5.2008.342-7

Abstract

Latar belakang. Mortalitas akibat meningitis bakterial menurun dengan ditemukan antibotik yang potendan penanganan yang baik pada saat pasien kritis. Walaupun demikian, sekuele akibat meningitis bakterialmasih tinggi, sekitar 50%-65% di negara berkembang.Tujuan. Mengetahui faktor risiko yang terkait dengan sekuele pada pasien meningitis bakterial yangbertahan hidup.Metode. Penelitian kasus kontrol dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, RSUD Banyumas dan RSU SuradjiTirtonegoro Klaten. Kasus adalah pasien yang terdiagnosis meningitis bakterial pada tahun 2003 – 2006yang hidup dengan sekuele. Kontrol adalah pasien meningitis bakterial yang hidup tanpa sekuele. Datadiambil dari catatan medis, luaran ditetapkan setelah 6 bulan.Hasil. Terdapat 78 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwafaktor risiko yang terkait dengan meningitis bakterial adalah kejang >30 menit saat masuk rumah sakit(OR 4,29; IK 95% 1,38–12,99), PCS (Pediatrics Coma Scale) <8 (OR 3,76 ; IK 95% 1,15-12,28), dankejang yang tidak terkontrol >72 jam (OR 5,24 ; IK 95% 1,49–18,43). Onset - gejala >48 jam mempunyaiOR 2,43 (IK 95% 0,73 – 8,13).Kesimpulan. Kejang >30 menit saat masuk rumah sakit, PCS <8, dan kejang yang tidak terkontrol >72 jammerupakan faktor risiko yang indipenden untuk menimbulkan sekuele.