Claim Missing Document
Check
Articles

Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Metode Poligon dan Metode Circular USGS pada daerah Pit 3 Timur, Banko Tengah, PT. Bukit Asam Tbk. Syaharani, Puan Rahima; Idarwati, Idarwati
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.928

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tonase batubara dalam tiga kategori, yaitu sumberdaya terukur, tertunjuk dan tereka menggunakan Metode Poligon dan Metode Circular USGS. Data yang dihimpun untuk penelitian ini merupakan data 3 titik bor, data geologi lokal daerah penelitian dan data core. Data bor yang diperoleh kemudian diolah sehingga diperoleh data ketebalan lapisan batubara, perhitungan volume batubara dan tonase batubara. Estimasi sumberdaya batubara berguna dalam tahapan awal eksplorasi untuk mengetahui berapa banyak sumberdaya yang dapat di tambang oleh suatu perusahaan. Metode yang digunakan perlu disesuaikan dengan karakteristik geologi pada daerah penelitian agar diperoleh hasil dengan akurasi yang tinggi. Hasil dari estimasi sumberdaya terukur pada seam A1 sebesar 4.566.987 ton, seam A2  4.355.608 ton, seam B1 3.812.039 ton, seam B2 1.412.791 ton dan seam C 3.688.855 ton. Sumberdaya tertunjuk pada seam A1 sebesar 8.098.830 ton, seam A2 11.499.733 ton, seam B1 5.429.465 ton, seam B2 1.619.183 ton dan seam C 10.037.948 ton. Sumberdaya tereka pada seam A1 sebesar  12.129.051 ton, seam A2 13.194.157 ton, seam B1 9.504.217 ton, seam B2 3.042.677 ton dan seam C 11.087.336 ton.
Karakteristik Batupasir Formasi Gumai dan Provenance pada Daerah Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan Mifturrahma, Rizkiya; Idarwati, Idarwati
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i2.5813

Abstract

This study aims to analyze the mineralogical characteristics, texture, structure of sandstone, and examine the origin of the sediments that form the rocks. The methods used in this study include direct observation in the field to determine the characteristics of sandstone starting from color, grain size and texture. Then a microscopic analysis was carried out to identify constituent minerals such as quartz, feldspar and lithics which were then classified using the QFL (Quartz, Feldspar, Lithic fragments) diagram which was then used to determine the origin of the sedimentary material. The results of the provenance analysis show that the sandstone in the Gumai formation contains various mineral compositions. Based on the classification of the tectonic order of the original rocks, the sandstone of the Gumai formation comes from a magmatic arc and recycled orogen.
Facies Analysis From Kikim Formation in Garba Mountain, South Palembang Subbasin Daryono, Sapto Kis; Afrilita, Afrilita; Idarwati, Idarwati
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No.2 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i2.11854

Abstract

The Kikim Formation, especially the Cawang Member, has an important role in the formation and stratigraphic evolution of Paleogene age sedimentary rocks in the South Sumatra Basin because of their presence as pre-rift deposits. These deposits occurred before or simultaneously with the basin's formation. The results of research regarding facies analysis and interpretation of the depositional environment of the Kikim Formation located in the Garba Mountains will provide an explanation and description of the history of the formation and stratigraphic evolution of Paleogene age sedimentary rocks in the South Sumatra Basin as reflected in their lithological and facies characteristics. Facies analysis was conducted on the stratigraphic cross-section of the conglomerate deposit and sandstone deposit 1. The conglomerate deposit and sandstone deposit had thicknesses of ± 158.82 m and ± 177.50 m, respectively, on the Bumi Agung and Batu Belang measurement lines, South Ogan Komering Ulu area, Sumatra South. Facies analysis leads to the division of facies according to Miall (1978), namely eight lithofacies, namely Gravel matrix supported massive (Gmm), matrix supported Gravel (Gmg), massive Gravel (Gm), massive Sandstone (Sm), horizontally bedded Sandstones (Sh), low angel cross-bedding Sand (SI), Carbonaceous mud (C), massive Fine sandstone silt mud (Fm), Massive siltstones, and mudstones (Fsm). The facies associations obtained were Gravel Bars (GB), Sandy Bedforms (SB), channel (CH), and Overbank fine (FF). It showed that the depositional environment was a fluvial environment, and it was found that the type of river in the research area in the Kikim Formation was a braided river with Gravel braided rivers with sedimentary gravity flows model.
Analisis Geomorfologi Desa Pusar dan Sekitarnya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan Yunika, Winni; Idarwati, Idarwati
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1222

Abstract

Pengamatan dilakukan pada Desa Pusar dan sekitarnya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menganalisa proses geomorfologi secara mendalam di daerah Pusar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi langsung dan analisis geomorfologi, dimana berfokus pada berbagai fenomena geologi yang diidentifikasi, dideskripsikan, serta diukur guna analisis geomorfologi. Satuan geomorfik didapatkan berdasarkan hasil dari identifikasi beberapa aspek yang meliputi satuan morfologi (morfografi dan morfometri), geomorfik atau morfodinamik. Didapatkan 4 klasifikasi bentukan lahan pada daerah penelitian berdasarkan aspek geomorfologi yang mencakup morfologi, morfometri dan morfogenesa diantaranya yaitu Perbukitan Rendah Denudasional (PRD), Dataran Rendah Denudasional (DRD), Channel Irregular Meander (CIM) dan Bentuk Lahan Antropogenik. Pola Pengaliran daerah penelitian merupakan tipe pola aliran dendritik. Proses denudasional yang terjadi pada daerah penelitian menghasilkan longsoran pada daerah penelitian. Adapun jenis longsoran yang ditemukan pada daerah penelitian termasuk ke dalam longsoran jenis slide rotational.
PENENTUAN UMUR DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI GUMAI BERDASARKAN KANDUNGAN FOSIL FORAMINIFERA PLANKTONIK DAN BENTHONIK Armandani, Aditya Raihan; Idarwati, Idarwati
Bulletin of Scientific Contribution Vol 23, No 3 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v23i3.66869

Abstract

Pendekatan analisis paleontologi dapat digunakan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan suatu batuan dengan menganalisa fosil yang bersifat karbonatan. Formasi Gumai di Cekungan Sumatera Selatan merupakan satuan batuan sedimen Tersier yang terbentuk pada saat transgresi maksimum dan memiliki litologi dominan berupa batuserpih, batupasir, serta batuserpih dengan sisipan batugamping. Studi ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman lebih lanjut mengenai umur relatif dan lingkungan pengendapan Formasi Gumai yang menunjukkan kompleksitas litologi akibat perubahan kondisi energi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan Formasi Gumai melalui analisis kandungan fosil foraminifera planktonik dan benthonik. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan berupa pengukuran singkapan, pengambilan sampel, serta analisis laboratorium mikropaleontologi pada tiga sampel batuan karbonatan. Foraminifera planktonik dianalisis untuk menentukan umur batuan, sedangkan foraminifera benthonik digunakan untuk menentukan batimetri lingkungan pengendapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa fosil foraminifera planktonik yang ditemukan, seperti Globigerinoides subquadratus dan Orbulina universa, menunjukkan umur Middle Miocene (N9). Sementara itu, keberadaan foraminifera benthonik seperti Globulina minuta hingga Angulogerin angulosa mengindikasikan lingkungan batimetri Transisi–Neritik Tepi (12,81 m – 91,5 m). Struktur sedimen yang teridentifikasi berupa laminasi dan bedding mendukung interpretasi perubahan energi arus selama proses sedimentasi. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa Formasi Gumai berumur Miosen Tengah dan diendapkan pada lingkungan delta front dengan karakteristik energi yang berubah dari tinggi ke rendah, mencerminkan transisi lingkungan laut dangkal ke neritik tepi.
Karakterisasi Batuan pada Daerah Buay Pemaca dan Sekitarnya, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan berdasarkan Observasi Lapangan dan Analisis Petrografi Afrizya Ade Alya Sandy; Idarwati Idarwati; Muhammad Alfath Salvano Salni
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 5, No 1 (2026): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v5i1.37925

Abstract

Limited integration between petrographic data and interpretations of geological evolution in the Buay Pemaca area and its surroundings has resulted in an incomplete understanding of tectonic controls and regional geological development. This study aims to analyze rock characteristics using a petrographic approach and to examine its implications for the geological history of the study area. The methods employed include macroscopic and microscopic analyses to identify mineral composition, texture, and grain relationships, which are then interpreted within a regional geological framework. The results indicate that the rock variations in the study area record stages of geological evolution controlled by the interaction of magmatic, tectonic, and sedimentary processes. The initial phase is associated with subduction activity that produced volcanic rocks and intrusions, followed by the development of a sedimentary environment transitioning from terrestrial to shallow marine conditions due to transgression and regression mechanisms, and culminating in volcanic activity that again influenced the geological system. This study confirms that rock characteristics are closely related to ongoing regional tectonic dynamics. Thus, the geological evolution of the study area is controlled by repeated interactions between endogenous and exogenous processes that systematically form the rock sequence. The main contribution of this study is the integration of petrographic analysis with a more comprehensive interpretation of geological evolution.
BRANDING EKOWISATA BERBASIS DIGITAL: PETA MONTASE DAN VISUALISASI DRONE SEBAGAI MEDIA PROMOSI Idarwati Idarwati; Harnani Harnani; Ugi Kurnia Gusti; Dwi Vina Febrim; Rosidawani Rosidawani; Sundus Ghaida Noor Azizah; Astrid Fadhilah; Luliana Luliana; Muhammad Addiansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38504

Abstract

Abstrak: Desa Tanjung Atap, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki potensi ekowisata berbasis alam dan budaya yang kaya, seperti kerajinan anyaman purun, kerajinan aluminium, kerupuk kemplang, dan wisata rawa. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum optimal akibat keterbatasan pemetaan spasial dan media promosi digital. Program pengabdian ini bertujuan mendukung branding desa melalui digitalisasi potensi ekowisata, dengan metode survei lapangan, wawancara masyarakat, pemotretan udara menggunakan drone, penyusunan video dan peta montase ekowisata, serta sosialisasi dan edukasi. Mitra utama adalah Pemerintah Desa Tanjung Atap dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dengan keterlibatan aktif masyarakat dan mahasiswa Universitas Sriwijaya. Target luaran berupa video promosi dan peta montase ekowisata. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner pra dan pasca kegiatan terhadap 27 peserta. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman empat aspek pengembangan ekowisata. Luaran program ini diharapkan memperkuat promosi dan branding desa, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Tanjung Atap.Abstract: Tanjung Atap Village, Ogan Ilir Regency, South Sumatra, possesses rich natural and cultural ecotourism potential, including purun weaving, aluminum handicrafts, kemplang crackers, and swamp tourism. However, the utilization of these potentials has not been optimal due to limited spatial mapping and digital promotional media. This community service program aims to support village branding by digitalizing the village's ecotourism potential through field surveys, community interviews, drone-based aerial photography, the preparation of ecotourism montage videos and maps, and socialization and education activities. The main partners are the Tanjung Atap Village Government and the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), with active involvement from the community and students of Sriwijaya University. The targeted outputs are a promotional video and an ecotourism montage map. The program evaluation was conducted using pre- and post-activity questionnaires involving 27 participants. The analysis results showed a significant increase in understanding of the four aspects of ecotourism development. The program outputs are expected to strengthen village promotion and branding, enhance community participation, and encourage sustainable ecotourism development in Tanjung Atap Village. 
Perbandingan Karakteristik Lava Formasi Mandalika dan Formasi Watupatok berdasarkan Observasi Lapangan dan Petrografi di daerah Ngrayun, Jawa Timur Umu Kulsum; Idarwati Idarwati; Muhammad Alfath Salvano Salni
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3424

Abstract

Aktivitas vulkanisme di Pegunungan Selatan Jawa menghasilkan berbagai satuan batuan gunung api yang dikenal sebagai Old Andesite Formation, termasuk Formasi Mandalika dan Formasi Watupatok yang tersingkap di daerah Ngrayun, Jawa Timur. Kedua formasi tersebut memiliki hubungan menjemari yang menunjukkan perkembangan vulkanisme pada interval waktu yang relatif sama, namun memperlihatkan karakteristik lava yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik lava kedua formasi berdasarkan observasi lapangan dan analisis petrografi guna memahami lingkungan pembentukan dan evolusi vulkanisme di Pegunungan Selatan Jawa. Metode penelitian meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi litologi, struktur batuan, dan karakteristik singkapan, serta analisis petrografi menggunakan sayatan tipis dan metode point counting untuk menentukan tekstur dan komposisi mineral batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lava Formasi Mandalika dicirikan oleh tekstur porfiritik, vesikular, struktur columnar joint, serta breksi autoklastik yang mengindikasikan proses pendinginan relatif lambat pada lingkungan subaerial. Secara petrografi, lava memperlihatkan tekstur porphyritic, glomerocryst, dan tekstur amigdaloidal. Sebaliknya, lava Formasi Watupatok menunjukkan tekstur afanitik hingga aphyric, quenched texture, mikrolit plagioklas acicular, tekstur trachyitic, rendahnya vesikularitas, serta palagonitisasi yang mengindikasikan pendinginan sangat cepat akibat interaksi langsung antara magma dan air. Perbedaan karakteristik lava pada dua formasi yang menjemari ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanisme di Pegunungan Selatan Jawa berkembang pada lingkungan transisi subaqueous–subaerial.
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Penyandingan dan Sekitarnya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan M Mukti Laksana; Idarwati Idarwati
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.9.1.2026.1-23

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi sejarah geologi Penyandingan dan Sekitarnya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan pada Cekungan Sumatera Selatan, berdasarkan analisis stratigrafi yang mencakup observasi lapangan, petrografi, dan mikropaleontologi. Hasil penelitian menunjukkan stratigrafi 5 formasi dari tua ke muda dengan siklus transgresi - regresi. Fase transgresi Miosen Awal – Tengah ditandai oleh pengendapan Formasi Baturaja (lingkungan Shallow Marine, sub fasies Outer Back Reef Lagoon) yang beda fasies menjari dengan Formasi Gumai (lingkungan Delta Front). Fase regresi Miosen Akhir – Pliosen dicirikan oleh kemunculan Formasi Air Benakat (lingkungan Upper Delta Plain) dan Formasi Muara Enim (lingkungan Upper Delta Plain - Fluvial) yang mengandung batubara. Kemudian mengalami deformasi akibat kompresi tektonik Pliosen – Plistosen yang menghasilkan lipatan dan sesar naik dengan orientasi Barat Laut – Tenggara. Terakhir, Formasi Kasai yang diendapkan secara tidak selaras (lingkungan Fluvial sub fasies Floodplain), akibat vulkanisme dan erosi formasi lebih tua. 
Diagenetic Controls on Porosity in Sandstones of the Talang Akar Formation: A Case Study from the Rambangnia River Track, South OKU, South Sumatra Yogie Zulkurnia Rochmana; Stevanus Nalendra Jati; Mega Puspita; Idarwati Idarwati; Ridho Pranata
Jurnal IPTEK Vol 29, No 1 (2025): May
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2025.v29i1.6746

Abstract

Porosity contributes to fluid storage and determines reservoir quality. The higher the porosity, the more free space is available to store fluid. However, the porosity of reservoirs, particularly the sandstones of the Talang Akar Formation of the Rambangnia River track, is not always good. The diagenetic process in the formation of sandstones is thought to contribute to variations in porosity quality. This study aims to determine the control of diagenesis on the porosity of sandstones of the Talang Akar Formation of the Rambangnia River, South Sumatra. The research methods used were field observation, petrographic, diagenesis, and porosity analysis. Based on petrographic analysis, the study area has three types of sandstone: lithic wacke, sublitharenite, and litharenite. The study of diagenesis shows that the sandstones in the Rambangnia River’s Talang Akar Formation have gone through an intense compaction phase, dissolution, cementation by silica and calcite minerals, and an authigenic phase in clay minerals.  In general, the porosity of rocks in the study area ranges from fair to good.