Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

LAW ENFORCEMENT OF ILLEGAL FISHING IN THE IMMIGRATION PERSPECTIVE IN THE WORKING AREA OF BELAWAN IMMIGRATION OFFICE Muhammad Alvi Syahrin; Tony Mirwanto; Cornelius Agatha Gea
Journal of Law and Border Protection Vol 5 No 1 (2023): JLBP : Journal of Law and Border Protection
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jlbp.v5i1.416

Abstract

The abundance of natural resources and the vast area of ​​the ocean in Indonesia are an attraction for the surrounding countries. This makes the case of Illegal fishing a case that is often found in Indonesian seas. One of the affected areas is Belawan seas. Based on the supervision carried out by the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP), it is stated that illegal fishing violations often occur in EEZ (Exclusive Economic Zone) seas. One of the institutions authorized to enforce the law on illegal fishing is immigration. This study aims to see the implementation of law enforcement and immigration law strategies against foreigners who commit illegal fishing crimes in the work area of ​​the Belawan Immigration Office. This research is structured using a combination of normative and empirical research with qualitative methods using the basic theory of State Sovereignty and Effectiveness (Enforcement) of Law. The results of the study found that the Belawan Immigration Office carried out law enforcement in the form of Immigration Administration Actions namely deportation, some of the obstacles encountered in law enforcement were the lack of infrastructure in the form of ships and the limited detention room at the Medan Immigration Detention Center. The researchers also found that the legal strategy efforts carried out by the Belawan Immigration Office were preventive and repressive strategies. With Preventive Strategies in the form of coordination with Foreign Surveillance Team and Foreign Embassies, Repressive Strategies in the form of strengthening the intensity of Immigration Administrasion Action and Investigations.
Analisis Pemberian Tindakan Administatif Keimigrasian Bagi Orang Asing Tanpa Memiliki Dokumen Perjalanan Dan Tidak Melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi Muh. Alif Jamil Pratama; Tony Mirwanto
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 1 (2023): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i1.5628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan bagaimana penanganan sebuah kasus pelanggaran Undang-Undang Keimigrasian yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Filipina pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar. Pelanggaran Keimigrasian yang dilakukan oleh Warga Negara Filipina tersebut yakni memasuki wilayah Indonesia tanpa memiliki Dokumen Perjalanan yang sah dan masih berlaku serta tidak melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi, atas tindakan tersebut selayaknya yang bersangkutan dikenakan Pasal 113 Juncto Pasal 119 ayat (1) Undang-Undang No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Akan tetapi dalam pelaksanaannya Warga Negara Filipina tersebut dikenakan tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Normatif- Empiris untuk mengetahui dan menganalisis terkait seperti apa pertimbangan pemberian Tindakan Administratif Keimigrasian serta bagaiamana penegakan hukum yang ideal terhadap Warga Negara asal Filipina tersebut. Kedepannya karya tulis ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam pelaksanaan Penegakan Hukum Keimigrasian di lapangan. Hasil penelitian terkait kasus ini menemukan bahwa faktor Kemanusiaanlah yang menjadi pertimbangan dalam pemberian Tindakan Administratif Keimigrasian. Kata Kunci: Tindakan Administratif Keimigrasian, Dokumen Perjalanan,