Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Eksekusi Iklan Televisi dengan Pendekatan Parodi Sumbo Tinarbuko
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 4 No. 1 (2007)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.732 KB) | DOI: 10.24002/jik.v4i1.227

Abstract

Abstract: The use of the parody approach in designing publicity could be developped further, thus the information and the message carried in an advertisement would not appear as a form of indoctrination with the adequate use of parody, the tergetted customer will feel entertained.
Semiotika Desain Oblong Dagadu Djokdja Sumbo Tinarbuko
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 3 No. 1 (2006)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.872 KB) | DOI: 10.24002/jik.v3i1.243

Abstract

Abstract: In the name of fun and being made without any burden the product of Dagadu Djokdja freely rockets in the air, and yet keep staying on the earth. The uniqueness as well as the strength of this product is, firstly, that it gives aesthetic to the daily subject, simple, even trivial, and sometimes, forgotten already. For that reason the design section counts on the graphic design aspect as its deadly weapon in order to convey and to reveal the approved themes. Secondly, it emphasizes the aspect of specific graphic design by joining the localism, humor, and the sense on fun into the pop art world in order to create attractiveness as the selling point of the product. Thirdly, it chooses the manufacture image instead of craft, both by material and by any other graphic design element. Fourthly, the distinctiveness as well the characteristic of all T-shirt designs of Dagadu Djokdja are the use of poster approach (poster style).
Desain Cover Koran Tempo Bergaya Poster dalam Perspektif Konotasi Roland Barthes Sumbo Tinarbuko
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 8, No 1 (2021): Januari - April
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v8i1.20370

Abstract

Tulisan yang berjudul Desain Cover Koran Tempo Bergaya Poster dalam Perspektif Konotasi Roland Barthes, dikerjakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan metode analisis semiotika komunikasi visual dimanfaatkan untuk melakukan analisis tanda, pesan dan makna yang terkandung di dalam desain cover Koran Tempo. Tulisan ini dibuat guna mendeskripsikan dan menginterpretasikan makna konotasi yang muncul di dalam desain cover Koran Tempo. Tulisan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif kepada para pihak yang tergabung di dalam pentahelix pendidikan. Tulisan ini juga mengajak produsen tanda dan pesan verbal serta tanda dan pesan visual harus lebih kreatif lagi di dalam menciptakan tanda, pesan dan makna. Hasilnya akhir tulisan ini berhasil menemukan unsur kebaruan (novelties) berujud desain cover Koran Tempo ‘’bergaya moster’’ di dalamnya terkandung makna konotasi yang sangat komunikatif dan mampu menebarkan inspirasi positif kepada pembaca.
PERANCANGAN AMBIENT MEDIA: WAHANA KOMUNIKASI VISUAL PROMOSI PENGGUNAAN BASO PELEMBANG JABO Sumbo Tinarbuko; M. Edo Pratama Putra
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 9, No 1 (2022): Januari - April
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v9i1.32851

Abstract

Pergeseran bahasa yang terus terjadi menyebabkan berkurangnya minat generasi milenial terhadap baso Pelembang jabo, sehingga terjadilah krisis identitas yang disebabkan hilangnya kebanggaan menggunakan baso Pelembang jabo. Krisis identitas yang terbentuk menyebabkan tidak adanya generasi penerus yang menjaga eksistensi baso Pelembang jabo sebagai aset kebudayaan, menambah miskomunikasi antar suku di Sumatera Selatan, serta semakin berkurangnya dukungan Pemerintah terhadap baso Pelembang jabo. Proses perancangan ini menggunakan metode design thinking oleh Tim Brown yang memiliki lima tahapan dalam melakukan perancangan desain yaitu empathize, define, ideate, protoype dan test. Pada pengumpulan data perancang melakukan observasi kepada objek penelitian menggunakan metode kualitatif oleh John W. Creswell dalam buku Research Design. Ambient media dipilih sebagai media utama karena memiliki kekuatan yang dapat menarik perhatian target sasaran, menampilkan sesuatu yang baru, dan memiliki keunikan dalam menyampaikan isi pesan sehingga dapat memberikan pengalaman baru bagi target sasaran. Perancangan ini menyumbangkan pemikiran melalui konsep promosi berupa “Seraso Sebaso” yang memiliki makna satu rasa satu bahasa, konsep ini bertujuan untuk kembali memancing minat generasi milenial melalui rasa persatuan dan rasa cinta yang diwujudkan dengan permainan/tantangan pada ambient media. Sedangkan konsep promosi dalam ambient media adalah “Seberapo Palembang kau” memiliki arti “Seberapa Palembang Anda”
Words Representation of Postfeminism in Indonesian Heroine Character : Case Study of Valentine Film Daniar Wikan Setyanto; Santosa Soewarlan; Sumbo Tinarbuko
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.503 KB) | DOI: 10.33153/dewaruci.v14i2.2797

Abstract

The heroine is a character who has succeeded in embracing the public imagination in terms of self-image and became the ideal image of female, including in Indonesia. The character of Srimaya/ Valentine is a heroine character coming from local comic taken into Indonesia’s movies. The image presented on Srimaya/ Valentine is the symptom of capitalism in the Indonesian’s movies, the character is also one of the case studies in image reconstruction product or the representation of female using their image as a heroine. The discourse of female representation in the character of Srimaya/ Valentine does not only show about image idealized however it also represents the ideology of post-feminism as well as a politic of identity presented in the world of local films. The achievement of identity exceeds physical image from female because, in character, there are many symbols about feminists. This research was done to know the discourse of identity in view of post-feminism delivered in the film of Valentine(2017).
Makna Konotasi Rebranding Logo TVRI Sumbo Tinarbuko
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 35 No 1 (2020): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v35i1.993

Abstract

Tulisan ini dibuat guna memahami makna konotasi pada tanda serta pesan komunikasi visual yang terkandung dalam rebranding logo TVRI. Bagi desainer komunikasi visual, mempelajari dan memanfaatkan semiotika komunikasi visual untuk memahami tanda verbal dan tanda visual serta makna konotasi rebranding logo TVRI menjadi sangat penting. Hal penting lainnya, desainer komunikasi visual sebagai produsen tanda akan lebih kreatif dalam menciptakan tanda verbal dan tanda visual serta pesan verbal dan pesan visual. Tulisan ini dibuat menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan dan menginterpretasikan makna konotasi rebranding logo TVRI berdasarkan bangunan teori semiotika, teori desain komunikasi visual dan teori branding. Metode analisis semiotika komunikasi visual ditawarkan dan digunakan sebagai metode analisis tanda dan pesan komunikasi visual rebranding logo TVRI. Prosesnya dilakukan dengan memanfaatkan analisis Triadik Sumbo Tinarbuko. Konsep analisis Triadik Sumbo Tinarbuko penulis ciptakan untuk mengidentifikasikan, mendeskripsikan dan memahami makna konotasi tanda verbal dan tanda visual serta pesan verbal dan pesan visual yang terkandung dalam rebranding logo TVRI.
Interpretasi Visual Sila Kedua dan Kelima Wayang Beber Pancasila Sumbo Tinarbuko; Cok Alit Artawan
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 2 (2021): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i2.1443

Abstract

Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode analisis semiotika komunikasi visual dimanfaatkan sebagai metode analisis tanda dan makna pada objek penelitian. Proses analisis dijalankan memakai konsep Triadik Sumbo Tinarbuko. Konsep ini penulis ciptakan untuk mendeskripsikan, menginterpretasikan dan menangkap makna konotasi yang terkandung pada sila kedua dan sila kelima Wayang Beber Pancasila. Penelitian ini dikerjakan dengan tujuan mengintrepretasikan secara visual makna konotasi sila kedua dan sila kelima Wayang Beber Pancasila. Hasilnya, pertama, pada sila kedua yang divisualkan lewat adegan Ratu Adil, menyampaikan pesan sosial diksi adil tidak dimaknai secara egois berdasar pendapat dan kesenangan diri pribadi. Diksi adil harus diselaraskan dengan tata nilai dan adat istiadat berdasarkan kondisi lingkungan sosial dan budaya yang ada. Kedua, pada sila kelima yang divisualkan dalam simbol Guyup Samudra, mengharapkan munculnya pengharapan baru berupa kesejahteraan sosial yang berkeadilan. Serta senantiasa menjunjung tinggi martabat dan kemuliaan sesama umat manusia.
Membaca Makna Iklan Politik Pilpres 2019 Sumbo Tinarbuko
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 34 No 2 (2019): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i2.707

Abstract

Tulisan ini dibuat untuk membaca interaksi makna tanda verbal dan pesan verbal serta tanda visual dan pesan visual dari desain iklan politik pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pilpres 2019. Bagi produsen tanda yang terdiri dari desainer komunikasi visual, mempelajari semiotika komunikasi visual untuk memahami tanda, kode dan makna konotasi desain iklan politik Pilpres 2019 menjadi sangat penting. Dengan demikian, produsen tanda akan lebih kreatif dalam menciptakan tanda verbal dan tanda visual serta pesan verbal dan pesan visual. Tulisan ini dibuat menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan dan menginterpretasikan makna konotasi desain iklan politik Pilpres 2019 berdasarkan bangunan teori semiotika, teori desain komunikasi visual, teori gaya bahasa dan teori komunikasi politik. Metode analisis semiotika komunikasi visual ditawarkan dan dimanfaatkan sebagai metode analisis tanda verbal dan tanda visual serta pesan verbal dan pesan visual. Proses analisis objek penelitian dilakukan dengan memanfaatkan konsep analisis Triadik Sumbo Tinarbuko. Konsep analisis Triadik Sumbo Tinarbuko penulis ciptakan untuk mengidentifikasikan, mendeskripsikan dan memahami makna tanda verbal dan tanda visual serta pesan verbal dan pesan visual yang terkandung dalam desain iklan politik Pilpres 2019.
Gulo Puan Visual Brand: Medium Promotion of Gastronomic Tourism Destinations, Pampangan District, South Sumatra Sumbo Tinarbuko; Risvi Pangestu; I Wayan Nuriarta
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 38 No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v38i2.2365

Abstract

Gulo Puan is a traditional food from the Pampangan sub-district, South Sumatra Province. Its existence has sunk into the ages. Gulo Puan does not yet have a visual brand that can represent her existence. The absence of a visual brand makes people less aware of the existence of this gastronomy. The purpose of this study is to present the Gulo Puan visual brand as a promotional medium for the gastronomic tourism destination "Guwan" Gulo Puan in the Pampangan sub-district. This study uses a qualitative method with a five-stage approach to design thinking according to Tim Brown's version: empathy, define, ideate, prototype, and test. The data collection process was carried out by interviews, observation, literacy, documentation, and questionnaires. The data obtained were then analyzed using the Triadik Sumbo Tinarbuko design concept approach. The results of this synthesis form the basis for designing the Gulo Puan visual brand. The results of the synthesis are also positioned as a solution for the Gulo Puan visual brand for visual communication problems found at the Gulo Puan production center, Pampangan sub-district, South Sumatra Province. The novelty of the results of this design puts forward the concept of Gulo Puan's visual branding as a promotional medium that represents the Gulo Puan gastronomic tourism destination in the Pampangan sub-district. The theory used in this study: visual branding for strategies to design visual branding, sociology theory of design to determine the needs of target audiences, theory of tourist destinations to design tourist destinations, and visual communication design theory is used to design the form of messages and the contents of verbal and visual messages. Conceptually, this research also contributes theoretical and practical knowledge to the development of visual communication design science.
User generated content: Cybernetic infographic visual narrative Sufiana, Sufiana; Soewarlan, Santosa; Tinarbuko, Sumbo
Bulletin of Social Informatics Theory and Application Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/businta.v5i1.380

Abstract

User Generated content is a marketing strategy that emphasizes consumer-generated content, social media followers, and fans. The UGC trend has sparked interest in cyber media HaiBunda.com to integrate UGC in the process of creating infographic visual narratives. The infographic on HaiBunda.com is the result of media and UGC integration. The media provides a UGC space, for discussion, commenting, reading and viewing pictures. In practice, cybernetics visual narrative involves the role of information theory, control theory, and systems theory. Most of the UGC infographic channel visitors are millennial mothers who have interests in information about parenting patterns and child development. Can UGC readers interpret the visual infographic narrative, respond to and apply the values of daily morality in childcare? The purpose of the writing is to find out how millennial mothers interpret the visual infographic narrative. The qualitative method, Talcott Parsons' approach, is to see the meaning of the visual infographic narrative as a system, interrelation, has mutua influence to the media and readers. The results show that the visual narrative of HaiBunda.com's infographic with the theme “Tahukah Bunda” means educational and informative and contains moral values and the nature of women.