Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Visualisasi Instagram Bakmi Asmara terhadap Brand Awarness Ahmad Taopik; Maria Fitriah; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.19247

Abstract

Di era transformasi digital saat ini tentu perlu adanya suatu inovasi konsep diberbagai bidang atau aktivitas kehidupan guna menyeimbangi perkembangan zaman. Salah satunya kemampuan mengelola dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi pemasaran suatu produk. Visualisasi juga bisa disebut sebagai strategi komunikasi pemasaran. Biasanya pengaplikasian visualisasi dapat ditemukan pada media sosial.  Media sosial adalah platform komunikasi online yang sangat penting dalam membangun, menjalin, atau memperkuat hubungan interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui visualisasi Instagram Bakmi Asmara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan asosiatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.559 orang, termasuk pengikut akun Instagram Bakmi Asmara, dan sampel yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin adalah 100 orang dengan tingkat kesalahan 0,1%. Analisis data menggunakan Weight Mean Score (WMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel Elemen Visualisasi Instagram memiliki rerata keseluruhan sebesar 4,02, masuk dalam kategori Baik. Karena tipografi atau huruf yang digunakan dalam postingan Instagram akun @Bakmiasmara mudah dibaca dan menggunakan font yang melengkapi konten Instagram, maka nilai skor rata-rata tanggapan responden pada setiap indikator tergolong cukup tinggi, dengan indikator Tipografi memperoleh skor tertinggi sebesar 4,13 dalam kategori Baik.
Personal Selling melalui Komunikasi Interpersonal di Kedai Kopi Sapa Remaja Ryan Aditya Pudjaswara; Sukarelawati; Maria Fitriah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.24534

Abstract

Perkembangan kedai kopi di Indonesia menunjukkan perubahan fungsi yang signifikan, dari sekadar tempat konsumsi minuman menjadi ruang interaksi sosial yang menekankan pengalaman komunikasi antara penjual dan konsumen. Perubahan tersebut mendorong pelaku usaha kedai kopi untuk mengembangkan strategi Personal Selling  yang tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga pada proses membangun hubungan interpersonal melalui interaksi langsung. Dalam konteks ini, komunikasi interpersonal menjadi elemen penting dalam menciptakan suasana yang nyaman, dialogis, dan berkelanjutan antara penjual dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik Personal Selling  melalui komunikasi interpersonal yang diterapkan di Kedai Kopi Sapa Remaja. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, yang memungkinkan peneliti menggali secara mendalam proses komunikasi, pola interaksi, serta makna yang dibangun dalam hubungan antara penjual dan konsumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik, pramukopi, serta pihak yang terlibat langsung dalam aktivitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Personal Selling  di Kedai Kopi Sapa Remaja dijalankan melalui komunikasi interpersonal yang termanifestasi dalam empat komponen utama. Pertama, keterbukaan diwujudkan melalui sapaan awal dan percakapan ringan yang memberi ruang bagi konsumen untuk menyampaikan preferensi tanpa tekanan. Kedua, empati tampak dari kemampuan pramukopi menyesuaikan gaya pelayanan dengan kondisi emosional konsumen, misalnya ketika konsumen datang dalam keadaan lelah atau menginginkan suasana tenang. Ketiga, sikap positif tercermin dari nada bicara yang ramah, respons yang antusias terhadap pertanyaan konsumen, serta penguasaan informasi produk yang memudahkan pengambilan keputusan pembelian. Keempat, kesetaraan terlihat dari cara penjual memosisikan konsumen sebagai mitra dialog, bukan sekadar pembeli. Keempat komponen tersebut membentuk pengalaman interaksi yang bermakna, mendorong terbentuknya kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang berulang antara konsumen dan kedai kopi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Personal Selling  melalui komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membentuk kualitas interaksi konsumen di Kedai Kopi Sapa Remaja. Praktik komunikasi yang konsisten dan manusiawi menjadi dasar terciptanya hubungan jangka panjang antara penjual dan konsumen, serta memperkuat identitas kedai kopi sebagai ruang interaksi sosial.
Makna Pesan Emosional Dan Konatif Dalam Dialog Drama Korea Hospital Playlist Agung Saputra; Ruhimat; Maria Fitriah
KOMVERSAL Vol. 8 No. 2 (2026): Komversal : Jurnal Komunikasi Universal
Publisher : Program Studi Hubungan Masyarakat Politeknik LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/komversal.v8i2.3097

Abstract

Perkembangan budaya populer Korea melalui drama Korea menjadikan media audiovisual tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media yang menyampaikan berbagai nilai sosial dan kemanusiaan melalui dialog antartokohnya. dalam drama, salah satu nya drama korea, memiliki muatan pesan emosional dan konatif pada dialog nya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pesan emosional dan konatif dalam dialog drama Korea Hospital Playlist Season 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap dialog yang mengandung pesan emosional dan konatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan emosional direpresentasikan melalui empati, kasih sayang, kepedulian, pengorbanan, kesedihan, dan kehilangan yang membangun kedekatan emosional antartokoh maupun penonton. Sementara itu, pesan konatif direpresentasikan melalui motivasi, ajakan, nasihat, dorongan, dan persuasi yang bertujuan memengaruhi sikap, keputusan, dan tindakan tokoh lain secara humanis tanpa paksaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialog dalam Hospital Playlist tidak hanya berfungsi sebagai pendukung alur cerita, tetapi juga menjadi media penyampaian nilai-nilai kemanusiaan melalui representasi pesan emosional dan konatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Hospital Playlist; pesan emosional; pesan konatif; dialog; makna pesan.
Ekspresi Identitas Diri Mahasiswa pada Era Gaya Hidup Digital dalam Spotify Muhammad Ijlal Alamin; Maria Fitriah; Koesworo Setiawan
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1507

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara mahasiswa mengakses, mengonsumsi, dan memaknai musik dalam kehidupan sehari-hari. Spotify sebagai platform streaming musik digital tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup digital yang memungkinkan pengguna menampilkan preferensi, karakter, dan identitas dirinya di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi identitas diri mahasiswa pada era gaya hidup digital dalam spotify sebagai media ekspresi identitas diri mahasiswa dalam era gaya hidup digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan paradigma konstruktivisme. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif yang menggunakan Spotify secara rutin dalam aktivitas sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spotify memiliki peran penting dalam proses ekspresi identitas diri mahasiswa. Musik yang didengarkan mencerminkan suasana hati, pengalaman hidup, preferensi, serta karakter pribadi pengguna. Playlist menjadi salah satu bentuk ekspresi identitas diri yang paling dominan karena digunakan sebagai ruang personal untuk mendokumentasikan pengalaman, emosi, dan aktivitas yang dijalani. Selain itu, aktivitas berbagi lagu, playlist, dan Spotify Wrapped melalui media sosial menunjukkan bahwa Spotify juga memiliki fungsi sosial yang memungkinkan mahasiswa membangun komunikasi dan hubungan dengan lingkungan sosialnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Spotify tidak lagi dipahami hanya sebagai platform streaming musik, tetapi telah berkembang menjadi media digital yang memiliki fungsi simbolik dalam pembentukan dan representasi identitas diri mahasiswa. Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa media digital berperan dalam membentuk cara individu menampilkan identitas dan berinteraksi dalam kehidupan sosial pada era gaya hidup digital.