Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon
Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan Dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

PENINGKATAN KUALITAS TONGKOL JAGUNG MELALUI TEKNOLOGI AMONIASI FERMENTASI (AMOFER) TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PROTEIN TOTAL SECARA IN VITRO Prastyawan, Runny Midyo; Tampoebolon, Baginda Iskandar Moeda; Surono, Surono
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.737 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan aras starter mikrobia dan lama peram terhadap tongkol jagung utamanya kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik serta protein total. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial (3 x 5) dengan masing-masing perlakuan memakai 3 ulangan. Faktor pertama (S) adalah aras starter komersial (0, 1 dan 2% terhadap BK) , sedangkan faktor ke dua (T) adalah lama pemeraman (0, 1, 2, 3 dan 4 minggu). Data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata, akan diuji lanjut menggunakan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan nilai tengah antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan perbedaan aras starter dan lama peram tidak berpengaruh meningkatkan kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan protein total tongkol jagung.Kata kunci: tongkol jagung, amofer, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, protein totalABSTRACTA research to study the determine and assess the effect of combination commercial starter at level and time period various for corn cob the main dry matter and organic matter digestibility and total protein. Research was arranged in completely randomized design in factorial pattern 3x5 and three replications. First factor was the level of commercial starter (0, 1 and 2%) and second factor was the period of fermentation 0, 1, 2, 3 and 4 week). The data were variance analized using ANOVA and Duncan multiple range test (DMRT). The results showed that combined treatment difference in level of starter and long time peroid not increased the dry matter digestibility, organic matter digestibility, and total protein of corn cobs.Keywords: corn cob, amofer, dry matter digestibility, organic matter digestibility, total protein
PENINGKATAN KUALITAS TONGKOL JAGUNG TERAMONIASI MELALUI TEKNOLOGI FERMENTASI MENGGUNAKAN STARTER KOMERSIAL TERHADAP PRODUKSI VFA DAN NH3 RUMEN SECARA In vitro Mustofa, Zeni; Tampoebolon, Baginda Iskandar Moeda; Subrata, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.979 KB)

Abstract

The objective of the research was to know the effect of different combination level of starter commercial and time of periode fermentation on production VFA and NH3 Rumen Content In vitro to increase quality of corn cob, research was conducted in Technology Animal Nutrition Department and Feed Animal Nutrition Department, Animal Science Faculty of Diponegoro University. Level of starter commercial was 0, 1 and 2 % BK, and time periode of fermentation was 0, 1, 2, 3 and 4 week. Data collection consist of production VFA and NH3. Data then was analyzed using analysis of variance (ANOVA) based on the completely randomized design. To compare among treatment means using Duncan Multiple Range Test. Result of this research showed that not be found interaction of combination level starter commercial and time of periode fermentation to product VFA, whereas on production NH3 showed interaction combination level starter commercial and time of periode fermentation on corn cob. The utilization of added starter commercial 2% and 4 week time of period showing the best production VFA and NH3 on corn cob amonniated by fermentation.ABSTRAK Penelitian untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan aras starter mikrobia dan lama peram pada peningkatan kualitas tongkol jagung, melalui perlakuan amoniasi fermentasi dilihat dari produksi VFA dan NH3 secara in vitro telah dilakukan di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak dan Laboratorium Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan aras starter komersial (0, 1 dan 2% terhadap BK) dengan lama peram (0, 1, 2, 3 dan 4 minggu). Parameter yang diamati meliputi produksi VFA dan NH3. Data dianalisis ragam dengan Rancangan Acak lengkap Pola Faktorial. Perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi pada kombinasi perlakuan aras starter dan lama pemeraman terhadap produksi VFA, sedangkan pada produksi NH3 terdapat interaksi pada kombinasi perlakuan aras starter dan lama pemeraman terhadap tongkol jagung. Simpulan penelitian adalah produksi VFA dan NH3 pada tongkol jagung teramoniasi fermentasi meningkat pada aras starter komersial 2% dengan lama peram empat minggu.
UJI TOTAL FUNGI DAN ORGANOLEPTIK PADA JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG YANG DIFERMENTASI DENGAN ISI RUMEN KERBAU Aprintasari, Runny; Sutrisno, Cornelius Imam; Tampoebolon, Baginda Iskandar Moeda
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.548 KB)

Abstract

The purpose of this study is to examine the effect of combined treatment (composition of rice straw and corn are different, and the addition of starter buffalo rumen contents were different) to the total test fungi and organoleptic quality. The research was conducted in May until June 2012 in the Laboratory of Animal Feed Technology and Feed Science Laboratory, Department of Nutrition and Food Animals, Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this research were rice straw, corn straw, buffalo rumen contents. The tools used in the study were copper, is used to cut hay, plastic, thermometers and pH meters. This study uses a completely randomized design (CRD) 4x3 factorial with 3 replications. Factors in this treatment is the addition of cedar rumen contents and composition of hay. Factors addition of rumen contents contained 4: 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15) and R0, as the control is 0% hay fermentation. Another factor is the composition of rice straw and corn are 100% rice straw: 0% corn straw (P), 50% rice straw: 50% corn straw (PJ), 0% rice straw: 100% corn straw (J). The Research parameter were total fungi, and physical organoleptic (color, texture, smell). The data have been analyzed using a variety of test and followed by Duncan multiple test areas. The results showed no additional interaction cedar buffalo rumen contents and the combination of rice straw and corn to total fungi, total fungi most is when the addition of cedar rumen contents of 10% (R10). The cedar rumen contents were higher, causing fermentation to brown color, smooth texture and easily broken, and the sour smell caused due to the good fermentation process. Keywords: fungi, organoleptic, rumen, fermentation, straw.ABSTRAKTujuan dari penelitian adalah mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan (komposisi jerami padi dan jagung yang berbeda serta penambahan starter isi rumen kerbau yang berbeda) terhadap uji total fungi dan kualitas organoleptik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2012 di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak dan Laboratorium Ilmu Makanan Ternak, Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah jerami padi, jerami jagung, isi rumen kerbau. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah copper berfungsi untuk memotong jerami, plastik, thermometer dan ph meter. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 4x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang ada dalam perlakuan tersebut yaitu aras penambahan isi rumen dan komposisi jerami. Faktor penambahan isi rumen terdapat 4 yaitu 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15) dan R0 sebagai kontrol adalah fermentasi jerami 0%. Faktor lainnya adalah komposisi jerami padi dan jagung yaitu 100% jerami padi : 0% jerami jagung (P), 50% jerami padi : 50% jerami jagung (PJ), 0% jerami padi : 100% jerami jagung (J). Parameter penelitian adalah total fungi dan fisik organoleptik (warna, tekstur, bau). Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan uji ragam dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian memperlihatkan tidak ada interaksi penambahan aras isi rumen kerbau dan kombinasi jerami padi dan jagung terhadap total fungi, total fungi terbanyak adalah pada saat penambahan aras isi rumen 10% (R10). Aras isi rumen yang semakin tinggi menyebabkan warna hasil fermentasi menjadi coklat, tekstur yang halus dan mudah patah serta bau yang asam yang diakibatkan karena adanya proses fermentasi yang baik.Kata Kunci : fungi, organoleptik, rumen, fermentasi, jerami.