Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Citra Diri Perempuan Supporter Sepakbola: Studi pada Bonita Persebaya Surabaya Nikmah Suryandari; Dimas Giovani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2705

Abstract

Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat populer dan banyak digemari di dunia, termasuk di Indonesia. Keberadaan supporter menjadi dayatarik sendiri dalam pertandingan sepakbola. Bonita adalah sebutan bagi supporter perempuan klub Persebaya Surabaya. Penelitian ini menjelaskan tentang citra diri perempuan supporter sepakbola pada Bonita Persebaya Surabaya. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan adalah para anggota bonita klub sepakbola Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah nribun adalah aktifitas ketika seorang supporter mengajak teman atau keluarga untuk menonton pertandingan secara langsung di lapangan. Bonita Persebaya memiliki pengalaman buruk saat nribun, diantaranya pelecehan seksual. Pengalaman pelecehan seksual umumnya dilakukan oleh supporter klub lawan. Sebagai sesama supporter Persebaya Surabaya, supporter Persebaya Bonek menganggap kehadiran supporter sepak bola wanita akan membantu ketertiban pertandingan, sehingga mereka akan  saling menjaga dan menghargai. Kekhawatiran keluarga terhadap anak perempuannya yang menjadi Bonita disebabkan masalah anggapan negative masyarakat terhadap supporter sepakbola dan juga kekhawatiran terjadinya pelecehan
Petis and Madurese Cultural Identity Nikmah Suryandari; Qoniah Nur Wijayani
Indonesian Journal of Law and Economics Review Vol 7 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.506 KB) | DOI: 10.21070/ijler.2020.V7.457

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between people with food, which can reveal a lot of information about them. The choice of food is able to expose a group or a person's belief, passion, background knowledge, assumptions and personality. food choices and eating habits understood to be related to the phenomenon of socialization and social bonding, the construction of collective identity under which to show the logic of social distinction and organization of life in society.
Pemersatu Lamongan: Analisis Identitas Kultural Supporter Sepakbola Persela Ahmad Nidhomuddin; Nikmah Suryandari
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v7i2.39267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas kultural suporter sepak bola, khususnya identitas kultural suporter Persela Lamongan yang tergabung dalam Suporter LA Mania dan Curva Boys 1967. Penelitian juga mengkaji bagaimana Persela berhasil menjadi salah satu identitas masyarakat Lamongan. Penelitian ini dianggap penting karena menggunakan supporter sepakbola di Indonesia sebagai objek penelitian, dengan fokus kajian pada identitas kultural yang menjadi salah satu bidang kajian komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Informan dipilih menggunakan metode purpose sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik model interaktif Miles dan Huberman melalui proses pengumpulan data, data reduksi, display dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persela mampu menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat Lamongan akan identitas asalnya. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat Lamongan kepada Persela baik yang berdomisili di Lamongan maupun yang berada ditanah rantau. Pada perkembanganya hal ini mampu melahirkan identitas kelompok suporter LA Mania dan Curva Boys 1967 yang berbeda
MAKNA SIMBOL TRADISI JHE҃҃҃҃҃҃҃҃҃NG MANTOH (Analisa Semiotika Charles Sanders Peirce Nikmah Suryandari; Netty Dyah Kurniasari; Rose Dian J
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Semiotika : Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v13i1.1793

Abstract

ABSTRACTThis article attempts to explain Charles Sanders Peirce's semiotic analysis of the Jheng mantoh tradition symbol in Madura. The aim of this research is to find out the meaning of the symbols that exist in the Jheng mantoh tradition in Madura which began to be abandoned by the urban Madura community. The jheng mantoh tradition is one of the traditions in Madura, especially the Bangkalan region in the form of a ceremony welcoming the arrival of a daughter-in-law to the bridegroom's family. The purpose of this mantoh jheng is to establish friendship as well as to introduce the bride as a new family member to her husband's extended family. The method in this study is a qualitative descriptive approach to the triadic meaning of Charles Sanders Peirce's semiotics. The results showed that the symbols in the Jheng mantoh tradition in Madura have meanings that are loaded with the noble values of the Madurese community. The stages of Jheng Mantoh tradition are three parts, namely Jheng Mantant pre activity, Jheng Mantoh activity, and post Jheng mantoh. Each stage has its own symbol and meaning. This great jhe҃ng tradition can be found several symbols during the course of this tradition, such as binoculars, sound systems, goat heads, milk fish, tettel, various market snacks, trays, spoons, rituals of tek-tek-tek and so on.Keywords: jheng mantoh, Madura, semiotic, charles Sanders Peirce ABSTRAKArtikel ini berusaha menjelaskan tentang analisa semiotika Charles Sanders Peirce pada simbol tradisi Jheng mantoh di Madura. Tujuannya adalah untuk mengetahui makna simbol-simbol yang ada pada tradisi Jheng mantoh di madura yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat Madura perkotaan. Tradisi jheng mantoh adalah salah satu tradisi di Madura, khususnya wilayah Bangkalan berupa upacara menyambut kedatangan menantu perempuan di keluarga mempelai laki-laki. Tujuan jheng mantoh ini adalah untuk menjalin silaturahmi sekaligus mengenalkan mempelai perempuan sebagai anggota keluarga baru kepada keluarga besar suaminya. Metode dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan pendekatan segitiga makna semiotika charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam tradisi Jheng mantoh di Madura memiliki makna yang sarat dengan nilai-nilai luhur masyarakat Madura. Tahapan tradisi Jheng mantoh ada tiga bagian, yaitu pra kegiatan jheng mantoh, kegiatan jheng mantoh, dan pasca jheng mantoh. Masing-masing tahapan memiliki simbol dan makna tersendiri. Tradisi jhe҃ng mantoh ini dapat ditemui beberapa simbol selama berlangsungnya tradisi ini, seperti terop, sound system, kepala kambing, ikan bandeng, tettel, aneka jajanan pasar, talam, sendok, ritual tek-tek-tek dan sebagainya.Kata Kunci: jheng mantoh, Madura, semiotika Charles Sanders Peirce.
Komunikasi Lintas Budaya: Proses Adaptasi Mahasiswa Papua di Universitas Trunojoyo Madura Mohammad Khairul Azman; Nikmah Suryandari
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i1.18534

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses adaptasi komunikasi pada Mahasiswa Papua di Universitas Trunojoyo Madura. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa asal Papua di Universitas Trunojoyo Madura menemukan hambatan-hambatan seperti perbedaan bahasa, perbedaan sosial budaya, dan kejutan budaya (culture shock). Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa Papua melalukan upaya, seperti mempelajari budaya Madura, menjalin hubungan pertemanan dengan penduduk asli Madura, mengikuti organisasi, membentuk himpunan yang menaungi secara langsung mahasiswa asal Papua di Universitas Trunojoyo Madura. Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi, seperti pandangan atau persepsi tentang Madura, alasan atau motivasi untuk melakukan perpindahan budaya ke Madura, kendala saat melakukan interaksi, baik itu sesama mahasiswa atau masyarakat sekitar.
Jelajah Desa, Televisi Lokal dan Potensi Pariwisata Kota Jombang Wildan Isfaguwanto; Nikmah Suryandari
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 20 No. 02 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46937/20202240839

Abstract

This paper seeks to discuss local television content in Jombang and tourism potential in Jombang City. The research was conducted at Ringin Corong Television (RCTV) with qualitative descriptive research methods. The object of research is this Village Cruising Event is an event that seeks to raise various information about tourism in the Jombang area. This type of research is qualitative descriptive. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results showed that the Village Cruising event tried to lift the potential in villages such as livestock, agriculture, to natural tourism. Through the Village Cruising event program, it is expected to increase the promotion of tourism potential in the city of Jombang. RCTV also promotes its business through social media which can indirectly increase the range of information about RCTV and potential in Jombang City.
Mewaspadai Bencana: Perspektif Global tentang Komunikasi Risiko Bencana Nikmah Suryandari; Qoni’ah Nur Wijayani
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v8i2.47497

Abstract

Pertumbuhan penduduk, globalisasi, dan perubahan lingkungan membuat masyarakat lebih rentan terhadap bencana. Untuk mencegah kerugian besar dari nyawa dan harta benda yang mengakibatkan penderitaan manusia, negara-negara di dunia saat ini membutuhkan sistem peringatan dini, yang merupakan bagian integral dari komunikasi risiko bencana. Bencana adalah konsekuensi yang terjadi ketika kondisi alam atau teknologi mempengaruhi masyarakat rentan seperti banjir, angin puting beliung, atau bencana alam lainnya. Kerugian yang menyertai bencana adalah kerugian finansial dan sosial Studi ini bertujuan untuk meninjau sejumlah kerangka teoritis yang menjelaskan bagaimana masyarakat menanggapi peringatan risiko bencana, serta mengidentifikasi komponen peringatan yang efektif dan teknik evaluatif yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan penerapan sistem peringatan bencana. Kajian kebencanaan serta konsep dan kajian praktis mengenai berbagai bencana di dunia dilakukan dengan teknik studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi peringatan bencana secara umum diantaranya adalah komponen sumber, saluran, dan konten pesan dalam informasi tentang bencana. Lebih lanjut, indikator-indikator yang juga perlu diperhatikan dalam penanganan bencana adalah jenis bencana, lokasi dan waktu kejadian bencana, serta karakterisitik penerima pesan dalam informasi bencana.
AJHEMO : APLIKASI KONSEP SEHAT PEREMPUAN MADURA Farida Nurul Rahmawati; Nikmah Suryandari
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v11i4.60876

Abstract

Ajhemo is an everyday term that means drinking herbal medicine for the Madurese people. For Madura women, ajhemo is a habit as an effort to maintain health, fitness and household harmony for those who have a family. Ajhemo habits    are carried out by Madura women since adolescence, as a consequence of the biological process of women when they first menstruate. Ajhemo habit for Madurese women continues when women experience phases of life as women, such as getting married, giving birth, after giving birth. In addition to health factors, ajhemo habits are also one way to meet the needs and demands of husbands in spousal relationships. Madurese women's habits are related to cultural factors that are inherent early on, so this causes most Madurese women to consume traditional herbs related to sexual and reproductive organs. Until now ajhemo becomes a healthy way of life that Madurese women continue to do as a body art that includes cleanliness, beauty and health. Ajhemo for women becomes a healthy way of life that lasts for generations. Ajhemo becomes a daily requirement that is believed to improve fitness arousing sexual desire and aesthetics Keywords: ajhemo, health, Madurese womenAbstrak (Bolt)Ajhemo adalah istilah sehari-hari yang berarti minum jamu bagi masyarakat Madura. Bagi perempuan Madura, ajhemo adalah kebiasaan sebagai upaya menjaga kesehatan, kebugaran dan keharmonisan rumah tangga bagi yang sudah berkeluarga. Kebiasaan ajhemo dilakukan perempuan Madura sejak masa remaja, sebagai konsekuensi dari proses biologis perempuan saat pertama kali mengalami menstruasi. Kebiasaan ajhemo bagi perempuan Madura ini dilanjut saat perempuan mengalami fase-fase kehidupan sebagai perempuan, seperti akan menikah, melahirkan, setelah melahirkan. Selain karena faktor kesehatan, kebiasaan ajhemo juga merupakan salah satu cara dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan suami dalam relasi suami istri. Kebiasaan perempuan Madura ini berkaitan dengan faktor budaya yang melekat sejak dini, sehingga hal ini menyebabkan sebagian besar perempuan Madura mengonsumsi ramuan tradisional yang berhubungan dengan organ seksual dan reproduksi. Hingga sekarang ajhemo menjadi cara hidup sehat yang terus dilakukan perempuan Madura sebagai seni olah tubuh yang mencakup kebersihan, keindahan dan kesehatan. Ajhemo bagi perempuan manjadi cara hidup sehat yang berlangsung turun temurun. Ajhemo menjadi keperluan harian yang dipercaya dapat meningkatkan kebugaran membangkitkan gairah seksual dan estetika. Kata Kunci:ajhemo, kesehatan, perempuan Madura 
Trend Riset Pariwisata Pasca Pandemi Nikmah Suryandari; Farida Nurul Rahmawati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i6.3705

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi dunia dengan cara yang berbeda. Virus Covid 19 juga telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui trend wisata terkini, pasca pandemic covid 19. Penelitian menggunakan studi literatur dengan menggunakan sumber-sumber terkait tema penelitian bidang pariwisata..  Di sektor penelitian,ada perubahan signifikan, dan penelitian baru datang dengan sangat kuat di berbagai bidang bisnis dan ekosistem jasa, termasuk sector pariwisata. Riset terkait tema penelitian khususnya tema pariwisata menjadi menarik untuk dikaji lebih jauh.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema riset pasca pandemic yang dapat dilakukan yaitu layanan halal pasca pandemic, inovasi pemasaran dan jasa,dan juga penggunaan teknologi dalam industry Meskipun peta jalan penelitian global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi sosial penelitian terkait sains sebagai bidang prioritas, ke depan untuk tema penelitian lintas disiplin terkait kesehatan, maupun bidang lain menjadi sangat menarik, seperti riset terkait isu halal pasca pandemic covid 19, inovasi pemasaran dan jasa, industry pariwisata dan tema riset lainnya.  Penelitian menyimpulkan bahwa teknologi adalah solusi untuk bisnis pariwisata pasca pandemi
Aktivitas Public Relations Sebagai Upaya Counter Stereotype Masyarakat Madura (Studi Kasus Lokasi Wisata Camplong Kabupaten Sampang) Muchammad Alfian Nur Riski; Nikmah Suryandari
Jurnal Audiens Vol. 4 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v4i1.12

Abstract

Masyarakat Madura cenderung ditempeli strereotip negatif oleh masyarakat luar Madura. Dalam penelitian ini, peneliti berfokus pada objek wisata Pantai Camplong yang terletak di desa Darma Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Praktik aktivitas public relations, internal relations maupun ekternal relations yang sudah dilakukan oleh pengelola dan masyarakat area camplong memungkinkan untuk mampu meng-Counter Stereotyipe. Penelitian ini menempatkan praktik aktivitas public relations menjadi salah satu strategi praktik strereotype-tanding, Melawan strereotip negatif yang terjadi. Melakukan kajian dan pemodelan mengenai aktivitas public relations sebagai upaya optimalisasi destinasi wisata pantai Camplong Kabupaten Sampang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.