Sutanto Priyo Hastono
Departemen Kependudukan dan Biostatistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Cairan dan Kulum Es Batu Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis Terhadap Skala Haus dan Interdialytic Weight Gain di Rumah Sakit X Bogor Hormat Janner Manurung; Ni Luh Widani; Sutanto Priyo Hastono
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.9370

Abstract

ABSTRACT Thirst and increased body weight between dialysis (IDWG) are the most common complaints of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy. Possible complicationsnamely edema, shortness of breath, cardiopulmonary disorders. This research aims to determine the effectiveness of education on fluids and ice cubes in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis on the level of thirst and IDWG at Hospital X Bogor. Quasi-experimental research design pre and post test with the control group. Consecutive sampling consisted of 80 respondents, each group consisting of 40 respondents. Educational intervention on fluids and ice cubes 3 times a day for 2 weeks, in July-August 2022. Thirst level and IDWG measurements were carried out in the first week and fourth week. The results of univariate analysis of the majority of respondents on a moderate thirst scale (52.5%) and moderate level of IDWG (56%). The results of bivariate analysis with the marginal homogeneity test, t dependent test and independent t test There is a significant effect of thirst scale and IDWG before and after education on liquids and ice cubes with a p-value of 0.000; (p<0.05). The results of the Ancova test multivariate analysis of the variables age, sex and duration of hemodialysis did not affect the level of thirst and IDWG with a p-value > 0.05. There issignificant effect of fluid education and ice cube intervention simultaneously on the level of thirst and IDWG (p-values 0.000)after controlling for age, sex and duration of hemodialysis. This study recommends the need for education on fluids and ice cubes as an intervention in nursing care for chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy to avoid complications due to excess fluid. Keywords: Fluid Education, Ice Cube Cup, IDWG, Thirst Scale   ABSTRAK  Rasa haus dan peningkatan berat badan antar dialisis (IDWG) merupakan hal yang paling sering dikeluhkan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Komplikasi yang mungkin terjadi yaitu edema, sesak nafas, gangguan cardiopulmonary. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas edukasi cairan dan kulum es batu pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis terhadap tingkat haus dan IDWG di Rumah Sakit X Bogor. Desain penelitian Quasi Experimen pre dan post test dengan kelompok kontrol. Pengambilan sampel  consecutive sampling berjumlah 80 responden, masing-masing kelompok 40 responden. Intervensi edukasi cairan dan kulum es batu 3x sehari selama 2 minggu, pada Bulan Juli-Agustus 2022.   Pengukuran tingkat haus dan IDWG dilakukan pada minggu pertama dan minggu ke empat. Hasil analisis univariat mayoritas responden skala haus  sedang (52,5%) dan IDWG tingkat sedang (56 %). Hasil analisis bivariat dengan uji marginal homogeneity, uji t dependent dan uji t independent   Ada pengaruh signifikan skala haus dan IDWG sebelum dan sesudah edukasi cairan dan kulum es batu dengan  p- value 0,000 ; (p<0,05). Hasil analisis multivariate  uji Ancova variabel usia, jenis kelamin dan lama hemodialisis tidak mempengaruhi tingkat haus dan IDWG dengan p- value > 0,05.  Ada pengaruh yang signifikan edukasi cairan dan intervensi kulum es batu secara simultan terhadap tingkat haus dan IDWG (p- value 0,000) setelah dikontrol usia, jenis kelamin dan lama hemodialisis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya   edukasi cairan dan kulum es batu sebagai salah satu intervensi dalam asuhan keperawatan gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis agar terhindar dari komplikasi akibat kelebihan cairan. Kata Kunci : Edukasi Cairan, IDWG, Kulum Es Batu, Skala Haus
PENDIDIKAN FEAR ARROUSING WARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP, SERTA MENURUNKAN INTENSI MENGKONSUMSI JUNK FOOD PADA ANAK SEKOLAH DASAR Agus Riyanto; Mona Megasari; Sutanto Priyo Hastono
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.112

Abstract

Gizi yang terkandung didalam junk food umumnya mengandung kalori, lemak, kolesterol, sodium, karbohidrat tinggi, dan serat makanan serta protein yang rendah. Dampak jangka panjang junk food meningkatkan berbagai penyakit seperti serangan jantung, diabetes, memicu sel kanker berkembang, dan penyakit hipertensi. Riset kesehatan dasar (2018) melaporkan bahwa penduduk Indonesia mengkonsumsi makanan/minuman manis ≥1 kali dalam sehari (53,1%), mengkonsumsi makanan berlemak, berkolesterol, dan makanan gorengan ≥1 kali per hari (40,7%), mengkonsumsi penyedap ≥1 kali dalam sehari (77,3%). Pada tahun 2017 di Kota Cimahi ada 65% anak SD terbiasa mengkonsumsi junk food dan ada 23% anak SD mengalami obesitas. Penelitian ini kami mengevaluasi pengaruh pendidikan fear arrousing warning terhadap pengetahuan dan sikap, serta menurunkan intensi mengkonsumsi junk food pada anak di Madrasah Ibtidaiyah Layyina Cimahi. Kami menggunakan desain one group pre-test/post-test dengan 97 anak SD kelompok intervensi. Kelompok intervensi pada anak SD kelas empat di SD Cimahi Selatan yang kasus obesitasnya tinggi. Anak SD diambil secara random sampling. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan, dimana pendidikan fear arrousing warning tentang bahaya junk food menggunakan video, promosi kesehatan setiap minggu, dengan durasi 50-60 menit selama enam bulan. Setelah pendidikan enam bulan, pengetahuan dan sikap anak ada peningkatan signifikan, serta intensi mengkonsumsi junk food ada menurunan signifikan (P<0.05). Pengetahuan baik anak meningkat dari 82,3% (sebelum intervensi) menjadi 92,4% (setelah intervensi), sikap positif anak meningkat dari 53,2% (sebelum intervensi) menjadi 55,7% (setelah intervensi), Intensi anak mengkonsumsi junk food turun dari 78,5% (sebelum intervensi) menjadi 46,8% (setelah intervensi). Penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan fear arousing warning pada anak SD selama enam bulan meningkatkan pengetahuan dan sikap anak dan menurunkan intensi anak mengkonumsi junk food.