Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KESENDIRIAN DALAM PERSPEKTIF INDIVIDUALISME: ANALISIS WACANA KRITIS LIRIK LAGU “JIWA YANG BERSEDIH” KARYA GHEA INDRAWARI Leksono, Cinta Rasca; Mayasari, Mayasari; Susanto, Tri
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5608

Abstract

Lagu “Jiwa Yang Bersedih” menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang menghadapi tekanan hidup, kesendirian, dan perjuangan untuk menerima diri sendiri di tengah tuntutan sosial. Wacana individualisme dalam lagu ini tercermin melalui penggunaan kata-kata yang sederhana namun penuh makna, yang mampu menyampaikan rasa keterasingan dan perjuangan personal dengan kuat. Tema yang diangkat dalam lirik-lirik ini membuat peneliti tertarik untuk menganalisisnya sebagai kajian dalam penelitian ini. Ghea Indrawari melalui karyanya berupaya merepresentasikan kondisi emosional yang banyak dialami oleh generasi muda, terutama di lingkungan yang kompetitif, di mana tekanan untuk memenuhi standar kesuksesan sering kali menciptakan perasaan terisolasi dan kurangnya dukungan sosial.Penelitian ini bertujan untuk menganalisis representasi individualisme dalam lirik lagu "Jiwa Yang Bersedih" karya Ghea Indrawari menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk, yang mencakup dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Lagu ini menjadi fenomena menarik karena berhasil menjadi medium ekspresi personal sang musisi sekaligus memberikan pengaruh emosional yang signifikan kepada pendengarnya.Hasil analisis menunjukkan bahwa pada dimensi teks, lirik lagu ini menyampaikan tema kesedihan, kesendirian, dan perjuangan emosional melalui struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Pada dimensi kognisi sosial, lagu ini merefleksikan pengalaman Ghea sebagai musisi muda yang menghadapi tekanan industri musik, isolasi emosional, dan perjuangan dalam menemukan kembali kepercayaan diri melalui karyanya. Sementara itu, pada dimensi konteks sosial, lagu ini mengungkap realitas individualisme yang semakin berkembang di masyarakat modern, terutama pada generasi muda yang menghadapi tekanan sosial dan tuntutan hidup di lingkungan yang kompetitif.
OPTIMALISASI STRATEGI KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @tanggap.karawang OLEH DISKOMINFO KABUPATEN KARAWANG DALAM MERESPON PENGADUAN JALAN RUSAK Nurhalizah, Siti; Abidin, Zainal; Susanto, Tri
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5549

Abstract

Tanggap Karawang merupakanpsalah satu program yangpdibuat olehpPemerintah Kabupaten Karawang untuk wadah bagipmasyarakat Kabupaten Karawang dalam menyampaikan keluhan, aduan, keresahan maupun kritik dan saran untuk pembangunan daerah, baik social maupun Pembangunan insfrastruktur yang ada di Kabupaten Karawang salah satunya jalan rusak. Masyarakat banyak mengeluh banyaknya jalan rusak dengan memanfaatkan media sosial yaitu Instagram, @tanggap.karawang mampu menjawab segala keinginan dan keluh kesah masyarakat akan banyaknya jalan rusak.Penelitianoiniomembahas analisis strategipkomunikasi Diskominfo Kabupaten Karawangodalam merespon pengaduanojalan rusak melalui akun Instagram @tanggap.karawang. Tujuan darippenelitian ini adalahkuntuk mengetahui efektivitas berbagai strategipkomunikasi yang dilakukan dalam merespon pengaduan jalan rusak kepada masyarakat.Data penelitian dikumpulkan melalui analisis dokumen terkait pengaduan jalan rusak, wawancara mendalam dengan pihak terkait, dan juga melalui observasi yang melibatkan responden. Pendekatanpyang digunakan dalam analisispdata adalah pendekatanokualitatif.  Hasil penelitianpmenunjukan bahwa strategipkomunikasi yang digunakanpoleh Diskominfo yaitu berupa strategi komunikasi melalui media social dan laman web. Dalam melaksanakan strategi komunikasi, Diskominfo melakukannya dalam beberapa tahap yaitu mulai dari tujuan (goals), perencanaan (plans), tindakan (actions).
User Interaction Patterns on User-Generated Content of Hindia's Song "Membasuh" on the TikTok Application Dede Wahyuni Wahyuni; Weni Adityasning Arindawati; tri susanto
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 10, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v10i2.24383

Abstract

The use of Hindia's song Membasuh on the TikTok platform has given rise to various forms of User Generated Content (UGC) that share similar narratives, particularly in expressing emotions, life experiences, and social awareness values in the digital space. This study aims to analyze the patterns of interaction and meaning of communication formed in the comment section of the UGC, in order to understand how users construct shared meaning through participatory culture on social media. The approach used is qualitative with a netnography method. Data was collected from two UGC contents with the highest interaction rates and processed using two web-based tools, namely Apify Consol to extract comments and Voyant Tools to analyze the text. Furthermore, the data was analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis combined with Miles and Huberman's model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that interactions in the comments section form two main themes, namely personal experience reflection and emotional support. In conclusion, the comments section on UGC Membasuh acts as a digital social space that encourages self-expression, empathy, and interconnection among users, while also confirming that music functions as a medium of emotional communication and a means of social interaction in today's digital culture.
Analisis Framing Berita KOMPAS.com dan CNN Indonesia tentang Mahasiswa Aceh Usir Pengungsi Rohingya di Provinsi Aceh Nabila Syifa Apriliana; Din Eri Pratama; Luluatu Nayiroh; Tri Susanto
Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan Vol 6, No 2 (2025): SOCIAL INCLUSION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jisp.v6i2.21186

Abstract

Pengungsi Rohingya masuk ke Indonesia dan jumlahnya bertambah sepanjang tahun karena terdapat konflik di negara asalnya Myanmar. Mahasiswa berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah mengenai keresahan yang dirasakan masyarakat Aceh terhadap pengungsi yang menjadi kerusuhan pada aksi yang terjadi di tempat pengungsian etnis Rohingya. Media membingkai peristiwa yang terjadi dengan memilih fakta dan isu yang akan disebar ke khalayak luas seperti media Kompas.com dan CNN Indonesia. Dengan menggunakan analisis framing Robert N Entman dan teori kontruksi sosial yang mengungkapkan bahwa dalam satu peristiwa media-media tidak memberikan informasi yang sama karena memiliki seleksi fakta dan pemahaman yang dikemas secara berbeda oleh wartawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang digunakan untuk memahami dan mengungkapkan peristiwa pengusiran yang dilakukan oleh mahasiswa kepada pengungsi Rohingya serta pengemasan berita yang dilakukan oleh Kompas.com dan CNN Indonesia mengenai peristiwa pengusiran yang dilakukan mahasiswa aceh kepada pengungsi Rohingya.
Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Down syndrome pada Pengikut Instagram @potads Ahmad Rigeel Antarex Ridwan; Tri Susanto; Oky Oxcygentri
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.730

Abstract

Anak dengan Down syndrome (DS) memiliki tantangan khas dalam kemampuan berbicara dan berbahasa, yang menuntut pola komunikasi yang adaptif dan konsisten dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang diterapkan oleh orang tua pengikut Instagram @potads, sebuah komunitas digital bagi orang tua anak DS, serta menggali pemaknaan pengalaman yang mereka jalani dalam interaksi sehari-hari. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan heterogenitas pola komunikasi yang cenderung visual, repetitif, dan menggunakan bahasa sederhana, disesuaikan dengan kebutuhan individu anak. Makna interaksi yang ditemukan bersifat evolusioner: orang tua tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mencapai kepuasan emosional, wawasan psikologis, dan pelajaran hidup tentang penerimaan diri dan anak. Interaksi ini dipandang sebagai ekosistem pembelajaran timbal balik yang memperkuat motivasi orang tua untuk terus berkomunikasi, menjadikan setiap kemajuan kecil sebagai keberhasilan yang bermakna. Implikasi penelitian ini menyarankan fokus komunikasi harus bergeser dari sekadar transmisi pesan menjadi pembangunan hubungan dan proses, serta mengakui peran penting komunitas digital dalam membentuk pemahaman pola komunikasi.