Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pembuatan Biodiesel dengan Proses Ekstraksi Reaktif dari Ampas Perasan Kelapa Iwan Ridwan; Meylin Meylin; Rima Puspitasari; Dianty Rosirda Dewi; Mukhtar Ghozali
Fluida Vol 11 No 2 (2015): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v11i2.83

Abstract

Biodiesel merupakan energi terbarukan yang berasal dari minyak nabati atau minyak hewani. Pada penelitian ini pembuatan biodiesel dilakukan dengan metode ekstaksi reaktif (transesterifikasi insitu). Bahan baku yang digunakan yaitu ampas perasan kelapa dengan bilangan asam 0,5426 mg KOH/g, diameter partikel sebesar 1,12 mm. Katalis yang digunakan yaitu KOH 2%b/b pro analisis sedangkan metanol atau etanol teknis sebagai pereaksi. Transesterifikasi in situ ampas kelapa dilakukan pada temperatur reaksi 65°C dan kecepatan pengadukan 1000 rpm. Variasi variabel adalah waktu reaksi 4,5,6,7,8,9 jam dan jenis pereaksi yaitu metanol dan etanol teknis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa waktu reaksi dan jenis pereaksi berpengaruh terhadap yield biodiesel. Hasil penelitian menunjukan penggunaan metanol sebagai reaktan menghasilkan yield sebesar 85,97 % sedangkan etanol sebesar 53,57 %. Yield biodiesel 85,97% dengan reaktan metanol dicapai selama 8 jam. Hasil analisis biodiesel tersebut menunjukan bahwa nilai densitas, kadar air, viskositas memenuhi standar SNI Biodiesel No.7182-2012 sedangkan untuk gliserol total, dan bebas tidak memenuhi SNI.
Isolasi Mikroorganisme Anaerob Limbah Cair Tekstil Menggunakan Desikator Sebagai Inkubator Anaerobik Dianty Rosirda Dewi Kurnia; Ira Permatasari; Yuni Rafika
Fluida Vol 11 No 1 (2015): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v11i1.554

Abstract

Isolasi Mikroorganisme Anaerob Limbah Cair Tekstil Menggunakan Desikator Sebagai Inkubator Anaerobik. Penggunaan mikroorganisme untuk mengolah limbah cair tekstil yang mengandung bahan organik tinggi sangat potensial untuk dikembangkan. Mikroorganisme anaerob dapat digunakan pada pengolahan limbah cair, yaitu untuk mendegradasi senyawa- senyawa organik kompleks berantai panjang menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga dapat menurunkan beban kerja dari pengolahan aerobik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas desikator termodifikasi sebagai inkubator anaerob dan melakukan isolasi mikroba dari unit pengolahan air limbah tekstil sehingga diperoleh konsorsium mikroorganisme (mixed culture) anaerobik. Desikator dimodifikasi dengan dialiri gas nitrogen untuk menghilangkan gas oksigen di dalam desikator. Parameter yang digunakan sebagai indikator adalah pengamatan secara makroskopis, mikroskopis dan uji pembentukan hidrogen sulfida. Isolat pembanding yang digunakan adalah Pseudomonas aeruginosa sebagai bakteri aerob obligat, Escherichia coli sebagai bakteri anaerob fakultatif, Desulvofibrio desulfuricans dan Methanobrevibacter ruminantium sebagai anaerob obligat. Desikator termodifikasi juga digunakan sebagai inkubator untuk melakukan isolasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desikator yang dimodifikasi mempunyai efektivitas sebagai inkubator anaerob meskipun bakteri obligat aerob dan aerob fakultatif masih dapat tumbuh karena pada media yang digunakan masih terdapat oksigen terlarut yang ditandai dengan warna pink di bagian atas media dan lilin dinyalakan di dalam desikator dapat juga digunakan sebagai indikator keberadaan oksigen. Desikator ini juga menunjukkan efektivitas untuk digunakan sebagai inkubator anaerob. Pada proses isolasi dari pengolahan limbah anaerob pabrik tekstil diperoleh 6 jenis isolat yang dapat digunakan sebagai konsorsium mikroorganisme (mixed culture) anaerobik.
Pembuatan Edible Film Antibakteri Berbahan Dasar Pektin Albedo Semangka, Sagu, dan Ekstrak Bawang Putih Fitria Yulistiani; Dianty Rosirda Dewi Kurnia; Miranti Agustina; Yaumi Istiqlaliyah
Fluida Vol 12 No 1 (2019): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v12i1.1621

Abstract

Edible film berbahan dasar pati memiliki kelemahan pada sifat kuat tarik, elastisitas, dan kemampuan antimikroba. Sifat-sifat tersebut dapat ditingkatkan dengan menambahkan pektin, pemlastis, dan aditif. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pembuatan edible film dari pektin albedo semangka dengan penambahan sorbitol dan gliserol sebagai bahan pemlastis, tepung sagu sebagai tambahan sumber pektin, dan ekstrak bawang putih sebagai aditif antimikroba. Variasi yang dilakukan adalah penambahan ekstrak bawang putih (0% ; 2,5% ; 5% ; 7,5% ; 10%) dan jenis pemlastis (gliserol dan sorbitol). Karakteristik yang diamati meliputi kuat tarik, perpanjangan, dan zona hambat bakteri. Edible film dengan karakteristik terbaik yaitu kuat tarik 366,4 kgf/cm2, perpanjangan 35,4%, dan zona hambat bakteri 16,5 mm (metode sumuran) adalah sampel dengan konsentrasi ekstrak bawang putih 10% dan pemlastis gliserol.
Pertumbuhan Akar Anggrek Bulan Melalui Sistem Tanam Hidroponik dalam Smart and Aesthetic Greenhouse Ayu Ratna Permanasari; Harita Nurwahyu Chamidy; Robby Sudarman; Dianty Rosirda; Mochammad Machmud Rifadil; Wahyu Wibisono
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydroponic orchid (Phalaenopsis) growing is a modern agricultural technique that is growing in popularity due to its ability to produce high quality orchid plants with efficient use of resources. Hydroponics is an agricultural method that does not use soil media, but rather nutrient solutions specially formulated to meet the nutritional needs of plants. In orchid cultivation, hydroponics offers several advantages, including more precise nutrient control, a more sterile growing environment, and a reduced risk of soil-borne pests and diseases. The aim of this study was to investigate the effectiveness of the hydroponic method in orchid cultivation, focusing on vegetative growth, flower quality and the efficiency of water and nutrient use. The results of the study showed that orchids grown hydroponically had faster growth and better flower quality compared to conventional methods. The average growth of orchid roots in the aquaponic system was 2mm per week and the growth of orchid roots without hydroponics was approximately 1.3mm per week.
Phosphoric Acid-Activated Carbon From Coffee Grounds and Fly Ash For Efficient Laundry Wastewater Adsorption Muhari, Emma Hermawati Muhari; Silalahi, Rafael Leonardo; Puspita, Nina; Maryani, Anisya Sri; Sihombing, Rony Pasonang; Adhitasari, Alfiana; Kurnia, Dianty Rosirda Dewi
Journal of Green Science and Technology Vol 9 No 2 (2025): Journal of Green Science and Technology Vol. 9 No.2 September 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v9i2.10649

Abstract

Laundry waste that is directly discharged into water bodies causes pollution due to its chemical content, such as phosphate. The adsorption method is chosen as an option to reduce the phosphate content in laundry waste due to its simple preparation and low cost. The adsorbent used is a mixture of coffee grounds and fly ash. The use of coffee grounds is based on the increasing waste from coffee shops, thus being utilized as an adsorbent. The aim of this study is to determine the effectiveness of coffee grounds and fly ash with the best combination of composition and contact time using the adsorption method. The stages begin with the preparation of coffee grounds and fly ash through carbonization and activation using H3PO4. The variations performed consisted of variations in the composition of coffee grounds and fly ash with a total of 1 gram in ratios of 1:4; 2:3; 1:1; 3:2; 4:1 and contact time variations of 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, 60 minutes, and 75 minutes. Based on the research results, the highest percentage of removal was found in the composition variation of coffee grounds and fly ash with a ratio of 1:4 for 75 minutes.
Characterization of Coffee Business Waste in the form of Robusta Coffee Dregs as Adsorbent: A Preliminary Study Sihombing, Rony; Soeswanto, Bambang; Adhitasari, Alfiana; Yusuf, Yusmardhany; Putri, Alifhah Ananda; Fatah, Khalaida Fania; Clarisa, Shintiya; Gunawan, Sinna Chaerunnabila; Leoanggraini, Unung; Muhari, Emma Hermawati; Kurnia, Dianty Rosirda Dewi
Journal of Green Science and Technology Vol 9 No 1 (2025): Journal of Green Science and Technology Vol. 9 No. 1 March 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v9i1.9104

Abstract

Robusta coffee grounds are widely produced in several types of businesses, one of which is the coffee industry (coffee shop). This pulp can be reused by business people by being used as an adsorbent and paired with the industrial waste. The purpose of this research is to identify the carbon of Robusta coffee grounds between before and after chemical activation. The methods used were sieving, drying at 25°C to 110°C, carbonization at 600°C, immersion in 0.1M HCl solution. Carbonization of Robusta coffee grounds was carried out using BET, FTIR and SEM. The results showed an increase in carbon surface area from 0.588 m2/g to 14.609 m2/g. The results of the FTIR method showed a change in functional groups on several peaks between pre- and post-activation conditions. The results of the SEM method showed an increase in pore size from 5.5 µm (before activation) to 11 µm (after activation). Keywords: Robusta coffee, Coffee grounds, FTIR, Adsorbent
Rancang Bangun Kolom Adsorpsi Fixed-Bed Transparan dengan Adsorben Silika Gel Untuk Keperluan Praktikum Pengamatan Dinamika Mass Transfer Zone Muhammad Nazriel Al Farizy; Mada Arka Al'Malik Fazri; Adam Malik Maulana; Muhammad Zulfan Zuliana Makmur; Nurcahyo; Dianty Rosirda Dewi Kurnia; Saripudin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7180

Abstract

Dehumidifikasi udara menggunakan silika gel merupakan metode yang efektif pada suhu ruang, tetapi pemahaman terhadap dinamika mass transfer zone (MTZ) secara visual terbatas karena unit praktikum umumnya menggunakan kolom logam opaque. Penelitian ini merancang, membangun, dan menguji fungsi kolom adsorpsi fixed-bed skala laboratorium berbahan akrilik transparan untuk keperluan praktikum menggunakan adsorben silika gel biru dan jingga, menganalisis kurva breakthrough, dan mengamati pergerakan MTZ secara visual melalui perubahan warna adsorben. Kolom dirancang dalam dua variasi diameter (2,5 dan 5 cm) dengan tinggi total 50 cm, dan telah memenuhi rule of thumb yang disyaratkan. Diameter kolom teridentifikasi sebagai variabel paling berpengaruh terhadap waktu breakthrough pada kedua adsorben, dengan silika gel jingga secara konsisten menunjukkan waktu breakthrough dan waktu jenuh yang lebih lama dibandingkan biru pada diameter yang sama. Panjang MTZ hasil perhitungan (48–53 cm) melampaui tinggi unggun aktual (30 cm), konsisten dengan karakteristik isoterm unfavourable yang menyebabkan MTZ melebar progresif. Perubahan warna adsorben dari biru menjadi merah muda dan jingga menjadi hijau tua bergerak sejalan arah aliran, mengonfirmasi bahwa alat berfungsi sebagai kolom adsorpsi fixed-bed sekaligus mampu memvisualisasikan MTZ. Hasil uji fungsi awal ini menunjukkan potensi alat sebagai modul praktikum adsorpsi, meskipun validasi lebih lanjut diperlukan.
Studi Potensi Sampah Padat Politeknik Negeri Bandung Sebagai Bahan Baku Refuse-Derived Fuel (RDF): Pengaruh Variasi Komposisi Sampah terhadap Waktu Pengeringan dan Kualitas Produk Faza Nabilah Yusuf; Zahira Hasna Adjani; Novan Fauzan Risvanza; Reza Sopian; Teguh Taufiqurohim; Dianty Rosirda Dewi Kurnia
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7182

Abstract

Politeknik Negeri Bandung (Polban) menghasilkan sampah padat berupa organik dan residu yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan Refuse-Derived Fuel (RDF). Pemanfaatan sampah menjadi RDF mendukung konsep Waste to Energi yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar batu bara. Penelitian ini bertujuan melakukan studi potensi sampah padat Polban sebagai bahan baku RDF berdasarkan variasi komposisi sampah serta pengaruhnya terhadap waktu pengeringan dan kualitas produk. Metode penelitian dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara koordinator pengelola sampah, dan eksperimen laboratorium untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik, sistem pengelolaan sampah, dan efektivitas pengolahan sampah menjadi RDF. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel, pemilahan jenis sampah, proses pengeringan, serta pengujian yang meliputi kadar air, nilai kalor, kadar abu, dan sulfur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah terbaik yaitu diperoleh pada 20% organik : 80% residu dengan penurunan kadar air paling cepat hingga diperoleh kadar air 19,19% dengan waktu pengeringan 270 menit. Kualitas produk yang dihasilkan memliki nilai kalor sebesar 5307,06 kcal/kg, kadar abu 8,94%, dan sulfur 0,11% sesuai dengan SNI 9313:2024. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sampah Polban memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku RDF. Pengaturan rasio komposisi sampah organik dan residu menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan waktu pengeringan dan kualitas RDF.
Rancang Bangun dan Uji Karakteristik Simulator untuk Keperluan Praktikum Pengamatan Kavitasi Mohammad Rangga Saputra; Gilang Pandya Rahman; Fauzi Hadian; Taufik Rizky; Mariam Busra Al-Abrar; Syaren Desca; Nurcahyo; Saripudin; Muhammad Nurfauzi Rizal; Dianty Rosirda Dewi Kurnia
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7183

Abstract

Kavitasi merupakan fenomena terbentuknya gelembung uap akibat penurunan tekanan fluida hingga mencapai tekanan uap jenuh yang dapat menyebabkan kebisingan, getaran, penurunan efisiensi, dan kerusakan komponen pada sistem perpipaan maupun pompa. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan menguji karakteristik simulator pengamatan kavitasi skala laboratorium sebagai media praktikum dengan mengintegrasikan suction cavitation, discharge cavitation, valve cavitation, dan sudden enlargement cavitation dalam satu sistem sirkulasi tertutup. Simulator menggunakan air sebagai fluida kerja dan dilengkapi pipa transparan untuk pengamatan visual. Pengujian meliputi fungsi komponen, kestabilan sistem, kemampuan menghasilkan fenomena kavitasi, serta respons getaran. Hasil menunjukkan bahwa simulator beroperasi stabil tanpa kebocoran, seluruh komponen berfungsi sesuai rancangan, dan fenomena kavitasi pada keempat konfigurasi berhasil diamati secara visual. Pengukuran getaran menunjukkan bahwa variasi kondisi operasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap amplitudo getaran, sehingga kavitasi yang terbentuk diindikasikan masih berada pada tahap incipient cavitation. Simulator yang dikembangkan layak digunakan sebagai media praktikum untuk mendukung pembelajaran mekanika fluida dan fenomena kavitasi.