Nur Eka Wahyuningsih
Universitas Tadulako

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Hairuddin Cikka; M. Iksan Kahar; Nur Eka Wahyuningsih
Karangan: Jurnal Bidang Kependidikan, Pembelajaran, dan Pengembangan Vol. 3 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : FKIP, Universitas Billfath Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.01 KB) | DOI: 10.55273/karangan.v3i2.137

Abstract

Pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru. Mulai dari faktor ekonomi (siswa tidak memiliki Gadget), sinyal yang buruk, minimnya pengetahuan orang tua dalam digitalisasi pembelajaran dan lain sebagainya. Untuk itu dibutuhkan keratifitas dan inovasi pembelajaran dari seorang guru. Kreativitas adalah fungsi dari tiga komponen utama: keahlian, keterampilan berpikir kreatif, dan motivasi. Keahlian terdiri dari pengetahuan: teknis, prosedural, dan intelektual. Sederhananya, kreativitas menghasilkan orang yang melihat sesuatu secara berbeda.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI LAYANAN KONSELING INDIVIDU Vitensia Meliani Nggego; Nur Eka Wahyuningsih; Ikhlas Rasido; Hasan Hasan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14242

Abstract

Low student interest in utilizing individual counseling services can hinder the optimal implementation of guidance and counseling in helping students address problems and develop their potential. This study aimed to describe students' interest in participating in individual counseling services and analyze the factors influencing their low interest at SMP Negeri 3 Palu. This study employed a qualitative approach using a case study design. The participants consisted of six eighth-grade students identified as having low interest in individual counseling services and one guidance and counseling teacher selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was examined through source and technique triangulation. The findings indicate that students' interest in individual counseling services was still low, as reflected in their limited initiative to voluntarily utilize the services. The low interest was influenced by three main aspects: students' perceptions of the service and counseling confidentiality, psychological barriers such as embarrassment, fear, and lack of self-confidence, and the perception that their problems did not require assistance from a guidance and counseling teacher. The perception that guidance and counseling services are primarily intended for problematic students further strengthened students' reluctance to utilize the services. Thus, students' low interest was influenced not only by internal conditions but also by perceptions of the function and safety of individual counseling services. These findings highlight the importance of strengthening students' understanding of the function of counseling, creating a safe and nonjudgmental counseling environment, and increasing students' trust in the confidentiality of counseling services. ABSTRAK Rendahnya minat siswa dalam memanfaatkan layanan konseling individu dapat menghambat optimalisasi fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa menyelesaikan permasalahan serta mengembangkan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat siswa dalam mengikuti layanan konseling individu dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat tersebut di SMP Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas VIII yang teridentifikasi memiliki minat rendah dalam mengikuti layanan konseling individu dan satu guru bimbingan dan konseling yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa dalam mengikuti layanan konseling individu masih rendah, ditandai dengan minimnya inisiatif siswa untuk memanfaatkan layanan secara sukarela. Rendahnya minat tersebut dipengaruhi oleh tiga aspek utama, yaitu persepsi siswa terhadap layanan dan kerahasiaan konseling, hambatan psikologis berupa rasa malu, takut, dan kurang percaya diri, serta persepsi bahwa masalah yang dihadapi belum memerlukan bantuan guru bimbingan dan konseling. Persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling identik dengan siswa bermasalah juga memperkuat keengganan siswa untuk memanfaatkan layanan. Dengan demikian, rendahnya minat siswa tidak hanya berkaitan dengan kondisi internal siswa, tetapi juga dengan persepsi yang terbentuk terhadap fungsi dan keamanan layanan konseling individu. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan sosialisasi fungsi konseling, penciptaan suasana layanan yang aman dan tidak menghakimi, serta peningkatan kepercayaan siswa terhadap kerahasiaan layanan.