Meyltsan Herbert Maragani
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identitas Kultural Masyarakat Minahasa (Musik Mazani Pada Generasi Milenial) Stefanny Mersiany Pandaleke; Meyltsan Herbert Maragani
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v5n1.p41-48

Abstract

The artistic activity of the Minahasa community using Mazanias a vocal performance is unavoidable for the community, especially for the millennial generation. The profession of the millennial generation in Minahasa can no longer be generalized as farmers, which has an impact on the use of Mazani in daily activities. This research seeks to reveal how the community maintains Mazanias an identity of Minahasa through artistic activities for the millennial generation. This research uses a qualitative method with a cultural approach. The research design used is a case study, which was carried out in Minahasa Regency, North Sulawesi. Data collection techniques through observation, interviews, and document studies. The results indicate that there are three stages of forming the cultural identity of the Minahasa community using Mazani,namely (1) public perception of Mazani, (2) mindset of the Minahasa community, and (3) the sustainability of Mazaniin the millennial generation. Mazaniis an artistic act has been entrenched, a medium of communication and intermediary for the relationship between humans and God, as well as humans and each other. That perception determines the mindset of the Minahasa community that Mazanimust continue to be passed down from generation to generation. Performing arts are an effort by the Minahasa community to prioritize continue the cultural identity of the community from previous generation to the millennial generation.
Mendorong Kapasitas Ekonomi Masyarakat melalui Pemberdayaan Kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Kawasan Wisata Bahari Desa Lilang Meyltsan Herbert Maragani; Jhon A Tampara; rizky Lempas
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.969 KB)

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat desa tentang pengembangan wisata dan komunikasi pemasaran, administrasi pengolahan program UMKM dan melaksanakan stand bazar. Output yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai instrumen ekonomi masyarakatyang dibentuk secara swadaya. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah gabungan daridua metode pemberdayaan masyarakat yaitu Participatory Rapid Appraisal (PRA) atau penilaian desa secara partisipatif dan Participatory Learning and Action (PLA) atau proses belajar/praktik secara partisipatif. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, masyarakat memilki respondan antusias terhadap pelatihan dan terciptanya derajat perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan kategori baik.
Proses Kreatif Musik Yangere di Sanggar Seni Dabiloha Meyltsan Herbert Maragani; Fietresia Y Lotar; Erwin Sianturi
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.97 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v3i2.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola permainan musik yangere serta proses kreatif permainan musik yangere di Sanggar Seni Dabiloha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Gura, Kecamatan Tobelo, di Sanggar Seni Dabiloha pada tahun 2022. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menjelaskan bahwa; (1) Pola permainan musik yangere dilakukan secara spontanitas oleh masing-masing pemain, menyesuaikan dengan lagu atau karya yang dibawakan sehingga pola notasi dan ritme yang dibawakan tergantung dengan konsep lagu yang dibawakan. (2) Proses kreatif permainan musik yangere di sanggar seni dabiloha dapat dilihat dari konsep yang dibawakan pada saat penampilan, komposisi karya dan kostum yang digunakan.
Pengembangan Seni Masamper sebagai Penguat Identitas Budaya Masyarakat Sangihe di Sulawesi Tengah Meyltsan Herbert Maragani; Stefanny Mersiany Pandaleke; Meindelshon Yovit Patras
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v5i1.101

Abstract

Purpose: Masamper, a traditional art of the Sangihe people singing together reciprocally, currently exists in one area in Central Sulawesi, namely in Laonggo village, Banggai district. This study aims to describe the strategy for developing Masamper art to strengthen the cultural identity of the Sangihe people in Laonggo village, Central Sulawesi. Method: The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews and studying documents. Result and Discussion: The results of the study explain that Masamper as a traditional art of the Sangihe people in Laonggo village, Central Sulawesi, is a representation of the cultural identity of the Sangihe people, which reflects cultural similarities between fellow Sangihe people. In addition, changes in the form of implementation from entertainment activities to competition by involving other ethnic communities around Laonggo village, resulting in new forms of Masamper singing activities, is a form of adjustment as a strategy for the development & preservation of Masamper art. carried out by the Sangihe community so that masa per can be accepted. Its existence in the Central Sulawesi region can still be preserved so that the cultural identity of the Sangihe ethnic community in Central Sulawesi is getting stronger. Therefore, as a cultural identity, the Sangihe community in Laonggo village should continue to preserve Masamper by utilizing the role of informal and formal education.
Musik Bambu Entel: Teknik Permainan dan Metode Pelatihan di Sanggar Musik Tradisional Kabupaten Kepulauan Talaud Yulina Maireom; Meyltsan Herbert Maragani
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v4i1.1396

Abstract

Musik Bambu Entel adalah salah satu musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah Talaud. Musik Bambu Entel merupakan kumpulan bambu yang di potong berbagai ukuran agar mengeluarkan bunyi. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan metode pelatihan musik bambu entel di Sanggar Musik Tradisional Kabupaten Kepulauan Talaud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Musik Tradisional, di kabupaten Kepulauan Talaud. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan hasil analisa dan interpretasi data diperoleh indikasi bahwa teknik permainan musik bambu entel dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal yaitu, posisi pemain bisa dalam posisi duduk dan posisi berdiri. posisi tangan kiri dan tangan kanan pemain, cara memegang musik bambu entel, dan cara menghentakkan musik bambu entel. Metode pelatihan musik bambu entel menggunakan metode pelatihan/pembelajaran praktik dengan beberapa prosedur yakni, penyampaian tujuan, penjelasan materi dan pendemonstrasian cara kerja menggunakan kombinasi antara metode ceramah dan metode demonstrasi, dalam proses latihan (praktik simulasi) juga menggunakan metode imitasi dan metode drill atau latihan berulang-ulang, serta metode penugasan mandiri.
Alat Musik Keroncong Dalam Peribadatan Gereja Masehi Injili Talaud Jemaat Efrata Miangas Korinus, Ananda Putri Milita Christy; Maragani, Meyltsan Herbert
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 5 No. 2 (2024): Psalmoz : Juli 2024
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan teknik permainan alat musik keroncong dalam peribadatan Gereja Masehi Talaud (GERMITA) Jemaat Efrata Miangas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di Desa Miangas, Kecamatan Khusus Miangas, di Gereja GERMITA Jemaat Efrata Miangas pada tahun 2023. Metode pengumpulan data dengan observasi lapangan, wawancara dan studi dokumen. Dari hasil penelitian ditemukan data: teknik permainan musik keroncong memiliki ciri khas yang unik mulai dari penamaan dan bentuk instrumennya. Selain teknik permainan ditemukan juga implementasi alat musik keroncong sebagai musik iringan dalam peribadatan di GERMITA Jemaat Efrata Miangas. Sampel informan dilakukan dengan purposive sampling pada 5 orang subyek. Teknik analisa data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang ada dapat disimpulkan teknik permainan alat musik keroncong untuk insrumen juk adalah ‘Toki’ dan ‘pukul’, untuk gitar ‘Kuti-kuti’, dan untuk instrumen trembass ‘Hela’. Implementasi alat musik keroncong ini yang berperan sebagai pembawa intro, dan musik pengiring perayaan liturgi. Kehadiran alat musik keroncong sebagai alternatif musik iringan dalam ibadah memberikan warna baru, dan antusias jemaat terbangun terhadap musik ini sendiri. Dengan adanya penelitian ini berharap bisa bermanfaat sebagai referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya, dan sebagai bahan evaluasi bagi GERMITA Jemaat Efrata Miangas.