Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemahaman Ali Mustafa Yaqub Tentang Hadis Penciptaan Wanita Dari Tulang Rusuk dalam Kitab; Al-Ṭurq Al-Ṣaḥīḥah Fī Fahm Al-Sunnah Al-Nabawiyah Muhammad Lutfiyanto; Ahmad Bahrudin; Abdurrohman Abdurrohman
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 4 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah menjadi hal yang sering ditemukan, apabila ada ungkapan yang menyatakan bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk laki-laki. Perkataan tersebut merupakan kiasan yang maklum di masyarakat, khususnya di Indonesia. Tak hanya itu saja, kita sering mendengar ada orang berujar, “Saya belum berjumpa dengan tulang rusuk yang hilang,” demikian kata mereka yang mengaku belum mendapat jodoh. Karena pada dasarnya, perumpamaan ini populer salah satunya melalui kisah Siti Hawa, yang konon diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam AS. Tulisan ini hendak menyoroti perkara tekstualitas dan kontekstualitas Ali Mustafa Yaqub dalam memahami suatu hadis. Apa yang dijadikan locus atau cara memahami hadis (fiqh al-hadis) yang direkam oleh beliau melalui karyanya yang berjudul al-T{uruq al-S{ah}i>h}ah} fi> Fahmi al-Sunnah al-Nabawiyyah. Berdasarkan penelitian ini, menurut Ali, al-Qur'an tidak mensinyalir sedikit pun bahwa ibu kita Hawa (perempuan) tercipta dari tulang rusuk bapak kita Adam (laki-laki). Penjelasan seperti ini pun tidak ditemukan di dalam Hadis. Sehingga tidak dapat dilegitimasi bahwa penciptaan perempuan dari salah satu organ tubuh laki-laki, yakni rusuk.
HADIS MUKHTALIF DAN CARA MEMAHAMINYA takwalloh takwalloh; Abdurrohman Abdurrohman
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i2.152

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi akan adanya persoalan cara memahami hadis yang tampak bertentangan atau bahkan dianggap bertentangan namun pada esensinya tidak bertentangan yang membuat resah masyarakat karena terlanjur menyakini khabar(hadis) tersebut dan dampaknya akan banyak hadis Nabi yang tidak dapat dipakai karena sudah dianggap bertentangan tanpa mencarikan jalan penyelesaian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang “cara memahami hadis yang tampak saling bertentangan” dengan maksud agar lebih cermat dalam memahami petunjuk hadis Nabi. Hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, hadis mukhtali>f ialah ada dua hadis atau lebih yang secara lahir maknanya saling kontradiksi dan untuk menghilangkan kontradiksi itu maka keduanya dikompromikan (al- jam’u). kedua, Adapun cara Penyelesaian dan memahami hadis mukhtalif yaitu antara lain: 1. al-jam’u (kompromi), 2. Na>sikh wa al-Mansu>kh (meniaakan salah satunya), 3. tarji>h} (menggulkan salah satunya), 4. al-tawqi>f (mendiamkan keduanya). Ketiga, dalam Langkah al-jam’u, beberapa ulama memang sedikit berbeda, namun secara garis besar dapat disimpulkan bahwa penyelesaian dengan metode ini ialah dengan perangkat kebahasaan yakni takhs}i>s} al-‘amm, taqyi>d al-mut}laq, tafsi>r al-mujmal/mubham, hingga ikhtila>f al-muba>h}. Keempat, dalam memahami hadis melalui metode al-jam’u ini, ada empat pendekatan, yaitu pendekatan linguistik, kontekstual, korelatif, dan ta’wi>l.
Upaya Restorasi Lahan Melalui Pembagian Bibit Tanam di Dusun Tambes Desa Lerpak Geger Bangkalan Fatichatus Sadiyah; Abdurrohman Abdurrohman
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i1.3912

Abstract

Tambes Hamlet is known for its fertile soil and rich natural potential. This land supports the growth of various crops and provides opportunities for farmers. With a good climate and abundant resources, Tambes Hamlet can produce a lot of agricultural products, supporting food needs and the local economy. However, these resources have not been utilized to their full potential, with a lot of empty land and a lack of fruit commodities. Lack of agricultural management knowledge is the main reason for the difficulties faced by farmers. The author conducts land restoration to improve soil quality and farmer knowledge, and works with the government to provide education and distribute planting seeds. These efforts benefit both the environment and the community. In general, in implementing this program, the author divides it into three methods; preparation, implementation, and evaluation. Land restoration is an important process to repair damaged land. The goal is to return the land to a better condition so that it can be used for agriculture or other ecosystems. Restoration methods include reforestation, which is the replanting of trees. Soil conservation is also important to maintain fertile soil quality. Restoration benefits the environment and the community, increasing biodiversity and supporting plant and animal species. Tambes Hamlet faces soil productivity issues that affect agriculture. Soil restoration is needed so that the community can benefit from it.