Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Menjadi Muslim di Negara Multikultural: Dinamika, Tantangan dan Strategi dalam Perspektif Fikih Multikultural Tahir, Masnun
al-'adalah Vol 14 No 2 (2017): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v14i2.2138

Abstract

Indonesian Islam is a unique one, pluralist and multiculturalist as Nahdlatul Ulama Islam, Muhammadiyah Islam, Shiah Islam, Sunni Islam and much more which has diverse consequences for its followers. As matter of fact, the diversity continues to face challenges. An Accusation against moderate and multiculturalism through violence is perpetrated by individual actors, mass organization and the most authoritatve institution that should be the guarantor of religious moderatism within the framework of Indonesian-ness. At the extreme level, the resistance is manifested in a series of intolerant actions such as expulsion.This paper aimed to present how life strategy in the nuances of multicultural from the perspective of Islamic law. The idea of fiqh that is sensitive to multiculturalism becomes important for Muslims in Indonesia to have a diversity of perspectives in the daily basis.
DEMAGOGI DAN KEKERASAN AGAMA DALAM SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA Tahir, Masnun
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 1 (2011): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v11i1.619

Abstract

Democracy in Indonesia does not emerge political behavior but on the contrary it appears political ignorance that disregards moral sides of politics.  Religion that should be a base for political ethics is only more performed as symbolic. Finally, politician be a demagogy, who sowed religious values that are not conducted. This attitude on the top side caused social frustration and spread violence on behalf  of religion. This case is caused by regarding of radical group that the rulers have insulted religion, and because of  that, they proper to toppled by any manner. With the result that democratic portrait yielded violence that caused by politician’s performing and a short answer given by radical group. Thus, system of  democracy in Indonesia becomes damage and need to reorganize.
Tuan Guru dan Dinamika Hukum Islam di Pulau Lombok Tahir, Masnun
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.251

Abstract

Tulisan ini membahas masalah dinamika hukumIslam yang berkembang di Pulau Lombok dalam pemikiranpara ”tuan guru”. Fokus perbincangannya adalah fenomenakawin lari yang sudah begitu berakar di masyarakat Sasak danisu formalisasi yang terus menggelinding seiring dinamikasosial-politik tanah air. Formalisasi pernah menjadi wacanamenarik di Lombok sehingga melahirkan Perda Zakat yangmemicu kontroversi dalam perjalanannya. Pembahasan tulisanini diawali dengan melihat pola keberagamaan masyarakat Sasakyang sangat unik dan dilanjutkan dengan penuturan perananpara tuan guru di pulau Lombok.
Wacana Fikih Kebangsaan dalam Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Kampus di NTB Tahir, Masnun
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 49 No 2 (2015)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v49i2.143

Abstract

Islamic militant group is arguably followed by laymen circle is. Change of movementis condusted by this group. This group tries to gain support from university students as a new agent which is assumed by this group to be able to change movement pattern. Spreading of Islamic radical group in the area of student is not apart from striving for caderization of intllectual group in Islamic fundamentalist circle. This strategy is an indoctrination of ideology which caused student feels difficult to cut his relation to this group. This phenomenon finally forms a new metamorphosis to a new Islamic radical movement in campus.
PEMIKIRAN T. M. HASBI ASH-SHIDDIEQY: Sumber Hukum Islam dan Relevansinya dengan Pemikiran Hukum Islam Di Indonesia Tahir, Masnun
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 1 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2008.01106

Abstract

Fiqh Indonesia yang menjadi tema pemikiran hukum Hasbi sepanjang tahun 1940-an sampai 1975, merupakan icon dan usaha pertama (pioneer) meretas hukum Islam dalam konteks merespon kebijakan pembangunan Negara. Dengan dilatarbelakangi oleh adanya penilaian (kritik) dari Soekarno bahwa pemikiran hukum Islam kurang memiliki respon atas permasalahan-permasalahan social kemasyarakatan maka hadirnya fiqh Indonesia yang digagas Hasbi sebenarnya bermaksud merumuskan ketetapan fiqh dari hasil ijtihad yang lebih cocok dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, agar fiqh tidak menjadi barang asing dan diperlakukan sebagai barang antik. Dalam pandangan penggagasnya, hukum Islam harus mampu menjawab persoalan-persoalan baru, terutama dalam segala cabang dari bidang muamalah yang belum ada ketetapan hukumnya. Hukum (fiqh) juga harus mampu hadir dan berpartisipasi dalam membentuk gerak langkah kehidupan masyarakat. Sampai di sini terlihat bahwa Hasbi memaknai hukum Islam dalam bingkai law as a tool to social engineering (hukum dijadikan sebagai sarana rekayasa sosial).
Model Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular Pada Kawasan Wisata Berkelanjutan Di Indonesia Kurniawan, Satria; Masyhuri, Ahmad; Tahir, Masnun
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Maret
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/ije.v5i2.1623

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular pada kawasan wisata berkelanjutan di Indonesia. Permasalahan utama terletak pada tingginya volume sampah di destinasi wisata yang belum dikelola secara optimal akibat dominasi sistem linear, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya partisipasi masyarakat dan wisatawan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Informan meliputi pemerintah daerah, pengelola wisata, pelaku usaha, dan masyarakat lokal. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan pengelolaan sampah masih didominasi pola konvensional, meskipun beberapa lokasi mulai mengadopsi pendekatan transisional dan sirkular. Faktor penghambat mencakup keterbatasan fasilitas, lemahnya regulasi, dan rendahnya kesadaran lingkungan. Faktor pendukung meliputi peran komunitas, inovasi teknologi, dan kolaborasi pemangku kepentingan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengurangan di sumber, pemilahan, pengolahan, serta pemanfaatan kembali limbah dalam satu sistem terkoordinasi. Model ini menekankan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan wisatawan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoritis dalam penguatan ekonomi sirkular sektor pariwisata. Abstract: This study aims to develop a circular economy-based waste management model for sustainable tourism areas in Indonesia. The main issue lies in the high volume of waste generated in tourist destinations, which has not been optimally managed due to the dominance of linear systems, limited infrastructure, and low participation from local communities and tourists. The study applies a qualitative approach with a descriptive exploratory design. Data were collected through in-depth interviews, field observations, documentation, and literature review. Informants include local government officials, tourism managers, business actors, and local communities. Data were analyzed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that waste management is still largely dominated by conventional practices, although several locations have begun to adopt transitional and circular approaches. Inhibiting factors include limited facilities, weak regulatory frameworks, and low environmental awareness. Supporting factors consist of community involvement, technological innovation, and stakeholder collaboration. Based on these findings, the study proposes a circular economy-based waste management model that integrates waste reduction at the source, sorting, processing, and reuse within a coordinated system. The model emphasizes synergy among government, private sector, communities, and tourists. This study contributes both practically and theoretically to strengthening the implementation of the circular economy in the tourism sector.