Articles
NILAI-NILAI YANG TERTANAM PADA MASYARAKAT DALAM KEGIATAN MASAMPER DI DESA LAONGGO
Maragani, Meyltsan Herbert;
Wadiyo, Wadiyo
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fenomena berkesenian masyarakat etnis Sangihe di desa Laonggo menjadi hal yang unik dan menarik. Dalam hal ini, Masamper diyakini tidak hanya sebagai sarana hiburan masyarakat tetapi juga sebagai sarana untuk berinteraksi. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai apa yang tertanam pada masyarakat dalam aktivitas interaksi yang terjadi dalam Masamper. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi,wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai yang tertanam pada masyarakat dalam kegiatan Masamper, terbentuk melalui proses interaksi yang terjadi pada saat kegiatan Masamper berlangsung. Interaksi dalam kegiatan Masamper merupakan interaksi simbolis yang ditandai dengan adanya tindakan yang didasarkan atas makna. Nilai-nilai yang tertanam pada masyarakat meliputi nilai religius, kerjasama, etika, kerukunan, cinta budaya, kedisiplinan, tenggang rasa, dan keindahan. Nilai-nilai tersebut tertanam pada masyarakat tidak hanya melalui lagu-lagu yang dinyanyikan, tetapi juga melalui aktivitas-aktivitas atau tindakan-tindakan yang dilakukan masyarakat pada saat berinteraksi dalam kegiatan Masamper.
MAENGKET SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN SENI MELALUI AKTIVITAS APRESIATIF DAN KREATIF
Pandaleke, Stefanny;
Maragani, Meyltsan
GETER Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The efforts to develop student potential, preservation and development of art through appreciative and creative activities are important things to do. Maengket, as a traditional art in North Sulawesi has the potential as a means of art education through appreciative and creative activities. The discussion in this article is about how the process of art appreciation and creation in learning Maengket as a learning material for Cultural Arts, so that students gain an aesthetic experience. Appreciation activity begins with the introduction or description about Maengket. Then the second step is the analysis of the text from Maengket which includes music and dance movements. The next step is evaluation by giving a summary of the material and looking on the student responses to activities in the previous steps. Furthermore, the creation activities in Maengket learning stand on the concepts and ideas that have been obtained in previous appreciation activities. Each student is given the freedom to express every ideas and express it honestly and personally. Thus, Maengket learning as teaching material in Arts and Culture learning can be more optimized. Keywords: Art Education, Appreciation, Creation, Maengket
Maengket Sebagai Sarana Pendidikan Seni Melalui Aktivitas Apresiatif dan Kreatif
Pandaleke, Stefanny;
Maragani, Meyltsan
GETER Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/geter.v2n1.p24-33
The efforts to develop student potential, preservation and development of art through appreciative and creative activities are important things to do. Maengket, as a traditional art in North Sulawesi has the potential as a means of art education through appreciative and creative activities. The discussion in this article is about how the process of art appreciation and creation in learning Maengket as a learning material for Cultural Arts, so that students gain an aesthetic experience. Appreciation activity begins with the introduction or description about Maengket. Then the second step is the analysis of the text from Maengket which includes music and dance movements. The next step is evaluation by giving a summary of the material and looking on the student responses to activities in the previous steps. Furthermore, the creation activities in Maengket learning stand on the concepts and ideas that have been obtained in previous appreciation activities. Each student is given the freedom to express every ideas and express it honestly and personally. Thus, Maengket learning as teaching material in Arts and Culture learning can be more optimized. Keywords: Art Education, Appreciation, Creation, Maengket
NILAI-NILAI YANG TERTANAM PADA MASYARAKAT DALAM KEGIATAN MASAMPER DI DESA LAONGGO
Maragani, Meyltsan Herbert;
Wadiyo, Wadiyo
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fenomena berkesenian masyarakat etnis Sangihe di desa Laonggo menjadi hal yang unik dan menarik. Dalam hal ini, Masamper diyakini tidak hanya sebagai sarana hiburan masyarakat tetapi juga sebagai sarana untuk berinteraksi. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai apa yang tertanam pada masyarakat dalam aktivitas interaksi yang terjadi dalam Masamper. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi,wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai yang tertanam pada masyarakat dalam kegiatan Masamper, terbentuk melalui proses interaksi yang terjadi pada saat kegiatan Masamper berlangsung. Interaksi dalam kegiatan Masamper merupakan interaksi simbolis yang ditandai dengan adanya tindakan yang didasarkan atas makna. Nilai-nilai yang tertanam pada masyarakat meliputi nilai religius, kerjasama, etika, kerukunan, cinta budaya, kedisiplinan, tenggang rasa, dan keindahan. Nilai-nilai tersebut tertanam pada masyarakat tidak hanya melalui lagu-lagu yang dinyanyikan, tetapi juga melalui aktivitas-aktivitas atau tindakan-tindakan yang dilakukan masyarakat pada saat berinteraksi dalam kegiatan Masamper.
Maengket Sebagai Sarana Pendidikan Seni Melalui Aktivitas Apresiatif dan Kreatif
Stefanny Pandaleke;
Meyltsan Maragani
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/geter.v2n1.p24-33
The efforts to develop student potential, preservation and development of art through appreciative and creative activities are important things to do. Maengket, as a traditional art in North Sulawesi has the potential as a means of art education through appreciative and creative activities. The discussion in this article is about how the process of art appreciation and creation in learning Maengket as a learning material for Cultural Arts, so that students gain an aesthetic experience. Appreciation activity begins with the introduction or description about Maengket. Then the second step is the analysis of the text from Maengket which includes music and dance movements. The next step is evaluation by giving a summary of the material and looking on the student responses to activities in the previous steps. Furthermore, the creation activities in Maengket learning stand on the concepts and ideas that have been obtained in previous appreciation activities. Each student is given the freedom to express every ideas and express it honestly and personally. Thus, Maengket learning as teaching material in Arts and Culture learning can be more optimized. Keywords: Art Education, Appreciation, Creation, Maengket
MAKNA KASIH DALAM KOMPOSISI “UNA LIMOSNA POR EL AMOR DE DIOS” KARYA AGUSIN BARRIOS MANGORE
Recky Rusman;
Meyltsan Herbert Maragani
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.423 KB)
|
DOI: 10.51667/cjmpm.v1i1.132
Abstract This research aims to describe the meaning of love in the composition "Una Limosnita Por El Amor de Dios" by Agustin Barrios Mangore. The method used in this research is a qualitative method with a qualitative descriptive approach. Based on the results of the analysis and interpretation of the data, an indication that the meaning of love from the composition "Una Limosnita Por El Amor de Dios" is reflected in the title and musical elements in the composition. The title of the song, which means "Charity for the Love of God" has the meaning of living in loving one another (Philia's love) to reflect God's love (Agape love). The elements that support the delivery of meaning in the composition of the song Una Limosnita Por El Amor de Dios are the use of minor scales and modulation to major notes, stepping melody intervals, tremolo ornaments throughout the song, intros which are accompaniment motifs along the song, there are along Picardy at the end of the repetition of the theme, the use of the plot is diminished before the major line at the end of the song, the dynamics that are played are based on the feelings of the player.
Soft Skill Guru dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP Garuda Manado
Fernita Hontong;
Deflita R.N Lumi;
Meyltsan Herbert Maragani
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.094 KB)
|
DOI: 10.51667/cjmpm.v1i2.345
Penelitian ini mengkaji tentang Soft Skill guru mata pelajaran Seni Budaya yang dilakukan di SMP Garuda Manado. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Soft Skill yang dimiliki oleh guru dalam mengajar mata pelajaran seni budaya di SMP Garuda Manado, serta mengetahui pembelajaran Seni Budaya dari guru yang memiliki Soft skill di SMP Garuda Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan yang menjadi aspek-aspek dalam Soft Skill adalah kemampuan komunikasi, berorganisasi, kepemimpinan, logika, efort skill, kerjasama, dan keterampilan etika. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikemukakan bahwa Soft Skill harus dimiliki oleh seorang guru, karena dengan memiliki Soft Skill dapat tercapai suatu pencapaian yang saling menguntungkan terhadap guru dan siswa.
Pendidikan melalui Aktivitas Musikal dalam Ibadah Online Anak Sekolah Minggu GMIM Exodus Paniki Dua
Alrik Lapian;
Meyltsan Herbert Maragani;
Stefanny Mersiany Pandaleke
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.904 KB)
|
DOI: 10.51667/cjmpm.v2i1.506
Pendidikan melalui seni, termasuk di dalamnya pendidikan melalui musik, sejatinya menitikberatkan pada bagaimana musik digunakan sebagai alat pendidikan, tidak hanya dalam kegiatan belajar tentang musik tetapi juga mencakup segala aktivitas musikal yang dilakukan baik dalam bentuk kegiatan apresiasi maupun kreasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses pendidikan melalui aktivias musikal dalam ibadah online Anak Sekolah Minggu GMIM Exodus Paniki Dua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan pendidikan seni. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, sejatinya pendidikan melalui aktivitas musikal dalam ibadah online Anak Sekolah Minggu memiliki manfaat sebagai penguat aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang bersifat individual, dan bukan bersifat komunal sebagai ciri umum dari proses pendidikan dalam ibadah online. Aplikasinya dalam kegiatan ibadah online Anak Sekolah Minggu GMIM Exodus Paniki Dua, berlangsung dalam setiap aktivitas musikal seperti ekspresi diri, observasi dan apresiasi yang tergambar dalam aktivitas gerak dan lagu yang dilakukan selama peribadatan berlangsung.
Quantum Seni: Implementasi Pendekatan Quantum Seni dalam Pelatihan Paduan Suara Nine’s Voice di SMA Negeri 9 Manado
Heskiel Manutty;
Alrik Lapian;
Meyltsan Herbert Maragani
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.179 KB)
|
DOI: 10.51667/cjmpm.v2i2.715
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana proses latihan paduan suara Nine‟s Voice SMA negeri 9 Manado, mulai dari tahapan awal latihan sampai pada tahapanakhir bagaimana mempresentasikan lagu atau karya musik yang dilatih. Kemudian menjelaskan tentang bagaimana implementasi pendekatan Quantum seni dalam pelatihan paduan suara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dari hasil penelitian ini didapati bahwa implementasi pendekatan quantum Seni dalam pelatihan Paduan Suara Nine‟s Voice telah dilaksanakan mulai dari tahapan pra kondisi sampai pada tahapan akhir penyajian musik. Dari hasil penelitian ini maka direkomendasikan untuk menjadi salah satu bahan acuan yang bisa dipakai dalam pelatihan paduan suara.
Digitalisasi Pembelajaran Seni Budaya di Kelas XII SMAN 9 Binsus Manado
Fian Panekenan;
Alrik Lapian;
Meyltsan Herbert Maragani
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.217 KB)
|
DOI: 10.51667/cjmpm.v2i2.725
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses digitalisasi pembelajaran di SMA N 9 Manado mulai dari persiapan materi digital, penerapan aplikasi microsoft 365, serta proses penerapan pembelajaran seni budaya secara digital. Penelitian ini merupakan penelitian kualitattif menggunakan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan hasil dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan memanfaatkan data deskriptif yang berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan suatu konsep atau fenomena terkait digitalisasi pembelajaran seni budaya di SMA N 9 Binsus Manado.Dari hasil analisis dan interpretasi data diperoleh indikasi bahwa : (1) proses kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring menggunakan media pembelajaran digital; (2) penerapan bahan ajar atau materi seni budaya secara digital; (3) tujuan pembelajaran tercapai sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran daring.Oleh karena itu dari hasil temuan tersebut maka proses digitalisasi yang diterapkan di SMA N 9 Manado dapat menjadi strategi pembelajaran dimasa pandemi. Penelitian ini direkomendasikan untuk menjadi bahan acuan pendidikan yang inovatif dalam menghadapi tantangan zaman. Sebagai pembelajaran yang efektif pada masa pandemi.