Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN ASPEK MARKETING PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA OPAK DI DESA PALOH PUNTI LHOKSEUMAWE Dwi Fitri; Murniati Murniati; Risna Dewi
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2926

Abstract

Gampong Paloh Punti merupakan desa yang terletak sekitar 2 km dari kampus kedua Unimal Bukit Indah, dan nyaris berbatas langsung dengan kampus.Walau kampung ini bukan merupakan desa lingkungan, tapi keberadaannya dirasakan cukup signifikan sehingga layak dijadikan Desa Binaan. Akses jalan menuju desa tidak memadai, tapi lahan pertanian tidak terlalu subur sehingga karena keterbatasan ilmu maka kebanyakan lahan hanya ditanami oleh tanaman ubi saja. Sebagian besar masyarakat masih hidup di bawah standar sejahtera walau sebagian berada di golongan menengah tapi keberadaan keluarga miskin merupakan pandangan biasa. Tingkat pendidikan masyarakat berada digolongan rendah karena rata-rata merupakan lulusan sekolah menengah pertama. Semua permasalahan yang dihadapi masyarakat desa bersumber dari dua hal penting yaitu keterbatasan skill dan faktor ekonomi. Desa ini memiliki beberapa industri rumah tangga Opak, sebuah cemilan tradisional yang berbahan baku ubi. Tapi sayang pengolahnnya dan pemasarannya masih sangat terbatas sehingga peningkatan kesejahtraan tidak terlalu memadai karena penjualan hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Hal ini terjadi karena kurangnya ilmu pengetahuan akan cara atau strategi penjualan yang meliputi, pengemasan, diversifikasi produk dan penjualan. Oleh karena itu perlu diberikan pelatihan singkat terkait peluang usaha yang memanfaatkan bahan baku sekitar dengan asumsi kemudahan dan penghematan ongkos produksi sehingga mampu meningkatkan kemampuan warga untuk memberdayakan diri secara ekonomi sekaligus mampu menambah wawasan keilmuan terkait. Pelatihan aspek marketing dipilih untuk program Pengabdian Desa Binaan karena dapat memberdayakan masyarakat dari segi ekonomi maupun kemampuan akan keilmuwan marketing terkait produk unggulan desa. Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan meliterasi masyarakat setempat dengan cara meningkatkan pengetahuan terkait penjualan meliputi diversifikasi produk, pengemasan sampai pada teknik pemasaran. Selama pelaksanaan kegiatan ini, anggota kelompok industri rumah tangga ini diarahkan untuk bisa berpartisipasi aktif, sehingga setelah kegiatan ini dilaksanakan mereka mempunyai pemahaman dan keterampilan tentang peningkatan penjulan. Ada tiga bentuk kegiatan utama yang akan dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu: (1) penyuluhan tentangpentingnya memahami strategi penjualan dan aspek yang meliputinya, dan (2) demontrasi dan pelatihan praktik stratgei penjualn, (3) Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Beragam kemampuan yang dimiliki oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unimal serta adanya keinginan yang kuat dari mitra untuk memperbaiki taraf hidupnya, maka kegiatan ini diharapkan akan dapat memecahkan masalah yang dihadapi mitra, sehingga kehidupan mitra menjadi jauh lebih baik. Hasil yang diharapkan adalah masyarakat mampu memproduksi Opak dengan kualitas yang memadai serta mampu mengikuti trend pasar sehingga menarik untuk dijual dan memiliki nilai jual lebih baik dalam bentuk segar maupun olahan. Luaran yang direncanakan adalah artikel ilmiah, publikasi online, dan produk Opak terkoreksi lewat pelatihan
PEMBANGUNAN PEDESAAN DAN KEMANDIRIAN LOKAL Risna Dewi Risna Dewi
Asia-Pacific Journal of Public Policy Vol 3 No 2 (2017): Formerly named: "HUMANIS: Jurnal Ilmu Administrasi Negara"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati. Jadi yang dimaksud penyelenggaraan urusan pemerintahan adalah “untuk mengatur”, untuk mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat. Penduduk miskin di pedesaan tidak mempunyai tempat dalam strategi ini, atau hanya mempunyai fungsi suportif yang bersifat skunder, yaitu pen-supply tenaga kerja yang berupah rendah. Di pedesaan memiliki posisi penduduk miskin yang amat rentan terhadap berbagai gejolak ekonomi, sosial maupun fisik. Masyarakat di pedesaan seperti nelayan yang terbelenggu oleh mata rantai eksploitasi tauke- nelayan, tuna-wisma yang mengalami deprivasi oleh tuan tanah, petani gurem yang terjerat dalam belenggu utang-piutang dengan pelepasan uang dan berbagai permasalahan lainnya, Mengimplementasikan konsepsi kemandirian lokal pada bidang pembangunan dan organisasi. Pembangunan dipilih karena bersifat multi-disiplin dan kelihatannya sedang mengalami krisis paradigmatic yang parah, sedangkan pemilihan organisasi selaain didasari oleh pertimbangan yang sama, juga diperkuat dengan adanya kenyataan bahwa Indonesia saat ini sedang melakukan penataan pemerintahan secara mendasar, sehingga menjadikan masyarakat di pedesaan yang mandiri
Implementasi Program Bantuan Dana Desa di Tengah Pandemi Covid 19 Risna Dewi; Tommy Adista; Safrida Safrida
Jurnal Public Policy Vol 7, No 1 (2021): November-April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v7i1.2632

Abstract

The Corona virus is a new virus that emerged at the end of December 2019, it is called Covid-19. The virus attacks the respiratory system which is very dangerous and deadly. The problem in the village of Utenkot, Muara Dua Subdistrict, in its implementation, the Uteun Kot Village Government has allocated a special fund of Rp. 597,650,000. This type of research is descriptive qualitative research using techniques to obtain data through interviews, observation and documentation. The research objective is to describe the implementation of the village fund program in the midst of the Covid-19 period through village funds in Gampong Uteun Kot along with the efforts made by geuchik in dealing with COVID-19. Data analysis techniques are achieved through data collection, data reduction, data presentation and data levers. Informants were determined intentionally, consisting of the Head of Muara Dua Sub-District, Gampong Geuchik, Tuha Pheut, Hamlet Head, Community Leaders, Youth Leaders and Community Members with ODP status. The results showed that Uteun Kot Gampong Geuchik had allocated Rp. 597,650,000 to provide direct cash assistance of Rp. 600,000 / household. Other efforts include orders for a covid-19 task force, public education, a covid-19 information system and provision of means of washing people's hands. In conclusion, the efforts made by Geuchik to tackle the corona-19 virus outbreak in Uteun Kot Village were providing direct cash assistance of Rp. 600,000 per household, of which only 120 households / HH received the assistance, the formation of a covid-19 task force, with comply with Health protocol.
Implementasi Qanun Gampong Jangka Alue Nomor 01 Tahun 2009 tentang Larangan Melepaskan Hewan Ternak di Kabupaten Bireuen Bisrul Huda; Risna Dewi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 2 (2021): Multidimensi Problematika Masyarakat
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i2.5722

Abstract

Qanun Gampong Number 01 of 2009 became the legal basis for controlling livestock in the Jangka Alue village. That policy aims to maintain public traffic order and environmental comfort. The existence of the Qanun helps the community can carry out activities without being disturbed by roaming livestock. This type of study is qualitative research with a descriptive approach. The position of researchers in qualitative research begins with planning, implementing data collection, data analysis, data interpretation, and reporting results. In other words, the researcher is the key instrument. The types of data in this study are primary data and secondary data. We collected data through interviews, observation, and documentation. We analyzed data by interactive model. The results of this study indicate that the Gampong Qanun Number 01 of 2009 has been implemented following the provisions. The number of livestock released by owners has decreased and is not visible in the areas of public roads, rice fields, and plantations. The sanctions given by the Gampong to people who violate the Qanun are effective because they provide a deterrent effect so that no livestock are released into prohibited places or locations. The community thinks that Reusam is very useful so that livestock do not roam and damage plants around their home yards or rice fields in Jangka Alue Village.ABSTRAKPenertiban terhadap hewan ternak di Gampong Jangka Alue berdasarkan pada Qanun Gampong Nomor 01 Tahun 2009. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban lalulintas umum sekaligus kenyamanan masyarakat sehingga dapat melakukan aktivitas tanpa terganggu oleh hewan ternak yang berkeliaran. Jenis studi ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif dimulai sejak perencanaan, pelaksanaan pengumpulan data, analisis data, penafsiran data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian sehingga peneliti adalah instrumen kunci penelitian. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berpedoman pada model analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Qanun Gampong Nomor 01 Tahun 2009 telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. Hal itu dapat dilihat dari jumlah hewan ternak yang dilepasliarkan oleh pemilik ternak sudah berkurang bahkan tidak terlihat di area jalan umum, persawahan, dan perkebunan. Sanksi yang diberikan pihak Gampong kepada masyarakat yang melanggar Qanun cukup efektif karena memberikan efek jera sehingga tidak ada hewan ternak yang dilepasliarkan di tempat atau lokasi yang dilarang. Masyarakat beranggapan Reusam tersebut sangat bermanfaat sehingga hewan ternak tidak berkeliaraan dan merusak tanaman di sekitar pekarangan rumah ataupun sawah di Gampong Jangka Alue.
Perempuan Ulee Pulo dan Industri Kecil Batu Bata: Peran Ekonomi Keluarga dan Upaya Pemberdayaan Risna Dewi; Nur Hazizah; Muklir Muklir
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 1 (2021): Tantangan Pengembangan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i1.4018

Abstract

Ulee Pulo Village, Dewantara District, North Aceh Regency is a small brick industrial area. This material is needed as a building material. The construction worker/laborer profession is identical to the menial jobs performed by men. However, the brick as a building material is produced by women, such as in Gampong Ulee Pulo. Most of the workers in the small brick industry are housewives who are looking for additional income. But the brick production process is out of date. This makes the bricks produced are of low quality because they are undercooked during firing, crushed, and the thickness is not uniform. This condition encourages BUMG Ulee Pulo to carry out empowerment programs for small industry players and brick workers who are predominantly women. This study describes the role of women and efforts to empower the brick business in Ulee Pulo village. The research method used is qualitative with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The entire data obtained were analyzed in a reduced way, then presented so that it was easy to understand, and conclusions were found. The results showed that the empowerment strategy was carried out through coaching and training of female brick industry workers where the funds were sourced from BUMG Gampong Ulee Pulo. AbstrakGampong Ulee Pulo Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara adalah daerah penghasil batu bata. Material ini dibutuhkan sebagai bahan bangunan. Sebenarnya profesi tukang/buruh bangunan itu sendiri identik dengan pekerjaan kasar yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Namun batu bata sebagai bahan material bangunan ternyata diproduksi oleh kaum perempuan seperti di Gampong Ulee Pulo. Sebagian besar pekerja industri kecil batu bata adalah para ibu rumah tangga yang mencari penghasilan tambahan. Tetapi proses produksi batu bata sudah ketinggalan zaman. Hal ini membuat batu bata yang dihasilkan berkualitas rendah karena kurang matang saat pembakaran, hancur, dan tingkat ketebalan tidak seragam. Kondisi ini mendorong BUMG Ulee Pulo melaksanakan program pemberdayaan kepada para pelaku industri kecil dan pekerja batu bata yang notabene didominasi kaum perempuan. Studi ini menggambarkan peran perempuan dan upaya pemberdayaan usaha batu bata di Gampong Ulee Pulo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan cara direduksi, kemudian disajikan agar mudah dipahami, dan ditemukan kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan pekerja perempuan industri batu bata dimana dananya bersumber dari BUMG Gampong Ulee Pulo.
BIMBINGAN KARIR MODEL KOLABORATIF DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR MAHASISWA (Study Pada UPT. Bimbingan Karir dan Kewirausahaan Unimal) Syamsuddin Syamsuddin; Risna Dewi
Jurnal Jurnalisme Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v10i1.4881

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kecenderungan tracer study yang dilakukan oleh Central Development Center (CDC) tahun 2018. Berdasarkan tracer study teresbut menunjukkan bahwa kekurangan alumni yang memperoleh pekerjaan artinya kurangnya pengguna/user memakai alumni Unimal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan diperlukan kompetisi global yang membutuhkan mental dan skill yang memiliki keunggulan untuk mahasiswa agar mampu bersaing. Strategi mempersiapkan skill melalui pengelolaan perilaku yang baik, menaikan kompetensi diri dan memiliki semangat literasi melalui dengan jalur pendidikan dan konsep diri melalui pengalaman bekerjasama lintas generasi/lintas disiplin ilmu. Tujuan penelitian ini adalah terbentuknya model bimbingan karir kolaboratif untuk memantapkan kematangan karir mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan. Penelitian ini menghasilkan : (1) Gambaran Kematangan Karir mahasiswa Unimal setelah diberikan bimbingan karir kolaboratif, berada pada kategori matang; (2) Efektivitas bimbingan karir kolaboatif untuk memantapkan kematangan karir mahasiswa, (3) Model bimbingan karir kolaboatif untuk memantapkan kematangan karir mahasiswa. Kesimpulan penelitian adalah kematangan karir mahasiswa berada pada kategori matang, berdasarkan hasil penelitian dapat dirumuskan model layanan bimbingan karir kolaboratif untuk memantapkan kematangan karir mahasiswa.
OTONOMI KHUSUS DAN KEMISKINAN DI ACEH: Gambaran Kemiskinan Pelaku Usaha Batu Bata di Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Teuku Alfiady; Risna Dewi
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3098

Abstract

Dalam rangka pengentasan kemiskinan. Besarnya jumlah dana yang dikucurkan melalui dana otonomi khusus tidak secara otomatis memberikan solusi atas kemiskinan yang sebenarnya sebagai sumber disintegrasi pada masa itu. Kegagalan pemanfaatan dana otsus terlihat jelas dari posisi Aceh sebagai sepuluh daerah termiskin di Indonesia dengan jumlah masyarakat miskin sebanyak 839 ribujiwa atau 15,97 persen pada tahun 2018. Lebih buruknya kemiskinan justru tidak menurun, dimana kemiskinan justru semakin meningkat. Pada tahun 2017 masyarakat miskin di Aceh 829 ribu jiwa atau naik 10 ribu jiwa pada tahun selanjutnya. Ini merupakan fakta empirik yang memperlihatkan adanya kesalahan dalam tata kelola keuangan. Melimpahnya kekayaan dan kucuran uang ternyata tidak semana-mena menjadikan Aceh lebih baik. Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan fenomena di atas. Dengan mememahmi realita kemiskinan yang dihadapi oleh masyarakat sebagai buruh pada usaha-usaha pembuatan batu bata di Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Mereka bekerja tanpa ada jaminan sosial dan upah yang layak, sedangkan pekerjaan yang dijalani berhadapan dengan resiko yang besar. Secara praktis pemberian otonomi khusus dapat menanggulangani persoalan disintegrasi, namun otonomi khusus belum dapat menjawab persoalan yang substansial yaitu penanganan kemiskinan secara absulot. Penelilitian ini menggunakan pendekatan kulaitatif deskriptif dimana informasi digali secara mendalam mungkin dari sumber yang kredibel dan relevan yang dapat menjawab persoalan yang diajukan.
MODEL KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL Dwi Fitri; Murniati Muniarti; Risna Dewi
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 8, No 2 (2022): Oktober 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v8i2.1484

Abstract

Abstract The market has always been an integrated shopping center facility and a public place that is very much needed by the community. For the community, the market is not only a meeting place for sellers and buyers, but also as a place for social interaction and displaying traditional values. Likewise with the existence of traditional markets where sellers and buyers meet directly without mediation. This study aims to explain the development communication strategy of the Regional Company (PD) Traditional Market in Banda Aceh City. The method and approach used in this research is a qualitative approach and in this study the researcher uses the theory of diffusion of innovation. The data collection techniques were observation, interviews and literature studies. The results of this study indicate that the Development Communication model carried out by the Regional Company (PD) Pasar can further build the Peunayong market and maintain the Peunayong market, as evidenced by the existence of a communication strategy for market development that can be better maintained in the context of a more well-maintained market building structure, so that the market cleanliness is not visible. slums, market security and market order to make it look orderly, the efforts of Peunayong Market in maintaining and building the market can be carried out well and Peunayong market in the future will be even better. The researchers found that the evaluation of the PD Pasar was very helpful in building and maintaining the market because every evaluation was needed in development, the PD Pasar Peunayong was good in carrying out the evaluations they carried out such as improving market conditions and maintaining the market, evaluation in the field with the traders so that traders also can provide a solution to the PD market in maintaining the market. Key words: Communication model; development communication; traditional market; innovation diffusion theory; regional Enterprise (PD). Abstrak Pasar selalu menjadi fasilitas pusat perbelanjaan terpadu dan tempat umum yang sangat dibutuhkan masyarakat. Bagi masyarakat, pasar tidak hanya sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga sebagai tempat interaksi sosial dan menampilkan nilai-nilai tradisional. Demikian pula dengan keberadaan Pasar tradisional tempat penjual dan pembeli bertemu langsung tanpa mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi komunikasi pembangunan pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tradisional Kota Banda Aceh. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam peneltian ini adalah pendekatan kualitatif serta dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori difusi inovasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan observasi, wawancara dan studi literature. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa model K\komunikasi pembangunan yang dilakukan pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar dapat lebih membangun pasar Peunayong dan mempertahankan pasar Peunayong, terbukti dengan adanya strategi komunikasi pembangunan pasar dapat lebih terjaga dalam konteks struktur bangunan pasar lebih terawat, kebersihan pasar agar tidak terlihat kumuh, keamanan pasar dan ketertiban pasar agar terlihat tertib, mempertahankan dan membangun pasar dapat dijalankan dengan baik dan pasar Peunayong kedepan menjadi lebih baik lagi. Temuan peneliti bahwa evaluasi pihak PD pasar sangat terbantu untuk membangun dan mempertahankan pasar sebab setiap evaluasi sangat dibutuhkan dalam pembangunan, pihak PD pasar Peunayong sudah baik dalam menjalankan evaluasi yang mereka jalanin seperti memperbaiki kondisi pasar dan merawat pasar, evaluasi dilapangan dengan pihak pedagang agar pedagang juga dapat memberikan sebuah solusi ke pihak PD pasar dalam mempertahankan pasar.Kata-kata kunci: Model komunikasi; komunikasi pembangunan; pasar tradisional; teori difusi inovasi; perusahaan daerah (pd).
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA LHOKSEUMAWE Risna Dewi; Muhammad Israq Ayuda
Asia-Pacific Journal of Public Policy Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52137/apjpp.v8i2.142

Abstract

This study explores the implementation of learning policies in Lhokseumawe city, Indonesia, during the COVID pandemic. The research was conducted to determine whether the schools utilized any form of online education during the Covid-19 pandemic. A qualitative method was applied in collecting the data through observation, interviews, and document analysis. Findings show that the implementation of online learning during the COVID-19 pandemic did not find a satisfactory and effective resolution, particularly at SMK Negeri 2 Lhokseumawe. According to students at this school, students needed more engagement and interactive activity while participating in the online teaching and learning process. Because the education office recreates such a significant role in the resolution of issues about online schools, SMK Negeri 2 Lhokseumawe only has a limited number of resources at the school besides qualified and trained teachers and teaching staff.
Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Nurkumala Sari; Risna Dewi
Journal of Social and Policy Issues Volume 3, No 2 (2023): April - June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v3i2.161

Abstract

Problems in research on the implementation of the zoning system policy at four state senior high schools (PPDB) have not yet been adequately communicated to the community in regards to the zoning system policy. This study aims to investigate and comprehend the implementation of the PPDB zoning system policy. This method is qualitative in nature. Interviews, observation, and documentation are techniques for collecting data. Communication-wise, the implementation of the zoning policy in SMA Negeri 4 Kisaran has not been optimal. The dissemination of information has been limited to banner placement and social media sharing. In addition, the socialization period ended just one week before the new student admission (PPDB) registration opened. However, SMA Negeri 4 Kisaran's resources, including human resources, facilities, and financial funding, are already quite adequate. The school principal selects human resources, such as the PPDB organizing committee, based on their skills and knowledge. BOS funds provide the financial resources for implementing the zoning policy. The infrastructure and facilities at SMA Negeri 4 Kisaran are already adequate. It is deemed adequate in terms of the disposition and attitude of the implementers, including the appointment of bureaucrats and the incentives provided to them. This is evident in the dedicated service provided by the PPDB organizing committee, which provides detailed explanations to the community visiting the registration site and addresses other issues pertaining to the admission of new students. In addition, the incentives offered to implementers of the zoning policy for conducting the PPDB in SMA Negeri 4 Kisaran are deemed adequate.