Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN RAWAT INAP DI RS PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Rendy Wijaya; Swito Prastiwi; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1317

Abstract

Laporan dari IOM (Institute of Medicine) menyatakan bahwa paling sedikit 44.000 bahkan 98.000 pasien meninggal di rumah sakit dalam satu tahun akibat dari medical errors. Laporan FDA (food and drug Administration), menemukan bahwa yang menjadi penyebab terjadinya kesalahan obat adalah komunikasi sebesar 19%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan komunikasi terapeutik pada perawat dengan ketepatan pemberian obat pada pasien. Desain penelitian menggunakan studi korelasional dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi semua perawat yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 186 orang dan sampel sebanyak 46 orang, diambil dengan teknik proporsional simple random sampling. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Product Moment Pearson. Analisa data dengan menggunakan tehnik ini dengan tingkat signifikasi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (59%) melaksanakan komunikasi terapeutik secara cukup dan hampir seluruhnya (83%) melaksanakan prinsip 7 benar secara baik. Hasil uji analisa didapatkan nilai Sig 2 tailed (p) = 0,001 < 0,05), artinya ada hubungan komunikasi terapeutik dengan ketepatan pemberian obat pada pasien ruang rawat inap di RS. Panti Waluya. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah menggali data tentang faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan komunikasi terapeutik seperti pengetahuan, sikap, kondisi psikologis, perkembangan diri, nilai kepercayaan, dan latar belaang budaya, dan faktor yang mempengaruhi ketepatan pemberian obat seperti keterbatsan tenaga dalam Rumah Sakit, kurangnya disiplin perawat, tingkat Pendidikan perawat. ABSTRACT Reports from the IOM (Institute of Medicine) say at least 44,000 even 98,000 patients die within the hospital within a year due to medical errors. The FDA (Food and Drug Administration) report found that the cause of the drug disaster was 19%. The purpose of this study is to know whether there is a therapeutic communication relationship in the nurse with the accuracy of drug delivery to the patient. With cross section. The population of all nurses who worked in the inpatient room as many as 186 people and the sample of 46 people, taken by proportional simple random sampling technique. The statistical test used in this research is Product Moment Pearson. Data analysis using this technique with significance level (α) 0.05. Most of the research (59%) carried out therapeutic communication sufficiently and almost normal (83%) implemented the principle 7 really good. Sig 2 tailed test results (p) = 0.001
HUBUNGAN TINGKAT KECEPATAN DAN KINERJA PERAWAT DENGAN KUALITAS PELAYANAN BPJS DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG TAHUN 2017 Paijal Paijal; Swito Prastiwi; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.013 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.845

Abstract

Tingkat kecepatan pelayanan adalah waktu tanggap yang diberikan perawat untuk melayani pasien, akan tetapi tingkat kecepatan dapat juga di pengaruhui oleh berbagai faktor yang salah satu nya adalah sumber daya manusia (perawat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecepatan dan kinerja perawat dengan kualitas pelayanan BPJS di Puskesmas Dinoyo Kota Malang Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di Puskesmas Dinoyo yang berjumlah 36 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (52,8%) responden melakukan pelayanan cepat dan sebagian besar (77,8%) responden merasa baik terhadap kinerja perawat di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda didapatkan p value = 0,003 < 0,050 sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan tingkat kecepatan dengan kualitas pelayanan BPJS di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Saran untuk Puskesmas agar mempertahankan pelayanan kesehatan dengan memperbaruhui keterampilan dasar keperawatan supaya perawat melayani cepat dalam keluhan pasien dengan jaminan rasa aman dalam kesembuhan pasien. Disarankan bagi peneliti selanjutnya meneliti faktor-faktor tingkat kecepatan pelayanan yaitu sarana prasana, faktor-faktor kinerja perawat yaitu motivasi perawat, dan faktor-faktor kualitas pelayanan kesehatan antara lain pendidikan dan umur perawat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MAHASISWA PSIK-UNITRI DALAM MEMBERIKAN TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) PADA KASUS KARDIOVASKULER DAN RESPIRASI Nuning Sisca Idriyawati; Swito Prastiwi; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.962 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i2.438

Abstract

Penyebab kematian yang tinggi dan kecacatan karena kegawatdaruratan medis dikarenakan kurangnya peralatan yang tidak memadai, sistem yang tidak memadai dan pengetahuan tentang perawatan darurat pasien yang kurang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap mahasiswa PSIK-unitri dalam memberikan tindakan pertolongan pertama darurat (PPGD) pada kasus jantung dan pernapasan. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah 58 siswa dengan jumlah kelas sampel PSIK-unitri 2011. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan tingkat yang pengetahuan cukup memiliki presentase tertinggi 72,41%. Untuk responden dengan kategori sikap yang baik memiliki presentase tertinggi 60,35%. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan Spearman Rho dengan SPSS 17 p-value (0,000)
KAITAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU SADARI MAHASISWI Setiawan Setiawan; Swito Prastiwi; Sarimun Sarimun
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.581 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.470

Abstract

Pemeriksaan payudara pada diri sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan yang bertujuan menemukan tumor atau kanker oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan sikap dan motivasi dengan perilaku SADARI mahasiswi PSIK UNITRI Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah mahasiswi PSIK UNITRI Malang, didapatkan sampel sebanyak 53 responden dengan teknik stratified proportional random sampling. Instrumen menggunakan kuesione dan analisa datamenggunakan pearson pruduct moment. Hasil analisis univariat diketahui sejumlah 73,6 % responden memiliki pengetahuan cukup, sejumlah 62,26% responden memiliki sikap sangat mendukung, sejumlah 73,59 % responden memiliki motivasi tinggi, dan sejumlah 69,81% responden memiliki perilaku cukup tentang SADARI. Hasil uji bivariat product moment pearson diketahui bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan motivasi dengan perilaku SADARI mahasiwi PSIK UNITRI masing-masing secara berurutan memiliki nilai (p-value = 0,999, 0,354, 0,164) dan hasil Analisis multivariat Regresi diketahui tidak ada hubungan pengetahuan sikap dan motivasi secara bersama-sama dengan perilaku SADARI Mahasiswi PSIK UNITRI Malang (p-value0,273). Berdasarkan hasil penelitian, maka perilaku mahasiswi PSIK UNITRI perlu ditingkatkan dengan cara pemanfaatan teman kelompok untuk saling mengingatkan pelaksanaan SADARI, Institusi memasang brosur, pembagian leaflet dan disarankan untuk penelitian selanjutnya meneliti mengenai peran kelompok dalam peningkatan perilaku SADARI mahasiswi tentang pelaksanaan SADARI. Kata kunci: Motivasi, pengetahuan, perilaku SADARI, sikap.
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP DENGAN TINGKATAN HIPERTENSI PADA MIDDLE AGE 45-59 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Tan Robin Alhuda; Swito Prastiwi; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.872 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.827

Abstract

Data WHO 2012 menunjukan 839 juta penderita hipertensi. Pola makan mengarah ke sajian siap santap yang mengandung lemak dan garam tinggi serta didukung dengan kurangnya aktivitas, tingkat stres yang tinggi dan obesitas dapat memberikan kontribusi berkembangnya hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan gaya hidup dengan tingkatan hipertensi pada middleage (45-59 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 36 orang dari 57 populasi dengan teknik purposive sampling, analisa data dengan regresi linier berganda, serta menggunakan instrumen kuesioner, food record dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan pola makan, sebagian besar dikategorikan memiliki pola makan normal berdasarkan perbandingan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yaitu sebanyak 20 orang (96,67%), gaya hidup, hampir seluruhnya dikategorikan tidak sering yaitu sebanyak 34 orang (94,45%), terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan tingkatan hipertensi, terdapat hubungan gaya hidup dengan tingkatan hipertensi, serta terdapat hubungan pola makan dan gaya hidup dengan tingkatan hipertensi, dan didapatkan nilai sebagai berikut: 0,000 (p < 0,050), 0,014 (p < 0,05) dan 0,000 (p < 0,05). Saran untuk responden middleageage 45-59 tahun pasien hipertensi untuk mengurangi makanan yang dapat memicu hipertensi (lemak, serat dan karbohidrat) dan memperbanyak makanan yang mengandung vitamin (sayur-sayuran dan buah-buahan). Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan (budaya, agama, status sosial, personal preverence, rasa lapar, nafsu makan dan rasa kenyang, serta kesehatan) dan gaya hidup (tingkat pendidikan, usia, tingkat penghasilan dan jenis kelamin).
TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS Gaudensius Reginalis Leu; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.369 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1574

Abstract

Menurut Joint National Committee VII, hampir satu miliar penduduk dunia atau satu dari empat orang dewasa mengidap hipertensi. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan tekanan darah diantaranya dengan terapi farmakologis yang menggunakan berbagai macam obat maupun non farmakologis salah satunya dengan relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Tlogomas. Penelitian ini merupakan penelitian experimental. Populasi dalam penelitian adalah semua lansia berjumlah 90 lansia yang mengalami hipertensi dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling sebanyak 20 orang. Pengumpulan data melalui lembar observasi dengan instrumen lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan mengalami hipertensi dengan tingkat grade 1, dan sesudah dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan tidak mengalami hipertensi yaitu tekanan darah normal. Hasil analisisi terdapat pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Tlogomas Malang, yang dibuktikan dengan nilai Sig. = 0,000 (α ≤ 0,05) dan nilai thitung7,216 ≥ ttabel 1,812. Diharapkan kepada responden sering melakukan relaksasi otot untuk menurunkan hipertensi. ABSTRACT According to the Joint National Committee VII, nearly one billion people worldwide or one of four adults have hypertension. Various ways to reduce blood pressure include pharmacological therapy using a variety of drugs and non-pharmacological one of them with progressive muscle relaxation. The purpose of this study was to determine the effect of relaxation techniques on the reduction of hypertensi oninthe elderly. This research is an experimental research. The population in this research is aeldely 90. who have hypertension and sampling technique used is simple random sampling technique counted 20 people. Accumulation of data through observation sheet with observation sheet instrument.The result of the research showed that before all muscle relaxation, (100%) were classified as having hypertension with grade 1, and after all muscle relaxation (100%) were categorized as non-hypertensive ie normal blood pressure. The results of the analysis are the effect of progressive muscle relaxation technique on the decrease of hypertension in the elderly in Tlogomas Malang, as evidenced by the Sig value. = 0.000 (α ≤ 0.05) and tcount 7.216 ≥ t-table 1.812. Expected to the respondent often do muscle relaxation to decrease hypertension. Keywords: Muscle relaxation; blood pressure; hypertension; elderly.
HUBUNGAN MOTIVASI PASIEN DENGAN KEPUASAN PELAYANAN TERAPI HERBAL AKUPUNTUR DI CELIA HOUSE OF BEAUTY JALAN BENDUNGAN SIGURA-GURA KAVLING 4 MALANG Okmigius Okmigius; Swito Prastiwi; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1087

Abstract

Cara memilih suatu pelayanan kesehatan, seseorang cenderung mendapatkkan motivasi dari diri sendiri maupun motivasi dari luar diri sendiri. Motivasi merupakan faktor penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa puas terhadap suatu yang dijalani dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu menuju pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi pasien dengan kepuasan pelayanan terapi herbal akupuntur di celia house of beauty Malang. Metode penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatif. Populasi sebanyak 98 orang dan sampel sebanyak 30 responden. Teknik sampling menggunakan teknik “Accidental Sampling”. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil uji statistik penelitian didapatkan sebagian besar responden yang telah melakukan terapi akupuntur memiliki motivasi kuat sebanyak 27 responden (90%), dan lebih dari separuh merasa puas yaitu sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil analisis uji Spearman Rank didapatkan nilai p value = 0,002 < α = 0,050, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi pasien dengan kepuaasan pelayanan terapi herbal akupuntur di Celia House Of Beauty Malang. Direkomendasikan kepada rumah terapi untuk selalu menjaga dan meningkatkan sistem pelayanan yang sudah tertata dengan baik, mengingat hasil penelitian yang didapatkan sebanyak 10% responden yang memiliki motivasi sedang dan sebanyak 6,7% responden merasakan cukup puas dengan pelayanan yang didapatkan. Disarankan juga kepada peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah sampel penelitian dan menggunakan teknik random sampling serta dapat meneliti faktor yang mempengaruhi kepuasan seperti : Product quality, Service quality,dan Price. ABSTRACT How to choose a health service, a person tends to get self-motivation and self-motivation. Motivation is a driving factor and encouragement that can trigger the emergence of a sense of satisfaction towards a lived and also able to change the behavior of humans or individuals to the better things for himself. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation of patients with acupuncture herbal therapy service satisfaction in celia house of beauty Malang. This research method is a quantitative research with descriptive correlative design. The population of 98 people and the sample of 30 respondents. The sampling technique uses the technique of "Accidental Sampling". Testing the research using Spearman Rank statistical test. The result of the statistical test of the research shows that most respondents who have done acupuncture therapy have strong motivation as much as 27 respondents (90%), and more than half are satisfied that is 22 respondents (73.3%). The result of Spearman Rank test is got value p value = 0.002
HUBUNGAN GANGGUAN TIDUR DENGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI REMAJA PUTRI DI SMK KERTHA WISATA KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Ernilinda Egi; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.909 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.171

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh usia remaja adalah rendahnya tingkat kesehatan. Pola tidur yang baik diperlukan untuk memberikan ketenangan dan memulihkan stamina, pemulihan fungsi otak dan tubuh, penyesuaian untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Keadaan fisik yang sehat ditunjukkan salah satunya dengan tingkat kemampuan fungsional tubuh manusia yang dikenal sebagai kesegaran jasmani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola tidur dengan tingkat kesegaran jasmani remaja putri di SMK Kertha Wisata Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, Populasi sebanyak 30, sampel 30 remaja diambil dengan teknik sampling yaitu total sampling. Pengumpulan data pola tidur menggunakan kuesioner PSQI, tingkat kesegaran jasmani diperoleh dengan pengukuran tes kesegaran jasmani, uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi Spearmen Rank dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 23% remaja putri memiliki gangguan tidur, sedangkan tingkat kesegaran jasmaninya sebanyak 67% adalah baik, dan yang lain adalah sedang 23%, kurang 3 10%. Pada analisa hasil uji statistik diperoleh, p-value = 0,00 sehingga dapat disimpulkan p-value = 0,00 < α (0,05), maka H1 diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan tingkat kesegaran jasmani remaja putri. Diharapkan remaja selalu berupaya untuk melakukan pola hidup sehat cara mengatur pola tidur yang baik. Hal ini berkaitan dengan besarnya pengaruh gangguan tidur terhadap kesegaran jasmani. Kata kunci : Gangguan tidur, kesegaran jasmani.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ANAK TENTANG POLA HIDUP SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN MERJOSARI 2 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Agustina Olo Asa; Swito Prastiwi; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.164 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.796

Abstract

Diare merupakan salah penyakit infeksi utama yang lebih sering menyerang pada anak-anak. Penyakit ini terutama disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi akibat akses kebersihan yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk hubungan pengetahuan anak tentang pola hidup sehat dengan kejadian diare pada anak sekolah. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik korelasional (corrlational study). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak sekolah yang bersekolah di SDN Merjosari 2 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dan samping yang di gunakan adalah purposive sampling yaitu sebanyak 60 siswa yang tersebar di kelas 1 - 6. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu Spearman Rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan pegetahuan anak pola hidup sehat sebagian besar dikategorikan memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 51 siswa (85,0%) dan kejadian diare sebagian besar dikategorikan tidak mengalami diare yaitu sebanyak 52 siswa (86,67%).Hasil uji statistik dengan menggunakan Spearmen Rank didapatkan nilai Sig. (signifikan)= 0,031 < α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan atau H0 ditolak. Artinya ada pengetahuan anak tentang pola hidup sehat dengan kejadian diare pada anak sekolah SDN Merjosari 2 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Diharapkan orang tua untuk memperhatikan anaknya dalam menjalankan pola hidup sehat seperti menginformasikan kepada anak tentang pola hidup sehat, ketersediaan air bersih yang cukup di rumah, menjaga lingkungan rumah agar tetap bersih, mengajari anak untuk menccuci tangan dengan air bersih dan sabun, serta menjaga kebersihan makanan yang dimakan oleh anak.
HUBUNGAN ANTARA AKTIFITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA BANJAREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Egas A. Da Costa Xavier; Swito Prastiwi; Mia Andinawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.563 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.658

Abstract

Penurunan aktivitas fisik pada lansia meningkatkan resiko hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia Desa Banjarejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Desain penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling.Aktivitas fisik diukur menggunakan instrumen General Practise Physical Activity Questionnaire (GPPAQ).Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Momonet.Aktivitas fisik responden tergolong dalam kategori sedang (70%). Tekanan darah pada lansia dengan hipertensi tahap I sebesar 56,7%. Hasil analisa bivariat menunjukkan p value (0,029)< α (0,05) yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia. Lansia disarankan untuk melakukan aktivitas fisik yang rutin misalnya berjalan dengan kecepatan rata-rata selama 30 menit setiap hari, bersepeda dan senam serta melakukan pemeriksaan secara teratur.