Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMANFAATAN SISA HASIL POTONGAN KAYU MAHONI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DENGAN PEREKAT TEPUNG TAPIOKA Suseno, Hadi Prasetyo; Sukmawati, Paramita Dwi
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 13 No 2 Februari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran serbuk arang dan jumlah perekat yang optimal berdasarkan pengamatan kadar air, kadar abu, dan nilai kalor pada briket bioarang. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan baku mutu briket sesuai SNI 01-6235-2000 tentang briket kayu, kadar air maksimal 8% b/b, kadar abu 8% b/b, dan nilai kalor minimal 5000 Kal/g. Sampling kayu diambil di Kecamatan Pecangan Kulon RT 04 RW 03 Kabupaten Jepara, diambil dari kumpulan sisa proses penggergajian kayu mahoni. Sampling dilakukan pada bulan Agustus 2018. Proses pengovenan dilakukan untuk menurunkan kadar air pada sisa hasil potongan kayu mahoni dengan suhu 600 selama 15-20 menit dan dilanjutkan dengan proses pirolisis agar sisa hasil potongan kayu mahoni menjadi serbuk arang dengan suhu ± 300 °C. Serbuk arang divariasikan dengan ukuran 10, 20, 30, 40, dan 50 mesh dan dicampur perekat masing-masing 6%. Setelah hasil optimal didapatkan, divariasikan kembali dengan jumlah perekat 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Pengamatan vairiasi ukuran serbuk arang menunjukan hasil yang optimal pada ukuran 20 mesh, dengan kadar air 5,96%, kadar abu 3,27%, dan nilai kalor 6196,38 Kal/g. Variabel variasi perekat menunjukan hasil yang optimal pada jumlah perekat 2% dengan hasil kadar air 5,78%, kadar abu 2,66%, dan nilai kalor 6.282,24 Kal/g. Secara keseluruhan kualitas briket bioarang sisa hasil potongan kayu mahoni memiliki kadar air, kadar abu, dan nilai kalor cukup baik, sehingga briket bioarang sisa hasil potongan kayu mahoni dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS JERAPAN Pb DALAM PARTIKULAT OLEH POHON TANJUNG (Mimusops elengi) DAN POHON BUNGUR (Lagerstroemia) (STUDI KASUS DI JALAN TIMOHO YOGYAKARTA) Sunarsih, Sri; Suseno, Hadi Prasetyo; Fajri, Muhammad Aulia
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 1 Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i1.3258

Abstract

The ability of plants to absorb metallic pollutants varies. The research has been conducted to compare the effectiveness of Tanjung (Mimusops elengi) and Bungur (Lagerstroemia) plants in absorbing Pb metal in particulate matter. The effect of location and leaf height on the effectiveness of pollutant uptake was also observed. Sampling was carried out in July 2020-September 2020 by taking leaves that were not too dark or light in color. Leaves taken at heights 3, 6, and 9 m on Timoho side Street. The particulate and leaf samples were digested and then analyzed their Pb levels using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed that the Tanjung plants with denser leaves captured more particulate deposits than the Bungur plants. This plant is also more effective at absorbing and accumulating Pb metal, which is indicated by the ratio of Pb metal in the leaves to Pb in particulates which is higher than the Bungur plant. These results were consistent for each sampling period, at each location and each crown height.
SISTEM JARINGAN PERPIPAAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERUPUK KULIT SECARA KOMUNAL (STUDI KASUS PADA SENTRA INDUSTRI KERUPUK KULIT DUSUN CEGOKAN, DESA WONOLELO, KECAMATAN PLERET, KABUPATEN BANTUL) Hastutiningrum, Sri; Suseno, Hadi Prasetyo; Ramadhan Topo, Rahmat
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 1 Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i1.3611

Abstract

Dusun Cegokan, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul terdapat 11 industri kerupuk kulit (krecek) rumahan yang melakukan produksi hampir setiap hari dengan menghabiskan bahan baku berupa kulit kerbau maupun sapi sebanyak ± 2 kwintal/hari, dan menghasilkan limbah rata-rata sebesar 16,438 m3/hari. Air limbah yang dihasilkan dibuang ke sungai tanpa dilakukan proses pengolahan air limbah. Beberapa industri belum mempunyai sistem perpipaan untuk menyalurkan limbah yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebuah perencanaan Sistem Perpipaan Air Limbah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tahap perencanaan sistem perpipaan air limbah meliputi perencanaan sistem perpipaan, pengambilan data kondisi topografi, perhitungan diameter pipa, perhitungan dimensi bak kontrol, merancang gambar peta wilayah, lokasi industri, jalur pipa, serta menghitung rencana anggaran biaya yang diperlukan. Sistem perpipaan air limbah direncanakan secara gravitasi. Jenis pipa direncanakan pipa PVC tipe AW dengan diameter pipa sambungan 2,5 inci, pipa utama berdiameter 3 inci dengan panjang pipa utama 867 m. Bak kontrol direncanakan berbentuk persegi berjumlah 7 unit bak dengan dimensi meliputi: Bak kontrol untuk 1 industri berjumlah 5 unit (panjang = 0,4 m, lebar = 0,4 m, tinggi = 0,4 m). Bak untuk 2 industri berjumlah 1 unit (panjang = 0,48 m, lebar = 0,48 m, tinggi = 0,48 m). Bak kontrol untuk 4 industri berjumlah 1 unit (panjang = 0,6 m, lebar = 0,6 m, tinggi = 0,6 m).
SISTEM JARINGAN PERPIPAAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERUPUK KULIT SECARA KOMUNAL (STUDI KASUS PADA SENTRA INDUSTRI KERUPUK KULIT DUSUN CEGOKAN, DESA WONOLELO, KECAMATAN PLERET, KABUPATEN BANTUL) Hastutiningrum, Sri; Suseno, Hadi Prasetyo; Ramadhan Topo, Rahmat
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 1 Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i1.3611

Abstract

Dusun Cegokan, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul terdapat 11 industri kerupuk kulit (krecek) rumahan yang melakukan produksi hampir setiap hari dengan menghabiskan bahan baku berupa kulit kerbau maupun sapi sebanyak ± 2 kwintal/hari, dan menghasilkan limbah rata-rata sebesar 16,438 m3/hari. Air limbah yang dihasilkan dibuang ke sungai tanpa dilakukan proses pengolahan air limbah. Beberapa industri belum mempunyai sistem perpipaan untuk menyalurkan limbah yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebuah perencanaan Sistem Perpipaan Air Limbah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tahap perencanaan sistem perpipaan air limbah meliputi perencanaan sistem perpipaan, pengambilan data kondisi topografi, perhitungan diameter pipa, perhitungan dimensi bak kontrol, merancang gambar peta wilayah, lokasi industri, jalur pipa, serta menghitung rencana anggaran biaya yang diperlukan. Sistem perpipaan air limbah direncanakan secara gravitasi. Jenis pipa direncanakan pipa PVC tipe AW dengan diameter pipa sambungan 2,5 inci, pipa utama berdiameter 3 inci dengan panjang pipa utama 867 m. Bak kontrol direncanakan berbentuk persegi berjumlah 7 unit bak dengan dimensi meliputi: Bak kontrol untuk 1 industri berjumlah 5 unit (panjang = 0,4 m, lebar = 0,4 m, tinggi = 0,4 m). Bak untuk 2 industri berjumlah 1 unit (panjang = 0,48 m, lebar = 0,48 m, tinggi = 0,48 m). Bak kontrol untuk 4 industri berjumlah 1 unit (panjang = 0,6 m, lebar = 0,6 m, tinggi = 0,6 m).
STUDI EVALUASI SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KAMPUS I INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA DALAM UPAYA MENDUKUNG KAMPUS BERWAWASAN LINGKUNGAN Purnawan, Purnawan; Suseno, Hadi Prasetyo; Charlie, Demetrius
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 2 Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i2.3797

Abstract

Mengingat pentingnya kebutuhan air bersih pada suatu gedung maka sistem plambing penyediaan air bersih merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan agar distribusi air bersih ke seluruh bagian yang memerlukan dapat terpenuhi dengan debit dan tekanan yang sesuai. Dengan perkembangan fungsi dan kebutuhan maka terjadi pengembangan gedung tanpa dilakukan analisis kesesuaian sistem penyaluran air bersih sehingga akan mengakibatkan sistem penyediaan air bersih menjadi kurang efisien dan efektif dan berdampak pada biaya operasional yang tinggi. Sistem plambing penyediaan air bersih pada gedung meliputi sistem penyediaan air bersih, instalasi air bersih, analisa perhitungan kebutuhan air bersih yang meliputi mengetahui perkiraan jumlah penghuni, mengetahui pemakaian air bersih dalam sehari, dan mengetahui berapa pemakaian air bersih berdasarkan jenis dan jumlah alat plambing, analisa perhitungan perencanaan pipa air bersih yang meliputi mengetahui dimensi pipa air bersih dari ground water tank ke roof tank, dengan menggunakan sumber air tanah maupun PDAM. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil jumlah Unit Beban Alat Plambing di kampus 1 IST AKPRIND berjumlah 332 buah dengan debit pemakaian jam puncak sebesar 440 L/menit, pompa suplay dengan sumber air tanah menggunakan pompa sumur dalam, merk Sanyo Model PD-WH200 B, daya 200 watt, daya hisap 27 m, tinggi aliran maks 50 m, pipa 1 ¼ inch, debit 27 liter/menit sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan debit jam puncak. Untuk dapat memenuhi kebutuhan di suplai dari sumber PDAM dengan biaya rata-rata Rp 2.071.000,- per bulan. Untuk effisiensi biaya operasional dapat dilakukan dengan penggantian pompa air tanah yang sesuai dan menghentikan suplai air bersih dari PDAM, alternatif pompa yang dapat dipergunakan : pompa sentrifugal merk Shouwfou Type SPM 232 L dengan spesifikasi Daya 1,5 KW, 2 HP, 1 Phase, 220 V, Diameter pipa suplay 1,5 Inch, Max head 46 m, Debit 220 L/menit.
STUDI EVALUASI SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KAMPUS I INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA DALAM UPAYA MENDUKUNG KAMPUS BERWAWASAN LINGKUNGAN Purnawan, Purnawan; Suseno, Hadi Prasetyo; Charlie, Demetrius
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 2 Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i2.3797

Abstract

Mengingat pentingnya kebutuhan air bersih pada suatu gedung maka sistem plambing penyediaan air bersih merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan agar distribusi air bersih ke seluruh bagian yang memerlukan dapat terpenuhi dengan debit dan tekanan yang sesuai. Dengan perkembangan fungsi dan kebutuhan maka terjadi pengembangan gedung tanpa dilakukan analisis kesesuaian sistem penyaluran air bersih sehingga akan mengakibatkan sistem penyediaan air bersih menjadi kurang efisien dan efektif dan berdampak pada biaya operasional yang tinggi. Sistem plambing penyediaan air bersih pada gedung meliputi sistem penyediaan air bersih, instalasi air bersih, analisa perhitungan kebutuhan air bersih yang meliputi mengetahui perkiraan jumlah penghuni, mengetahui pemakaian air bersih dalam sehari, dan mengetahui berapa pemakaian air bersih berdasarkan jenis dan jumlah alat plambing, analisa perhitungan perencanaan pipa air bersih yang meliputi mengetahui dimensi pipa air bersih dari ground water tank ke roof tank, dengan menggunakan sumber air tanah maupun PDAM. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil jumlah Unit Beban Alat Plambing di kampus 1 IST AKPRIND berjumlah 332 buah dengan debit pemakaian jam puncak sebesar 440 L/menit, pompa suplay dengan sumber air tanah menggunakan pompa sumur dalam, merk Sanyo Model PD-WH200 B, daya 200 watt, daya hisap 27 m, tinggi aliran maks 50 m, pipa 1 ¼ inch, debit 27 liter/menit sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan debit jam puncak. Untuk dapat memenuhi kebutuhan di suplai dari sumber PDAM dengan biaya rata-rata Rp 2.071.000,- per bulan. Untuk effisiensi biaya operasional dapat dilakukan dengan penggantian pompa air tanah yang sesuai dan menghentikan suplai air bersih dari PDAM, alternatif pompa yang dapat dipergunakan : pompa sentrifugal merk Shouwfou Type SPM 232 L dengan spesifikasi Daya 1,5 KW, 2 HP, 1 Phase, 220 V, Diameter pipa suplay 1,5 Inch, Max head 46 m, Debit 220 L/menit.
PENDAMPINGAN KEGIATAN PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DENGAN PEMBUATAN BAHAN AJAR APLIKASI VIDEO SCRIBE PADA GURU DI SD MUHAMMDIYAH PANDES BANTUL Suraya Suraya; Erfanti Fatkhiyah; Hadi Prasetyo Suseno
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v2i2.1390

Abstract

Di era informasi ini, masih ada guru yang belum menganggap penting penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Sebenarnya pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pembelajaran dapat menunjang proses pembelajaran. Dengan teknologi informasi  diharapkan dapat  meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran dan yang lebih penting adalah untuk meningkatkan penguasaan teknologi informasi baik bagi guru mau pun siswa sebagai bekal hidup di era teknologi yang terus berubah dan berkembang. Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan  teknologi informasi, pendampingan kegiatan yang terkait dengan teknologi informasi harus selalu diberikan. Salah satu pendampingan kegiatan  untuk para guru di SD Muhammadiyah Pandes Bantul adalah pengembangan bahan ajar dengan video scribe. Hasil kuesioner yang diberikan sebelum adanya pendampingan, 95% guru belum menggunakan bahan ajar berbasis teknologi informasi dan 80% tidak mengetahui adanya aplikasi yang dapat dengan mudah digunakan untuk mengembangkan bahan ajar. Jawaban 20% yang pernah menggunakan bahan ajar berbasis TIK, para guru hanya menggunakan  Microsoft Power Point dan 2 guru pernah mengikuti pelatihan membuat bahan ajar dengan aplikasi Lectora. Hasil akhir pelatihan, berdasar kuesioner yang diberikan di akhir pelatihan menunjukkan, semua guru yang mengikuti pelatihan menjawab penggunaan video scribe sangat mudah dan hasil yang ditampilkan sangat menarik Kata kunci : guru, teknologi informasi, bahan ajar
Implementasi Sistem Data Logger pada Alat Pemantau Energi Listrik Motor Induksi 3-Fasa Berbasis Arduino Mega 2560 di PT Madu Baru Yogyakarta Beny Firman; Hariyo Santoso; Sigit Priyambodo; Hadi Prasetyo Suseno; Prastyono Eko Pambudi; RR Yuliana Rachmawati Kusumaningsih
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, Controls (AVITEC) Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v4i1.1189

Abstract

An Induction motor is an electric machine that converts electrical energy into kinetics energy and widely used in the industrial fields. Many disturbances that occur in the motor that cause production to be not optimal as for the problems that occur at PT. Madu Baru Yogyakarta is when there is a disturbance in the three-phase induction motor, workers still use manual methods to analyze the disturbance, so that the time used in the analysis takes a long time even the three-phase induction motor cannot work again. In overcoming this, it is necessary to implement a data logger system that can detect the electrical parameters of a three-phase induction motor in real time, in order to make it easier to analyze existing disturbances through graphs. The voltage sensor CYVS13-34U0 and current sensor SCT-019 will detect the electrical parameters which will then be processed by the Arduino Mega 2560 pro so that the processed data will be stored on the microsd card. The data resulting from the processing are electrical parameters in the form of voltage, current, apparent power, real power, reactive power, and power factor. The data will be saved as a file with .txt format which has an interval of about 1 minute for each storage.
Alternatif Pra Rancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Industri Rumah Potong Hewan (Studi kasus rumah potong hewan Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta) Sri Hastutiningrum; Hadi Prasetyo Suseno; Anggita Ratnasari
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2017: PROSIDING SNTKK
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The waste water treatment at slaughterhouse is very important as the effort for reducing the consentration of the waste water pollutant to the environment. The purpose of this study is to determine the system and design tocalculate the dimension of the waste water treatment plant (WWTP) in Giwangan slaughterhouse as a case study and to calculate its construction cost. The waste water treatment plant in Giwangan slaughterhouse use a biological treatment without standard operation. In the first stage, the research was conducted by calculating the water discharge and was tested the wastewater parameters (such as BOD, COD, TSS, N-Ammonia, Lipid and pH). After the data were collected, the system was determined. Then in the last stage, dimension and construction cost are calculated. The alternatives of pre redesign for Giwangan slaughterhouse WWTP system consist of bar screen, imhoff tank, preliminary sedimentation unit, anaerobic biofilter reactor, aerobic biofilter reactor, secondary sedimentation unit, bioindicator unit and sludge drying bed unit. The dimensions of these unit are imhoff tank (length = 4.6 m, width = 2.5 m, high = 4.0 m), preliminary sedimentation unit (length = 1.5 m, width = 1.3 m, high = 2.0 m), anaerobic biofilter reactor (length = 3.7; width = 2.0 m, high = 2.5 m), aerobic biofilter reactor (length = 2.0 m, width = 1.9 m, high = 2.5 m), secondary sedimentation unit (length = 1.0 m, width = 1.3 m, high = 1.0 m), bioindicator unit (length = 2.0 m, width = 1.5 m, high = 1.0 m) and 3 unit of sludge drying bed unit (length = 1.0 m, width = 1.0 m, high = 1.0 m). The total budget required for construction was Rp 717.129.718,10.
STUDI EVALUASI PROSES SOLIDIFIKASI LIMBAH B-3 DARI LIMBAH PADAT (SLAG) INDUSTRI DAUR ULANG AKI BEKAS PADA MEDIA PASIR SEMEN Purnawan Purnawan; Hadi Prasetyo Suseno
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri aki di Indonesia mengalami kemajuan seiring dengan semakin majunya industri kendaraan bermotor, telekomunikasi serta elektronika yang menggunakan arus listrik yang berasal dari aki dan secara umum umur efektif aki berkisar 1 hingga 2 tahun, dengan melihat begitu besar penggunaan aki maka limbah aki menjadikan suatu permasalahan apabila dibuang ke lingkungan, salah satu upaya dengan proses daur ulang aki bekas yang dilakukan skala industri kecil maupun rumah tangga guna pengambilan Pb murni menggunakan teknologi sederhana dengan cara membakar campuran arang dan sel aki yang menghasilkan limbah berupa slag yang memiliki karakteristik sebagai limbah B-3. Penelitian ini mengarah pada upaya pengungkungan (solidifikasi) limbah B-3 pada media pasir semen dan kajian pengaruhnya terhadap kuat tekan bahan pengungkungnya sehingga diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan pencemaran lingkungan sekaligus sebagai upaya peningkatan kualitas industri pasir semen. Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk rasio campuran pasir semen 8:1 didapatkan kondisi optimum pada perbandingan 1:8 dan mampu menaikkan kuat tekan dari 262 kg/mm2 menjadi 638 kg/mm2, sedangkan untuk rasio campuran pasir semen 9:1 didapatkan kondisi optimum pada perbandingan 1:8 dan mampu menaikkan kuat tekan dari 254 kg/mm2 menjadi 437 kg/mm2, dengan uji pelindian selama 3 minggu tidak terjadi peluruhan secara signifikan dengan konsentrasi logam Pb 0,2047 mg/liter dan logam Fe 0,0138 mg/liter atau dibawah standard baku mutu sesuai keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI No. : KEP-51/MENLH/10/1995 Kata kunci : limbah aki, slag, solidifikasiBattery industry in Indonesia is progressing in line with getting advance of the motor vehicle industry, telecommunications and electronics that using electric current from the battery and which generally effective battery life of about 1 to 2 years, with a look so great use of battery, the waste batteries makes a problem when disposed into the environment, one of the efforts is to recycle used batteries were made of small-scale industries and households in order to take the pure Pb using simple technology by burning a mixture of charcoal and battery cells that is capable to produce waste in the form of slag waste characterized as B-3. This research is directed to the confinement (solidification) B-3 waste in cement sand media and study the effect of the compressive strength material confinement that expected to be a solution for prevent of environmental pollution as well as improving the quality of sand cement industry. The results of the research has been done with the ratio of 8:1 cement sand mixture obtained in optimum condition in 1:8 ratio and could increase the compressive strength of 262 kg/mm2 to 638 kg/mm2, while the ratio of 9:1 cement sand mixture obtained in optimum conditions ratio in 1:8 and is able to increase the compressive strength of 254 kg/mm2 to 437 kg/mm2, with a leaching test with immersion time for 3 weeks did not a significant sloughing occurs with 0.2047 mg / liter and 0.0138 mg Fe / liter Pb concentration or below the quality standard based on from decision the Minister of Environment RI No.. : KEP-51/MENLH/10/1995 Keywords: battery waste, slag, solidification