Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis penerjemahan unsur budaya materiil pada kumpulan cerpen berbahasa Rusia karya Anton Chekhov ke dalam Bahasa Indonesia Mukhtarovna, Shakhnoza Ablakulova; Tanjung, Sufriati
LingTera Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Applied Linguistics, FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lt.v7i2.15299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur budaya materiil (UBM) yang ditemukan dalam cerpen berbahasa Rusia dan terjemahannya berbahasa Indonesia, strategi penerjemahan dan teknik-teknik penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan UBM tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan yang menganalisis data dengan menggunakan metode padan translasional dan teknik analisis komponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UBM yang banyak muncul berkategori makanan dan minuman serta pakaian dan perlengkapannya. Sebanyak 230 data (88,79%) diterjemahkan dengan menggunakan strategi domestikasi, sebanyak 8 data (3,05%) diterjemahkan dengan menggunakan strategi forenisasi, sedangkan 24 data (9,16%) disampaikan dengan menggunakan kedua strategi sekaligus. Berdasarkan jumlah persentase, dapat disimpulkan bahwa teks terjemahan berpihak pada BSa. Tampak bahwa karakteristik strategi penerjemahan domestikasi adalah mengutamakan keterbacaan dan keberterimaan TSa sehingga dapat mengurangi keganjilan teks asing bagi pembaca BSa, dan membuat komunikasi antar-budaya menjadi efektif dengan pembaca BSa. Teknik penerjemahan yang banyak dipakai adalah teknik padanan lazim. A translation analysis of Russian material culture-specific items (CSIs) found in Chekhov's collection of short stories into Indonesian AbstractThis research aimed to describe material culture-specific items (CSIs) found in the Russian collection of short stories and its Indonesian translation, translation strategies and techniques used to translate the material CSIs. This study is a qualitative descriptive study with library research. The method of translational matching and the technique of componential analysis was applied to analyze the data used in the research. The research findings reveal that the categories of food and drink, clothes and their accessories emerged the most in the ST. It is found that 230 data (88.79%) were translated using domestication, 8 data (3.05%) – using foreignisation and 24 data (9.16%) – using both of the strategies simultaneously. It is concluded that the TT was oriented to the TL. The most used translation technique was established equivalent.
Realization of the translation of Hätte and Wäre in Cornelia Funke’s novel Tintentod Syiam, Fanidya Hikhmatus; Tanjung, Sufriati
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 48, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The subjunctive mood in german language (Konjunktiv II) is a complex grammatical phenomenon. The problem at that phenomenon has become more interesting in the translation field. Especially if the language pair is Bahasa Indonesia because there are many ways to express the german subjunctive mood in Bahasa Indonesia. The Indonesian language has a lot of word preferences with various meanings, which must be noticed carefully. This study aims to identify the Konjunktiv II sentence, which used most common past subjunctive verbs hätte and wäre, to categorized and described Konjunktiv II sentences based on their functions. This research used descriptive qualitative. The data were the Konjunktiv II sentence collected from the fantasy novel Tintentod and their translation in Bahasa Indonesia. The data were collected through observations and note-taking techniques. The analysis technique was translational. The research results as fellows (1) there is a 418 Konjunktiv II sentence in Tintentod novel. (2) 47.4% of Konjunktiv II sentences are included in irregular Vergleichssatz categories. The translator knowledge and awareness about Konjunktiv II categories needed to achieve equivalence in subjunctive mood’s meaning.