Mobius Tanari
Peternakan, Fakultas Peternakan Dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DINAMIKA POPULASI SAPI POTONG DI KECAMATAN PAMONA UTARA KABUPATEN POSO Tanari, Mobius; Duma, Yulius; Rusiyantono, Yohan; Mangun, Mardiah
AgriSains Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.415 KB)

Abstract

The objective of this research was to identify the dynamic population of beef cattle at North Pamona of Poso regency. This research was an analytical descriptive study conducted using survey method on 572 respondents taken using a purposive sampling method from all villages at         North Pamona. The result showed that the composition of beef cattle were 533 (34.88%) bull and 995 (65.12%) cows. The total number of bull calves, bullock and bull were 93, 100 and 340, respectively, while the heifer calves, heifers and cows were 135, 130 and 738 respectively.          The birth rate was 30.89% or 14.83% of the total population whereas the motility rate was 2.7% so that the natural increase was 12.13%.  Key words: Beef cattle, population and reproductivity.
TEKNOLOGI PENETASAN TELUR BURUNG MALEO (Macrocephalon maleo Sal. Muller 1846) SEBAGAI UPAYA KONSERVASI Mobius Tanari; Yohan Rusiyantono; Hafsah Hafsah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 15, No 4 (2008)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.142 KB)

Abstract

The objective of the research was to determine the best hatching technique of maleo eggs from various measures such as as ex-situ, incubation time and hatch capacity of maleo bird using incubator. Thirty eggs were collected from the Lore Lindu National Park of Palu, Province of central Sulawesi according to an accidental sampling. The results showed that the mean weight of eggs from the National Lore Lindu Park was 208.80 ± 12.30 g, egg length was 102.85 ± 0.034 mm while egg width was 60.66 ± 0.02 mm.  The mean of incubator temperature of was 34.061 ± 0.19ºC with relative humidity of 70.87 ± 1.43 %. The percent of hatching eggs for incubation time of 53-55 days was 23.81 %, for that of 56-58 days was 23.81 %, for that of 59-61 days was 42.85 % and for that of 62-64 days was 9.53 %.  Thus, the average time for the eggs to hatch was 58.47 ± 2.88 days at the hatched rate of 70%. Based on such figures above, it can be concluded that the hatching technique using incubator could become the conservation strategy for maleo bird in Sulawesi particularly in Central Sulawesi Province
Maleo Birds Egg-Laying Behavior (Macrochepalon maleo) In Kuala Vuno Area, Oloboju Village, Sigi District, Central Sulawesi Province: Perilaku Bertelur Burung Maleo (Macrochepalon maleo) di Kawasan Kuala Vuno, Desa Oloboju, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah Afandi; Yohan Rusyiantono; Mobius Tanari
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.148-153

Abstract

Maleo (Macrocephalon maleo)  termasuk famili Megapodiidae yang merupakan fauna langka dan endemik Pulau Sulawesi. Keistimewaan jenis burung maleo yaitu memiliki telur lebih besar 4-5 kali dari telur ayam kampung, meskipun besar tubuhnya relatif tidak jauh berbeda dengan jenis ayam, dengan warna kerabang telur mendekati warna merah dadu. Penelitian bertujuan mendapatkan gambaran mengenai perilaku bertelur maleo di Kawasan habitat Kuala Vuno Desa Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode survey dan dianalisis secara deskripif. Peubah yang diamati yaitu perilaku bertelur sebelum bertelur, saat bertelur dan setelah bertelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bertelur maleo di Kawasan Habitat Kuala Vuno Desa Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dimulai dari maleo mendatangi habitat peneluran, melakukan pengintaian pada lokasi yang dituju, lalu menggali lubang untuk meletakkan telur pada lokasi yang aman. Apabila lubang sudah siap maka maleo betina masuk ke dalam lubang untuk bertelur selama beberapa menit sementara maleo jantan mengawasi selama burung maleo betina dalam proses bertelur. Setelah burung maleo betina keluar dari lubang peneluran maka sepasang burung maleo tersebut menimbun dan meninggalkan habitat penelurannya.
SUBTITUSI PAKAN KONVENSIONAL DENGAN PAKAN NON-KONVENSIONAL PADA SATWA TARSIUS (Tarsius dianae) YANG DIPELIHARA DALAM KANDANG Yulius Duma; Abdul Rosyid; Mobius Tanari; Mardiah Mangun; Damry Damry
Biocelebes Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Biology Department, Mathematics and natural science, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/bioceb.v17i1.16441

Abstract

This research was conducted in order to know the conventional feed of tarsier could be substituted by non-conventional feed such as fish and chicken. The research showed that the conventional feed could be susbstituted with fish and chicken without annoying the comfortable of tarsier’s life.
Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan Sapi Bali Di Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara Tanari, Mobius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.15955

Abstract

Evaluasi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Bali (Bos Sondaicus) merupakanpenilaian dalam pelaksanaan inseminasi buatan yang merupakan salah satu teknologiyang tepat guna dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sapi bali danmampu meningkatkan mutu genetik dari ternak sapi Bali. Penelitian ini di laksanakandi Kecamatan Mori Utara kabupaten Morowali Utara tahun 2022. Materi yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu sapi Bali sebanyak 130 ekor. Penentuan lokasipenelitian secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan ternak yang sudah pernahdilakukan IB danyang terdapat di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkanbahwa nilai service per conception(S/C) rata-rata 1,38 ± 0,13, Conception Rate 66,89± 9,77% dan angka kematian anak 6,20% Hasil penelitian menunjukan bahwapelaksanaan inseminasi buatan di Kecamatan Mori Utara Utara Kabupaten MorowaliUtara masuk dalam kategori baik.
Evaluation of the Artificial Insemination of Bali Cows in North Mori District, North Morowali Regency: Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan Sapi Bali di Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara Tanari, Mobius; Rusiyantono, Yohan; Duma, Yulius; Mangun, Mardiah; Landopu, Nansi Noviani
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v26i1.2025.42-49

Abstract

Evaluasi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Bali (Bos sondaicus) merupakan penilaian dalam pelaksanaan inseminasi buatan yang merupakan salah satu teknologi yang tepat guna dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas Sapi Bali dan mampu meningkatkan mutu genetik dari ternak sapi Bali. Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Mori Utara kabupaten Morowali Utara tahun 2022. Metode penelitian menggunakan metode survey berdasarkan data sekunder dan data primer melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Daerah Kabupaten Morowali Utara, dan wawancara dilakukan melalui kuisioner yang sudah dibuat. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi Bali sebanyak 130 ekor. Penentuan lokasi penelitian secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan ternak  yang sudah pernah dilakukan IB dan yang terdapat di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai service per conception(S/C) rata-rata 1,38 ± 0,13, Conception Rate 66,89 ± 9,77%, angka Kelahiran Rate 66,89 ± 9,77% dan  angka kematian anak 6,20% Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan inseminasi buatan di Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara masuk dalam kategori baik.empedu 0,72 ml/ekor, berat ventrikulus 21,9 g/ekor, dan berat usus halus 25,3 g/ekor.
Pengaruh Kedalaman Lubang Tetas terhadap Daya Tetas dan Waktu Inkubasi Telur Maleo Rimu, La Emi; Mallombasang, Sri Ningsih; Tanari, Mobius
Mitra Sains Vol 10 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms26866579.2022.v10.i2.pp86-93

Abstract

This research aims to determine the appropriate depth of the hatching hole in order to increase hatchability and shorten the incubation time for Maleo eggs. The research design used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 hatching tests with depths: K1 (40 cm), 50 cm, 60 and 70 cm with 5 repetitions. The variables observed consisted of hatching hole temperature, hatching humidity, incubation time and hatchability. Data were analyzed using SPSS Version 2.1. Anova results showed that the treatment had a high significant effect (P<0.01) on hatch hole temperature and hatch hole humidity. The conclusion from the results of this research is that the treatment that provides the shortest hatching time and the highest hatchability is the K3 treatment (60cm depth) with an average hatching temperature of 33.40 0C (range 33-34 0C) and an average hatching humidity of 62.40% (range 60 – 74%), in the Maleo Saluki Population Development Demonstration TNLL because it is capable of hatching up to 100% with an average incubation time of 69 days (range 65 – 74 days).
Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan Sapi Bali Di Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara Tanari, Mobius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.15955

Abstract

Evaluasi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Bali (Bos Sondaicus) merupakanpenilaian dalam pelaksanaan inseminasi buatan yang merupakan salah satu teknologiyang tepat guna dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sapi bali danmampu meningkatkan mutu genetik dari ternak sapi Bali. Penelitian ini di laksanakandi Kecamatan Mori Utara kabupaten Morowali Utara tahun 2022. Materi yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu sapi Bali sebanyak 130 ekor. Penentuan lokasipenelitian secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan ternak yang sudah pernahdilakukan IB danyang terdapat di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkanbahwa nilai service per conception(S/C) rata-rata 1,38 ± 0,13, Conception Rate 66,89± 9,77% dan angka kematian anak 6,20% Hasil penelitian menunjukan bahwapelaksanaan inseminasi buatan di Kecamatan Mori Utara Utara Kabupaten MorowaliUtara masuk dalam kategori baik.
The Effect of Adding Moringa Leaf Extract to TCG Medium on the Post-Thawing Sperm Quality of Donggala Bull Rusiyantono, Yohan; Mumu, Mohamad Ilyas; Tanari, Mobius; Indriani; Moh Asril Adjis
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v27i1.2026.30-35

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of Moringa (Moringa oleifera) leaf extract (MLE) diluted in Tris-Citric Acid-Glucose (TCG) extender on post-thawing quality of Donggala cattle sperm in. Semen samples were collected from Donggala bulls using an artificial vagina. The semen sample were then pooled and diluted with TCG supplemented with MLE. Three different concentrations of MLE (0 mg/mL, 0.5 mg/mL, 1.0 mg/mL, and 1.5 mg/mL) were tested to evaluate the post thawing motility and viability of Donggala cattle sperm. A standard cryopreservation procedure was used to freeze the semen and storagedin liquid nitrogen container. Sperm motility were valuated under light microscopy while sperm viability was assesed using eosin-nigrosin staining procedures.  The results showed that post-thaw sperm motility and viability were significantly maintained compare to control group following the addition of MLE at 1.0 mg/mL (p < 0.05). The conclusion that moringa leaf extract at a concentration of 1.0 mg/mL in TCG medium provides optimal cryoprotection, improving the post-thaw quality of Donggala bull sperm. This natural additive may serve as a promising supplement in semen extenders to enhance artificial insemination outcomes and genetic conservation efforts.
Hematological Profile of Donggala Cow with Different Body Condition Scores: Profil Hematologis Induk Sapi Donggala Pada Skor Kondisi Tubuh yang Berbeda Humaira, Mifta; Rusiyantono, Yohan; Dg Malewa, Amirudin; Duma, Yulius; Mangun, Mardiah; Mumu, Muhamad Ilyas; Tanari, Mobius; Said, Syahrudin; Maulana, Tulus
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v27i1.2026.36-45

Abstract

Sapi Donggala adalah sapi lokal asli Sulawesi Tengah. Sapi Donggala memiliki keunggulan lebih dibanding sapi lainnya, di antaranya daya tahan panas yang lebih baik, adaptasi lingkungan dan reproduksi yang baik yaitu tetap dapat bereproduksi meskipun dalam kondisi tubuh yang buruk (skor kondisi tubuh yang rendah). Pemeriksaan hematologis sangat penting untuk dilakukan dalam memantau dan menganalisis kesehatan dari suatu kondisi fisiologi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hematologis darah dari induk ternak sapi donggala dengan skor kondisi tubuh yang berbeda. Induk Sapi Donggala yang dijadikan sebagai ternak percobaan adalah induk Sapi Donggala dari peternakan rakyat yang ada di Kabupaten Sigi, Desa Sibalaya. Berdasarkan hasil penelitian status kondisi tubuh (SKT) berpengaruh nyata terhadap parameter hematologis induk sapi Donggala. Induk sapi dengan SKT >2 memiliki jumlah leukosit, eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit secara signifikan lebih tinggi dibandingkan induk sapi dengan SKT <2 (P<0,01), serta jumlah trombosit yang berbeda nyata (P<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik status kondisi tubuh, maka semakin optimal pula kesehatan darah dan fungsi fisiologis sapi Donggala, terutama dalam mendukung daya tahan tubuh, kapasitas angkut oksigen, dan potensi koagulasi.