Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Tepung Bulu Seribu (Acanthaster planci) sebagai Kandidat Bahan Pakan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) muhammad safir; Novalina Serdiati; Kasim Mansyur; Fadly Y. Tantu
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.28133

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan berbahan baku tepung bulu seribu (Acanthaster planci) sebagai bahan baku pakan untuk udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pakan yang diujikan adalah pakan dengan penambahan tepung bulu seribu (A. planci), dan tanpa penambahan tepung bulu seribu (A. planci) (kontrol) dalam formulasi pakan. Kandungan protein kedua pakan uji adalah sama (35%). Parameter yang diamati yakni kualitas kimia (kandungan nutrien pakan), kualitas fisik (homogenitas bahan, kecepatan tenggelam, kecepatan pecahdan tingkat kekerasan pakan), dan kualitas biologi (daya pikat) pakan. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa pakan dengan penambahan tepung bulu seribu (A. planci) memiliki kualitas kimia pakan relatif sama (kadar protein), kadar lemak, dan kadar bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) lebih tinggi, serat kasar dan kadar abu yang lebih rendah dari pakan kontrol. Kualitas fisik pakan meliputi tingkat homogenitas dan kecepatan pecah pakan relatif sama, sedangkan kecepatan tenggelam dan tingkat kekerasan pakan lebih tinggi pada pakan dengan penambahantepung bulu seribu (A. planci). Kualitas biologi (daya pikat) pakan lebih cepat pada pakan dengan penambahan tepung bulu seribu (A. planci). Kesimpulan, penambahan tepung bulu seribu (A. planci) sebagai bahan baku pakan udang vannamei (L. vannamei) memberikan kualitas kimia, fisik, dan biologi pakan yang lebih tinggi dibandingkan pakan tanpa penambahan tepung bulu seribu (A. planci).Kata kunci: Acanthaster planci, aroma, asam amino, bahan baku, pertumbuhan, protein pakan. 
Gonad Maturity of Coconut Crab (Birgus latro) in Pasoso Island, Central Sulawesi Sulistiono, .; Refiani, Suzana; Tantu, Fadly Y.; Muslihuddin, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 8 No. 2 (2009): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.602 KB) | DOI: 10.19027/jai.8.175-184

Abstract

Study on gonad maturity of coconut crab (Birgus latro) was carried out from June 2004 to January 2005.  Crabs were collected by some gears such as trap, net and by hand. Observation was done to know sex ratio, gonad maturity and eggs diameter, while analysis was employed to estimate condition factor, gonado somatic index and fecundity.  Observation result showed that condition factor, gonad maturity and gonado somatic index varied depending on sampling month. Gonado somatic index showed a high value around November/December.  A similar result was also showed by condition factor and gonado somatic index that was high around November /December. Fecundity varied from 58.717 to 197.400. Oocyte diameter varied from 0,015 to 0,035 mm,  had one mode that is clasified to be a total spawner. Keywords :  Gonad maturity, coconut crab (Birgus latro), total spawner.   ABSTRAK Penelitian tentang kematangan gonad kepiting kelapa (Birgus latro) dilakukan sejak Juni 2004 sampai Februari 2005.  Sampel kepiting ditangkap dengan menggunakan beberapa peralatan, yaitu perangkap, jaring dan secara langsung dengan tangan. Pengamatan dilakukan terhadap jenis kelamin, kematangan gonad dan diameter telur, sedangkan analisis dilakukan untuk menentukan faktor kondisi, indeks kematangan gonad, dan fekunditas.  Hasil pengamatan menunjukkan bahwa faktor kondisi, kematangan gonad dan indeks kematangan gonad bervariasi tergantung dari bulan pengambilan contoh. Pengamatan kematangan gonad menunjukkan bahwa nilai tertinggi terdapat pada November/Desember.  Keadaan yang sama juga ditunjukkan dengan nilai faktor kondisi dan indeks kematangan gonad yang cukup tinggi pada bulan November /Desember. Fekunditas berkisar antara 58.717-197.400 butir telur. Diameter telur berkisar antara 0,015-0,035 mm,  memiliki 1 puncak sehingga dapat diklasifikasikan sebagai total spawner. Kata kunci :  Kematangan gonad, kepiting kelapa (Birgus latro), total spawner.
Keanekaragaman dan Prevalensi Bakteri Pada Karapas Cuora amboinensis (Riche in Daudin 1801) Asal Habitat Alam Rahaditiya, Mochammad Viekha; Tantu, Fadly Yasin; Nilawati, Jusri
Mitra Sains Vol 10 No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms26866579.2022.v10.i1.pp1-11

Abstract

The aim of this research is to identify the diversity of bacterial types and determine the prevalence value of these bacteria on the carapace of C. amboniensis from natural habitats to support the provision of data that can later be used to support captive management activities and conservation actions C. amboniensis was collected manually and 20 individuals were obtained, samples were caught in December 2019. Data from bacterial identification was then used to calculate the prevalence of bacterial diversity. The identification results showed that there were 7 types of bacteria, most of which were Gram negative bacteria. The prevalence values were then calculated to obtain the results of A. caviae (5%), C. jejuni (30%), C. freundii (15%). ), F. breve (25%), L. monocytogenes (15%), P. haemolytica type A (5%), and P. alcaligenes (5%).
Hubungan Panjang-Bobot, Nisbah Kelamin dan Faktor Kondisi Ikan Endemik Sulawesi Rono Lindu (Oryzias sarasinorum Popta 1905) Nilawati, Jusri; Rasmina, Rasmina; Tantu, Fadly Y.
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i3.2023.149-158

Abstract

Ikan rono Lindu (Oryzias sarasinorum Popta 1905) adalah salah satu ikan endemik dari perairan tawar Sulawesi yang penyebarannya terbatas hanya di Danau Lindu. Status konservasi O. sarasinorum yang telah ditetapkan oleh IUCN berada dalam kategori terancam punah. Penelitian menggunakan metode standar dalam studi bioekologi ikan. Data yang dianalisis berasal dari sampel yang dikoleksi pada medio Juli-September 2013 dari Danau Lindu. Alat tangkap yang digunakan berupa pukat pantai kecil berkantong (mini beach sine) berukuran panjang 10 m, lebar 2,5 m, diameter kantong 1 m, dan mata jaring 2 mm. Jumlah total sampel sebanyak 165 ekor, terdiri atas 94 ekor ikan jantan dan 71 ekor ikan betina. Hasil analisis hubungan panjang-bobot ikan O. sarasinorum jantan, betina, dan gabungan jantan dan betina masing-masing adalah W= 0,000L2,128, W= 0,000L2,396 dan W=0,000L2,239  dengan nilai koefisien korelasi (r) masing-masing 0,968, 0,933 dan 0,953. Hal ini  mengindikasikan bahwa O. sarasinorum memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi Fulton (K) O. sarasinorum jantan berkisar 0,718-2,625 sedangkan betina 0,586-2,963. Nisbah kelamin ikan O. sarasinorum menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan relatif lebih banyak dibandingkan dengan ikan betina. Studi ini merupakan laporan pertama mengenai hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi untuk ikan endemik O. sarasinorum. Informasi biometrik ini berguna untuk pengelolaan berkelanjutan, kajian dinamika populasi ikan dan konservasi.