Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada smk pelayaran dewaruci dalam menghadapi tantangan sumber daya manusia kepelautan Zulmaidi, Syafril; Kameo, Yopy J.I.; Rante, Jones Zenas
JMBA Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 5 No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Institut Bisnis dan Multimedia asmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana tujuannya untuk menggambarkan keadaan atas fenomena yang terjadi di lapangan menggunakan analisis deskriptif dan SWOT analisis, objek dalam penelitian ini mewawancarai sebanyak 20 siswa/taruna SMK Pelayaran Dewaruci yang sedang mengikuti ujian kepelautan ahli nautika tingkat IV (ANT-IV). Hasil analisis Mengambarkan Kekuatan yang dimiliki Pada SMK Pelayaran Dewaruci dimana 5 faktornya yaitu Financial yayasan, Guru kejuruan berstandar Internasional, Sarana dan Prasarana, Memperoleh ISO 9001:2015, Akreditasi A dan Approval Perhubungan Laut mampu mengurangi kelemahan yaitu Peralihan siswa dari umum ke kejuruan, financial siswa, Bahasa Inggris (Internasional), Proses pembelajaran yang lama, Ego sektoral antar dinas pendidikan dan perhubungan laut, mampu memanfaatkan peluang yaitu Pangsa pasar tenaga pelaut Indonesia, Pangsa pasar tenaga pelaut Internasional, Bekerja sama dengan perusahaan pelayaran, SMK Pelayaran 10 besar peluang kerja yang dicari, Respon positif masyarakat terhadap lembaga pendidikan, dan mampu mengatasi ancaman yaitu Persaingan dengan pelaut Filipina, Persaingan dengan lembaga pendidikan pelayaran negeri, Persaingan harga dengan lembaga pendidikan pelayaran lainnya (swasta), Lembaga pendidikan lain memegang pangsa pasar besar, Kurangnya dukungan pemerintah dalam promosi pelaut Indonesia pada SMK pelayaran Dewaruci dan pada matriks internal-eksternal (IE) menunjukkan bahwa kondisi SMK Pelayaran Dewaruci berada pada pada sel 5, pada sel 5 di matriks internal-eksternal (IE) mendapatkan nilai diantara 2 sampai 3 dalam posisi sedang (rata-rata) dan peluang yang ditawarkan juga sedang, dalam posisi tersebut SMK Pelayaran Dewaruci dapat menerapkan konsentrasi pertumbuhan melalui integrasi horizontal yaitu dengan cara meningkatkan kualitas kompetensi taruna/i.
Analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada smk pelayaran dewaruci dalam menghadapi tantangan sumber daya manusia kepelautan Syafril Zulmaidi; Yopy J.I. Kameo; Jones Zenas Rante
JMBA Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 5 No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Institut Bisnis dan Multimedia asmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana tujuannya untuk menggambarkan keadaan atas fenomena yang terjadi di lapangan menggunakan analisis deskriptif dan SWOT analisis, objek dalam penelitian ini mewawancarai sebanyak 20 siswa/taruna SMK Pelayaran Dewaruci yang sedang mengikuti ujian kepelautan ahli nautika tingkat IV (ANT-IV). Hasil analisis Mengambarkan Kekuatan yang dimiliki Pada SMK Pelayaran Dewaruci dimana 5 faktornya yaitu Financial yayasan, Guru kejuruan berstandar Internasional, Sarana dan Prasarana, Memperoleh ISO 9001:2015, Akreditasi A dan Approval Perhubungan Laut mampu mengurangi kelemahan yaitu Peralihan siswa dari umum ke kejuruan, financial siswa, Bahasa Inggris (Internasional), Proses pembelajaran yang lama, Ego sektoral antar dinas pendidikan dan perhubungan laut, mampu memanfaatkan peluang yaitu Pangsa pasar tenaga pelaut Indonesia, Pangsa pasar tenaga pelaut Internasional, Bekerja sama dengan perusahaan pelayaran, SMK Pelayaran 10 besar peluang kerja yang dicari, Respon positif masyarakat terhadap lembaga pendidikan, dan mampu mengatasi ancaman yaitu Persaingan dengan pelaut Filipina, Persaingan dengan lembaga pendidikan pelayaran negeri, Persaingan harga dengan lembaga pendidikan pelayaran lainnya (swasta), Lembaga pendidikan lain memegang pangsa pasar besar, Kurangnya dukungan pemerintah dalam promosi pelaut Indonesia pada SMK pelayaran Dewaruci dan pada matriks internal-eksternal (IE) menunjukkan bahwa kondisi SMK Pelayaran Dewaruci berada pada pada sel 5, pada sel 5 di matriks internal-eksternal (IE) mendapatkan nilai diantara 2 sampai 3 dalam posisi sedang (rata-rata) dan peluang yang ditawarkan juga sedang, dalam posisi tersebut SMK Pelayaran Dewaruci dapat menerapkan konsentrasi pertumbuhan melalui integrasi horizontal yaitu dengan cara meningkatkan kualitas kompetensi taruna/i.
Brand Image Impact on Maritime Service Quality: Stakeholder Perspectives in Indonesian Shipping Muhammad Dwi Arif; Akbar Prakoso; Pantjadjatmika; Syafril Zulmaidi; Octi Avriani
Jurnal Visi Manajemen Vol. 11 No. 3 (2025): September : Jurnal Visi Manajemen
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jvm.v11i3.819

Abstract

This research employs a qualitative approach to investigate how corporate brand image shapes the quality of maritime services, using a comprehensive stakeholder perspective within the Indonesian shipping industry. The study adopts PT. Multi Jaya Samudra’s TB. Maiden Central operations as its focal case, gathering insights from maritime professionals, academic experts, and industry practitioners to better understand the interconnection between brand perception and service delivery. Data were collected through semi-structured interviews with 65 participants, followed by a thematic analysis to identify emerging patterns. The results highlight that corporate brand image plays a substantial role in influencing how service quality is perceived, with a positive correlation of 79.8% found between brand strength and customer satisfaction. Key themes emerging from the analysis include the enhancement of professional trust, the incorporation of educational elements into industry practices, and the promotion of operational excellence. A robust and reputable brand is shown to provide shipping companies with a distinct competitive edge, while also aligning with broader objectives such as sustainable maritime growth and the adoption of digital innovation. Beyond practical business value, the research enriches the field of maritime business management by presenting a stakeholder-driven framework for brand development, offering opportunities for the integration of industry-relevant curricula in maritime vocational education, and promoting sustainable transportation practices. These findings yield actionable implications for Indonesian shipping enterprises that aim to strengthen brand positioning, improve service performance, and remain competitive in an increasingly dynamic and environmentally conscious maritime sector.
Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman pada SMK Pelayaran Dewa Ruci dalam Menghadapi Tantangan Sumber Daya Manusia Kepelautan SE, MM., Syafril Zulmaidi
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v2i2.13

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana tujuannya untuk menggambarkan keadaan atas fenomena yang terjadi di lapangan menggunakan analisis deskriptif dan SWOT analisis, objek dalam penelitian ini mewawancarai sebanyak 20 siswa/taruna SMK Pelayaran Dewaruci yang sedang mengikuti ujian kepelautan ahli nautika tingkat IV (ANT-IV). Latar belakang dalam penelitian ini terkait dengan fenomena kebutuhan sumber daya manusia dibidang kepelautan yang menghadapi persaingan baik secara internal di dalam negeri maupun secara eksternal di luar negeri, Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan kajian matriks SWOT pada lembaga SMK Pelayaran Dewaruci dalam menghadapi tantangan sumber daya manusia kepelautan. Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu bidang manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian, sedankan sumber daya manusia kepelautan adalah sumber daya yang mengambil alih semua fungsi manajemen transportasi mulai dari perencanaan, komando, pemeliharaan, dan pengawasan aktivitas. Strategi SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threaths) ini diperkenalkan oleh Hunger & Wheelen yang merupakan pengembangan strategi yang disusun oleh Ansoff dengan menambahkan pemanfaatan Internal Factors Analysis Summary (IFAS) dan External Factors Analysis Summary (EFAS), strategi ini memanfaatkan faktor kunci yang bersifat kualitatif tetapi yang akhirnya di kuantitatifkan dengan pembobotan dan peringkat (rating). Hasil analisis Mengambarkan Kekuatan yang dimiliki Pada SMK Pelayaran Dewaruci dimana 5 faktornya yaitu Financial yayasan, Guru kejuruan berstandar Internasional, Sarana dan Prasarana, Memperoleh ISO 9001:2015, Akreditasi A dan Approval Perhubungan Laut mampu mengurangi kelemahan yaitu Peralihan siswa dari umum ke kejuruan, financial siswa, Bahasa Inggris (Internasional), Proses pembelajaran yang lama, Ego sektoral antar dinas pendidikan dan perhubungan laut, mampu memanfaatkan peluang yaitu Pangsa pasar tenaga pelaut Indonesia, Pangsa pasar tenaga pelaut Internasional, Bekerja sama dengan perusahaan pelayaran, SMK Pelayaran 10 besar peluang kerja yang dicari, Respon positif masyarakat terhadap lembaga pendidikan, dan mampu mengatasi ancaman yaitu Persaingan dengan pelaut Filipina, Persaingan dengan lembaga pendidikan pelayaran negeri, Persaingan harga dengan lembaga pendidikan pelayaran lainnya (swasta), Lembaga pendidikan lain memegang pangsa pasar besar, Kurangnya dukungan pemerintah dalam promosi pelaut Indonesia pada SMK pelayaran Dewaruci dan pada matriks internal-eksternal (IE) menunjukkan bahwa kondisi SMK Pelayaran Dewaruci berada pada pada sel 5, pada sel 5 di matriks internal-eksternal (IE) mendapatkan nilai diantara 2 sampai 3 dalam posisi sedang (rata-rata) dan peluang yang ditawarkan juga sedang, dalam posisi tersebut SMK Pelayaran Dewaruci dapat menerapkan konsentrasi pertumbuhan melalui integrasi horizontal yaitu dengan cara meningkatkan kualitas kompetensi taruna/i. Simpulan penelitian ini, Berdasarkan Matrik Internal Eksternal (IE) dan Matriks SWOT posisi SMK Pelayaran Dewaruci konsentrasi pada strategi pertumbuhan melalui intregasi horizontal dengan meningkatkan kualitas kompetensi taruna/I untuk mencapai maksimal. Kata Kunci : Tantangan Sumber Daya Manusia Kepelautan
ANALISIS STANDARISASI KLASIFIKASI ARMADA KAPAL PADA PT. SAMUGARA ARTAJAYA SE, MM., Syafril Zulmaidi
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v2i3.19

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan kedua pemeriksaan armada kapal tersebut pada PT. Samugara Artajaya. Manajemen Perawatan Kapal dalam arti luas, adalah tindakan-tindakan dari para Manajer (perwira laut), yang meliputi segala macam kegiatan ditujukan untuk menjaga agar Kapal selalu berada dalam kondisi laik laut (Sea Worthyness), memenuhi seluruh persyaratan International Maritime Organization (IMO). Laik laut atau laik operasi adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan, kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, manajemen keselamatan kapal untuk berlayar di perairan tertentu. Semua kapal di seluruh dunia, dipersyaratkan harus menggunakan jasa pemeriksaan dan pemantauan oleh Badan Klasifikasi Internasional atau Nasional, karena hal ini berkenaan dengan kepentingan asuransi kapal, pemilik kapal, penyewa kapal, dan keselamatan kapal itu sendiri. Indikator variabel, pemeriksaan lambung meliputi seluruh pelat diatas air, pelat geladak cuaca, ambang dan peralatan palka diatas geladak terbuka dan didalam bangunan atas terbuka atau rumah geladak terbuka dan (side port, cargo port, pintu rampa depan, samping dan belakang dan visor depan dan tingkap sisi dibawah geladak lambung timbul atau geladak bangunan atas tertutup dll, sedangkan indikator variabel pemeriksaan mesin meliputi mesin penggerak utama, mesin transmisi tenaga, sistem poros, mesin penggerak selain mesin penggerak utama, ketel, pemanas minyak panas, pembakar sampah, bejana tekan, pemesinan bantu, sistem pipa, sistem kontrol, instalasi listrik, papan hubung utama dll. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh armada kapal PT. Samugara Artajaya yang berjumlah delapan (8) kapal. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak jumlah populasi yaitu delapan (8) kapal. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode non-parametrik uji tanda sederhana dan uji pangkat bertanda atau lebih dikenal uji pangkat bertanda Wilcoxon. Hasil analisis, sampai sejauh ini pemeriksaan yang dilakukan perusahaan telah sebaik mungkin untuk mencapai standarisasi klasifikasi yang telah dikerjakan dalam kurun 2 tahun belakangan ini dan pemeriksaan pembanding yang dilakukan Badan Klasifikasi menunjukan terdapat perbedaan dimana pemeriksaan yang dilakukan perusahaan lebih kecil dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh Klasifikasi Indonesia. Kesimpulan penelitian ini, Bahwa secara rata-rata pemeriksaan lambung dan mesin yang dilakukan oleh PT. Samugara Artajaya belum mencapai maksimal yang diinginkan Standar Klasifikasi Indonesia. Kata Kunci: Standarisasi Klasifikasi Armada Kapal
Analisis Standarisasi Klasifikasi Armada Kapal pada PT. Samugara Artajaya Syafril Zulmaidi; Jones Zenas Rante
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v4i3.81

Abstract

The purpose of this study is to analyze and compare the two fleet inspections at PT. Samugara Artajaya. Ship Maintenance Management in a broad sense, is the actions of Managers (sea officers), which include all kinds of activities aimed at keeping the ship in a seaworthy condition (Sea Worthyness), meeting all requirements of the International Maritime Organization (IMO). Seaworthiness or operational worthiness is the condition of a ship that meets the requirements for ship safety, prevention of water pollution, manning, loading lines, loading, ship welfare and passenger health, legal status of the ship, ship safety management to sail in certain waters. All ships around the world are required to use ship inspection and monitoring services by the International or National Classification Agency, because this concerns the interests of ship insurance, ship owners, charterers, and the safety of the ship itself. Indicator variables, hull inspection includes all plates above the air, weather deck plates, sills and hatch equipment above the open deck and inside the open superstructure or open deckhouse and (side ports, cargo ports, front, side and rear ramps and front visors and side windows below the freeboard deck or closed superstructure deck etc., while the engine inspection variable indicators include the main propulsion engine, power transmission engine, shaft system, propulsion engine other than the main propulsion engine, boiler, hot oil heater, waste burner, pressure vessel, machining. The population in this study was the entire fleet of PT. Samugara Artajaya ships totaling eight (8) ships. The data analysis method used in this study is the non-parametric method of simple sign test and signed rank test or better known as the Wilcoxon signed rank test. The results of the analysis, so far the inspections carried out by the company have been as good as possible to achieve the classification standardization that has been carried out in the last 2 years and the comparative inspections carried out by the Classification Agency showed that there were differences where the inspections carried out by the company were smaller than the inspections carried out by the Indonesian Classification. The conclusion of this study, That on average the hull and engine inspections carried out by PT. Samugara Artajaya has not reached the maximum desired by the Indonesian Classification Standard.
Surveilans Dinamis Polutan Laut dan Upaya Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan Melalui Pengabdian di Pulau Tidung Agung Kwartama; Samiyono; Anton Novianto; Paiman; Indah Sulita; Abdul Rasyid; Gatot Prasojo; Hidayat Kurahmadan; Nor Fauziah; Yanto Rusmanto; Bangun Husodo; Akhmad Sopani; Didik Indriawan; Sumiyatiningsih; Lie Adek; Desiana Endah Pramesti; Ramayanti; Syafril Zulmaidi; Dwi Wuryani; Deferiansyah; Abdul Aziz
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5748

Abstract

Tidung Island, located in the Seribu Islands, faces serious challenges in maintaining environmental health due to increasing marine pollution. This pollution primarily originates from domestic waste, uncontrolled tourism activities, and the accumulation of hazardous pollutants such as heavy metals and microplastics. These conditions directly and indirectly increase the risk of environmentally-based health problems in coastal communities, such as skin diseases, respiratory disorders, and potential poisoning from exposure to hazardous chemicals. This situation is further exacerbated by the absence of an integrated and participatory environmental surveillance system, resulting in weak early detection of pollutant exposure and community response capabilities. This research was conducted using a descriptive qualitative approach through in-depth interviews, field observations, and documentation studies to obtain a comprehensive picture of the relationship between environmental pollution and public health. The research analysis utilized health ecology theory, which emphasizes the close relationship between physical environmental conditions, human behavior, and their impacts on community health. The results indicate that community involvement in environmental quality monitoring and health education is key to strengthening the community-based surveillance system. Thus, the community plays a role not only as a recipient of information but also as an active actor in maintaining environmental sustainability. This approach is expected to increase collective awareness and accelerate mitigation actions against health risks caused by pollution. The study's conclusions emphasize the importance of developing participatory surveillance systems that adapt to local contexts, particularly in island regions with limited infrastructure access. Further research recommends quantitative measurements of the biomedical impacts of pollutants, as well as the use of digital technology to develop more modern, efficient, and sustainable environmental monitoring systems.  
Penyuluhan Jenjang Karir Dan Potensi Pendapatan Di Industri Pelayaran Global Bagi Generasi Muda Hidayat Kurahmadan; Samiyono Samiyono; Syafril Zulmaidi; Nor Fauziah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v6i1.235

Abstract

Industri pelayaran global merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung perdagangan internasional. Meskipun peluang karir di sektor ini sangat luas, pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap jenjang karir dan potensi pendapatan di bidang pelayaran masih terbatas. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai struktur karir, kualifikasi yang dibutuhkan, serta potensi pendapatan dalam industri pelayaran global. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif melalui presentasi materi, diskusi interaktif, dan pemberian motivasi karir. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Februari 2026 di SMA Negeri 12 Batam dengan peserta siswa/i sebagai calon tenaga kerja masa depan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai peluang karir di sektor pelayaran serta meningkatnya motivasi untuk melanjutkan pendidikan di bidang maritim. Program ini efektif sebagai upaya peningkatan literasi karir maritim dan dapat mendorong minat generasi muda untuk berkontribusi dalam industri pelayaran global.