Articles
THE EVALUATION OF INTERNAL CONTROL OVER ACCOUNTS RECEIVABLE AT PT. SURAMANDO (PHARMACEUTICAL DISTRIBUTOR AND GENERAL SUPPLIER) IN MANADO
Dolonseda, Glaidys Anggelina;
Tinangon, Jantje J.
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3, No 2 (2015): Jurnal EMBA, HAL 375-499
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.833 KB)
|
DOI: 10.35794/emba.v3i2.8579
Account receivable of the company in general is one of the great of the current assets. Internal control is one of the ways of anticipating the cheating and the possibility of uncollectible account receivable. PT. Suramando is one pharmaceutical wholesaler in North Sulawesi engaged in sales of pharmaceutical goods (pharmaceuticals) and medical devices, so it has a large trade receivable. This study aims to determine the effectiveness of internal control of accounts receivable at PT. Suramando. The method used is qualitative method through the descriptive analysis. The results of the research which refers to the COSO framework on elements of internal control, shows the application of internal control of the company's trade receivables is effective. It can be seen that the company has implemented internal control elements eligible and adequate accounts receivable, supported by policies and procedures. Suggestions in this study, is that there should be control of the separation of duties between the salesman and the parts collector, and internal audit inspection function should be further improved. Keywords: internal control, accounts receivable
ANALISIS TERHADAP KOREKSI FISKAL PAJAK PENGHASILAN PADA PT. BITUNG MINA UTAMA DI KOTA BITUNG
Languju, Ryan C.C;
Tinangon, Jantje J.;
Elim, Inggriani
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal EMBA, HAL 1089 - 1213
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.174 KB)
|
DOI: 10.35794/emba.v2i3.5782
Salah satu cara untuk membantu pengambilan keputusan bisnis suatu perusahaan yang pada hakekatnya berhubungan dengan pajak adalah dengan melakukan penyesuaian dalam perhitungan penghasilan kena pajak atau biasa disebut dengan koreksi fiskal. Penyebab timbulnya koreksi fiskal adalah terjadinya perbedaan tetap (beda tetap) antara pengakuan dalam akuntansi keuangan komersial dengan akuntansi pajak (peraturan perpajakan) dalam penentuan pos-pos dalam laporan laba rugi. Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Bitung Mina Utama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses penerapan koreksi fiskal pajak penghasilan dalam perusahaan serta pengaruhnya dalam laporan keuangan perusahaan. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian koreksi fiskal pajak yang dilakukan pada laporan keuangan PT. Bitung Mina Utama dalam kurun waktu 2 tahun yaitu tahun 2012 dan tahun 2013. Pada tahun 2012 jumlah koreksi fiskal pajak positif masih tinggi dan kemudian pada tahun 2013 jumlah koreksi pajak positif mengalami penurunan yang cukup, sedangkan jumlah koreksi fiskal pajak negatif pada tahun 2012 cukup tinggi dan pada tahun 2013 jumlah koreksi fiskal pajak negatif mengalami penurunan yang signifikan sehingga menyebabkan laba perusahaan mengalami peningkatan tiap tahunnya. Untuk kepala divisi bidang akuntansi, dalam memaksimalkan koreksi fiskal pajak agar mengalami penurunan yang sangat signifikan, maka dalam penyusunan pajak harus lebih teliti dan sesuai dengan UU Perpajakan yang berlaku. Kata kunci: koreksi fiskal, undang-undang perpajakan
PENERAPAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA UNTUK MENUNJANG AKUNTABILITAS PUBLIK PADA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA MANADO
Anton, Mandang Gabriel;
Tinangon, Jantje J.;
Elim, Inggriani
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 4, No 3 (2016): JE. VOL 4 NO.3 (2016) HAL 545 - 649
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.317 KB)
|
DOI: 10.35794/emba.v4i3.14289
Abstrak: Penerapan anggaran akuntabilitas pemerintah memerlukan evaluasi sebagai timbal balik yang objektif untuk perbaikan akuntabilitas dan kinerja instansi pemerintah. Akuntabilitas melalui anggaran meliputi penyusunan anggaran sampai dengan pelaporan anggaran, anggaran diperlukan dalam pengelolaan sumber daya dengan baik untuk mencapai kinerja yang diharapkan oleh masyarakat dan untuk menciptakan akuntabilitas terhadap masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan anggaran berbasis kinerja pada Badan Lingkungan Hidup kota Manado sudah sesuai dengan UU 17 Nomor Tahun 2003, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Lingkungan Hidup kota Manado telah melakukan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja yang bertujuan untuk menunjang akuntabilitas publik secara baik dan benar sesuai dengan UU No.17 tahun 2003. Â Kata kunci: anggaran, anggaran berbasis kinerja, akuntabilitas publik.
ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LABA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG DIVRE SULUT DAN GORONTALO
Mairuhu, Samuel;
Tinangon, Jantje J.
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 2, No 4 (2014): Jurnal EMBA, HAL 364- 481
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542.856 KB)
|
DOI: 10.35794/emba.v2i4.6344
Nilai suatu aktiva tetap dapat disusutkan atau dibebankan secara tepat, yaitu dengan menggunakan metode penyusutan. Metode penyusutan merupakan proses akuntansi dalam mengalokasikan biaya aktiva berwujud ke beban yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode penyusutan yang diterapkan pada aktiva tetap terhadap laba perusahaan .Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif, dengan teknik analisis deskriptif interpretatif. Hasil penelitian pada Perusahaan Umum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo yaitu bahwa tingkat laba operasi yang dipengaruhi oleh metode Garis Lurus lebih tinggi dibandingkan dengan metode Saldo Menurun Ganda dan metode Jumlah Angka Tahun.Pimpinan Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, sebaiknya tetap konsisten menggunakan metode penyusutan garis lurus yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Kata kunci: metode penyusutan, aktiva tetap, laba
ANALISIS PENERAPAN ISAK NO 14 TAHUN 2010 TENTANG ASSET TIDAK BERWUJUD-BIAYA WEBSITE PADA PT BUNAKEN SURYA WISATA TOUR AND TRAVEL
Mawikere, Florence Katthy;
Tinangon, Jantje J.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 4, No 1 (2016): JE Vol.4 No.1 (2016) Hal. 974-1096
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.16 KB)
|
DOI: 10.35794/emba.4.1.2016.11848
Aset yang dimiliki oleh perusahaan memiliki jenis yang berbeda yaitu asset tetap, asset lancar dan asset tak berwujud. Salah satu yang termasuk dalam asset0 Asset-asset tersebut dicacat dalam laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku tidak berwujud adalah website. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui apakah PT. Bunaken Surya Wisata Tour and Travel sudah menerapkan ISAK No. 14 Tahun 2010 tentang asset tidak berwujud-biaya website dan untuk mengetahui perlakukan akuntansi (pengakuan dan pengukuran) biaya website yang diterapkan. Metode analisis yang digunakan adalah analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukan penerapan ISAK No. 14 Tahun 2010 Tentang Asset Tidak Berwujud-Biaya Website belum sesuai dengan standar akuntansi yang ada. Sebagai entitas yang harus mengikuti PSAK yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia, harus bisa menerapkan standar-standar keuangan terbaru yang ada. Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran-pengeluaran yang terjadi untuk websitenya belum sepenuhnya sesuai dengan ISAK 14 tahun 2010 Aset Tidak Berwujud-Biaya Situs Web karena PT. Bunaken Surya Wisata Tour and Travel mengakui seluruh pengeluaran untuk websitenya sebagai beban sedangkan dalam ISAK 14 tahun 2010 menjelaskan bahwa pengeluaran-pengeluaran yang terjadi untuk website perusahaan ada yang diakui sebagai beban dan ada yang bisa diakui sebagai aset tidak berwujud.  Kata kunci : ISAK, asset tidak berwujud-biaya website
ANALISIS BIAYA PELUANG DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI ATAU MEMPRODUKSI SENDIRI BAHAN BAKU OLAHAN PADA CV.KARMELINDO
Koyongian, Rissard;
Tinangon, Jantje J.;
Elim, Inggriani
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 4, No 1 (2016): JE Vol.4 No.1 (2016) Hal. 376-503
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.718 KB)
|
DOI: 10.35794/emba.4.1.2016.11610
Kesuksesan suatu perusahaan, harus didukung pertimbangan yang tajam terutama dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang tepat akan menghasilkan suatu keuntungan pada perusahaan,dengan demikian perusahaan yang mencapai kemakmuran didasarkan pada pengambilan keputusan yang tepat. Dalam hal ini dapat ditinjau dari segala pertimbangan yang diukur dari teori-teori biaya yang ada serta metode yang ada seperti metode diferensial (differensial cost) dalam pengambilan keputusan untuk memilih suatu pilihan dalam meningkatkan laba perusahaan. Dalam melakukan keputusan memilih atau memproduksi sendiri terdapat analisis biaya peluang (opportunity cost) dimana analisis ini bertujuan untuk melakukan pemilihan untuk menentukan keputusan yang harus di ambil dan tentunya mengorbankan pilihan yang lain dengan segala pertimbangan agar terjadi peningkatan laba. Pada proses memilih keputusan untuk membeli atau memproduksi sendiri terjadi suatu pengorbanan sumber daya, antara memilih memproduksi sendiri atau membeli dari luar. Dalam hasil perhitungan yang telah di tinjau dari metode-metode biaya yang ada maka terdapat kesimpulan yang mana memproduksi sendiri memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan membeli dari pihak luar, sehingga hasil yang ada sangat terlihat dan dapat diterapkan oleh perusahaan.  Kata Kunci: biaya peluang, membeli atau memproduksi sendiri dan biaya differensia.
EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM DAN PROSEDUR PENGELUARAN KAS PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SULAWESI UTARA
Languju, Gebrilia Virgia;
Tinangon, Jantje J.;
Pusung, Rudy J.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal EMBA, HAL 951- 1071
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.32 KB)
|
DOI: 10.35794/emba.3.1.2015.7809
Pemerintahan yang baik pada pemerintah daerah memiliki sistem dan prosedur pengeluaran kas yang dilaksanakan secara baik dan efektif. Sistem akuntansi pengeluaran kas merupakan serangkaian proses kegiatan menerima, menyimpan, menyetor, membayar, menyerahkan dan mempertanggungjawabkan pengeluaran uang yang berada dalam pengelolaan suatu dinas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan sistem dan prosedur pengeluaran kas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilaksanakan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Metode, menggunakan penelitian deskriptif. Hasil analisis menunjukkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melaksanakan sistem dan prosedur pengeluaran kas secara efektif dan sudah sesuai dengan Permendagri No.13 Tahun 2006. Sebaiknya pimpinan Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan sistem dan prosedur pengeluaran kas sesuai dengan peraturan yang baru yaitu Permendagri No.59 Tahun 2007. Â Kata Kunci: pengeluaran kas, sistem dan prosedur, efektivitas
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PRODUK SPRING BED PADA PT. MASSINDO SINAR PRATAMA
Taroreh, Eric Joseph;
Tinangon, Jantje J.;
Elim, Inggriani
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 8, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32400/gc.8.4.25134.2013
Determination of the cost of production is an important problem in a manufacturing company where the activity is to process the raw materials into finished materials subsequently sold to consumers for a profit. Cost of production is the cost of production which has applied to all finished products are being manufactured during a certain period. This study aims to determine the calculation of the cost of production at PT. Massindo Sinar Pratama. Analyses were performed using the descriptive method in qualitative to be a method to collect data, compiled, interpreted, and analyzed so as to provide an overview of the state of the subject and the object under study is based on facts. From these results it can be seen in the production process of spring, charging based on the type and size of production resulting in a period of one month. With the charge of direct materials, direct labor costs and factory overhead costs. Direct materials used include; Foam, Cloth spring, Spriral iron, wood, and plastic legs. The imposition of direct labor costs based on rates of production units produced. Imposition of factory overhead costs to products based on the overhead costs are determined upfront.
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN PADA PT. DAYA ANUGRAH MANDIRI CABANG MANADO
Kawatu, Brenda Meydita Lineke;
Tinangon, Jantje J.;
Gerungai, Natalia Y. T.
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32400/gc.15.2.28173.2020
Inventory is one of the important assets of the company. Therefore, internal control over inventory is needed to protect against the risk of theft, damage and fraud. This study aims to determine the internal control system for merchandise inventory implemented by PT. Daya Anugrah Mandiri Manado Branch in terms of the internal control component according to the coso (committee of sponsoring organizations). The method of analysis in this study uses qualitative methods by obtaining data through interviews and documentation and then conclusions are drawn. The results showed that the internal control system for merchandise inventory applied by PT. The overall grace of the Manado branch of Anugrah is already good. Companies should further enhance the security of inventory in the warehouse by installing cctv camera so that security is more secure, and the need for an accounting department that is specifically tasked with carrying out financial records and reporting.
ANALISIS PELAKSANAAN PROBITY AUDIT PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PADA INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA
Jusuf, Renaldo Andrew;
Nangoi, Grace B.;
Tinangon, Jantje J.
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35800/jjs.v12i1.32556
Government goods/services procurement is the mechanism of government spending that absorbs the most budget. According to LKPP, every year the procurement of goods/services absorbs a budget of around 40% of the APBN and APBD. Due to the large budget in the procurement of goods/services so the possibility of deviation is very large. One of the Government's efforts to prevent fraud is to implement a new type of audit, the probity audit of goods/services procurement. But seeing the current conditions that there are still many cases of corruption in the procurement of goods / services even though a probity audit has been applied, it indicates that the probity audit carried out does not meet the expected objectives. This study aimed to find out what are the problems in implementing a probity audit and the steps that must be taken to overcome the problems that arise in the conduct of a probity audit. This study uses a qualitative method with a case study approach to the Regional Inspectorate of North Sulawesi Province. The Regional Inspectorate of North Sulawesi Province was chosen because it has conducted a probity audit from 2015 to 2019. The informants in this study were functional officials (Auditors and P2UPD) who carried out probity audits, starting from the level of Team Members, Team Leaders and Technical Controllers. The results of the study found that there were still many problems in implementing the probity audit by the Regional Inspectorate of North Sulawesi Province. Problems exist at each stage of the probity audit, starting from the preparation stage to the follow-up stages of the results of the audit, among others there are no internal policies related to the implementation of the audit probity, in house training has not been carried out optimally, the implementation of the audit probity is not real time and is only carried out once a year, there is still a lack of auditors who are competent in goods / services audits, audits do not have enough time, physical audits and market price comparisons are not carried out and correction action to the problem found of probity audits is not carried out.