Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Materi Pada Mata Pelajaran IPA Dalam Platform Course Networking Sebagai Media Pembelajaran Secara Blended Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Kelas VII SMP Heni Prasetyorini; Mustaji .; Bachtiar Syaiful Bachri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.884 KB) | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p50-58

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah mengembangkan materi pembelajaran pada suatu platform e-learning berbasis opensource dan Learning Management System (LMS) sebagai media pembelajaran secara Blended Learning. Pembelajaran dilakukan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Media tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran atau alat bantu untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas VII SMP Terpadu Daarul Muttaqien Surabaya. Penelitian pengembangan ini menggunakan platform Course Networking untuk mendesain dan mengatur pembelajaran. Prosedur pengembangan media pembelajaran menggunakan model pengembangan Borg & Gall. Dengan 10 tahapan yaitu, (1) Identifikasi kebutuhan instruksional, (2) Analisis Tujuan Instruksional, (3) Mengidentifikasi karakteristik dan konteks awal peserta didik, (4) Penjabaran tujuan instruksional umum ke dalam tujuan instruksional khusus, (5) Mengembangkan instrumen penilaian, (6) Mengembangkan strategi instruksional, (7) Mengembangkan bahan ajar (materi), (8) Mendesain dan menyelenggarakan evaluasi formatif, (9) Revisi instruksional, (10)  Mendesain dan melakukan evaluasi sumatif. Produk pengembangan yang dihasilkan berbentuk (1) model web learning materi ekosistem, dan (2) panduan penggunaan untuk peserta didik dan guru. Pengembangan media ini telah diujicoba pada kegiatan pembelajaran untuk materi ekosistem kelas VII SMP Terpadu Daarul Muttaqien Surabaya semester genap tepatnya pada bulan Maret hingga awal Mei tahun pelajaran 2015. Hasil pengembangan telah divalidasi ahli materi dan ahli media masing-masing mendapatkan prosentase 77,17% dan 77,5%. Hasil tersebut menunjukkan hasil pengembangan produk sudah baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Untuk hasil implementasi penggunaan media dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan kolaborasi peserta didik, digunakan uji T Independen, yang menunjukkan hasil post-test hasil belajar menunjukkan thitung = 2,079 , sedangkan keterampilan kolaborasi thitung = 1,127, dengan ttabel = 2,000 (signifikansi 5%, df=60). Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran secara blended learning, yaitu pengembangan materi pembelajaran dalam platform Course Networking tersebut dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, namun belum dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik. AbstractThe purpose of research is to develop learning material on an e-learning platform based on open source and the Learning Management System (LMS) as a medium of learning in Blended Learning course. Learning is done on the subjects of Natural Sciences (IPA) class. Media are expected to be used as a learning supplement and be a learning tool to improve learning outcomes and collaborative skills of students of class VII SMP Integrated Daarul Muttaqien Surabaya. This development research Course Networking platform to design and organize learning. Procedure development of instructional media used development model of Borg & Gall. With 10 stages, namely, (1) identification of instructional needs, (2) Analysis of Instructional Objectives, (3) Identify the characteristics and context of early learners, (4) Translation of instructional objectives general to the specific instructional objectives, (5) Developing assessment instruments, (6) Develop instructional strategies, (7) Develop teaching material (material), (8) Designing and conducting formative evaluation, (9) Revision instructional, (10) Design and conduct summative evaluation. The resulting shaped product development (1) model of learning material web ecosystem, and (2) guidelines for the use of students and teachers. The development of this medium has been tested on learning activities for class VII SMP material Integrated ecosystem Daarul Muttaqien Surabaya precisely semester from March to early May in the academic year 2015. The result of the development of a validated matter experts and media experts each get a percentage of 77.17% and 77.5%. These results show the results of product development has been good and deserve to be used in learning. For the implementation of the use of media in improving learning outcomes and skills of collaborative learners, used the T test Independent, which shows the results of post-test learning results showed t = 2.079, while the skills of collaboration t = 1.127, with table = 2.000 (5% significance, df = 60). This shows that by using media learning blended learning, namely the development of learning materials in the Course Networking platform that can improve student learning outcomes, but has not been able to improve the collaboration skills of learners. 
KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN BANGKALAN: SEBUAH STUDI LITERATUR Dian Eka Indriani; M. Sahid; Bachtiar Syaiful Bachri; Umi Anugerah Izzati
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKondisi geografis dan berbagai perbedaan latar belakang etnis, bahasa, agama, dan ideologis Negara Indonesia sebagai Negara yang multikultural menyebabkan resiko terjadinya konflik di Indonesia cukup besar, bahkan fenomena akhir-akhir ini adanya radikalisme yang mulai masuk di semua lini masyarakat, hal ini diperkuat dengan adanya beberapa tradisi masyarakat setempat sebenarnya adalah akar kekerasan. Karena konflik yang terjadi kebanyakan lahir dari nilai budaya yang berbeda, maka pemecahan konflik yang dicari harus diambil dari nilai lokal yang ada. Kearifan lokal benar-benar dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perdamaian, apalagi, perdamaian dan pencegahan konflik akan lebih terasa ketika kearifan lokal didukung, difasilitasi, dan dibantu oleh peran negara dan pemerintah. Namun pada faktanya kearifan lokal masih belum terakomodasi sepenuhnya di dalam kurikulum pendidikan. Pada tahap awal penelitian ini dipelajari tentang Kearifan Lokal di Madura khususnya kabupaten Bangkalan dari segala aspekdalam studi lieratur.Kata kunci: kearifan lokal, kabupaten Bangkalan, Madura, studi literatur.ABSTRACTGeographical conditions and various ethnic, linguistic, religious, and ideological backgrounds of the State of Indonesia as a multicultural country cause the risk of conflict in Indonesia is quite large, even the phenomenon of recent radicalism that has begun to enter all lines of society, this is strengthened by the existence of some local traditions is actually the root of violence. Because conflicts that occur mostly are born from different cultural values, then the resolution of the conflict sought must be taken from the existing local values. Local wisdom can really make a big contribution to peace, moreover, peace and conflict prevention will be more felt when local wisdom is supported, facilitated, and assisted by the role of the state and government. But in fact local wisdom has not been fully accommodated in the education curriculum. In the early stages of this study were studied about Local Wisdom in Madura, especially Bangkalan district from all aspects of the literature study.Keywords: local wisdom, Bangkalan regency, Madura, literature study.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Wilayah Pesisir Febrianto, Priyono Tri Febrianto; Syaiful Bachri, Bachtiar; Hadi Susarno, Lamijan
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 6 No 2 (2022): Oktober, 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v6i2.5246

Abstract

Merdeka belajar merupakan program yang dicanangkan dan diluncurkan di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Makarim. Program ini memberikan pilihan bebas kepada siswa sehingga bakat, minat dan karakter siswa dapat dikembangkan melalui merdeka belajar. Selama ini terdapat berbagai variasi model pembelajaran yang diterapkan guru. Ada yang menerapkan metode konvensional dan ada pula yang telah menerapkan inovasi pembelajaran yang lebih modern. Studi ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa tentang implementasi kurikulum Merdeka belajar di Sekolah Dasar di wilayah pesisir. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Jumlah responden sebanyak 129 responden. Studi ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa Merdeka belajar relevan untuk diimplementasikan di SD wilayah pesisir. Kebijakan ini merupakan langkah untuk mentransformasikan pendidikan Indonesia, guna mewujudkan sumber daya manusia unggul. Kurikulum Merdeka Belajar diharapkan mampu meningkatkan kecerdasan siswa di pesisir, Merdeka belajar mampu mengubah nasib anak pesisir. Merdeka Belajar mampu meningkatkan kecerdasan siswa di pesisir. Merdeka Belajar mampu meningkatkan kecerdasan siswa di pesisir, Merdeka belajar mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi nelayan, Merdeka belajar mampu mengubah nasib anak pesisir Keywords: Merdeka belajar, implementasi kurikulum, siswa Sekolah Dasar, wilayah pesisir
Pembelajaran Sentra Pasar Dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Lenny Andriani Shanty; Bachtiar Syaiful Bachri; Budi Purwoko
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.241

Abstract

This research is aimed to analyze the social and emotional development of young learners. It is necessary for balancing the cognitive aspects. Market day centers can be conducted at an early age in order to give them choices in their life instead of only focusing on cognitive aspects. Besides, it supports social and emotional development. Through this method, the entrepreneurship is introduced in basic level. The social emotional aspects learned in this methods are : (1) being calm during the turn (2) being patient in price agreement(3) accepting the agreement. The quantitative approach was used, namely Quasi Experimental with a nonequivalent control group model. Data collection was conducted through observation and documentation for secondary data. In line with the aim of the research, the result showed that there was a significant difference between the experiment and control group after the treatment. The experiment group became calm during the turn, showed more independence, and respected their peers e.g. price agreement. In conclusion, this method was able to stimulate the social and emotional development in group B Prima Cendekia Kindergarten Islamic School in Grogol, Kediri, Indonesia
Evaluasi Progam Tracer Study Dengan Pendekatan Cipp Vebibina*, Almaida; Syaiful Bachri, Bachtiar
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi program tracer study di Prodi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Medan dengan menggunakan model CIPP. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan metodenya adalah deskriptif analitis dengan metode deskriptif analitis. Sampel yang digunakan adalah tim task force berjumlah 2 dosen, serta menjaring alumni dari tahun 2012-2023 sebanyak 7 mahasiswa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Hasil evaluasi konteks, pelaksanaan program tracer study dikategorikan berjalan dengan maksimal sesuai dengan kriteria evaluasi konteks. Program tracer study mendapat dukungan dari pimpinan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan, stake holder, kepala laboratorium unit produksi, dosen dan alumni Pendidikan Tata Rias, 2) Hasil evaluasi input terdiri dari sarana dan prasarana, dana atau anggaran, pengelola progam dan pelaksanaan program. Semua unsur-unsur evaluasi input secara keseluruhan berjalan dengan baik dan terus dilakukan evaluasi sehingga program tracer study akan terus berkembang. 3) Hasil evaluasi proses memuat isi kesesuaian pelaksaaan dengan rencana program, kesesuaian kompetensi pengelola program tracer study dan keefektifan Pelaksanaan progam tracer study. Dari masukan yang diberikan bahwa evaluasi proses memiliki tingkat keberhasilan 90% dimana nilai tersebut kategori baik, 4) Hasil evaluasi produk program tracer study di Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Medan dikategorikan pada produk progam tracer study dan outcome program tracer study.
Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Darul Ilmi Surabaya Slamet Riyadi; Nurul Fauziah Ali; Dia Ayu Ningtyas; Ima Widiyanah; Bachtiar Syaiful Bachri
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2598

Abstract

Pendekatandeep learning (Pembelajaran Mendalam) dipahami sebagai strategi pedagogis yang menekankan pemahaman konseptual, kolaborasi, kreativitas, dan berpikir tingkat tinggi. Sekolah Dasar (SD) Darul Ilmi Kota Surabaya merupakan salah satu sekolah yang mulai mengadopsi pendekatan deep learning sebagai bagian dari inovasi kurikulumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan Deep Learning di Sekolah Dasar Darul Ilmi Surabaya. Metode penelitian ini pendekatan kualitatif dengan jenis observasi lapangan (field study). Penelitian ini menggunakan dua teknik utama yakni observasi, dan wawancara Mendalam (In-depth Interview). Hasil observasi menunjukkan bahwa SD Darul Ilmi berhasil mengintegrasikan pembelajaran mendalam melalui pendekatan STREAM (Science, Technology, Religious, Engineering, Art, dan Mathematics), proyek kolaboratif, asesmen autentik, dan budaya sekolah yang reflektif. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai penerapan deep learning pada jenjang sekolah dasar serta kontribusinya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Selain itu, penelitian ini juga berpotensi memberikan masukan bagi para pendidik dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan kurikulum yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi sejak jenjang pendidikan dasar.