Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perancangan Kemasan Produk Tahu Walik Dengan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus Home Industry Tahu Walik Lawang) Ken Erliana; Rahmad Wibowo
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 14, No 1 (2020): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.062 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2020.v14i1.010

Abstract

Tahu walik adalah makanan dari perpaduan antara tahu dengan olahan bakso ayam yang menghasilkan cita rasa yang pas dan memberi kenikmatan pada saat memakannya. Produk Home Industry tahu walik merupakan produk yang baru naik daun di daerah Malang. saat ini tahu walik hanya dikemas menggunakan plastik ukuran 1 kg tanpa logo, sehingga banyak konsumen yang tidak tahu identitas produsen produk tahu walik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui usulan desain kemasan tahu walik yang memberikan informasi produk kepada konsumen dengan menguunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Atribut didapatkan dengan cara melakukan wawancara dengan konsumen. Setelah mengetahui atribut kemudian dilakukan pengolahan menggunakan House of Quality (HOQ). Rekomendasi yang diusulkan adalah kemasan memiliki tanggal kadaluarsa, komposisi, cara penyajian, merk, harga, logo, gambar, warna, dan ciri khas serta memiliki kualitas transparan, bahan tebal, kedap udara, tahan air, dan ukuran pas.
ANALISIS POSTUR TUBUH PEKERJA INDUSTRI PERAK DI UMKM SILVER 999 MENGGUNAKAN METODE RULA (RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT) Nanda Putra Pamungkas; Ken Erliana
Journal of Industrial View Vol 3, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.009 KB) | DOI: 10.26905/jiv.v3i2.6680

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja untuk menghindari kemungkinan resiko Muskuloskeletal Disorders (MSDs) pada UMKM Silver 999. Berdasarkan hasil kuesioner Nordic Body Map (NBM) pada Praktik Kerja Nyata yang telah dilakukan terdapat rasa sakit pada bagian tubuh sehingga perlu dianalisis lebih lanjut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan suatu usulan perbaikan untuk mengurangi keluhan yang dirasakan pekerja. Penelitian ini menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment), dan berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa stasiun kerja yang memiliki resiko tertinggi adalah stasiun kerja Burning, Shapping, dan Assembly (SK.1), dan stasiun kerja Blanding (SK. 3) dengan jumlah skor 4. Sedangkan penilaian postur kerja yang memiliki resiko terendah adalah stasiun kerja Forghing (SK.2) dan stasiun kerja Finishing (SK. 4) dengan jumlah skor 3. Level resiko masing – masing stasiun kerja dalam kategori resiko rendah yaitu skor akhir 3 – 4, jadi tidak dilakukan perubahan tidak ada masalah, namun jika bisa, perubahan perlu dilakukan untuk beberapa waktu kedepan.
ANALISIS POSTUR KERJA DAN REDESIGN FASILITAS KERJA DI UMKM EGGROLL WALUH DONNA MENGGUNAKAN METODE REBA: Analysis of Work Posture and Redesign of Work Facilities at MSMEs Eggroll Waluh Donna Using The Reba Method Fauzy, Muchammad Riza; Lelly Trisna , Aprilia; Erliana, Ken; Khotimah, Ika Anggraeni Khusnul
Journal of Industrial Engineering & Technology Innovation Vol. 2 No. 2 (2024): Journal Of Industrial Engineering & Technology Innovation (JIETI)
Publisher : LENVARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jieti.v2i2.181

Abstract

Proses pembuatan Eggroll Waluh ini ada 4 Stasiun Kerja yaitu stasiun kerja penimbangan, stasiun kerja pencampuran, stasiun kerja pemasakan, dan stasiun kerja pengemasan. Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dirasakan karyawan dianalisa menggunakan kuesioner Nordic Body. Postur kerja ini dianalisis menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment).Hasil perhitungan REBA (Rapid Entire Body Assessment) diatas, pada setiap stasiun kerja memiliki Total Skor Akhir REBA yang berbeda – beda yaitu Stasiun Kerja Penimbangan memperoleh total skor akhir REBA yaitu 5. Stasiun Kerja Pencampuran memperoleh total skor akhir REBA yaitu 9. Stasiun Kerja Pemasakan dengan total skor akhir REBA yaitu 4. Stasiun Kerja Pengemasan dengan total skor akhir REBA yaitu 5.Usulan perbaikan disetiap stasiun kerja Eggroll Waluh ada masing– masing perbedaan yaitu di stasiun kerja penimbangan untuk usulan perbaikannya memperbaiki layout area meja kerja, di stasiun kerja pencampuran untuk usulan perbaikannya membuat meja penompang mixer, di stasiun kerja pemasakan untuk usulan perbaikannya membuat kursi yang ada senderannya dan memperlebar meja, dan di stasiun kerja pengemasan ini untuk usulan perbaikannya meembuat kursi yang lebih ergonomis dan memperbaiki area meja.
USULAN KRITERIA PENILAIAN KESIAPAN PENERAPAN VENDOR MANAGED INVENTORY (VMI) PADA MATERIAL KAYU DALAM UPAYA MINIMASI STOCKOUT DAN OVER INVENTORY Dalulia, Primahasmi; Andika Chandra, Gabriel; Putra, Aang Fajar Passa; Erliana, Ken
Journal of Industrial Engineering & Technology Innovation Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Industrial Engineering & Technology Innovation (JIETI)
Publisher : LENVARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jieti.v3i1.258

Abstract

This study aims to propose criteria for assessing the readiness of implementing Vendor Managed Inventory (VMI) for pine wood materials at PT. X to minimize stockout and over inventory. The Kano method was employed to classify supplier criteria into must-be, one-dimensional, and attractive categories. Data were collected through questionnaires filled by five experts from relevant departments. The analysis revealed that must-be criteria include payment terms aligned with the company’s capabilities, ontime delivery, and the supplier’s ability to accommodate demand changes. One-dimensional criteria encompass wood quality compliance and accurate delivery quantity, while attractive criteria involve low wood moisture content, supplier reputation, and responsiveness to schedule changes. The study concludes that supplier readiness in fulfilling must-be criteria is essential for VMI implementation, whereas attractive criteria can enhance company satisfaction. These findings provide a reference for the company in supplier selection and supply chain optimization
Metode Activity Relationship Chart (ARC) Dan Software Blocplan 90 : dalam Upaya Pengurangan Jarak Material Handling pada CV Egajaya Wiati, Ni Made; Erliana, Ken; Rofieq, Mochammad; Prayogi, Muhamad Dimas; Fauzy, Muchammad Riza
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 18, No 1 (2024): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2024.v18i1.007

Abstract

CV Egajaya yang berlokasi di Desa Sutojayan RT.07 RW.03 kecamatan Pakisaji kabupaten Malang adalah sebuah industri yang melayani jasa percetakan. Produk-produk yang dihasilkan adalah: brosur, kop surat, amplop, kartu nama, faktur, surat jalan, kwitansi, map, buku, majalah, , ID Card, banner, perlengkapan administrasi dan promosi lainnya. Kondisi saat ini pada CV Egajaya adalah tata letak antar stasiun kerja belum  berurutan sesuai aliran proses dan jarak beberapa stasiun kerja berjauhan. Hal ini menyebabkan besarnya jarak material handling. Penelitian ini bertujuan untuk merancang layout usulan yang mempunyai jarak material handling lebih kecil. Dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Software BLOCPLAN 90 diperoleh layout  usulan dengan jarak perpindahan material 82,05 meter. Dibandingkan dengan tata letak awal yang mempunyai jarak material handling 104,94 meter, maka terdapat pengurangan sebesar 22,89 meter atau 21,81%.