Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Sosiologi tentang Interaksi Sosial Georg Simmel dalam Sosiasi Lokalisasi Tegal Panas Elkana, Daud Paulus; Kudubun, Elly Esra; Siahainenia, Royke Roberth
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 1 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i1.12634

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai fenomena kegiatan prostitusi di lokalisasi Tegal Panas, Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi menurut pandangan Georg Simmel dalam sosiasi lokalisasi Tegal Panas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan meliputi tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah bahwa interaksi para aktor utama di lokalisasi Tegal Panas, yaitu Pekerja Seks Komersial (PSK), Mami, dan Konsumen, dapat digambarkan sebagai sebuah hierarki. Dalam hal ini, posisi PSK adalah sebagai poros interaksi, sehingga dapat menjadi subordinat saat sedang berinteraksi dengan Mami, dan dapat menjadi superordinat saat sedang berinteraksi dengan Konsumen. Adapun posisi pengurus atau pihak keamanan lokalisasi Tegal Panas adalah sebagai pihak ketiga, yang sekaligus mewakili pihak pemerintahan dan warga sekitar. Adanya aturan-aturan serta kebijakan yang ditetapkan bagi para PSK dan para Mami, membuat pengurus atau pihak keamanan ini berada di posisi superordinat tertinggi dalam struktur sosial lokalisasi Tegal Panas. Kata Kunci: Georg Simmel, Interaksi Sosial, Lokalisasi, Prostitusi. ABSTRACT This research discusses the phenomenon of prostitution activities in Tegal Panas localization, Jatijajar Village, Bergas District, Semarang Regency. The purpose of this research is to find out the forms of interaction according to Georg Simmel’s view in Tegal Panas localization. The research method used in this research is descriptive qualitative method, using constructivist approach. The data collection techniques used in this research were interviews, observation, and documentation. In addition, the data analysis technique used includes three streams of activities, namely data reduction, data presentation, and conclucion drawing. The results found from this study are that the interaction of the main actors in Tegal Panas localization, namely Commercial Sex Workers (CSW), Mami, and Consumers, can be describe as a hierarchy. In this case, the CSW’s position is as the axis of interaction, so it can be subordinate when interacting with Mami, and can be superordinate when interacting with Consumers. The position of the management or security of Tegal Panas localization is as a third party, which also represents the government and local residents. The existence of rules and policies set for the CSW and the Mami, made the management or security in the highest superordinate position in the social structure of Tegal Panas localization. Keywords : Georg Simmel, Social Interaction, Localization, Prostitution.
Rekayasa Ruang Publik dan Urban Postmodern dalam Konteks Legalisasi Ganja untuk Medis di Indonesia Saputra, Yoakim Ananda; Siahainenia, Royke Roberth; Yanuartha, Rizki Amalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18338

Abstract

Rekayasa ruang publik dalam era urban postmodern berperan penting dalam mendukung legalisasi ganja untuk medis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana interaksi sosial, regulasi hukum, dan stigma yang melekat pada ganja memengaruhi konstruksi ruang publik dalam konteks legalisasi ini dengan menggunakan pendekatan teori Produksi Ruang (The Production of Space) dari Henri Lefebvre. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan fokus pada dinamika ruang publik dan interaksi sosial dalam konteks legalisasi ganja medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalisasi ganja medis tidak hanya berdampak pada aspek hukum dan kesehatan, tetapi juga mengubah struktur ruang sosial, menciptakan realitas baru dalam interaksi masyarakat, dan menjadi arena negosiasi kekuasaan antara pemerintah, aktivis, serta kelompok masyarakat lainnya. Studi ini menyoroti peran ruang publik sebagai alat advokasi dan pergeseran dari ruang fisik ke ruang digital dalam mempromosikan diskusi yang inklusif dan interaktif. Penelitian ini memberikan wawasan untuk merancang kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis partisipasi dalam mengakomodasi perubahan sosial terkait legalisasi ganja medis di Indonesia.
Bentuk Interaksi Asosiatif dan Disosiatif Anak Panti Asuhan Pondok Kasih Anugerah Kota Salatiga Uli Hanro Siahaan; Royke Roberth Siahainenia; Elly Esra Kudubn
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.8303

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis meneliti mengenai bentuk Interaksi asosiatif dan disosiatif yang terjadi di Panti asuhan Pondok Kasih Anugrah kota Salatiga. Dimana tulisanini meruoakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang mana penulis melakukan pengambilan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan 9 narasumber yang menghasilkan data berupa terjadi berbagai macam komunikasi asosiatif dan disosiatif yang terjadi di Panti asuhan Pondok Kasih Anugrah kota Salatiga
Dinamika Interaksi Antar Budaya Dalam Masyarakat Multikultural Studi Kasus Pada Komunitas Urban Etnis Porodisa Di UKSW Salatiga Essing, Maria Juliance; Esra Kudubun, Elly; Roberth Siahainenia, Royke
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 2 2025
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i2.14144

Abstract

Masyarakat multikultural merupakan suatu lingkungan sosial yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, dan budaya yang masing-masing memiliki identitas yang unik. Interaksi antar budaya dalam konteks ini menjadi signifikan dalam memahami dinamika sosial. Berangkat dari konflik internal yang terjadi pada etnis Porodisa memberikan harapan dan dorongan baru untuk tumbuh menjadi etnis yang lebih menonjol di lingkungan UKSW Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana suku bangsa Porodisa mempertahankan identitas budayanya di lingkungan perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan focus group discussion dan observasi partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etnis Porodisa dapat mempertahankan identitas budayanya meskipun telah mengalami akulturasi dalam masyarakat perkotaan. Dalam hal ini etnis Porodisa mampu dan tanggap dalam memahami simbol dan berkomunikasi baik antar sesama etnis maupun dengan etnis lainnya. Jadi, bagi etnis Porodisa, interaksi yang terjadi tidaklah statis melainkan dinamis.
Analisis Konflik dan Resolusinya pada Perpecahan Etnis Porodisa di Kota Salatiga Bawoel, Silvani Agnes; Esra Kudubun, Elly; Roberth Siahainenia, Royke
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 2 2025
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i2.14194

Abstract

This study analyzes the conflict and resolution processes that occurred in the ethnic division of Porodisa in Salatiga City, leading to the establishment of a new organization called PERSADA. This conflict was triggered by controversies surrounding changes to the organization’s identity, such as the alteration of the name, logo, and Articles of Association (AD/ART) without involving all members. Although Porodisa initially served as a gathering place for students from Talaud, dissatisfaction arising from unilateral decisions led to division. Utilizing a qualitative method based on interviews, observations, and documentation, the analysis is conducted through Johan Galtung's Conflict Triangle Theory, which provides insight into the interactions between attitudes, behaviors, and contradictions and can help formulate more effective conflict resolution strategies. The findings indicate that, despite Porodisa and PERSADA now operating as separate entities, there is a strong desire from both sides to rebuild harmonious relationships. The conflict resolution process is recommended through open dialogue and mediation by neutral third parties, reflecting Galtung's peacemaking approach to create an inclusive and constructive environment. Emphasizing transparent communication and the participation of all members in decision-making, this research underscores that the sustainability and harmony within the organization are significantly dependent on involvement and sensitivity to shared needs. This is expected to strengthen solidarity and ensure the group’s longevity in the future.
Peran Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bagi Korban Bencana Banjir Kabupaten Demak di Posko Dapur Umum Balai Desa Desa Ngaluran Hidayat, Anung Syarief; Siahainenia, Royke .R.; Utomo, Alvianto Wahyudi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15833

Abstract

Penelitian ini menjabarkan bagaimana peran Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dalam menyediakan kebutuhan dasar di posko dapur umum balai desa Desa Ngaluran Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan teori Peran dari Soerjono Soekamto dengan menggunakan metode kualitatif serta jenis penelitian deskriptif. Teori Peran menjelaskan bahwa peran adalah aspek dinamis kedudukan (status). Dalam konteks ini, peran merupakan proses dinamis yang terkait dengan hak dan kewajiban seseorang yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan status yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini penulis akan melihat bagaimana peran Taruna Siaga Bencana Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali dalam menyalurkan kebutuhan dasar bagi korban bencana banjir di posko Dapur Umum balai desa Desa Ngaluran Kabupaten Demak. Peran setiap lembaga sangat diperlukan, tetapi juga peran setiap individu yang secara langsung membantu penanggulangan masalah sangat besar. Dapur umum ini memainkan peran untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar bagi pengungsi khususnya dalam hal penyediaan makanan. Di dalam dapur umum TAGANA sendiri muncul sebuah menejemen dapur umum dengan Pembagian peran masing-masing, dari Korlap Dapur umum, regu belanja, regu sayur, regu lauk, regu nasi, dan regu distribusi.
Kontribusi ProKlim Dalam Mendukung Capaian SDGs di Tingkat Lokal: Studi Pengalaman Masyarakat Kelurahan Mangunsari Raditya, Arya; Suwartiningsih, Sri; Siahainenia, Royke R.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20073

Abstract

Perubahan iklim menjadi isu global yang mendesak dengan konsekuensi serius, termasuk kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrim, peningkatan suhu global hingga ancaman krisis pangan. Inovasi ProKlim sebagai solusi dalam menghadapi perubahan iklim dengan meningkatkan aksi adaptasi dan mitigasi di tingkat lokal. Penerapan ProKlim secara strategis untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim serta mengimplementasikan SDGs menjadi tindakan konkret. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kontribusi program kampung iklim di Kelurahan Mangunsari dalam mendukung capaian SDGs di tingkat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada pengalaman masyarakat Kelurahan Mangunsari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan ProKlim di Kelurahan Mangunsari diimplementasikan dengan berbagai aksi adaptasi dan mitigasi secara langsung berkontribusi pada capaian SDGs 2,3,6,11,12,13 dan 15. Pendekatan terintegrasi menjadi penting dalam mendukung keberlanjutan suatu program terkhusus ProKlim seperti yang telah ditunjukkan di Kelurahan Mangunsari
Normalisasi Money Politic dan Habitus Digital Generasi Z di Akun TikTok Andik Nur Prabowo dalam Pemilu Indonesia 2024 Laumalay, Oschar Ebenheazer; Yanuartha, Rizki Amalia; Siahainenia, Royke Roberth
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana politik uang (money politic) direpresentasikan dan dinormalisasi dalam konten media sosial, khususnya melalui akun TikTok Andik Nur Prab menjelang Pemilu Indonesia 2024. Menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk dan teori habitus Pierre Bourdieu, penelitian ini menelusuri struktur teks, kognisi sosial, serta konteks sosial dari interaksi pengguna terhadap konten parodi bertema “serangan fajar”. Data diperoleh melalui observasi daring terhadap unggahan video dan komentar publik pada akun TikTok tersebut selama periode Desember 2023-Februari 2024, dengan total interaksi mencapai jutaan penayangan dan ribuan tanggapan pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik politik uang tidak hanya direpresentasikan secara humoris dan simbolik, tetapi juga dipahami oleh generasi Z sebagai hal yang lumrah dan tidak bermasalah secara etika. Struktur wacana yang ringan dan menghibur justru memperkuat legitimasi sosial terhadap praktik politik transaksional. Melalui teori habitus Bourdieu, ditemukan bahwa modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik berperan dalam membentuk habitus digital yang permisif terhadap praktik politik uang. Media sosial, khususnya TikTok, berfungsi bukan hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai arena produksi dan reproduksi ideologi yang menguatkan normalisasi money politic dalam budaya politik generasi muda. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis interaksi pengguna TikTok sebagai bentuk produksi habitus politik digital, yang menjelaskan bagaimana wacana viral di media sosial berkontribusi pada pembentukan opini publik dan pelemahan etika demokrasi di kalangan generasi muda Indonesia. This study aims to analyze how the discourse of money politics is represented and normalized in social media content, particularly through the TikTok account of Andik Nur Prabowo in the context of Indonesia’s 2024 general election. Using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) and Pierre Bourdieu’s theory of habitus, this research examines the textual structure, social cognition, and social context of user interactions with parody content themed around the so-called “dawn attack” (vote-buying practice). Data were collected through online observation of videos and public comments posted on the account between December 2023 and February 2024, which generated millions of views and thousands of user engagements. The findings reveal that money politics is not only presented humorously and symbolically but also perceived by Generation Z as normal and ethically acceptable. The humorous and relatable narrative structure reinforces the social legitimacy of transactional politics. Through Bourdieu’s framework, the study identifies that economic, social, cultural, and symbolic capitals shape a permissive digital habitus toward money politics. Social media, especially TikTok functions not merely as a space of entertainment but as an arena for the production and reproduction of political ideology, strengthening the normalization of money politics in youth political culture. The novelty of this study lies in its analysis of TikTok user interactions as a form of digital political habitus production, explaining how viral discourses on social media contribute to shaping public opinion and weakening democratic ethics among Indonesia’s younger generation.