Linda Suyati
Department Of Chemistry, Faculty Of Science And Mathematics, Diponegoro University, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang Semarang 50275, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Korosi Besi dengan Elektrolit H2SO4 dan Karakterisasi Produk Richard Leonardo Sianturi; Linda Suyati; Yayuk Astuti
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 1, No 2 (2021): Volume 1 Issue 2 tahun 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.973 KB) | DOI: 10.14710/gjec.2021.12910

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan laju reaksi korosi pada besi dalam air dan elektrolit asam sulfat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju korosi dengan menggunakan metode pengurangan berat, menentukan karakterisitik produk dengan FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi dari produk, menentukan karakteristik XRD untuk mengetahui struktur lingkup material dari produkdan menentukan kinetika reaksi produk terbaik. Metode yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu preparasi larutan H2SO4  0.0675M, 0.125M, 0.25M, 0.5M dan 1M, karakterisasi produk dan uji kinetika reaksi dengan variasi  waktu 0, 15, 30, 45, 60 dan 75 menit. Hasil  penelitian diperoleh  endapan warna coklat dan karakterisasi FTIR Fe2O3 terlihat pada puncak 586 cm-1   Produk hasil reaksi antara besi dengan H2SO4 muncul puncak yang sedikit bergeser pada sudut 2θ 24,10o, 32,90odan 49,55o. Lalu pada hasil reaksi korosi besi dengan H2O muncul puncak sudut 2θ pada 24,36o, 33,24odan 49,43o. Peningkatan kecepatan korosi seiring dengan meningkatnya konsentrasi dari larutan asam sulfat. Konstanta laju order satu dan dua berturut-turut sebesar 1.28 x 10-3 menit-1 dan 2,9  x 10-4 M-1 menit-1.  
Metode Elektrokoagulasi Sistem Fe(S)| Cd(II)(aq), NaCl(aq) || H2O(l)|C untuk Pengambilan Kadmium(II) Nabila Nurdiantika; Linda Suyati; Gunawan Gunawan
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 1, No 1 (2021): Volume 1 Issue 1 tahun 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.307 KB) | DOI: 10.14710/gjec.2021.10751

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai metode elektrokoagulasi sistem Fe | Cd(II), NaCl || H2O | C untuk pengambilan Cd(II).  Besi hidroksi hasil elektrolisis adalah agen koagulasi yang sangat baik.  Tujuan dari penelitian ini menentukan kondisi optimum dalam proses pengambilan Cd(II) membandingkan elektrokoagulasi dengan koagulasi,  mengetahui morfologi permukaan elektroda besi sebelum dan sesudah elektrokoagulasi, serta  menentukan kinetika elektrokoagulasi pengambilan Cd(II). Beberapa kondisi proses elektrokoagulasi yang divariasikan meliputi pengaruh rapat arus, konsentrasi awal Cd(II), pH larutan, dan  waktu proses elektrokoagulasi. Analisis konsentrasi Cd(II) setelah proses elektrokoagulasi menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dan karakterisasi permukaan eletroda besi dengan SEM. Hasil penelitian menunjukkan pengambilan Cd(II) dicapai pada rapat arus 36 µA/cm2, konsentrasi awal  Cd(II) 9 mg/L, pH larutan 7, dan waktu proses elektrokoagulasi selama 120 menit dengan hasil yang dicapai sebesar 99,5%. Pengambilan Cd(II) lebih efektif dengan metode elektrokoagulasi dibandingkan dengan metode koagulasi. Morfologi permukaan besi yang semula tampak halus setelah proses elektrokoagualasi menjadi kasar akibat adanya sebagian besi di permukaan elektroda yang larut dalam produksi besi hidroksida. Kinetika elektrokoagulasi pengambilan Cd(II) mengikuti reaksi pseudo orde dua, dengan k = 17,80 x 10-2 g.mg-1menit-1.Kata Kunci: Elektrokoagulasi, Pengambilan Cd(II), Fe(OH)3.
PRESERVASI CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L) DALAM SISTEM TERTUTUP BERSUHU 273,40 K BERDASARKAN PERUBAHAN MASSA DAN KADAR VITAMIN C Nurmanita Rusmaningsih; W.H Rahmanto; Linda Suyati; Rahmad Nuryanto
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 1, No 2 (2021): Volume 1 Issue 2 tahun 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.701 KB) | DOI: 10.14710/gjec.2021.12987

Abstract

Telah dilakukan penelitian preservasi cabai merah besar (Capsicum annuum L) dalam sistem tertutup bersuhu 273,40 K berdasarkan perubahan massa dan kadar vitamin C. Penelitian bertujuan membuktikan bahwa pada rentang waktu preservasi 4 minggu dalam sistem tertutup (????????????????????????????????????⁄)273,40 K=0 dan (????????????????????????????????????????????????⁄)273,40 K=0. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu preparasi, preservasi cabai merah besar dalam sistem terbuka dan tertutup selama 0 – 4 minggu, dan penentuan massa maupun kadar vitamin C cabai tiap minggunya dengan metode spektrofotometri UV. Hasil menunjukkan bahwa massa cabai pada sistem tertutup konstan yaitu 100 gram, sedangkan pada sistem terbuka terjadi perubahan setiap minggunya yaitu 100 gram, 100 gram, 85 gram, 80 gram, dan 75 gram. Kadar vitamin C cabai merah besar dalam sistem tertutup, tiap minggunya adalah 201,58; 198,58; 193,72; 190,73; dan 190,73 mg L–1. Kadar vitamin C cabai merah besar dalam sistem terbuka tiap minggunya adalah 201,58; 161,91; 129,72; 124,85; dan 80,69 mg L–1. Pada sistem tertutup ????????????????????????=???????????????????? sehingga ????????????????????????????????????⁄=0 dan ????????????????????????????????????=???????????????????? sehingga ????????????????????????????????????????????????⁄=0. Pada sistem terbuka ????????????????????????≠???????????????????? sehingga ????????????????????????????????????⁄≠0 dan ????????????????????????????????????≠???????????????????? sehingga ????????????????????????????????????????????????⁄≠0Kata Kunci: copper (II) oxide, precipitation, photocatalytic activity, irreversible acceptor
ADSORPSI METHYLENE BLUE (MB) MENGGUNAKAN ABU LAYANG BATUBARA TERAKTIVASI LARUTAN NaOH Umi Dwijayanti; Gunawan Gunawan; Didik Setyo Widodo; Abdul Haris; Linda Suyati; Retno Ariadi Lusiana
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2020): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.961 KB) | DOI: 10.23960/aec.v5i1.2020.p1-14

Abstract

Penelitian tentang adsorpsi methylene blue (MB) oleh abu layang batubara teraktivasi NaOH telah dilakukan. Aktivasi abu layang dilakukan dengan menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 80 oC selama 12 jam. Abu layang yang sudah teraktivasi dikarakterisasi menggunakan FTIR, dan studi adsorpsi dengan melakukan variasi pH, waktu kontak, dan konsentrasi adsorbat. Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya silikat atau aluminat dari abu layang teraktivasi yang bertanggung jawab pada adsopsi MB yaitu vibrasi tekuk ikatan Si atau Al dengan O pada bilangan gelombang 420-500 cm-1. Abu layang teraktivasi dapat mengadsorpsi zat warna MB pada pH 7 dengan waktu kontak optimum 90 menit. Adsorpsi MB mengikuti pola isoterm Langmuir dan memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 500 mg/g.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i1.2020.p01-14
Sintesis Elektroda Lapis Tipis Sn–Zno/FTO Secara Elektrodeposisi dan Aplikasi pada Degradasi Remazol Black B (RBB Fardhani, Dea Ayu; Haris, Abdul; Suyati, Linda; Widodo, Didik Setiyo
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Issue 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.82 KB) | DOI: 10.14710/gjec.2022.12877

Abstract

Elektroda Lapis Tipis yang telah berhasil disintesis pada penelitian ini melalui elektrodeposisi menghasilkan  ZnO terdoping Sn pada kaca FTO yang diharapkan dapat berfungsi sebagai fotokatalis. Prekursor yang digunakan merupakan larutan elektrolit yang dapat menghasilkan ZnO sebagai semikondutor dan Sn sebagai doping logam yang dapat menurunkan band gap ZnO. Elektroda hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD) untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal serta keberadaan senyawa secara kualitatif yang dibandingkan dengan literatur. Pada Aplikasi, •OH yang dihasilkan pada permukaan elektroda setelah penyinaran foton dapat mendegradasi zat warna RBB yang terdapat pada limbah tekstil secara fotokatalisis maupun fotoelekroktalisis. Penurunan konsentrasi serta absorbansi RBB dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Modifikasi Metode Fenton pada Dekolorisasi Limbah Pewarna Remazol Black B dengan Oksida Timbal Hasil Sintesis pada Variasi Molar Pb2+ dan NaOH Patmawati, Patmawati; Widodo, Didik Setiyo; Suyati, Linda; Khabibi, Khabibi; Haris, Abdul
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Issue 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2022.16776

Abstract

Sintesis timbal oksida menggunakan prekursor Pb(NO3)2, NaOH dan oksidator H2O2 telah dilakukan dengan variasi jumlah (mol) NaOH dan cara pengeringan hasil sintesis. Sintesis ini merupakan kajian dalam upaya mengatasi masalah limbah yang mengandung zat warna berbahaya dan ion Pb2+ dalam sampel akibat perlakuan Fenton dimodifikasi menggunakan PbO2. Metode modifikasi fenton sangat efektif dalam menghilangkan warna limbah zat warna namun proses masih menyisakan sisa ion Pb2+ di dalam larutan sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut untuk mendaur ulang ion Pb2+ menjadi timbal oksida sehingga dapat digunakan kembali dalam proses dekolorisasi sampel. Hasil sintesis menunjukkan bahwa endapan hitam-cokelat yang terbentuk adalah oksida timbal. Karakterisasi dilakukan menggunakan instrumen SEM-EDX dan XRD untuk mengetahui morfologi permukaan dan kristalinitas senyawa. Persentase dekolorisasi  dengan penggunaan oksida hasil sintesis dengan perbandingan mol antara Pb(NO3)2:NaOH 1:2 dan setelah pengeringan pada suhu kamar (desikator) mencapai  86,59 %. Pengujian menunjukkan variasi sintesis timbal oksida pada berbagai suhu pengeringan dan berbagai rasio mol NaOH menunjukkan bahwa hasil dekolorisasi berbeda nyata.
Pengambilan Logam Berat Pb dengan Metode Elektrogulasi dalam Sistem Al(s)|Pb(NO3)2(aq), KCl(aq)||H2O(l) Fadilah, Umi; Suyati, Linda; Nuryanto, Rahmad; Widodo, Didik Setiyo; Gunawan, Gunawan
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Issue 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.19363

Abstract

Sumber pencemaran air sebagian besar berasal dari limbah industri. Air limbah tersebut mengandung logam berat yang berbahaya dan beracun seperti logam timbal (Pb). Metode elektrokoagulasi dinilai tepat dan efektif dalam mengurangi polutan logam berat. Proses elektrokoagulasi menghasilkan koagulan yang mampu mengikat logam berat dalam suatu sistem. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum (tegangan, konsentrasi KCl, pH dan waktu elektrokoagulasi) dalam pengambilan Pb2+, menentukan kinetika elektrokoagulasi pengambilan Pb dan mengetahui komposisi unsur yang terkandung pada endapan hasil elektrokoagulasi Pb.Pada penelitian ini elektroda Al sebagai anoda dan elektroda C sebagai katoda. Larutan timbal nitrat sebagai limbah artifisial yang mengandung ion timbal dengan elektrolit pendukung KCl. Proses elektrokoagulasi dilakukan pada variasi tegangan 1, 2, 3, 4, dan 5 V, konsentrasi KCl 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 1,00 dan 1,50 M, variasi pH 3, 5, 7, 9 dan 11 serta variasi waktu yang digunakan yaitu 15, 30, 60, 90 dan 120 menit. Analisis konsentrasi Pb2+ setelah elektrokoagulasi dengan menggunakan instrument Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Endapan hasil elektrokoagulasi dikarakterisasi dengan EDX mapping dan FTIR.Hasil penelitian didapatkan kondisi optimum untuk pengambilan Pb2+dalam sistem ini adalah pada tegangan 3 V , konsentrasi KCl 0,10 M , pH larutan 9  dan waktu elektrolisis 120 menit . Kinetika elektrokoagulasi pengambilan Pb mengikuti pseudo orde dua,  dengan k =0,9984 g.mg-1.menit-1, sedangkan unsur yang terkandung pada endapan adalah oksigen, aluminium, timbal, kalium dan klorida. Hal ini menunjukkan bahwa Pb berhasil dikoagulasi oleh Al(OH)3 diperkuat dengan spektra FTIR yang menunjukkan adanya vibrasi Pb-O, Al-O dan O-H. 
Pengambilan Logam Pb dengan Metode Elektrokoagulasi dalam Sistem Al(s) | Pb(NO3)2(aq), EDTA(aq) || H2O(aq) | C(s) Rianasari, Ajeng Dyah; Suyati, Linda; Gunawan, Gunawan
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.27083

Abstract

Timbal adalah logam berat yang sering digunakan dalam industri otomotif yang mencemari lingkungan yang berbahaya pada manusia karena toksik dan karsinogenik, oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan proses elektrokoagulasi untuk mengurangi limbah timbal pada lingkungan perairan. Elektrokoagulasi menggunakan elektroda alumunium pada anoda dan karbon pada katoda. Penelitian ini dilakukan variasi tegangan, pH, waktu serta penambahan ligan EDTA untuk menentukan kondisi optimum. Konsentrasi timbal dianalisa menggunakan spektroskopi serapan atom (SSA). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukan bahwa elektrokoagulasi mampu untuk mengurangi limbah timbal di perairan dengan efisiensi pengurangan timbal sebesar 91,53% dengan kondisi optimum elektrokoagulasi yaitu pada tegangan 9 Volt, pH 7, selama 60 menit tanpa penambahan ligan EDTA. Bersadarkan hasil yang didapatkan, elektrokoagulasi memiliki potensi untuk mengurangi timbal dari air limbah dengan biaya operasi yang ekonomis serta efisiensi penghilangan logam timbal yang tinggi. 
Pembuatan Eco-enzyme Berbasis Limbah Rumah Tangga pada Pondok Pesantren untuk Mencapai Sustainable Development Goals Christwardana, Marcelinus; Lusiana, Retno Ariadi; Suyati, Linda; Gunawan, Gunawan; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i3.170

Abstract

Pondok pesantren memiliki karakteristik khusus dalam sistem pendidikan. Salah satu program tersebut adalah pelatihan wirausaha, yang bertujuan untuk membekali santri dengan keterampilan berwirausaha guna mendukung kemandirian mereka di masyarakat. Artikel ini membahas implementasi workshop pembuatan eco-enzyme di Pesantren Al-Mahbubiyah, Gamping Sleman, yang terbukti efektif dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada santri. Workshop ini memberikan pengalaman langsung kepada santri melalui praktek yang dipandu oleh fasilitator berpengalaman dan dilengkapi dengan sesi tutorial untuk memperkuat pemahaman mereka. Keseluruhan kegiatan ini berkontribusi positif dalam meningkatkan keterampilan santri dalam pembuatan eco-enzyme. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan lingkungan, memberikan dampak signifikan bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
ADSORPSI METHYLENE BLUE (MB) MENGGUNAKAN ABU LAYANG BATUBARA TERAKTIVASI LARUTAN NaOH Dwijayanti, Umi; Gunawan, Gunawan; Widodo, Didik Setyo; Haris, Abdul; Suyati, Linda; Lusiana, Retno Ariadi
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 01 April (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v5i1.2020.p1-14

Abstract

Penelitian tentang adsorpsi methylene blue (MB) oleh abu layang batubara teraktivasi NaOH telah dilakukan. Aktivasi abu layang dilakukan dengan menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 80 oC selama 12 jam. Abu layang yang sudah teraktivasi dikarakterisasi menggunakan FTIR, dan studi adsorpsi dengan melakukan variasi pH, waktu kontak, dan konsentrasi adsorbat. Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya silikat atau aluminat dari abu layang teraktivasi yang bertanggung jawab pada adsopsi MB yaitu vibrasi tekuk ikatan Si atau Al dengan O pada bilangan gelombang 420-500 cm-1. Abu layang teraktivasi dapat mengadsorpsi zat warna MB pada pH 7 dengan waktu kontak optimum 90 menit. Adsorpsi MB mengikuti pola isoterm Langmuir dan memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 500 mg/g.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i1.2020.p01-14