Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBIAYAAN MURABAHAH: ANALISIS PERSEPSI NASABAH Mira wati
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 3, No 5 (2017): Vol. III No. 5- April 2017
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v3i5.213

Abstract

Jurnal ini memperkuat penelitian dari Metawa S.A dan Almossawi M, yang berjudul“Banking Behavior of Islamic Bank Costumer: Perspectives and Implications, BankMarketing” (1998). Mereka menyimpulkan bahwa keputusan konsumen dalam memilihbank Islam didorong oleh faktor agama, di mana konsumen menekankan kepatuhanterhadap prinsip-prinsip Islam. Selanjutnya, keputusan juga termotivasi oleh faktor faktorkeuntungan, keluarga dan teman-teman, dan lokasi bank. Faktor-faktor tersebutselanjutnya dikaitkan dengan karekteristik responden seperti umur, pendapatan danpendidikan. Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian, faktor utama yangmempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pembiayaan murabahah di Bank MuamalatIndonesia cabang Pekanbaru, dapat disimpulkan bahwa faktor pribadi hanya ditunjukkanoleh pembiayaan murabahah berlandaskan moral dan saling percaya. Faktor lingkunganjuga hanya ditunjukkan oleh aksesibilitas pembiayaan murabahah cepat dan mudah.Masyarkat banyak memilih faktor obyek dalam mempengaruhi persepsi mereka terhadappembiayaan murabahah diantaranya adalah pembiayaan murabahah popular dimasyarakat, karyawan sangat professional dan dapat dipercaya, biaya administrasinyamurah, sikap karyawan ramah, simpati, dan murah senyum, sosialisasi dan promosipembiayaan murabahah telah mencapai seluruh lapisan masyarakat, promosi pembiayaanmurabahah diketahui lewat hubungan personal da kerabat, prosepek perkembanganpembiayaan murabahah sangat baik,informasi pembiayaan diketahui lewat media cetakdan televise.Kata kunci : Pembiayaan Murabahah, persepsi nasabah
KESANTUNAN BERBAHASA PADA PROSES UPACARA MAKAN BERADAT DALAM PERNIKAHAN DI DESA BINTUAS KEC. NATAL KAB. MANDAILING NATAL (KAJIAN PRAGMATIK) Mira wati; Ros maini
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.582 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v7i1.10435

Abstract

Makan beradat adalah salah satu acara pada tata cara adat pernikahan desa Bintuas Kec. Natal Kab. Mandailing Natal. Makan beradat dilakukan selesai akad nikah dirumah pengantin wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemakaian prinsip kesantunan dan skala kesantunan pada proses upacara makan beradat dalam pernikahan  di Desa Bintuas Kec. Natal Kab. Mandailing Natal (kajian Pragmatik). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskripsi. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan penuh yaitu pada bulan Agustus 2017. Sumber data penelitian ini diperoleh dari CD-CD pelaksanaan upacara adat pernikahan didalamnnya berisi tentang proses upacara makan beradat yang sudah ada sebelumnnya. Data dikumpulkan berupa dokumentasi. Data yang dikumpulkan sebanyak 8. Hasil penelitian yang ditemukan adalah sebagai berikut: 1) berdasarkan jenis prinsip kesantunan, terdapat 6 ujaran maksim kebijaksanaan, 4 ujaran maksim kedermawanan, 1 ujaran maksim penghargaan, 3 ujaran maksim permufakatan dan 1 ujaran maksim kesimpatisan serta tidak terdapat maksim kesederhanaan. 2) berdasarkan skala kesantunan semua ujaran yang disampaikan terdiri dari 4 ujaran skala kerugian dan keuntungan, 1 ujaran skala kesantunan pilihan, 3 ujaran skala kesantunan ketidaklangsungan, dan tidak terdapat ujaran yang memakai skala kesantunan keotoritasa dan jarak sosial.                                                                      Kata Kunci : Makan Beradat, Prinsip Kesantunan, Skala      Kesantunan, CD, Pragmatik.
ANALISIS PERILAKU NASABAH TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH Mira Wati
Imara: JURNAL RISET EKONOMI ISLAM Vol 2, No 1 (2018): IMARA: JURNAL RISET EKONOMI ISLAM
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/imara.v2i1.1028

Abstract

Dasawarsa ini sistem ekonomi dan keuangan Indonesia juga global memperlihatkan fenomena baru berupa kemunculan sistem ekonomi dan keuangan Islam yang terkristalisasi dalam bentuk bank-bank dan lembaga keuangan berbasis syariah. Kemunculannya, termasuk di Indonesia, dimaksudkan sebagai pemenuhan atas kebutuhan lapisan masyarakat yang meyakini bahwa sistem operasional perbankan konvensional yang berlaku selama ini tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dalam sistem syariah antara bank dan nasabah digunakan sistem bagi hasil (profit and loss sharing)(karim, 2009,61) dan melarang adanya fixed return (penetapan keuntungan yang pasti di awal akad), sebagaimana sistem yang terdapat pada bank konvensional dengan sistem bunga yang diberlakukan pada sistem perbankan konvensional. Sedang bunga dalam aturan fiqih Islam tergolong sebagai riba seperti yang juga difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2004.(DSN-MUI,2006,27) Sistem bunga ini merupakan titik perbedaan mendasar antara bank syariah dan bank konvensional.