Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KESENDIRIAN DALAM PERSPEKTIF INDIVIDUALISME: ANALISIS WACANA KRITIS LIRIK LAGU “JIWA YANG BERSEDIH” KARYA GHEA INDRAWARI Leksono, Cinta Rasca; Mayasari, Mayasari; Susanto, Tri
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5608

Abstract

Lagu “Jiwa Yang Bersedih” menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang menghadapi tekanan hidup, kesendirian, dan perjuangan untuk menerima diri sendiri di tengah tuntutan sosial. Wacana individualisme dalam lagu ini tercermin melalui penggunaan kata-kata yang sederhana namun penuh makna, yang mampu menyampaikan rasa keterasingan dan perjuangan personal dengan kuat. Tema yang diangkat dalam lirik-lirik ini membuat peneliti tertarik untuk menganalisisnya sebagai kajian dalam penelitian ini. Ghea Indrawari melalui karyanya berupaya merepresentasikan kondisi emosional yang banyak dialami oleh generasi muda, terutama di lingkungan yang kompetitif, di mana tekanan untuk memenuhi standar kesuksesan sering kali menciptakan perasaan terisolasi dan kurangnya dukungan sosial.Penelitian ini bertujan untuk menganalisis representasi individualisme dalam lirik lagu "Jiwa Yang Bersedih" karya Ghea Indrawari menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk, yang mencakup dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Lagu ini menjadi fenomena menarik karena berhasil menjadi medium ekspresi personal sang musisi sekaligus memberikan pengaruh emosional yang signifikan kepada pendengarnya.Hasil analisis menunjukkan bahwa pada dimensi teks, lirik lagu ini menyampaikan tema kesedihan, kesendirian, dan perjuangan emosional melalui struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Pada dimensi kognisi sosial, lagu ini merefleksikan pengalaman Ghea sebagai musisi muda yang menghadapi tekanan industri musik, isolasi emosional, dan perjuangan dalam menemukan kembali kepercayaan diri melalui karyanya. Sementara itu, pada dimensi konteks sosial, lagu ini mengungkap realitas individualisme yang semakin berkembang di masyarakat modern, terutama pada generasi muda yang menghadapi tekanan sosial dan tuntutan hidup di lingkungan yang kompetitif.
OPTIMALISASI STRATEGI KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @tanggap.karawang OLEH DISKOMINFO KABUPATEN KARAWANG DALAM MERESPON PENGADUAN JALAN RUSAK Nurhalizah, Siti; Abidin, Zainal; Susanto, Tri
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5549

Abstract

Tanggap Karawang merupakanpsalah satu program yangpdibuat olehpPemerintah Kabupaten Karawang untuk wadah bagipmasyarakat Kabupaten Karawang dalam menyampaikan keluhan, aduan, keresahan maupun kritik dan saran untuk pembangunan daerah, baik social maupun Pembangunan insfrastruktur yang ada di Kabupaten Karawang salah satunya jalan rusak. Masyarakat banyak mengeluh banyaknya jalan rusak dengan memanfaatkan media sosial yaitu Instagram, @tanggap.karawang mampu menjawab segala keinginan dan keluh kesah masyarakat akan banyaknya jalan rusak.Penelitianoiniomembahas analisis strategipkomunikasi Diskominfo Kabupaten Karawangodalam merespon pengaduanojalan rusak melalui akun Instagram @tanggap.karawang. Tujuan darippenelitian ini adalahkuntuk mengetahui efektivitas berbagai strategipkomunikasi yang dilakukan dalam merespon pengaduan jalan rusak kepada masyarakat.Data penelitian dikumpulkan melalui analisis dokumen terkait pengaduan jalan rusak, wawancara mendalam dengan pihak terkait, dan juga melalui observasi yang melibatkan responden. Pendekatanpyang digunakan dalam analisispdata adalah pendekatanokualitatif.  Hasil penelitianpmenunjukan bahwa strategipkomunikasi yang digunakanpoleh Diskominfo yaitu berupa strategi komunikasi melalui media social dan laman web. Dalam melaksanakan strategi komunikasi, Diskominfo melakukannya dalam beberapa tahap yaitu mulai dari tujuan (goals), perencanaan (plans), tindakan (actions).